Pengenalan Etika Kristen

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 1

Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan apa yang buruk. Oleh sebab itu bidang ilmu ini tidak terpisah dengan ajaran gereja yang dipelajari selama ini. Etika Kristen berhubungan dengan foundation—purification—theosis yang menuntun orang percaya berjalan dengan pemurnian. Pendekatan etika Kristen tidak mencangkup filsafat tapi keselamatan yaitu etika yang dimengerti dengan keselamatan yang kemudian merupakan hal yang akan menuntun kita pada akhir hidup yang merupakan tujuan hidup setiap orang. Keselamatan ini tidak lepas dari Kristus, keselamatan dan Trinitas yang saling berhubungan. Hal ini dikarenakan kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah (Ef. 2:8), yang membuat kita semua yang diselamatkan seharusnya melakukan perbuatan baik (EF. 2:9). Itulah sinergy dengan etika Krtisten yang mendorong setiap manusia untuk melakukan pekerjaan baik. Kita belajar etika berarti kita harus melihat sumber dari pekerjaan baik tersebut berada di dalam Allah Tritunggal (Ef. 2:10). Jadi pendekatan kita adalah Trinitarian God.

Kita harus melihat contoh etika yang diberikan dengan oleh Tritunggal yang saling mengasihi. Allah Tritunggal menunjukan contoh yang sangat jelas dimana membentuk komunitas yang saling mengasihi dan menghargai tugas masing-masing di dalam kekekalan dengan sangat teratur. Oleh sebab itulah kita harus melandasi etika Kristen dengan kasih (Kol. 3:12-14). Landasan dari etika Kristen adalah kasih (1kor. 13: 1-3). Jika kita melakukan segala hal tapi tanpa Allah segala sesuatunya akan sia-sia. Kasih menjadi seperti air yang dapat mengisi segala tempat jadi kasih itu bersifat kekal (1Kor. 13:4). Kasih juga menjadi sifat manusia tidak seharusnya berubah (1Kor. 13:8) dan mencangkup buah-buah roh yang menjadi daar dari kehidupan manusia (Gal. 5:22) Moral live kita berdasarkan pakaian Kristus (antropologi) dan keselamatan (soteorologi) jadi seharusnya kita sebagai orang percaya dapat menerapkan etika Kristen yang seharusnya menjadi nilai plus dari pada iman Kristen. Semakin hari kehidupan rohani dan bermasyarakat semakin lebih baik, sampai akhirnya orang lain dapat merasakan Yesus di dalam diri setiap kita.

Etika Di dalam Alkitab di mulai dengan:

  1. Repetance

Repetance dapat disebut juga sebagai pertobatan yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang Kristen dari hari ke hari. Pertobatan yang dilakukan oleh orang Kristen dilakukan untuk memurnikan jiwa yang terjadi dengan air mata yang dikeluarkan karena pertobatan atau repetance with tears, hal itu akan membawa setiap orang percaya masuk dalam kerajaan surga (Matius. 4:17), hal inilah yang dimengerti oleh setiap pengikut Kristus. Di dalam Perjanjian Baru juga terdapat ayat yang menyatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” arti sesungguhnya dari hal ini adalah kerajaan surga berada dekat dengan jangkauan kita ini yang kemudian menunjuk kepada inkarnasi yang Yesus Kristus. Bukti dari pada pernyataan tersebut para nabi yang telah menyaksikan dan menubuatkan akan ada nubuat yang terakhir yang akan datang sebagai pengenapan dari pada segala bentuk nubuat yang telah dinyatakan oleh para nabi. Nabi juga merupakan pemuka dari pada penyampaian dari pada kedatangan sang pengenap nubuatan sedangkan Yesus adalah isi dari pada hal yang selama berpuluh-puluh telah disampaikan oleh para nabi (Ibr. 1:1-3). Etika kita juga dapat disebut sebagai etika kerajaan surga yang mengandung aturan- aturan yang berada di dalam kerajaan surga. Yesus mengancam kota-kota yang tidak bertobat seperti kota Khorazim dan Betsaida akan tetapi ajakan pertobatan itu diresponi seperti yang dilakuakan oleh Tirus dan Sidon hal ini berarti ajakan pertobatan itu tidak pernah memaksa manusia untuk bertobat melainkan dikembalikan pada pilihan setiap manusia (Free will) dan perlu diketahui bahwa ternyata mujizat tidak menjanjikan pertobatan seperti yang terjadi pada para ahli taurat dan orang farisi bagaimana mereka telah melihat mujizat Yesus tapi tidak pernah untuk melakukan pertobatan melainkan semakin membenci Yesus. Kita pun diperingati kalau bersalah untuk dapat melakukan pertobatan karena penghakiman terakhir berlaku, pada saat itu semua orang akan dihakimi dari orang yang bertobat sampai orang yang tidak pernah melakukan pertobatan akan mendapat hukuman yang begitu berat (Mat. 11:20-22) dan jika pertobatan berlangsung satu alasanpun tidak berlaku untuk orang yang telah bersalah (Mat. 12:36). Pertobatan adalah pemutar balikan seseorang dari maut ke jalan yang benar dan menuju ke kerajaan surga akan tetapi penghakiman atas setiap perbuatan kita entah itu baik atau buruk. Mahkota kehidupan di dalam surga akan dikaruniakan bagi setiap perbuatan baik yang dilakukan di dunia.

  • Pertobatan itu melaksanakan perbuatan dosa

Semua dosa yang datang untuk menyerang kita sebenarnya dapat diatasi dengan kuasa yang berasal dari pada Tuhan dan biarlah kita dapat memuliakan nama Tuhan (Mat. 9:8) Oleh sebab itulah kita harus sadar pada saat kita mau melakukan hal yang tidak menyukakan hati Tuhan atau melakukan dosa karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan terikat di surge maksudnya adalah semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan pada saat penghakiman (Mat. 18:18-19). Oleh karena hari penghakiman begitu nyata bagi setiap manusia Tuhan tidak membiarkan kita sendiri Tuhan akan membimbing dan menyertai segala aspek kehidupan kita Ia tidak akan membiarkan kita sendirian untuk menjalankan Etika Kristen yang sedang digumuli oleh setiap manusia sampai pada zaman akhir nantinya (Mat. 28: 20). Hukuman akhir akan dilaksanakan pada saat kebangkitan semua orang pada saat kedatangan Yesus pada kali kedua (Yoh. 5:28-29). Akan tetapi perlu diingat bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan hal yang jahat atas kehidupan dari setiap orang yang mau percaya kepadanya (Rom. 2: 4-7).Oleh karena itulah sebagai orang percaya juga harus mau memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan kita seharusnya sesuai dengan etika umum maupun etika Kristen yang sedang kita jalani di dalam hidup ini. Etika Kristen yang dijalani dari hari lepas hari tentunya dapat membantu setiap kita untuk hidup sesuai dngan apa yang Tuhan mau dan akan membantu kita untuk hidup di jalannya Tuhan untuk mencapai teosis atau kemuliaan serta menjadi serupa dan segambar denganNya, yang Tuhan mau semua orang menikmatinya kelak pada saat kedatangan Yesus pada kali kedua dan semua orang percaya dimuliakan. Amin!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started