Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Etika Kristen
Tugas: 7
47
If you pray truly,
you will discover great confidence,
and angels will come to you
as they once came to Daniel, [DAN. 2:19]
and they will enlighten you
about the inner meaning of created existences.
—Evagrios of Pontus
47
Jika Anda berdoa dengan benar,
Anda akan menemukan keyakinan besar,
dan malaikat akan datang kepadamu
sebagaimana mereka pernah datang kepada Daniel, [DAN. 2:19]
dan mereka akan menerangi kamu
tentang keberadaan yang diciptakan.
— Evagrios dari Pontus
48
Just as sight is the most important of all the senses,
so is prayer the most divine of all the virtues.
—Evagrios of Pontus
48
Sama seperti penglihatan adalah yang paling penting dari semua indra,
Demikianlah doa yang paling penting dari semua kebajikan.
— Evagrios dari Pontus
49
When you stand in prayer
and feel that no other joy can be compared to it,
then you have indeed discovered true prayer.
—Evagrios of Pontus
49
Ketika Anda berdiri dalam doa
dan merasa bahwa tidak ada sukacita lain yang dapat dibandingkan dengan hal itu,
maka Anda sesungguhnya telah menemukan doa yang benar.
— Evagrios dari Pontus
50
How beautiful is a head that is adorned
with a priceless diadem
set with clusters of Indian gemstones and pearls.
But incomparably more beautiful is a soul
that is rich in the knowledge of God
and illuminated by the most radiant contemplation,
for it has the Holy Spirit dwelling within.
Who could ever properly tell of the beauty
of such a blessed soul?
—Theodoros the Ascetic
50
Betapa indahnya kepala yang dihiasi
dengan mahkota yang tak ternilai
diset dengan sekelompok batu permata dari India dan mutiara.
Tapi dapat dibandingkan jauh lebih indah adalah jiwa
yang kaya akan pengetahuan dari Allah
dan diterangi oleh kontemplasi/perenungan yang paling bercahaya,
karena hal itu membuat Roh Kudus berdiam di dalamnya.
Siapa yang bisa selalu benar menceritakan keindahan
jiwa yang diberkati seperti itu?
— Theodoros sang pertapa
51
The fragrance of an expensive perfume,
even when it is kept in its jar,
will permeate every room in a house,
delighting not only the owners
but even the neighbors as well.
So it is with a saintly soul, loved by God,
for its fragrance will emanate
through all the senses of its body,
making known to those who can discern
the holiness that lies hidden within.
—Theodoros the Ascetic
51
Aroma semerbak dari parfum yang mahal,
bahkan ketika disimpan dalam guci,
akan meresasi setiap ruangan di rumah,
tidak hanya menggembirakan pemiliknya
tetapi bahkan tetangga juga.
Demikianlah halnya dengan jiwa yang suci, dikasihi oleh Allah,
karena aromanya akan memancarkan
melalui semua indera tubuhnya,
bagi mereka yang dapat memperbedakan
kekudusan yang tersembunyi di dalam.
— Theodoros yang pertapa
52
When you are in love,
surely your constant concern
is to be near the beloved
at any and every opportunity,
and you avoid anything that would hinder you
from being in the company and society
of your loved one.
So it is when someone loves God.
One constantly desires
to be with him and speak with him.
This can only be achieved through pure prayer,
so let us apply ourselves to prayer
with all our strength, for it makes us become like the Lord.
This is the meaning of the scripture that says:
“O God, my God, I cry to you at dawn;
my soul has thirsted after you.” [PS. 63:1 LXX]
This person who cries to God at dawn
signifies the spiritual intellect
that has withdrawn from every evil
and that has been wounded to the heart
by the love of God.
—Theodoros the Ascetic
52
Ketika Anda sedang jatuh cinta,
pasti Anda keprihatinan konstan
adalah untuk berada di dekat yang tercinta
pada setiap dan setiap kesempatan,
dan Anda menghindari apa pun yang akan menghalangi Anda
dari berada di dalam perusahaan dan masyarakat
kekasih Anda.
Jadi itu adalah ketika seseorang mengasihi Allah.
Satu terus-menerus keinginan
bersama Dia dan berbicara dengannya.
Ini hanya dapat dicapai melalui doa yang murni,
Jadi marilah kita menerapkan diri kita untuk berdoa
dengan segenap kekuatan kita, karena itu membuat kita menjadi seperti Tuhan.
Ini adalah arti tulisan kiatab suci yang berbunyi:
“Ya Allah, Engkaulah Allahku,
Aku Mencari Engkau, Jiwaku Haus Kepada-Mu,
Tubuhku Rindu Kepada-Mu,
Seperti Tanah Yang Kering Dan Tandus,
Tiada Berair. ” [MAZMUR 63:1 LXX]
Orang yang berseru kepada Allah pada saat fajar
menandakan keintelek spiritual
yang telah ditarik dari setiap kejahatan
dan yang telah terluka ke jantung
oleh kasih Allah.
— Theodoros yang pertapa
53
When love carries off the intellect to ecstasy
in mystical knowledge of the Divine
and it stands apart from existent realities,
it then becomes aware of the infinity of God.
It is at that moment, as Isaiah tells us,
that it is utterly outside itself
nd comes into a profound sense of its own smallness.
In its wonder it repeats the words of the prophet:
“Alas for me, for I am wounded in the heart.
I am a man of unclean lips,
dwelling among a people of unclean lips,
and I have seen the King, the Lord of Hosts,
with my own eyes.” [ISA. 6:5]
—Maximus the Confessor
53
Ketika cinta membawa NOUS ke ekstasi
pengetahuan mistik tentang ilahi
dan itu berdiri terpisah dari realitas yang ada,
itu kemudian menjadi sadar akan ketidakberhinggaan dari Allah.
Pada saat itu, seperti yang dikatakan Yesaya,
bahwa itu sama sekali di luar dirinya
datang ke dalam rasa yang mendalam dari kepicikannya sendiri.
Dalam ketakjubannya itu mengulangi perkataan Nabi:
“Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa!
Sebab aku ini seorang yang najis bibir,
dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir,
namun mataku telah melihat Sang Raja,
yakni TUHAN semesta alam.” [YESAYA 6:5]
— Maximus sang Confessor
54
Blessed is that spiritual intellect
that travels beyond all existent realities
and comes into the endless delight
of the divine beauty.
—Maximus the Confessor
54
Berbahagia adalah NOUS
yang bergerak melampaui semua realitas yang ada
dan datang ke kenikmatan tanpa akhir
dari keindahan ilahi.
— Maximus sang Confessor
55
Do not despise Christ’s commandment of love,
for it is the means by which you can become
the child of God.
—Maximus the Confessor
55
Janganlah meremehkan perintah Kristus akan kasih,
karena itu adalah sarana yang melaluinya Anda dapat menjadi
Anak Allah.
56
The perfect peace of the holy angels
derives from their two fixed attitudes:
their love of God and their love for each other.
The same applies to the saints of all the ages.
This is why it is most truly said:
“On these two commandments
hang all the Law and the Prophets.” [MATT. 22:40]
— Maximus sang Confessor
56
Kedamaian sempurna dari para malaikat kudus
berasal dari dua sikap mereka yang tetap:
kasih mereka kepada Allah dan kasih mereka bagi satu sama lain.
Hal yang sama berlaku untuk para orang suci dari segala usia.
Inilah sebabnya mengapa hal ini paling benar berkata:
“Pada kedua perintah ini
menggantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. “[MATT. 22:40]
— Maximus sang Confessor
57
A person who has attained such a state of love
that their whole existence is ordered by it
is the one who can say,
“Jesus is Lord,” in the Holy Spirit. [1 COR. 12:3]
—Maximus the Confessor
57
Seseorang yang telah mencapai keadaan kasih seperti itu
bahwa seluruh eksistensi mereka diperintahkan oleh hal ini
adalah orang yang bisa berkata,
“Yesus adalah Tuhan,” dalam Roh Kudus. [1 KOR. 12:3]
— Maximus sang Confessor
58
The whole purpose of the Savior’s commandments
is to liberate the intellect
from its malice and crudeness
and to lead it into his love
and into love of one another.
Out of this love shines
the radiance of mystical knowledge
that God’s holy power makes possible in us.
—Maximus the Confessor
58
Seluruh tujuan dari perintah Juruselamat
adalah untuk membebaskan NOUS
dari kedengkian dan kekasaran
dan untuk membawanya ke dalam cintaNya
dan ke dalam cinta dari satu sama lain.
Dari cinta ini bersinar
pancaran pengetahuan mistik
bahwa kekuatan Kudus Allah memungkinkan di dalam kita.
— Maximus sang Confessor