Obedience

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 3

Ketika manusia diciptakan Allah mendesign agar manusia memiliki gambar dan rupa Allah. Apapun yang kita lakukan seharusnya semakin menyempurnakan gambar dan rupa Allah di dalam kehidupan kita menurut anakNya yaitu Yesus Kristus (Rom. 8:29; Kol. 1:15). Sampai pada akhirnya gambar dan rupa Allah yaitu Yesus Kristus di dalam pribadi kita semakin nyata sama seperti yang dinyatakan di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus adalah rupa Allah (1Yoh. 3:2; Ef. 4:13;15; Ibrani 1:3; Fil. 2:6). Manusia yang adalah rupa Allah akan diperbaharui menjadi rupa Allah atau manusia Baru menurut sang pencipta (Kol. 3:10).

Yohanes Pembaptis berkata bahwa aku semakin kecil Kristus semakin besar. Ini artinya dalam hidup ini kita sedang berjuang menemukan diri kita yang lain yaitu mematikan diri kita yang lama dan menghidupkan diri kita yang baru yang serupa Kristus.

Dari gambar Allah berproses menjadi rupa Allah.

Dari benih berproses menjadi buah.

Dari jiwa yang mati menjadi jiwa yang hidup.

Dari daging/tubuh yang fana menjadi daging/tubuh yang mulia.

Dari kefanaan mengalami transfigurasi.

Menanggalkan pakaian lama/manusia lama memakai pakaian baru/manusia baru.

Dari sifat kekanak-kanakan menuju kedewasaan ke arah Kristus.

Dari gelap menuju terang menjadi manusia bercahaya.

Dari manusia duniawi menjadi manusia ilahi atau rohani.

Proses kehidupan manusia mengikuti kemanusiaan lama menurut Adam dan kemanusiaan Baru menurut Yesus. Terdapat 3 penciptaan di dalam perjalanan hidup manusia, penciptaan pertama yaitu waktu penciptaan manusia pertama kali diciptakan, manusia kedua pada saat kelahiran baru dan penciptaan ketiga ketika manusia menjadi serupa dengan Kristus secara jiwani maupun jasmani. Aplikasi: Apapun yang kita kerjakan di dalam rumah tanggan, kehidupan sosial, pekerjaan itu adalah suatu proses kita semakin menyempurnakan gambar dan rupa Allah di dalam Kristus dan mencerminkan hal itu kepada banyak orang. Kita harus mengingat untuk dapat taat di dalam proses menuju ke sana. Di dalam tulisan Coniarismengatakan bahwa Maria merupakan prototype atau contoh untuk kita semua dia adalah orang pertama di antara manusia yang mengandung Kristus di dalam hatinya. Tidak ada inkarnasi kalau tidak ada Bunda Maria. Sama seperti Bunda Maria yang gambarnya terpasang di depan pintu gereja Orthodox untuk mengingatkan orang percaya bahwa Kristus ada di dalam hatinya. Begitu juga dengan kita yang seharusnya menerima Yesus sebagai Tuhan lalu membiarkan Dia untuk dilahirkan di dalam kita membawa Allah dan sampai titik tertentu akan mengatakan biarlah Kristus yang hidup di dalam kita (Gal. 2:20; Yoh. 3:30).

“Setiap orang adalah pelukis dari diri sendiri dan pilihan-pilihan yang kita pilih menyempurnakan gambar Allah itu, perbuatan baik adalah cat yang menghasilkan gambar itu menjadi lebih cantik. Jadi etika dalam moralitas yang baik seperti cat yang menghasilkan gambar itu” -Gregory-

Aplikasi: Mari kita pastikan perjalanan kita dikemudikan oleh hati kita yang dikuasai oleh Roh Kudus sehingga kita sampai pelabuhan terakhir kita yaitu Kristus. Pertobatan dapat membuat kita masuk ke dalam kerajaan Allah. Ajakan untuk masuk ke dalam kerajaan surga itu seharusnya bukan sebuah paksaan tapi pilihan dari setiap orang percaya.

Kasih

Kita diingatkan kembali tentang perintah yang paling besar adalah kasih. Di dalam Matius 22: 37-39 dikatakan bahwa di dalam kehidpan ini kita harus mengerjakan iman, pengharapan, dan kasih. Iman yang dimiliki ternyata harus dinyatakan dengan suatu bukti dan disertai perbuatan (Yoh. 14: 21; 24). Pertobatan menghasilkan ketaatan yang merupakan bukti dari kasih dan kasih itu sebetulnya adalah buah-buah dari pertobatan. Jadi antara ketaatan dan kasih memiliki hubungan yang ada syaratnya yaitu menuruti perintah Kristus, sama seperti Kristus yang menuruti perintah Bapa yaitu taat sampai mati (Yoh. 15:10). “Oleh Dia yang telah mengasihi kita” ini merupakan pernyataan yang semakin meyakinkan kita bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita walaupun kita seperti domba- domba sembelihan yang berada di dalam keadaan bahaya tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Allah (Rom. 8:35-37; Maz. 44:23). Karena tidak ada yang dapat pisahkan kita dari Kristus seharusnya kita juga tidak boleh memisahkan diri kita dariNya. Di dalam kitab suci sudah dikatakan bahwa akan banyak penderitaan tetapi kita harus tetap menguatkan hati karena Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33).

Waktu kita ingin mengerjakan kasih kita harus sadar bahwa kasih Yesus telah lebih dahulu mengalahkan hal- hal duniawi seperti harta dunia, penderitaan, dan lain sebagainya (Rom. 8:36). Siapapun yang melakukan perintahnya berarti memuliakan Allah sebaliknya yang tidak taat, itu tidak memuliakan Dia (Yoh. 17:4). Yohanes 17:4 memaparkan bahwa jikalau kita mau mempermuliakan seseorang seharusnya kita mengerjakan pekerjaan yang diberikan, begitu pula dengan kita jika mau memuliakan Bapa seharusnya kita mengerjakan pekerjaan yang Tuhan telah berikan kepada kita dengan penuh ketaatan sama seperti Yesus menyelesaikan pekerjaan deangan baik (Yoh. 4:34). Perbuatan baik itu memuliakan Allah (Mat. 5:16). Kalau Yesus memuliakan Allah dengan pekerjaan baik yang dilakukan seharusnya yang pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita harus menuruti kehendak dan melakukan perbuatan Kristus sama seperti Kristus menaati Bapa (Yoh. 14:9-10). Ketika kita sudah menaati apa perintah Allah berarti Bapa akan dimuliakan melalui Yesus Kristus (Yoh. 14:13). Rasul Paulus menjadi contoh ketaatan dengan mengakhiri pekerjaan dengan baik (2Tim. 4: 7). Kita harus dapat hidup dengan tidak cacat cela (Fil. 1:10-11). Sebalikanya jika kita tidak melakukan pekerjaan baik kita telah melanggar hukum Taurat dan menghina Allah (Rom. 2:23).

            Jadi di dalam kehidupan kita seharusnya selalu menyatakan bahwa apapun yang kita kerjakan seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Memuliakan Allah adalah tugas yang sudah Yesus kerjakan, ajakan yang sama untuk dapat memuliakan Yesus juga seharusnya dikerjakan oleh setiap orang percaya dengan penuh kasih di dalam pengharapan dan dilakukan dengan penuh ketaatan. Amin!

Referensi:

Menemukan Diri Yang Lain https://wordpress.com/read/blogs/17281495/posts/3051 (Hendi tought)

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started