The Philokalia By St Nikodimos Of The Holy Mountain On the Character of Men and on the Virtuous Life (27-30)

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 6

The Philokalia

By St Nikodimos Of The Holy Mountain

On the Character of Men and on the Virtuous Life

2 7. Concentration on holiness of living, together with attentiveness to the soul, lead to goodness and the love of God. For he who seeks God finds Him by overcoming all desires through persistence in prayer. Such a man does not fear demons.

2 7. Konsentrasi pada kekudusan hidup, bersama dengan perhatian pada jiwa, menuntun pada kebaikan dan kasih Allah. Karena dia yang mencari Tuhan menemukan Dia dengan mengatasi semua keinginan melalui kegigihan dalam doa. Orang seperti itu tidak takut pada setan-setan.

Penjelasan: Target di dalam doa setiap manusia bukan hanya bentuk dan gerak tubuh luar melainkan cobalah membuat intelek kita sadar akan dosa spiritual dengan rasa hormat. Jika kita sedang berdoa dengan tenang maka iblis tidak akan henti-hentinya menggoda sampai akhirnya berhasil menggoda dan lain kesempatan tidak berhasil menggoda. Didalam doa kita harus berjaga-jaga tapi berjaga-jaga tanpa dosa seperti tubuh tanpa jiwa. Jadi berjaga-jaga harus maju terlebih dahulu seperti Yosua yang pertama-tama mengintai tanah Kanaan. Jadi kalau hanya berjaga-jaga harus didukung dengan doa.

Doa juga dapat dilakukan dengan doa mengeluarkan suara atau Vocal prayer sudah termasuk dengan menjaga hati jadi kalau kita mau berdoa dengan vocal prayer kita harus memiliki kerendahan hati. Akan tetapi tidak semua vocal prayer adalah suatu tingkat doa yang khusus harus dengan hati yang hancur. Mental prayer dilakukan dengan cara meditasi dimana pikiran dan hati menyatu yang sudah termasuk NOUS yang sudah mengerti mau berkata apa. Biasanya dilakukan dalam keheningan. Di dalam kontemplasi sudah tidak disibukkan dengan segala musuh karena sudah dapat mengontrol hatinya yang berkeinginan untuk berdoa. Untuk penjelasan lebih lengkap (lihat artikel Tiga Metode doa di Hendi Tought alamat https://wordpress.com/read/blogs/17281495/posts/3241)

2 8. Those who are deluded by worldly hopes, and know how to practise the life of holiness only in theory, are like those who employ drugs and medical instruments without knowing how to use them or bothering to learn. Therefore, we must never blame our birth, or anyone but ourselves, for our sinful actions, because if the soul chooses to be indolent, it cannot resist temptation.

28. Mereka yang tertipu oleh harapan duniawi, dan tahu bagaimana mempraktikkan kehidupan kekudusan hanya secara teori, seperti mereka yang menggunakan obat-obatan dan peralatan medis tanpa mengetahui cara menggunakannya atau bersusah payah untuk belajar. Karena itu, kita tidak boleh menyalahkan kelahiran kita, atau siapa pun selain diri kita sendiri, atas tindakan berdosa kita, karena jika jiwa memilih untuk malas, itu tidak dapat menahan godaan.

Penjelasan:  Orang yang mempraktikan kehidupan rohani hanya secara teori seperti sedang tertipu oleh harapan duniawi. Mereka hanya seperti dokter yang mempraktekan alat medis yang dipelajarinya. Sampai akhirnya jika jiwa sudah mulai malas dengan keadaan tersebut maka tidak akan dapat lagi menahan godaan yang datang.

29. A man who cannot discriminate between good and evil has no right to judge who is good and who evil. The man who knows God is good. If someone is not good, he knows nothing of God and never will; for the way to know God is by means of goodness.

29. Seseorang di katakan tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat di sebabkan karena ia tidak mengenal Allah yaitu kebenaran itu sendiri.

Penjelasan: Allah telah mengaruniakan kepada kita Anak-Nya supaya kita mengenal yang benar dan kita ada di dalam yang benar yaitu di dalam Yesus Kristus (1 Yoh 5:20). Tanpa kita mengenal pribadi Anak-Nya kita tidak akan mengenal yang baik sebab hanya dengan mengenal Dialah kita mengetahui apa itu yang namanya kebaikan. Ketika kita tidak mengenal Allah hidup kita akan tetap berad di dalam dosa sebab hidup kita telah di kuasai oleh dosa. Ketika kita melakukan dosa pun kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan itu adalah dosa sebab kita tidak mengetahui apa itu kebenaran. Hanya melalui Dialah kita mengenal itu kebenaran dan apa itu kejahatan sebab Dialah yang akan memberikan kita pengertian tentang yang baik dan yang jahat melalui Roh Kudus yang bekerja di dalam hati kita. Tanpa mengenal Allah kita tidak akan pernah mengetahui apa-apa di dunia ini dan tidak akan pernah mengenal apalagi melakukan kebaikan. Jadi kenalah Dia yaitu sumber kebenaran supaya kita hidup dalam kebenaran.

30. Men who are good and enjoy the love of God rebuke evildoers to their face. But when evil-doers are not present, such people neither criticize them nor allow others to do so.

30. Orang-orang yang baik dan menikmati kasih Allah menegur satu dengan yang lain ketika melihat melakukan yang namanya kejahatan. Orang yang menegur atau memberikan nasehat kepada orang lain adalah orang yang telah mengenal apa itu kebenaran dan telah mengaplikasikannya ke dalam kehidupannya sendiri.

Penjelasan: Kebenaran itu adalah Kristus itu sendiri yang diam atau tinggal di dalam diri orang yang telah mengenal Dia yaitu kebenaran sehingga Dialah yang mengajar kita untuk saling menegur dan menasihati satu dngan yang lain ketika melakukan kejahatan (Col 3:16). Menegur orang lain dalam melakukan kejahatan adalah salah satu bukti kita mengasihi dia supaya tidak jatuh di dalam dosa. Tetapi orang-orang yang tidak menegur atau menasehati orang lain adalah orang yang tidak memiliki kasih yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Mengapa saya katakana demikian? Karena teguran itu membawa ke jalan kehidupan yang dapat mengubah sikap jalan kehidupan kita. Orang yang masih hidup dalam kejahatan adalah mereka yang masih hidup dalam duniawi yang hidupnya telah di kuasai oleh dosa. Yang hatinya telah di penuhi oleh perbuatan jahat dan Nousnya telah di penuhi oleh pikiran jahat (logismoi) sehingga yang ia pikirkan hanyalah melakukan kejahatan.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started