Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Etika Kristen
Tugas 5
22. The intelligent soul endeavours to free itself from error, delusion, boastfulness, deceit, from jealousy, rapacity and the like, which are works of the demons and of man’s evil intent. Everything is successfully achieved through persistent study and practice when one’s desire is not impelled towards base pleasures.
22. Jiwa atau Nous ini, berusaha untuk membebaskan diri dari kesalahan, khayalan, kesombongan, tipu daya, dari kecemburuan, ketamakan dan sejenisnya, yang merupakan karya iblis dan niat jahat manusia. Dan Semuanya ini berhasil dicapai melalui studi dan latihan yang gigih, ketika keiginan seseorang tidak didorong menuju kesenangan dasar.
Penjelasan: Jiwa setiap manusia terus berjuang untuk terlepas dari pada jerat iblis yang terus menekan manusia. Latihan yang gigih sangat diperlukan untuk dapat melawan iblis tersebut.
2 3. Those who lead a ‘life of frugality and of self-privation deliver, themselves from dangers and have no need of protection. By overcoming all desire, they easily find the path that leads to God.
2 3. Mereka yang menjalani ‘kehidupan berhemat dan menjaga diri sendiri melepaskan, dari bahaya dan tidak membutuhkan perlindungan. Dengan mengatasi semua keinginan, mereka dengan mudah menemukan jalan yang mengarah kepada Tuhan.
Penjelasan: Orang yang dapat mengendalika diri mempunyai keuntungan untuk dapat berlindung dan memgatasi semua keinginan daging sendiri. Dan pada akhirnya dapat dengan mudah untuk mengarahkan diri kepada Allah.
24. Intelligent men have no need to listen to much talk, but should attend only to that which is profitable and guided by God’s will. For in this way men regain life and eternal light.
24. Manusia yang cerdas tidak perlu mendengarkan banyak bicara, tetapi harus memperhatikan hanya apa yang menguntungkan dan dibimbing oleh kehendak Allah. Karena dengan cara ini manusia mendapatkan kembali kehidupan dan cahaya kekal.
Penjelasan: Orang yang cerdas dapat memperhatikan hal yang sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab pada akhir mendapatkan kehidupan dan cahaya kekal.
2 5. Those who seek to lead a life of holiness, enjoying the love of God, should free themselves from presumption and all empty and false self-esteem, and should try to correct their life and way of thinking. For an intellect that steadfastly enjoys the love of God is a way of ascent to Him.
25. Orang-orang yang berupaya menjalani kehidupan yang suci, menikmati cinta Tuhan, harus membebaskan diri mereka dari anggapan dan semua harga diri yang kosong dan salah, dan harus berusaha memperbaiki kehidupan dan cara berpikir mereka. Bagi seorang intelek yang gigih menikmati cinta Tuhan adalah cara untuk naik kepada-Nya.
Penjelasan: Cara hidup benar harus diupayakan dengan sangat oleh setiap orang mau manu menikmati kehiudpan suci dan cinta Tuhan dengan cara mengosongkan harga diri dan secara terus menerus memperbaiki kehidupan dan cara berpikir mereka. Sehingga pada akhirnya mereka dapat menuju kepda Allah.
26. There is no profit in studying doctrines unless the life of one’s soul is acceptable and conforms to God’s will. The cause of all evils is delusion, self-deception and ignorance of God.
26. Tidak ada untungnya dalam mempelajari doktrin kecuali kehidupan jiwa seseorang dapat diterima dan sesuai dengan kehendak Allah. Penyebab semua kejahatan adalah khayalan, penipuan diri sendiri dan ketidaktahuan akan Allah.
Penjelasan: Doktrin yang dipelajari oleh setiap manusia akan menjadi sia-sia jika tidak sesuai dengan kehendak Allah. Harus kita ketahui juga bahwa penyebab kejehatan terjadi adalah ketidatahuan akan Allah.