Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Etika Kristen
Purification atau pemurnian dari setiap orang percaya dapat dilakuakan dengan pertobatan yang dilakukan untuk memulihkan hati tercemar.
- Repetance With Tears
Orang yang bertobat berarti orang yang menangis, yang akan diberkati dan berbahagia karena bertobat dari dosa (Mat. 5:4), contohnya yang dialami oleh Petrus di dalam Matius 26:75 dimana Petrus menangis dengan sedihnya atas penyangkalan yang dilakukannya terhadap Yesus. Proses pertobatan yang dialami oleh Petrus seharusnya menjadi landasan untuk kita semua ketika melakukan kesalahan dimana ketika kesalahan dilakukan seharusnya kita harus beriman serta mengingat firman Tuhan yang menjadi landasan dari pada kehidupan kekristenan kita dan kita pun bersinergy dengan Tuhan dan akhirnya dapat menangis dengan air mata yang tulus dari kita. Jadi ingatlah yang dapat menyentuh batin kita yang paling dalam hanya Allah karena batin kita begitu dalam dan lebar yang tidak dapat diukur oleh manusia manapun di dunia ini. Oleh sebab itulah batin kita tidak dapat dipuaskan oleh hal-hal materi melainkan hal-hal metafisik yaitu Allah sendiri, sehingga Ia pun dapat mengentuh batin kita.
Di dalam 2 Korintus. 7: 6-7; 11 memberi contoh bahwa ketika pertobatan terjadi dukacita yang asalnya dari Tuhan akan melingkupi setiap kita dan kata-kata penghiburan yang dapat kita keluarkan juga dapat menghibur orang yang berdukacita. Akan tetapi, semua hal yang kita dapatkan dari orang lain ketika dihibur sadar ataupun tidak ada satu pribadi yang lebih besar memberikan kita penghiburan yang sejati yaitu Tuhan. Pertobatan akan mendatangkan keselamatan (2Kor. 7:10). Terdapat satu juga contoh pertobatan yang dilakukan oleh anak-anak Skewa yang selama ini melakukan sihir. Mereka melakukan pertobatan yang dilakukan dengan menunjukan kitab-kitab sihir di depan khalayak lalu kitab tersebut dibakar di depan semua orang padahal nilai dari pada buku tersebut sangatlah mahal harganya, ini merupakan suatu tindakan dan langkah yang sangat besar yang diambil oleh anak-anak Skewa (Kis. 19:18-19).
Akan tetapi, pertobatan saja ternyata tidaklah cukup melainkan kita harus menghasilkan buah pertobatan, jika buah dari pada pertobatan tidak terjadi maka ranting yang tidak berbuah akan dipangkas (Mat. 3:7-8; Yoh. 15:2). Setiap orang yang tidak menempel pada Tuhan yang merupakan pokok anggur maka dosa akan datang menghampiri kita dan kita pun mendapat penghukuman (Yoh. 15:6). Kita harus dapat membedakan Teopati dan Teologi, dimana teopati ialah perasaan akan Allah yang merupakan proses yang sering disalah artikan oleh setiap manusia sedangkan teologi adalah pengetahuan akan Allah. Semua Teopati yang seringkali di pertanyakan oleh setiap orang percaya seharusnya diubah dengan lebih memikirkan kehidupan kekal yang hanya bisa di dapatkan jika kita mau menempel kepada Kristus (Mark. 10:17).
Buah-buah pertobatan adalah pekerjaan-pekerjaan baik yang sesuai dengan kehendaknya Allah (Mat. 25:1-12). Sedangkan orang yang tidak melakukan pekerjaan baik akan mendapatkan perkataan seperti ini dari Yesus “Aku berkata kepadamu Aku tidak mengenal kamu” è Hal yang tidak dilakukan oleh 5 gadis bodoh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh memperlai sedangkan 5 gadis bijaksana melakukan apa yang dikehendaki oleh mempelai laki-laki dengan menyambut mempelai laki-laki dan akhirnya pintu ditutup dan para gadis bodoh yang sedang tidak dikenal serta pintu itu tidak dibukakan lagi (Luk. 13:24-25). Paulus di dalam pelayanan bertahan di dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran seolah-olah ia masuk pada gerbang yang sempit yang membawa masuk ke dalam kerajaan sorga (2Kor. 6:2-4).2.
2. Goggly Pietly
Kesungguhan di dalam mencari Allah harus dengan sadar dimiliki oleh setiap orang percaya tidak peduli hal yang terjadi di dalam kehidupan dari hari lepas hari. Jika pencarian terhadap Allah kita tidak usaha dengan sungguh-sungguh maka tidak ada buah-buah pertoban dan kita tidak bisa masuk di dalam pintu sempit yang Tuhan telah sediakan bagi kita (Mat. 6:24). Terang tidak bisa bersatu dengan gelap jadi kita harus mempunyai kesungguhan dengan sungguh-sungguh karena kita sudah keluar dari gelap itu makanya kita tidak bisa kembali pada kegelapan (2Kor. 6: 14-16). Kita diajak membersihkan semua keinginan daging dan roh terlebih dahulu karena jikalau yang dalam bersih maka yang bagian luar juga akan bersih (Mat. 23:25-26). Jadi kita harus membersihkan semua pencemaran jasmani dan rohani agar dapat mencapai kekudusan, hal inilah yang seharusnya kita dapat sadari (2 Kor. 7:1).
Sebelum kekudusan itu datang sehausnya kita dapat membersihkan diri kita. (Yes. 1:6). Kita dapat menyucikan diri kita jika memiliki pengharapan di dalam Yesus yang berarti suatu kelak kita akan menjadi serupa dengan Dia (1Yoh. 3:3). Jadi tidak hanya memiliki iman percaya saja melainkan pengharapan yang akan membawa kita kepada kasih yang kekal itu. Dan kasih yang sempurna itu ada di dalam kita (Mat. 5:48; Fil. 2:15). Kita disucikan bukan sekedar menjadi orang baik tapi mau menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi murid Tuhan (Mat. 10:37-38). Tuhan memang memberikan salib untuk kita, Tuhan berjalan di depan kita jika kita menyangkal diri kita agar dapat membersihkan tubuh dan roh (Mat. 16:24-25).
Kesimpulan
Jadi di dalam pemurnian yang Tuhan selalu harapkan anak-anakNya dapat jalani dari hari lepas hari dengan jatuh bangun di dalam dosa janganlah hidup di dalam dosa melainkan ambil langkah untuk mau membersihkan diri dengan melakukan pertobatan dengan air mata yang dapat membersihkan batin yang sudah tercemar akan dosa yang telah kita lakukan dan setelah pertobatan telah kita lakukan Tuhan juga mau kita semua untuk dapat kepada Tuhan, mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan membawa semua pengharapan kepada Tuhan agar pemurnian yang sedang kita jalani dapat membuat kita semua kembali sadar bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah yang pada akhirnya nanti kita dapat menajadi serupa dengan Kristus yang merupakan Allah yang menjadi manusia. Amin!