Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Eksegesis PB
Tugas: 11
1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.
1:2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat denga membelakangi TUHAN.”
Sintactic Point
- Firman Allah datang pada Hosea pada saat pemerintahan Yotam, Ahas dan Hizkia raja-raja Yehuda dan pada jaman Yerobeam.
- Hosea diperintah Allah kawin dengan perempuan sundal.
- Dan miliki anak-anak dari pelacuran itu.
- Sebab bangsa ini bersundal dan membelakangi Allah, tidak setia kepada Allah, mereka menyembah berhala.
Semantic content:
Apa yang terjadi pada hosea itu merupakan tipologi dari Kristus. Hosea 1:2 lalu apa sprtitual meaningnya? Perzinahan rohani. Bangsa Israel dianggap sudah melakukan yang mananya perzinahan rohani (tidak setia pada pasangannya) lalu apa hubungnaya dengan Kristus? keselamatan itu seperti hubungan Kristus dnegan mejanya. Kristus adalah mempelai laki-laki dan kita sebagai memperlai perempuan. Kenapa Allah menyuruh Hosea untuk menikahi perempuan sudanla itu bahkan sampai hamil. Allah mengajarkan kepada kita untuk tetap setia kpeada Kristus yang sebagai mempelai laki-laki. Gereja sebagai mempelai Kristus harus setia sampai mempelai laki-laki itu datang.
Suatu perumpamaan bagaimana Allah setia tetapi banyak orang tidak setia kepada Allah? Lalu bagaimana kalau umat tidak setia. Gomer menikah lagi, hal ini sama seperti kita. Teks ini menceritakan tentang dirinya dan gereja. Dan gomer dikatakan sebagai perempuan sundal merupakan kasih Allah yang begitu besar kepada semua umat manusia. Hosea tetap setai mengambil istrinya Gomer, dan kita seringkali seperti Gomer. Sprtitual Meaning: Kita tidak setia didalam hati kita itu seperti perempuan sundal/orang berdosa, kita semua punya masa lalu seperti gomer tetapi kita diangkat menjadi mempelai Kristus. namun kita terus berzinah (hati kita yang berzinah/tidak setia dimana gomer yang selalu kawin. Merupakan bukti bahwa perzinahan itu muncul dari dalam hati.
Theoria
Kita selalu melakukan yang Namanya perzinahan rohani, kita tidak setia pada Allah (mamon, dll). Rm. 13:8-10 kita setia pada pengantin Kristus maka yang harus kita lakukan adlaah setia mengasihi. Hosea setia dan sangat mengasihi kepada gomer.
Historical
Ternyata perzinahan itu harus didasari dengan kasih. Semua hal itu telah digenapi dalam kasih. Kita sebagai mempelai Kristus belajar setia kepada kristus, jangan melakukan perzinahan secara spiritual (harus suci hati kita, tidak boleh selingkuh dengan Allah, tidak membelakangi Allah). Ketika saya menunggu mempelai laki2 itu datang saya harus memakai pakaian yang sepantasnya (pakaian kekudusan). Pakaian kita harus dijaga, jangan biarkan sampai kotor/rusak. Sehingga pada saat mempelai itu datang kita sudah siap menjadi mempelai. Oleh sebab itu berjaga2lah.
Aplikasi
Bagaimana saya menjaga pakaian saya, menjaga pelita biar tidak padam, menjaga status saya sebagai mempelai Kristus? Kristus mau memiliki mempelai yang masih suci. Dalam ef. 1:4 à kita dipilih menjadi mempelai Kristus supaya tetap kudus dan tidak bercacat. Status kita yang dulunya orang sundal sekarang telah diangkat menjadi mempelai Kristus.
Dalam 1 Korintus. 7:14 dikatakan bahwa yang setia dikuduskan menjadi kudus dan dilayakan. Sama seperti hosea yang menguduskan gomer meru[akan typology dari Kristus menguduskan kehidupan kita. Kasih karunia tetap ada dalam kita. Initnya kita harus tetap menjaga hati (pakaian) kita agar tetap setia (Rm. 3:3-4; 6:1-2). Ada mata yang ketiga yang menentukan matamu terang atau tidak (Mat. 6:22-23). Setia kepada Allah (Rm. 12:2). Dikatakan di dalam Amsal 4:23 dikatakan untuk menjaga hati konteks PL hati adalah inti dari kehidupan seseorang. Dari hati dapat menaglir air kehidupan. Yohanes menjelaskan Yesus adalah air kehidupan. Jadi dalam hati kita ada aliran air kehidupan tetapi dilain sisi ada air kebinasaan. Dalam Amsal 4:23 merupakan kegenapan dari Matius 6:22-23. Mata ketiga berarti bukan mata fisik terdapat di dalam Matius 6:22-23 tetapi merupakan mata batin ketika kita mau menjaga kekudusan/kesetiaan maka jagalah mata ketiga/batin ini. Rasul Paulus dan Lukas memakai kata nous pada arti mata ketiga/nous. Dalam Efesus 4:23 roh dan Nous kita diperbaharui oleh kekuatan ilahi yaitu anugerah Allah, nous ada di dalam hati (mata hati/batin) melalui Roh Kudus yang dicurahkan dalam hati kita. Dalam Rm. 5:5 kasih Allah dicurahkan melalui Roh Kudus didalam hati kita. Fungsi nous adalah untuk menerangi anggota-anggota tubuh kita. Rm. 6:12 tubuh yang terang berarti tubuh yang diserahkan kepada Allah. Di dalam Roma 8:5, 13 dikatakan jikalau mata nous kita diarahkan kepada daging maka akan hidup dalam perbuatan2 daging tetapi sebaliknya kalau mata nous kita hidup dan lihat pada roh maka akan hidup dalam roh. Sedangkan mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh (Rm. 8:5). Kata memikirkan bukan kearah fisik tetapi Nous kita diarahkan kepada hal2 daging. Nous adalah Kerja dari jiwa/batin (perangkat jiwa/proneo). Kita memiliki nous maka nous kita dapat melihat daging dan roh.
Memikirkan Paulus memakai kata proneo/kerja dari jiwa. Roma 8:13; Filipi. 2:5 dikatakan kita harus memiliki nous yang memikirkan ke arah Kristus dengan berpikir yang serius. Flp. 4:8 manifestasi dari kerja tubuh kita untuk berpikir biasa. Di dalam Galatia 5:16 menghasilkan epitumia/nafsu roh. Matius 15:18 pikiran jahat/apa yang keluar dari mulut itu semua berasal dari dalam hati, jadi dalam hati/jiwa mengakibatkan pikiran2 baik/jahat tergantung nous kita melihat daging atau roh, kalau daging maka logismoinya jadi daging/itulah nafsu Galatia 5:17 daging memilih keinginannya/epitumia, kata daging itu apa sih? Daging adakah kerja jiwa bukan tubuh (bukan daging secara tubuh), lalau apa sih daging dalam jiwa kita? Hukum daging/hukum dosa. dalam Flp. 4:8 daging dan roh selalu bertentangan/kontras. Kata daging dipakai Paulus yaitu menunjukan hal2 yang bertentangan, roh mengajarkan kepad akita akan hal-hal yang baik sebaliknya dengan daging yang mengajarkan kepada hal2 yang jahat/tidak suci. Daging ini dilihat secara spiritual bukan secara fisik. Jadi kalau kita memikirkan daging maka akan menghasilkan daging/nafsu.
Kesimpulannya
Nous mendatangkan logismoi/berfikir (Flp. 4:8) pikiran-pikiran kita diarahkan kepada roh. Sebaliknya kalau nous kita diarahkan kepada daging maka akan mengarahkan kita kepada epitumia/nafsu/keinginan.
Dalam Galatia 5:19 ketika nous itu memikirkan daging maka hasilnya adalah logismoi dan dari logismoi ini akan muncul perbuatan daging. Filipi. 4:8 ketika nous kita memikirkan hal-hal demikian maka akan menghasilkan buah-buah roh. Dalam Markus. 7:22-23 mengatakan segala pikiran-pikiran jahat semuanya bersumber dari dalam hati kemudian proses memikirkan.
Kesimpulannya
Di dalam Filpii. 2:5 kita disuruh mempunyai pikiran seperti Kristus (Proneo). Dalam 1 Korintus 2:16 pikiran yang dimaksud disini adalah pikiran Kristuslah yang harus kita miliki. Kapan kita mengenakan pikiran Kristus? dalam Galatia 3:27 pada saat kita telah dibabtiskan kita telah mengenakan Kristus. Kolose 3:10 kita mengenakan Kristus belum sempurna karena kita masih menuju kepada gambar Allah.
Dalam Kolose. 3:10 put on the new man atau manusia baru kita harus terus menerus diperbaharui sampai serupa dengan Kristus. Didalam Roma. 8:29; I Yoh. 3:2; Gal. 4:19 menjelaskan kata serupa dengan Kristus. ketika terus diperbaharui maka hasilnya adalah lihat flp. 2:5 yaitu memikirkan hal dari roh. Ketika kita sudah memikirkan hal-hal roh maka kita memiliki kehendak Allah, lihat Rm. 12:2. Dalam I Kor. 13:11 masih menjadi bayi. Apa sih sifat kanak? Baca I Kor. 3:1 belum dewasa dalam Kristus berarti masih menjadi manusia daging belum menjadi manusia rohani. Jadi orang yang memikirkan daging dia masih kanak-kanak belum dewasa. Jadi manusia baru ada 2 kemungkinan bisa manusia baru dan bisa manusia daging semua itu tergantung pemikiran nousnya. Ini adalah peperangan dan yang menentukan adalah nous, manusia baru kita masih diperbaharui, maka kadang2 kita menjadi manusia roh/manusia daging. Dalam Flp. 4:8 Mrk. 7:21 logismoi yang jahat, dari sinilah muncul epitumia/desire pikiran2 jahat. Dalam Mrk. 7:21 à pikiran2 jahat. Gal. 5:17 keinginan roh bertentangan dengan keinginan daging. Yak. 1:15 epitumia/keinginan/nafsu diibaratkan sama seperti sel sperma dan sel telur (dibuahi) epitumia itu dengan kata lain dibuahi (pembuahan) melahirkan/menghasilkan dosa/perbuatan jahat. Jadi kita harus melakukan kebajikan dengan menghasilkan buah roh. Amin!