How To Read The Bible

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 1

Kita suci ditulis oleh para penulis yang diilhamkan oleh Rh Kudus. Jadi ketika sekarang kita mau untuk mengetahui pikiran Kristus yang berada di dalam Kitab Suci pikiran kita juga harus masuk akan tetapi, kita juga harus bertanggungjawab umtuk dapat mengetahui apa yang menjadi pikiran Allah lewat pikiran kita. Dalam 2 Tim. 3:15-16 memaparkan kegunaan dari pada doktrin dari pada Alkitab yang berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Terdapat 4 cara untuk mengetahui pikiran Kristus di dalam Kitab Suci yaitu:

  1. Christ Center
  2. Eklesial
  3. Personal
  4. Obedience

Langkah-langkah dalam eksegesis:

Historia:

  • Teks
  • Terjemahkan
  • Poin-poin sintaks
  • Sumaary
  • Konsep teologis

Teoria:

  1. Tipologi (menemukan pikiran Kristus) => 2 Timotius 3:16
  2. Christ center (pikiran Kristus/ spiritual meaning) => Report, correction, instraction => Virtues Ef 2:10 =>Theosis    

Firman benar-benar telah menjadi daging (1 Yoh. 1:1-4). Alkitab bukan berisi cacatan sejarah melainkan apa yang Firman katakan, karya Kristus dan gerejaNya. Mengapa kita harus berelasi dengan Philokalia atau gereja? Karena gereja telah susah payah menjaga ajaran para Rasul. Gereja juga yang menajdi asal mula dari pada Kitab Suci. Seperti di dalam jemaat Korintus, di mana jemaat Korintus terbentuk terlebih dahulu sehingga adanya surat kepda jemaat di korintus. Para rasul mengalami secara langsung konsep atau pikiran Kristus lewat Roh Kudus (1 Yoh 1:1). Apa yang mereka lihat dan mereka raba itu mereka tulis untuk gereja. Demikianlah gereja menjaga dan merawat ajaran-ajaran mereka.

Cara mengeksegesis Alkitab menurut Bishop Michael:

  1. Kristus sebagai kunci dari pada segala tulisan kitab suci
  2. Sumber dari kehidupan.
  3. Surat kasih dari Tuhan.
  4. Menuntun pada theosis.
  5. Berasal dari tradisi (paradosis, ajaran, doktrin yang diturunkan oleh Kristus kepada Para Rasul dan gereja).
  6. Satu kesaksian tentang kebenaran dimana kebenaran itu adalah pribadi bukan konsep.
  7. Alkitab sebagai sebuah pengajaran yang berasal dari gereja.
  8. Bersifat personal.
  9. Dituntun oleh Church Fathers karena ini adalah sebuah misteri.
  10. Sebagai pengetahuan yang akan menolong kita untuk mengerti doktri bukan untuk mengubah doktrin.

Bagaimana membaca Alkitab menurut Kalitos

Jika seorang raja menuliskan sebuah surat buat kita pada saat kita menerima dan membaca pasti dengan sukacita dan hati-hati. Tapi bagaimana jika yang menulis surat itu adalahh sang raja surga itu? Ini yang harus jadi suatu pertanyaan bagi kita. Kita seharusnya membaca seperti membaca surat dari president. Saint Tikhon “is to enter into to a personal conversation face-to-face with the living God” atau seperti berbicara dengan Tuhan secara tatap muka. Ketika kita membaca Alkitab berarti kita sedang membaca dan berbicara dengan Tuhan. Sikap seperti inilah yang membuat kenapa kita harus belajar Orthodox. Saya bisa melihat Alkitab itu adalah surat pribadi Allah yang dikirimkan secara pribadi oleh Allah untuk saya. Alkitab tidak ditujukan hanya untuk orang lain yang merasa jauh dan tidak berlaku nanti tapi sekarang dan disini ditulis untuk saya. Kapanpun kita membuka Alkitab, kita sedang berdialog dengan Tuhan Yesus. Di dalam 1 Samuel 3:10 kita harus berdoa kepada Tuhan agar dia dapat berbicara. Dua abad sebelum saint Tikhon dari Orthodox mengeluarkan buah statement bahwa kitab suci itu memberikan gaidens secara keseluruhan dan diinspirasi secara ilahi dan ditulis secara menusia. Alkitab itu berotoritas dan merupakan diri Allah sendiri yang berotoritas di dalam ciptaan jadi kita mengenal menerima dari gereja dan di dalam gereja. Alkitab bukanlah karangan dari para penulis tetapi secara ilahi diilhankan oleh Roh Kudus tapi tidak mendikte disini diilhami secara dinamis (yang dituntuk oleh Roh Kudus) dengan menggunakan bahasa dari pada para penulis sendiri (2 Petr. 1:20-21).

Ketaatan

Respon kita akan firman ini adalah suatu respon yang taat. Di setiap kitab yang ditulis dari masing-masing penulis terdapat satu pesan. Ini adalah satu buku yang berasal dari satu roh yang sama, dari satu pesan yang sama di seluruh pesan yang berada di dalam Alkitab. Dalam 2 Timotius diketahui bahwa semua itu untuk menuntun kita kepada hidup yang kekal. Ini ditulis oleh manusia yang merupakan penulis yang berbeda, budaya yang beda, situasi yang beda, penulisnya juga beda. Allah berbicara pada berbagai zaman dan berbagai cara (Ibr. 1:1). Setiap kata di Alkitab merefleksikan zaman waktu Alkitab itu ditulis dan tentu sudut pandang manusia memakai Bahasa ibrani dan Yunani seperti Yesus yang memakai Bahasa Yunani.

Menara Babel (Kej. 11) yang dicerai beraikan oleh Allah adalah typology dari pentakosta atau gereja, yang kemudian mengumpulkan mereka.

Kita adalah kawan sekerja Allah (1Kor. 3:9). Pengarang dari setiap kitab tidak pasif. Setiap kitab ciri khas masing-masing dimana Matius punya sikap suka bergereja. Markus untuk orang Yunani. Lukas untuk kasih Allah yang universal dan hubungan yang sejajar dengan non Yahudi dan Yahudi Yohanes pendekatannya lebih kepada misteri.

Pertanyaannya adalah kenapa bisa berbeda? Karena Firman Allah itu dinyatakan di dalam bahasa manusia. Alkitab ditulis dalam bahasa mananusia maka ada tempat bagi kita, waktu kita belajar bible ada pikiran kita dan kita harus tahu bahwa pikiran itu adalah pemberian Allah dan kita tidak perlu takut gmemakai pikiran kita, tetapi kita perlu tahu historia, ditulis kapan, untuk apa, latar belakangnya. Tetapi kita melihatnya dengan aspek Ilahi. Kita harus melihat ada Yesus Kristusnya kalau kita membaca Alkitab bukan hanya sekedar konsep saja. Kalau baca Alkitab bukan sekedar mengtahui historia, tetapi kita mempunyai pertanyaan bagaimana saya diselamatkan. 2 Timotius 3:15. Kekaguman dan sikap mendengar.

Semua itu adalah pemberian dari Allah dan kita juga dapat menambahi. Jadi kalau kita membaca jangan hanya ingin tahu pengetahuan histori saja melainkan cari tahu bagaimana kita diselamatkan (2Tim. 3:16). Ketaatan kepada FT mempunyai 2 makna: 1. Kekaguman dan sikap mendengar. Ini seperti mujizat Allah yang selalu kekinian bagaimana FA itu menjadi kitab yang dapat kita baca. Waktu kita membaca kitab Suci ini menunjukan kita pada suatu hal. Banyak hal yang ada di dalam Alkutab yang belim di Ekspore temukan. Salah satu yang harus kita lakukan adalah ketaatan.

Sikap yang benar ketika membaca Alkitab:

  1. Kagum adalah ketika kita membaca Alkitab dengan rasa kagum maka kita tidak merasa bosan. Tapi kita perlu membersihkan pintu-pintu perspsi kita dengan kekaguman, seperti mujizat Allah yang selalu kekinian. Bagaiman Firman Allah yang ilahi itu bisa menjadi kitab dan bisa menyelamatkan. Seorang fulsuf mengatakan bahwa “Permulaan dalam menemukan kebenaran adalah mengaguminya”
  2. Ketaatan adalah mendengar. Arti literal dari kata obey adalah mendengar. Hendaklah engkau mendengar. Berhenti berbicara dan mulai mendengar. Kita bisa melihat juga beberapa icon salah satunya icon bunda Maria, kita membuka hati kita artinya kita mau menjadi seperti Dia. Ketika kita membaca Alkitab kita, kita mau menjadi seperti Bunda Maria. Bunda Maria mendengar perintah dari Allah. Yang dilakukan oleh Bunda Maria adalah taat dan mendengar Lukas 1:38 “let it be to me according to your word” Lukas 2:19 itulah artinya mendengar “mengunyah di dalam hatinya. Lukas 2:51 => menyimpan semua hal itu di dalam hatinya. Yoh 2:5 => apapun yang dikatakanNya kepadamu kamu melakukannya.
  3. Mengerti Firman Tuhan ini melalui gereja. Pendekatan kita kepada perkataan itu melalui gereja. Ditujukan kepada kita pribadi dan kita terikat sebagai anggota dari satu komunitas. Kitab suci dan gereja itu tidak terpisahkan. Gereja dan kitab terkoneksi satu dengan yang lain saling bergantung. Kita menerima kitab suci itu lahir dari gereja. Kita tidak punya 2 kitab melainkan satu kitab PL dan PB yang lahir dari gereja. Di dalam sejarah dala 3 abad pertama sejak kedatngan Kritsus pada zaman itu kita dibaca yaitu Septuaginta yang terdiri dari 50 kitab PB 27 kitab.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started