Keselamatan Reform dan Orthodox (Part 2)

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 7

Di dalam Efesus 4:16 menceritakan mengenai NOUS manusia mati yang tidak terhubung dengan manusia. Dalam bahasa asli Efesus 4:18 bahwa manusia terasing dan terputus dari hidup Allah bukan jauh dari persekutuan Allah. Hal yang terjadi dengan orang yang sudah mati yaitu NOUS yang sia-sia, pikiran yang gelap dan terasing dari Allah. Dan pada ayat 19 merupakan kondisi yang terjadi prasaan mereka tumpul, menyerahkan diri pada hawa nafsu dan berjalan seperti bangsa yang tidak mengenal Allah, pikiran mereka gelap dan terputus dari hidup Allah. NOUS, dinodai dan kardia kita sudah mati total.

Sebaliknya orang yang sudah mendengar tentang Kristus dan diajarkan. Akan belajar dari Dia sepeti guru dan murid. Di dalam pengertian diajar dan didoktrinisasi di dalam Kristus yang di dalam- Nya terdapat kebenaran. Kita juga mau diperbaharui di dalam Roh melalui NOUS kita di dalam Allah dalam kebutuhan yang sebetulnya. Setelah semua proses yang sudah lalui kita akan mengalami kebangkitan sama seperti Yesus yang dibangitkan kemudian Roh kita diperbaharui karena itu adalah satu kesatuan.

Nous kita terputus dari pada hidup Allah berarti kuasa dari pada Roh Allah tidak berkuasa lagi di dalam kehidupan kita akibatnya roh kita kehilangan daya dan dikendalikan dengan tubuh yang lama kelamaan manusia mengalami kematian. Walaupun Roh tidak mempunyai kemampuan Ilahi, roh akan tetap ada. Akan tetapi, kehilangan kehidupan kekal. Ini artinya kematian. Ini tidak ada kaitan dengan berbuat baik. Di dalam Yohanes 5: 38 dari sinilah diketahui manusia mempunyai kehendak bebas (bdk Wah. 2: 17) digaris bawahi “barangsiapa yang mau” ini kembali kepada pribadi dari pada manusia. Kalau di dalam Calvinisme keselamatan adalah transaksi hukum maka dengan iman saja kita dapat selamat seperti yang terdpaat dalam Yakobus 2: 24 dari ayat ini dilihat bahwa keselamatan tidak hanya didasari pada iman. Kita harus sadar bahwa iman merupakan tangan yang menerima kasih karunia Allah yaitu keselamatan.

Karena kejatuhan manusia kehilangan kehidupan kekal dan kematian akibat dosa yang diakibatkan oleh Iblis. 3 kekuatan jahat inilah yang membuat manusia terhalang dengan Allah dan harus dihilangkan dari dunia. Yang pertama iblis yang hanya bisa mengalahkan iblis yaitu kristus. Iblis yang hanya bisa dikalahkan oleh Yesus (Ef. 1:20-21). Yang dapat mengalahkan dosa adalah Dia yang tidak berdosa yaitu Kristus (1Yoh. 3:5; 1Petr 2:21-22; 2Kor. 5:21; Ibr. 4:15) berarti kita melihat karena Yesus tidak berdosa. Dia adalah Allah yang kudus sebagai satu-satunya yang dapat mengalahkan dosa. Kematian yang juga dikuasai oleh Yesus yang memang menguasai kematian dan kehidupan (Yoh. 10:17-18). Karena iblis bekerja di dalam manusia yang dimana di dalam manusia ada kekuatan dosa sehingga Dia yang di dalamNya tidak ada dosa akhirnya Ia turun ke dunia berarti ini bukan sekedar memuaskan hati Allah tetapi sejak inkarnasi yang merupakan penjembatanan sehingga di dalam Yesus ada inisiatif keselamatan manusia.

Jadi dengan Kristus menjadi manusia berarti manusia sudah dijembatani antara Allah dan manusia berarti inisitaif keselamatan sudah dikerjakan. Tetapi bagaimana dengan Yesus mengalahkan iblis dosa dan maut? Jadi intinya dosa adalah ketidaktaatan. Yesus mati disalib karena kasih Allah bukan karena kemarahan melainkan Allah berinisiatif mengirimkan Anak-Nya karena kasihNya (Fil. 2:6-8). Allah tidak dipengaruhi oleh apapun dan tidak akan berubah. Ketaatan ini dilakukan oleh Firman Allah yang menciptakan segala sesuatu secara universal oleh sebab itu manusia juga diselamatakn secara universal yang mengalahkan ketidaktaatan Adam yang juga berdampak universal. Akan tetapi semua manusia tidak menanggung dosa Adam melainkan mewarisi dosa Adam (Yeh. 18: 20). Jadi kematian Yesus untuk mengalahkan dosa Adam dan segala dampaknya yang ditanggung oleh manusia (Rom. 5:19).

Oleh sebab itu Yesus yang disalibkan dengan daging mengalahkan dosa yang berakar di dalam daging (Rom. 8:3). Jadi keselamatan karena kedaulatan Allah melalui kematian Yesus tidak berguna. Bagi iman Orthodox keselamatan adalah Yesus. Oleh sebab itulah manusia harus menyatu dengan Kristus. Yesus mati dikibur seperti yang terdapat di dalam Ibrani 2:14 jika iblis itu penguasa maut berarti setiap orang yang mati juga dikuasai oleh iblis sedangkan Yesus yang bangkit membuktikan bahwa manusia diselamatkan dan mengalahkan penguasa maut yaitu iblis.

Jadi jelas keselamatan adalah kasih karunia Allah yang menyebabkan Kristus berinkarnasi, dibangkitkan dan pemulihan yang Yesus telah kerjakan (Rom. 6:9). Kalau kita menyatu dengan Kristus maka kita akan menerima kasih karunia dari Allah. Kasih karunia ini bukan hanya sikap. Keselamatan berarti manunggal dengan Allah dan menyatu dengan Kristus. Keselamatan bukan masalah simpati melainkan merupakan inisitaf Allah. Makanya keselamatan itu ada di dalam Kristus. Predestinasi itu manusia yang tetap memilih untuk percaya bahwa Allah tahu bahwa manusia percaya akan diselamatkan sedangkan orang yang tidak percaya Allah tahu dia tidak akan diselamatkan. Amin!

Referensi: Video Romo Daniel

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started