Di dalam Kekristenan terdapat 3 sesi iman yang dapat dipraktekan oleh setiap orang Kristen yaitua:
- Faith (Iman) yang berbicara dalam pengakuan Iman Nikea tentang Allah, Kristus dan Roh Kudus.
- Hope (Pengharapan) yang dapat diprakterakn dengan Doa Bapa Kami.
- Love (Kasih) dapat diterapkan dengan doa bapa kami, pembacaan firman disertai denga liturgy.
Seperti diketahui bahwa Kitab suci adalah pewahyuan dari Allah yang dinyatakan melalui anak-Nya dan melalui Roh Kudus yang turun kepada para rasul sehingga diwariskan kepada Bapa-Bapa Gereja. Dalam pembahasan kali ini penulis akan membahas terlebih dahulu sesi Faith (Iman) yang berbicara mengenai Pengakuan iman Nikea. Sedangkan isi dari pada Pengakuan Iman Nike adalah sebagai berikut:
- Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
- Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.
- Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga, dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta menjadi Manusia.
- Telah disalibkan bagi keselamatan kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
- Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
- Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
- Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
- Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
- Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Universal (Katolik/Am), dan Apostolik (Bermata Rantai Rasuliyah)
- Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa.
- Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati.
- Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.
Pembahasan:
Dari pemaparan Pengakuan Iman Nikea diatas berikut pertanyaan-pertanyaan yang akan langsung dipaparkan penjelasan masing-masing dari pada butir Pengakuan Iman Nikea tentu saja diambil dari dalam Kitab Suci sebagai berikut:
Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
Pertanyaan: Bagaimana kita bisa percaya kepada Allah yang tidak terlihat? Bagaimana kita bisa percaya dan mengenal Allah yang merupakan sesuatu yang tidak terlihat? Bagaimana kita membuktikannya? Ini adalah suatu pertanyaan yang pasti dipertanyaakan.
Jika kita baca didalam 1 Yohanes 4:12 mengatakan “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” Eksistensi atau keberadaan Allah tidak bisa dibuktikan dengan ilmu alam baik itu ilmu fisika, biologi, matematika, dan sebagainya karena Allah bersifat metafisik. Kita tidak bisa mengenal Allah yang sepenuhnya itu karena tidak seorangpun yang dapat mengenal Allah. Elder Thaddeus of Vitovnica mengatakan “Tuhan adalah misteri bagi semua ciptaanNya, tapi Allah ada dalam kita oleh sebab itu di dalam diri kita adalah sebuah mistery bagi diri kita sendiri, kita akan menemukannya misteri di dalam diri kita kalau kita memiliki kerendahan hati.
Apakah iman kita sesuatu yang mustahil jika Allah tidak terlihat tetapi kita mempercayainya? Kita tidak pernah bisa tahu dan mengenal eksistensi Allah karena kita terbatas, Allah di dalam eksistensinya tidak dapat diketahui, namun kita bisa mengenal Allah melalui energy Allah dengan kesadaran akan anugerahNya yang bekerja di dalam kita (1 Kor. 13:12; 1 Tim 6:16). Sehingga ada doa seperti ini, jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga. Apa yang membedakan antara eksistensi Allah dengan energyNya?
Dalam Efesus 1:19 “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Dalam bahasa Yunani kata “dengan kekuatan kuasaNya“ adalah “menurut kekuatan EnergyNya”. Kita bisa membedakan seperti matahari dan cahayanya. Matahari itu sendiri adalah EsensiNya dan cahayaNya adalah energiNya. Contoh: Manusia tidak bisa mendekati matahari, tetapi kita bisa memperoleh energynya yakni pancaran cahayanya. Jadi kita tidak bisa melihat matahari secara langsung tapi kita bisa tahu bahwa ada matahari karena ada substansinya/energinya tanpa kita melihat matahari secara langsung.
Allah tidak bisa dipahami sebab Dia adalah Terang yang tidak bisa dihampiri, tapi Allah punya energy yang bisa kita kenali lewat iman (1 Tim 6:16; Efe 1:19). Keduanya baik esensinya dan energinya itu adalah milik Allah dan keluar dari Allah yang kekal adanya. Pengenalan akan Allah di dapat dari EnergiNya yang didapat dari Roh Kudus.
Bagaimana kita bisa mengenal Allah?
- Mengenal Allah melalui Ciptaan (Roma 1:19-20)
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Melalui ciptaan ini menunjukan bahwa Allah telah menunjukkan energyNya. Dan manusia itu telah melihat dan merasakan energyNya Allah. Sama seperti matahari tadi kita tidak perlu tahu matahari tetapi melalui pancaran cahayaNya kita sadar bahwa matahari itu Ada. Sama seperti halnya kita tidak perlu tahu nature Allah itu tapi melalui Alam ciptaanNya menunjukan bahwa Allah ada, oleh sebab itu perlu adanya iman pada saat penghakiman nanti. Manusia diciptakan oleh debu tanah (Kej 2:7) yang adalah alam oleh karena itu di dalam tubuh kita pun mengandung unsur-unsur yang sama seperti yang ada dalam tanah baik mineral, zat besi dan berbagai unsur lainnya. Alam itu sendiri adalah hasil dari kekuatan kuasaNya (energyNya). Dan seharusnya kita menyadari bahwa kita ada untuk percaya padaNya. Nafas yang dihembuskan dalam tubuh kita (kej 2:7) pula adalah nafas ilahi yang menjadi Roh dan Jiwa (1 Tesalonika 5:23; 2 Kor 4:16). Dan kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, maka rupa dan gambar Allah itu pun ada di dalam roh kita. Dan Roh dan jiwa kita tidak bisa mati. Jadi pada dasarnya manusia itu kekal karena jiwa dan roh itu kekal. dengan demikian kita menyadari bahwa sesuatu yang tidak pernah bisa mati itu hanya Allah. Jadi kita bisa mengenal Allah melalui CiptaanNya. Iman yang natural itu bisa timbul dengan kontemplasi dengan alam sehingga kita bisa menyadari bahwa itu ada. Namun ada masalah ketika manusia mencoba mengnal Allah melalui ciptaanNYa (Roma 1:25). Sehingga yang disembah bukan penciptaNya tetapi ciptaanNya.
- Mengenal Allah dengan Faith Through Revelation (Iman melalui pewahyuan)
Kita bisa mengenal Allah yang sejati itu selain dari alam, tapi juga melalui pewahyuan di dalam Yesus Kristus (Yoh 1:18; Ibrani 1:1-3). Kristus menyatakan lewat Alkitab dan tradisi suci yang diajarkan oleh para Rasul yang tertulis dalam Alkitab. Jadi Allah yang sejati itulah data yang kita kenal melalui Yesus Kristus. Yesus adalah pewahyuan khusus bagi manusia. Pengenalan akan eksistensi Allah itu sebenarnya berasal dari pewahyuanNya sendiri baik melalui para nabi. Kita bisa mengenal Allah yang sejati itu lewat apa yang Kristus kerjakan (1 Yoh 5:20). Jadi tidak cukup menyatakan iman hanya lewat alam ciptaan tapi harus mengenal pencipta yang sebenarnya melalui pewahyuan Yesus Kristus. John Cassian mengatakan bahwa ketika kamu baca, dan kamu berdoa apa yang kamu baca, dan kemudian pada suatu malam setelah beberapa malam, kamu akan bangun dan apa yang kamu baca tadi ternyata kamu menyadari makna yang tersembunyi. Seperti orang yang sudah tidur nyenyak dan dibangunkan oleh petir, jadi bagaimana kita bisa mengenal Allah? Lewat kitab suci. Oleh karena itu untuk menggapai pengetahuan yang benar dari kitab suci, dan kita harus mencapai kerendahan hati sehingga apa yang kita baca itu akan masuk kedalam hati kita dan akan membentuk gambar kita sebab Jika kita membaca kitab suci maka semakin lama kita selami maka kita akan melihat keindahan dan kecantikan dari kitab suci itu.
- Natural Faith
Natural Faith adalah Iman yang dimiliki oleh semua orang yang percaya akan adanya Allah oleh karena natural attribute seperti halnya:
- Allah itu Maha hadir
- Allah itu kekal
- Allah itu Maha Tahu
- Allah itu Maha Bijaksana
Attibut-attribut Allah yang etik adalah Allah yang Maha kudus dan Maha Pengasih. Kenapa manusia dapat mengenal attribute Allah? Karena manusia punya iman yang berasal dari Natural Faith dan semua manusia memiliki natural faith ini yakni kesadaran bahwa ada yang lebih tinggi dari dirinya yaitu Allah. Namun Iman lewat pewahyuan Yesus Kristus (untuk bisa tahu mengenai Tritubggal) ini tidak semua memiliki Nya. Bukti-bukti dalam perjanjian Lama mengenai Allah Tritunggal. Di dalamKejadian 3:22 dan Kejadian 11:7 kata “kita” menunju kepada Allah Tritunggal. Allah Tritunggal itu Allah yang esa di dalam OUSIA (esensi) tapi 3 di dalam pribadi. Esensi tidak akan pernah ada jika tidak ada pribadi. Allah menujuk pada esensi tapi wujudnya adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang masing-masingnya memiliki atribut karena memiliki pribadi.
Allah itu Esa yaitu Bapa yang menjadi sumber segala sesuatu (1 Kor 8:6). Di dalam Bapa yang satu ini terkandung ousia/esensia/substansi keilahian dan pribadi (hypostasis) yang menjadi sumber dari FirmanNya dan RohNya sendiri. Allah Bapa adalah Allah yang esa itu sendiri, Ia menjadi asal usul Firman Nya yang kekal yang berada satu di dalam DiriNya, dan juga menjadi asal usul dari rohNya sendiri yang juga menjadi secara kekal berada di dalam diriNya yang Esa itu bersama Firman yang sama tadi. Kitab suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa itu disebut Bapa, dan FirmanNya itu disebut sebagai anak atau putra (Yoh 1:14) dan rohNya itu disebut Roh Kudus (Ef 4:30). Keberadaan dan ciri masing- masing antara Allah, firmanNya, dan RohNya itu disebut sebagi hypostasis (Pribadi). Allah yang Esa ini menciptakan segala sesuatu melalui firmanNya di dalam kuasa RohNya dan kita dipanggil untuk menyembahNya. Memang pribadi Allah TriTunggal ini berbeda-beda namun berada dalam lingkaran kasih itu sendiri.
Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.
Sang Anak disebut gambar wujud Allah atau cahaya kemuliaan Allah (Fil 2:6) karena Dia yang menyatakan DiriNya. Jadi Allah dinyatakan oleh sang Putera yang menjelma menjadi manusia.
Demi keselamatan kita sang bapa telah mengutus ankNya untuk mengaruniakan hidup yang kekal, dan setelah karya sang anka selesai maka Ia memberikan RohNya, oleh sebab itu Roh Allah disebut juga Roh Bapa itu juga disebut Roh Kristus juga Roh Yesus dan Roh Yesus Kristus.
Jadi Mystery of the holy Trinity adalah satu Allah yaitu satu Bapa, satu natur dan pribadi yang ilahi maka anak dan roh juga, dan satu kehendak Bapa maka itu yang menjadi kehendak Anak dan Roh Kudus.
Pertanyaan-pertanyaan Iman:
Bagaimana Allah TriTunggal itu bekerja di dalam Hidup Kita? Yoh 15:12 “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Kita tidak bisa memiliki kekristenan kita tanpa anugerah dan Roh Kudus (Mark 10:27).
Bukannya Allah itu kasih, kenapa itu disebut perintah Baru? Kalau perintah Baru berarti ada perintah lama yaitu hukum taurat/syariat. Kita tidak lagi dibawah perintah lama tapi perintah baru karena kembali lagi bahwa esensi dari Allah TriTunggal itu adalah Kasih sebabkita lahir itu dari kasihNya Allah. Seperti esus mengasihi BapaNya maka kita juga harus mengasihi Yesus seperti Yesus mengasihi BapaNYa. Tanda/ bukti Yesus mengasihi BapaNya adalah dalam Yoh 15:12.
Kesimpulannya disini mengenai Chritian Life adalah kita mau menjadi seperti Allah yang harus saling mengasihi, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama kita.
Cara Manusia Dapat Mengenal Allah
- Melalui pekerjaan Roh Kudus, Roh Kudus yang mencurahkan wahyu, ajaran dan semuanya yang dinyatakan dalam Kristus. Karena itu Roh Kudus diutus untuk menuntun kita dalam kebenaran (Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang).
- Kontemplasi Terhadap Alam Ciptaan, pembacaan Alkitab, Hubungan langsung melalui Doa dan sakramen perjanjian Kudus,
- Permunian dari Nous, menaklukan nafsu/nepsis, melatih manusia jasmani dan batiniah.