Adam dan Kristus

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas:5

Ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah seharusnya Adam hidup menurut dan taat akan kehendak Allah. Di dalam gambar Allah ada ketaatan yang diselingi dengan kehendak bebas di dalam diri manusia karena manusia tidak diciptakan seperti robot yang dapat dikontrol. Kita dapat mengambil contoh relasi Allah dengan Kristus yang adalah kasih di dalam ketaatan. Ketaatan Kristus kepada Bapa memiliki kehendak bebas karena jika tidak ada kehendak bebas maka tidak akan ada ketaatan berarti kehendak bebas harus dijalani di dalam wujud ketaatan agar serupa dengan Allah. Tetapi, karena di dalam perjalanannya Adam jatuh di dalam dosa atau tidak taat hal itulah yang memicu timbul hal yang dinamankan dosa karena di dalam kehendak bebas Adam tidak taat. Allah itu kasih maka di dalam diri manusia ada kasih. Allah itu pribadi yang cerdas makanya manusia juga cerdas yang dapat menciptakan penemuan yang hebat. Allah itu adil oleh sebab itulah manusia juga memiliki keadilan di dalam dirinya. Semua gambar Allah ada di dalam diri manusia. Waktu Adam dan Hawa diciptakan mereka adalah gambar yang menuju rupa kesempurnaan.

Di dalam Kejadian 3:3; 6 terdapat kisah ular menjadikan Adam dan Hawa menjadi sombong dan tidak taat. Hal itu dilakukan karena iblis tahu bahwa manusia diciptakan untuk taat dan akan menjadi seperti Allah. Yang dimanfaatkan iblis dari manusia adalah ketaatan dan kehendak bebas. Di dalam Kejadian 2:26-17 dimana Tuhan memberi sebuah perintah kepada Adam untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat dan didalam Kejadian 3:3; 6 disini dikatakan bahwa Adam dipengaruhi oleh keegoisannya. Jika perintah di langgar ketaatan menjadi ketidaktaatan hal ini yang sering disebut dosa. Jadi yang membuat Adam jatuh ke dalam dosa bukan karena hal lain melainkan kesombongan yaitu ingin menjadi sama seperti Allah. Seharusnya di dalam ketaatan dan kehendak bebasnya manusia menjadi sama seperti Allah bukan mau menjadi Allah. Yang menjadi titik lemah manusia adalah keinginan menjadi seperti Allah. Bagaimanapun Adam dipengaruhi karena keegoisannya ingin menjadi Allah adalah untuk mencapai kesempurnaan melalui dirinya sendiri bukan lagi melalui Allah. Hal ini membuat Adam tidak dapat menikmati anugerah Allah lagi. Dosa Adam yang membuat dirinya sendiri tidak mendapatkan hidup kekal.

Kejadian 1:3-6 dimana ular memutar balikkan keadaan dengan mengoda Hawa kemudian menipu dia dan hal ini membuat dosa masuk ke dalam Taman Eden. Itulah kenapa yang disebut dengan dosa seharusnya gambar Allah berjalan lurus tetapi karena gambar Allah menjadi tidak dapat berjalan lurus. Jadi natur dosa dapat memisahkan kita dengan Allah. Kita dilahirkan seperti gambar Allah akan tetapi apa yang ada di dalam gambar Allah sudah mendapat konsekwensi dari pada dosa Adam. Kita tidak percaya Yesuspun kita tetap mewarisi dosa dari pada Adam. Manusia mendapatkan akibat dari pada dosanya Adam sedangkan dosa akan ditanggung Adam seorang diri. Manusia akan lahir baru, bertumbuh (purification) dan Theosis. Konsekwensi dosa Adam adalah kematian yang mengakibatkan keturunan adam berdosa.

Waktu manusia pertama kali dilahirkan manusia telah mengalami The Old Adam yang dimana ketaatan dan kehendak Allah yang sudah tekontaminasi dosa (sperma dan ovum) sedangkan The New Adam (iman dan anugerah). Kita percaya ataupun tidak pada the old Adam kematian akan menghampiri kita sedangkan The New Adam harus iman. Kehendak Allah atas Adam menjadi serupa dengan Allah di dalam augerah Allah sedangkan kehendak Adam ingin menjadi Allah sehingga melakukan ketidaktaatan dan akhirnya terpisah dari Allah. Kita harus ingat bahwa manusia pada esessinya tidak dapat mati karena akan ada kebangkitan. Potensi dosa di dalam diri Adam dan Hawa menjadi actual ketika mereka menghasilkan keturunan.Jhon Klimakos  menuliskan bahwa: “Setelah manusia dibabtis ada satu lagi babtisan yang lebih besar dan jika saya bisa dengan berani saya akan berkata demikian adalah babtisan yang lebih besar adalah air mata kita jadi kalau kita dibabtis dosa masa lampau kita dibersihkan menjadi baru dengan karunia belaskasihan Allah dengan kasih karunia dan belaskasihan Allah.

Di dalam Roma 6:1-2; 5:20-21 tertulis jika kita sudah berada di dalam dosa seharsunya kita dapat meminta kasih karunia Allah dengan repentance with tears. Secara pengetahuan kita mengetahui hal baik dan yang jahat dimana kita harus terus berjuang melawan dosa (Rom. 7:16-18). Air mata yang terjadi di dalam pertobatan untuk membersihkan diri, penyesalan. Anggota tubuh kita harus dijaga agar tidak diserahkan di dalam dosa melainkan kepada Allah agar dijadikan senjata kebenaran (Rom. 6:13). Menyerahkan anggota tubuh sama dengan menyalibkan daging kita (Gal. 5:24). Oleh sebab itulah kita harus terus menerus menyerahkan diri kita tanpa henti kepada Allah sebagai langkah agar kita dapat diperbaharui oleh Allah setiap harinya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started