Typology dan Eksegesis Markus 4: 26-29

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 7

Segala cerita yang ada di dalam Alkitab bukan dongeng melainkan history yang dapat ditelusuri didalam konteks sejarah yang akhirnya ditulis di dalam teks-teks. Sekarang yang berada ditangan kita adalah teks yang didasari dengan sejarah yang ada. Jika menjadi teks maka dibalik teks Kitab Suci terdapat secret history yang mempunyai benang merah yaitu Yesus Kristus. Alkitab ada sebetulnya bersifat gerejawi oleh sebab itu kita membaca kitab suci tidak dapat dipisahkan dari gereja. Di dalam konteks gereja yang adalah manusia percaya itu sendiri juga menuju kepada personal dari pada pembaca yang harus menemukan spiritual meaning yang akan menjadi spiritual life.

Dari kehidupan Musa yang berada beribu-ribu tahun yang lalu bisa kita temukan di dalam teks histori. Di dalam Yohanes 5: 45-46 mengatakan bahwa Musa menulis mengenai Yesus Kristus. Jadi kita yang tinggal di dalam Kristus mengambil bagian didalam sejarah kehidupan Musa juga.

Contoh nya di dalam kehidupan musa: Ada Manna yaitu roti yang turun dari surga. Spiritual Meaning: Nanti akan ada Manna surgawi yang jika kita memakannya tidak akan lapar lagi. Yang terjadi jika kita tidak memakan Manna kita tidak akan hidup lagi (Yoh.6:53). Tabernakel: gambaran dari pada.

The Manna

Waktu kita memakan daging dan darah Kristus harus sampai dikunyah sampai makanan benar-benar hancur dan dapat merasakan kelezatan dari pada sari-sari makanan. Makan itu berarti membersihkan dirinya dari kehidupan yang jahat yang mereka ambil dari Mesir. Dengan jiwa yang sudah murni yang turun dalam surga sama seperti manna yang turun dari surga. Tapi waktu manna dikumpulkan terjadi perbedaan banyak di dalam hidup ini memnunjukan proses spiritualitas manusia berbeda-beda. Yang mengambil banyak menunjukan bahwa kehidupan mereka masih tergantung kepada kekayaan material.

Tiang Awan

Di dalam perjalanan di padang gurun ada banyak sekali tantangan oleh sebab itulah dibutuhkan sebuah tuntunan dari situlah Musa kemudian berseruh kepada Tuhan untuk dapat membantu Bangsa Israel untuk menuntut kepada jalan yang benar supaya orang yang sudah lepas dari Mesir dapat dituntun oleh tiang awan dan tiang api. Tiang awan dan tiang api menunujuk kepada gereja yang mengandung ajaran Yesus Kristus di dalamnya terdapat kebenaran. Keluar dari Mesir adalah sebuah typology manusia yang keluar dari gelap menuju kepada Terang Yesus Kritus.

Kalau Perjanjian Lama menunjuk kepada kelahiran Yesus yang pertama jika perjanjian Baru menunjukan mengenai gereja yang akan mendalami penderitaan.

Markus 4:26-29

26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Terjemahan BGT

 26 Καὶ ἔλεγεν· οὕτως ἐστὶν ἡ βασιλεία τοῦ θεοῦ ὡς ἄνθρωπος βάλῃ τὸν σπόρον ἐπὶ τῆς γῆς

27 καὶ καθεύδῃ καὶ ἐγείρηται νύκτα καὶ ἡμέραν, καὶ ὁ σπόρος βλαστᾷ καὶ μηκύνηται ὡς οὐκ οἶδεν αὐτός.

28 αὐτομάτη ἡ γῆ καρποφορεῖ, πρῶτον χόρτον εἶτα στάχυν εἶτα πλήρη[ς] σῖτον ἐν τῷ στάχυϊ

29 ὅταν δὲ παραδοῖ ὁ καρπός, εὐθὺς ἀποστέλλει τὸ δρέπανον, ὅτι παρέστηκεν ὁ θερισμός.

Syntactic Points

Topik utama: Kerajaan Allah

Suatu pemerintahan Allah yang kekal untuk semua manusia yang berkatian dengan keselamatan manusia secara keseluruhan.

  1. Seseorang menabur benih di atas tanah.
  2. Si penabur tidur pada malam hari.
  3. Pada siang hari si penabur bangun.
  4. Benih menghasilkan tunas.
  5. Benih bertumbuh menjadi pohon.
  6. Si penabur sendiri tidak tahu proses pertumbuhan pohon.
  7. Benih itu mengeluarkan buah pada dirinya sendiri.
  8. Mula-mulai tangkainya.
  9. Kemudian muncul buli atau serbuknya.
  10. Bulirnya terisi dengan gandum.
  11. Gamdum berproses jadi matang.
  12. Bauh gandum yang masak itu dipanen atau dipotong sebab musim tuai tiba.

Ide-ide pendukung:

  • Penabur yang menuju kepada Kristus sendiri sedangkan yang ditaburkan Yesus adalah firman Tuhan (Mar. 4: 13-20).
  • Tanah, mengambarkan hati setiap manusia berarti injil akan bertumuh jika berada di habitatnya.
  • Buah, hasil dari orang-orang kudus dimana berproses dari benih sampai kepada Buah Roh
  • panen.
  • Tidur dan bangun, adanya kematian dan kebangkita Yesus (ay. 28)
  • Tidak tahu, Kristus memberikan kebebasan untuk setiap orang yang mau menerima injil atau tidak jadi tidak manipulasi injil. Firman yang secara bebas kita terima seharusnya berproses mejadi gandum yang dapat berbuah. Orang yang menerima injil seharusnya berbuah. Yang berarti Firman itu mengandung buah. Jika kita mau menjadi buah yang matang perlu adanya proses yang bisa kita jalani dengan pemurnian (Purification). Ini adalah pemurnian yang tidak hanya berbicara mengenai batin tetapi juga tubuh yang pada akhirnya dapat mematikan dosa
  • Poin: 11 san 12 menunjukan Kristus yang kedua dimana semua orang akan dihakimi yang berbuah masuk dalam kerajaan surga. Yang tidak dibakar, yang membuat kita lolos dari penghakiman adalah apakah ada buahnya atau tidak, mau berbuah maka kita perlu mematikan keinginan daging

Kerajaan Allah

  1. Dimulai dari penaburan Injil. Berita kematian dan kebangkitan Kristus.
  2. Respon terhadap injil
  3. Respon manusia terhadap berita injil.
  4. Proses purificationà mematikan keinginan daging atau manusia lama à Buah Roh.
  5. Penghakiman di dalam kedatangan Kristus yang kedua membewa orang percaya atau orang yang sudah berbuah ke dalam kerajaan Allah.

Sematic Content

Pada ayat ini menunjukan dengan gambaran atau perumpaan seperti apa kerajaan Allah itu. Sebuah kerajaan yang hanya dapat ditempati oleh setiap orang yang percaya serta mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Di mulai dengan seorang penabur yang menuju kepada pribadi dari pada Kristus sendiri. Sang penabur ini dikisahkan sedang menabur benih sama seperti Yesus yang menaburkan firman Tuhan (Mar. 4: 13-20). Ketika benih itu ditabur tentu saja akan jatuh ke tanah sebagai gambaran dari pada hati setiap orang yang mendengar mengenai Firman Tuhan. Tentu saja ketika benih ini ditaburkan pertumbuhan akan menjadi bagian dari proses yang harus dilewati oleh benih tersebut, benih inipun tidak dapat bertumbuh sembarangan melainkan harus pada habitatnya yaitu hati setiap manusia. bertumuh jika berada di habitatnya. Ketika proses pertumbuhan terus terjadi pada benih yang ditaburkan tersebutpada akhirnya jika dirawat dengan begitu baik akan menghasilkan buah yang mengarah kepada orang-orang kudus yang akan terus berproses tanpa henti sampai pada akhirnya menghasilkan Buah Roh. Ketika benih tersebut telah menjadi gandum yang telah matang dan tentu saja siap untuk dipanen, maka akan dipanen pada saat waktu yang sudah ditetapkan oleh Sang Penabur menunjukan pada kedatangan Kristus yang kedua dimana semua orang akan dihakimi yang berbuah masuk dalam kerajaan surga. Yang tidak dibakar, yang membuat kita lolos dari penghakiman adalah apakah ada buahnya atau tidak, mau berbuah maka kita perlu mematikan keinginan daging.

 Akan tetapi, perlu diketahui selama proses pertumbuhan dari pada benih tersebut berlangsung sang penabur tenyata telah tertidur dengan pulasnya dimana ini melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (ay. 28).Proses pertumbuhan dari pada benih tersebut juga tidak diketahui oleh sang penabur. Ketidak tahuan ini sebenarnya ingin menunjukan Kristus memberikan kebebasan untuk setiap orang yang mau menerima injil atau tidak jadi tidak manipulasi injil. Firman yang secara bebas kita terima seharusnya berproses menjadi gandum yang dapat berbuah. Orang yang menerima injil seharusnya berbuah. Yang berarti Firman itu mengandung buah. Jika kita mau menjadi buah yang matang perlu adanya proses yang bisa kita jalani dengan pemurnian (Purification). Ini adalah pemurnian yang tidak hanya berbicara mengenai batin tetapi juga tubuh yang pada akhirnya dapat mematikan dosa.

Ringkasan

Secara sederhana kita dapat mengetahui sedikit mengenai Kerajaan Allah dimulai dari penaburan Injil mengenai berita kematian dan kebangkitan Kristus dan seperti apa respon setiap manusia yang terhadap berita injil yang telah didengar. Seharusnya setiap orang yang telah mendengar berita injil dapat bertumbuh semakin ke arah semakin serupa dengan Allah dengan cara purification yaitu mematikan keinginan daging atau manusia lama melakukan bebajikan yang pada akhirnya memiliki Buah Roh. Dan menunggu penghakiman di dalam kedatangan Kristus yang kedua membawa orang percaya atau orang yang sudah berbuah ke dalam kerajaan Allah.

Aplikasi:

Respon injil dengan baik dengan ditanam di dalam hati. Benih itu harus mematikan keinginan daging.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started