Penciptaan

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 4

Penciptaan manusia sering menjadi perdebatan diantara para penemu yang memiliki pandangan spekulasi masing-masing tentang awal penciptaan setiap manusia. Di dalm kekristenan Alkitab dengan gamblang menjelaskan awal penciptaan manusia terdapat dalam Kejadian 2:7 dimana proses penciptaam dimulai dengan Allah menghembuskan nafas atau energinya pada tubuh manusia yang telah dibentuknya dari debu dan tanah yang merupakan sumber dari pada kehidupan manusia. Dari pada tindakan Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia terdiri 2 komponen yaitu tubuh yaitu tubuh dan jiwa. Jiwa manusia berasal dari nafas ilahi Allah maka jiwa manusia kekal karena Allah yang juga kekal. Maka sebetulnya jiwa manusia tidak bisa mati. Tubuh dan Roh mempunyai kerajaannya sendiri (1Kor. 15:44). Kemudian apa yang dimaksud dengan Tubuh Jiwa dan Roh di dalam 1 Tesalonika 5:23? Yang pertama, dimaksud dengan jiwa adalah unsur yang memberi hidup kepada manusia.

 Kata “spirit” dipakai untuk menunjukan jiwa yang bukanlah sesuatu yang ditambahkan pada Roh tapi hanya untuk menunjukan kondisi dari jiwa. Gereja mengajarkan bahwa manusia terdiri dari Roh dan Tubuh. Tubuh manusia diciptakan dan di dalam tubuh itu ditempatkan jiwa. Jiwa manusia yang berasal dari Allah seperti yang sudah dipaparkan diatas (Zak. 12:1b; Peng. 12:7; 2Kor. 4:16). Roh dan jiwa adalah satu kesatuan yang berasal dari nafas ilahi sedangkan hal yang membedakan keduanya adalah manusia punya roh dan jiwa sedangkan roh tidak terdapat di dalam binatang yang hanya mempunyai jiwa yang menghidupkan itulah sebabnya binatang tidak kembali kepada Allah. Oleh karena, Roh berasal dari nafas ilahi yang mempunyai 3 pribadi maka di dalam jiwa terdapat NOUS (Allah Bapa) yang merupakan inti dari Roh, Logos (Anak) yang di dalam terdapat reason, emotion dan desire, PNEUMA (Roh Kudus) ketiganya adalah satu kesatuan. Nous memiliki Roh seperti yang dijelaskan di dalam Efesus 4:23 yaitu “Roh dari NOUS”.

Jika tubuh manusia terdiri dari debu dan tanah sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyainya yang memberdakan bahwa satu unsur manusia tidak diambil dari dunia ini beda dengan jiwa binatang yang sangatlah simple dikarena tidak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jiwa binatang akan mati beserta dengan tubuhnya. (Kej. 1:2). Beda dengan Jiwa manusia yang berasal dari nafasnya Allah yang tidak dapat mati. Jadi dalam Roh manusia terdapat Nous, Logos dan pneuma yang masing masing punya tugasnya. Hati adalah tempat jiwa itu berada.

Didalam hati terdapat 2 hukum yaitu hukum Allah dan hukum Logismoi (Rom 7:14-17). Selain hukum yang ada didalam hati dalam Roma 7:22-23 juga menjelaskan di dalam diri manusia ada hukum Allah (batin), hukum Nous (batin), dan hukum dosa (tubuh). Tubuh ini telah ditawan oleh dosa maka Nous yang ada didalam hatilah yang menjadi benteng jiwa kita untuk melakukan hukum Allah bukanlah hukum tubuh yang menguasai jiwa untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah melainkan jiwa yang menguasai tubuh. Hukum Nouslah yang menentukan pilihan kita untuk hal yang dilakukan tubuh apakah hukum Allah atau hukum dosa. Jadi marilah kita mau selalu berdoa dan minta Allah untuk memampukan kita di dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendakNya. Agar tujuan penciptaan Allah atas diri kita semua dapat tercapai yaitu menjadi segambar dan serupa denganNya. Amin!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started