Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Eksegesis PB
Tugas: 10
Miskin di dalam Roh: Kita membutuhkan Kristus, hati kita mestinya merindukan Kristus, jadi kata miskin itu di lihat dari sisi spiritualnya yaitu membutuhkan Allah. Meskipun ini bisa menunjukan miskin secara materi. Sedangkan ayat 17-48; 6-7:12 cerita tentang spiritual disiplin: memberi sedekah, berdoa, berpuasa. 7-13-29 Nasehat untuk hidip didalam kebenaran.
Konteks Sejarah
kejadian yang terdapat di dalam Perjanjian Baru merupakan pararel dari pada
perjanjian Lama seperti Musa yang naik ke atas gunung. Pada saat itu Musa
mengajar bangsa Israel diatas gunung, sedangkan yang terjadi di dalam
Perjanjian Baru firman Allah sendiri yang berbicara dihadapan orang banyak,
jadi atas gunung lebih diartikan tempat dimana Allah menyatakan diriNya. Gunung
ini adalah suatu tempat dimana Allah menyatakan firmaNnya seperti Firman Allah
kepada Musa, dan sekarang Yesus kepada bangsa Isarel. Di dalam Matius 17:1
dimana Yesus naik ke atas gunung untuk transfigurasi. Sedangakan di dalam Kejadian
22:2 gunung merupakan tempat yang terdapat campur tangan ilahi (Kel 3:1; 1 raja
18:20).
Dia duduk: menunjukan tradisi Yahudi yang punya Otoritas. John Crysostom: menunjukkan otoritas. Lalu dikatakan diayat ke 2, dia membuka mulutnya: Yesus mengajar mereka 1 satu arah, jadi Yesus dating denan mengajari merekan dengan otoritas secara Allah diamana mereka mendenagr, jadi tidka ada diskusi atau tanya jawab. Ini jelas gunung: dalah tempat kehadiran Allah dimana Allah menyatakan diriNya. Ibrani 1:1-2: sekarang Firman Allah datang face to face, Yesus mengajarkan nilai/kebenaran kerajaan surga, sebab suatu saat kita harus masuk ke kerajaan surga karena itu yang menjadi hal utama untuk mengerti kerajaan surga. Matius 5-7: Yesus memperkenalkan suatu kehidupan menegrnai kehidupan kerajaan Allah yang Yesus sendiri yang akan pimpin.
Matius 5:3
Terberkatilah mereka yang miskin dihadapan Allah, harusnya Terberkatilah merka yang miskin didalam roh.
Arti “terberkatilah” terberkatilah jiwa dan rohmu, terberkatilah secara spiritual/secara surgawi bukan kebahagiaan secara duniawi. Walaupun kita melihat kata makario (terberkatilah) bisa artinya keberuntungan dalam hal secera materi/fisik. Tetapi yang dimaksud disini lebih dari sekedar keduniawian tapi kita lebih dari orang-orang yang secara spirirual diberkati. Jadi berkat secara spiritual. Jadi makario artinya terbekertailah. berkat itu sendiri berasal dari Surga.
Jadi ayat 3:
Terjemahan literal:
Terberkatilah mereka yang miskin di dalam roh
Mereka yang miskin di dalam roh adalah orang-orang yang terberkati.
Sebab kerjaan surga adalah milik mereka.
Syntactic points:
- Mereka yang miskin di dalam roh adalah orang-orang yang terberkati.
- Sebab kerjaan surge adalah milik mereka.
Semantic Content (Theoria/spiritual meaning)
Kata miskin πτωχοι (Matt. 5:3 BYZ); apanya yang miskin? Our spirit. Yang dikatakan ini bukan bicara soal materi tapi hati/roh yang miskin. Kata miskin, menunjukkan bhwa orang tersebut tidak berdaya, yang perlu ditolong. Yesaya 61:1
Kata miskin: menunjukkan bangsa Israel yang miskin, tertawan, broken heart, sama seperti halnya bangsa Indonesia kenapa dia dijajah oleh belanda, karena miskin. Dengan demikian roh kita itu tertawan oleh dosa sehingga kita membutuhkan the spirit of the lord. Sehingga kata miskin didalam roh ini menunjukkan kondisi spiritual pada saat itu, yang dibelenggu oleh dosa, dipenjara oleh dosa. Kita harus menyadari itu, bahwa kata miskin itu menunjukkan spiritual yang berdosa. Mereka miskin tapi kok diberkati? Karena Allah datang kepada mereka. Allah mengashi orang-orang yang seperti itu, Allah justru mengasihi orang-orang yang miskin. Seperti Yesus berkata “aku datang bukan untuk orang yang sehat tapi orang yang sakit”, orang sehat tidak perlu dokter, orang sakit butuh dokter. Kita perlu menyadari bahwa kita butuh Allah, dokter itu karena kita butuh untuk dibebaskan oleh dosa. Kita perlu menyadari bahwa kondisi rohani kita itu sepeti apa, dan kita butuh dokter dan dokter itu sudah ada dan dating kepada kita sehingga kita disebut orang-orang ang diberkati.
Kata Agustinus: miskin di hadapan Allah:
Orang yang merendahkan diri dihadapan Allah, bukan suatu spiritual yang membanggakan tetapi takut akan Allah, membutuhkan Allah.
Jadi miskin dihadapan Allah, jika diliat sebagai anak tangga:
Kita harus datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati bukan dengan kesombongan, tapi humility: suatu kerendahan hati yang menyadari bahwa kita memang sakit, kita perlu diperbaiki, jadi benar-benar mengemis akan pertolongan Allah.
Miskin dihadapan Allah adalah merka takut dan gentar akan perkataan-perkataan Allah. Dan kerajaan surga ini menjadi jawaban bagi mereka yang miskin di dalam roh. Jadi bagaiamana kita tidak miskin di hadapan Allah? Harus memiliki Yesus di dalam hati baru kita menjadi orang-orang yang terberkati. Artinya menjadi orang yang memiliki kerajaan surga, menjawab kemiskinan kita yaitu kerajaan surga yaitu Kristus itu sendiri. Jika kita tarik secara personal apa aplikasi buat kita sendiri: saya miskin, dan karena saya miskin maka saya perlu kerajaan surga untuk membebaskan saya di dalam kemiskinan untuk menjadi orang-orang yang terberkati: sukacita dan bahagia.
Aplikasi
Membuka hati, menerima dia, menyadari kita butuh Allah.
Apa yang buat kamu miskin didalam roh? Kemalasan dan Ketidakpedulian
- Takut akan perintah Alah.
- Tekun, tidak malah berdoa.
Karena Merkalah Yang Empunya Kereajaan Surga:
Kerajaan surge milik mereka yang ditawan, dibelenggu karena kemiskinannya. Kenapa kerajaan surga itu menjadi milik mereka? Roh mereka dibebaskan di dalam kemiskinannya. Karena jika kita tidak miskin maka tidak ada kerajaan surga. Sebab kerajaan surga itu menunjukan Yesus sendiri, Yesus sendiri yang menjadi milik mereka, yang artinya Yesus sendiri yang ada di dalam hati mereka.
Contoh lainnya: Di Matius 5:13
Kalian adalah garam dari bumi ini, jika garam itu tidak berasa lagi (garam itu menjadi hambar), dengan apakah ia akan diasinkan.ini tidak ada gunanya lagi selain diinjak olehmanusia lalu dibuang. Kamu adalah garam dari bumi ini Jika garam itu tidak berasa dengan apakah ia diasinkan? Selain diinjak oleh manusia dan dibuang.
Syntatic point
Garam berbicara tentang: bagaimana orang Kristen itu bukan pengaruh/power/ability untuk mempengaruhi masyakarat, the soul of the spiritual. Di dalam Kitab Imamat 2:13 “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan gara”.
Jadi bukan hanya korban yang dibakar, tetapi garam juga ikut dibakar. Jadi garam disini punya suatu signifikansi dalam ritual korban, Bilangan 18:19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.”
Mengapa disebut dengan pernjanjian garam? Karena segala korban-korban di PL akan menghasilkan garam dalam pengertian umat Allah yang memberikan dampak/rasa bagi dunia ini.
- Kata garam punya pengertian signifikansi : korban yang dipersembahkan kepada Allah
Hidup kita juga dipersembahakan kepada Allah (Roma 12:1). Ibadah dalam konteks ibadah yang sempurna seperi PL dimana korban yang dibubuhi garam.
Di dalam 2 tawarik 18:19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.”
- Garam itu juga memberikan rasa terhadap masyarakat/kepada dunia. Jadi orang Kristen itu merupakan anak-anak perjanjian garam tadi tapi yang ke 2 memberikan rasa terhadap dirinya (Kolose 4:6) contohnya dalam hal perkataan, kata-katamu itu penuh rasa, penuh dengan garam atau digarami sehingga tidak hambar tapi penuh rasa yaitu kasih.kamu memberikan rasa bagi dunia ini salah satunya melalui perkataan.
Menurut Crysostom: kamu jangan hanya mengjar keselamatanmu sendiri, tapi doktrin ini diajarkan kepada dunia, oleh karena itu kamu menjadi garam yang mengajarinya.
Lalu kata Hilary: garam itu untuk mengawetkan, jadi kalua kamu dikatakan garam dari bumi ini maka garam ini adalah untuk menjaga untuk kekelan tubuh mu itu. Jadi bagaimana menjaga kita awt/ kekal dihadapan Allah? Ya dengan perbuatan2 kasih.
Kata Jerome: untuk memberikan rasa dan mengawetkan, kita membaca kitab suci bagaimana
Matius 5:14
Kota yang terletak diatas gunung tidak bisa tersembunyi. Terjemahan literal: Kamu adalah terang dari dunia. Kota yang terletak diatas bukit tidak bisa menyembunyikan dirinya.
- Kamu adalah terang dunia.
- Kota yang terletak di atas bukit tidak bisa menyembunyikan dirinya.
Ay. 15
- Tidak ada orang yang menyalakan pelita dan menempatkannya dibawah gantang, melainkan diatas kaki dian. Dan menyinari seluruh rumah itu.
Ay. 16
- Teranglah bercahaya demikian di hdapan manusia sehingga mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.
Kita tahu bahwa Allah adalah terang. Bagaimana kita dapat disebut sebagai terang? Ini bukan secara esessi tetapi secara roh kita memiliki energy itu. Ini adalah terang Allah yang ada di dalam diri kita sebagai sebuah energy. Terang Allah dipancarkan kepada bangsa Israel yang disebut anak-anak Allah (Yes. 60:1-3). Terang manusia itu adalah hidup Kristus, terang itu bercahaya, dan ini adalah terang yang sesungguhnya (Yoh. 1:4-9). Allah adalah terang (1Yoh. 1:5). Jadi kalau Allah adalah terang dan Kristus adalah terang yang datang ke dalam dunia. Kalau kita disebut terang dunia maka kita disebut sebagai anak terang (1Tes. 5:5). Jadi akalau kita disebut terang dunia, terang itu berasal dari pada Allah sedagkan manusia mendapatkan terang dari Yesus. Yang sebetunya menjadi terang bagi manusia adalah Kristus (Yoh. 1:11). Kata terang disini secara energy dan moral.
- Secara energy kita dapat bercayah sehingga sama seperti Yesus.
- Secara moral, penyaliban diri (1Yoh. 1: 5-8).
Christ Center:
Rumah disini dalam artian hati manusia. Ketika hati kita bercahaya disini berarti kita menyucikan hati kita. Ada energy dari dalam yang akan bantu untuk menyucikan hati kita. Kalau terang itu masuk maka seagala kegelapan/dosa akan lenyap. Setelah hati menjadi terang maka kita akan melakukan pekerjaan baik.
Pendapat Church Father
Pseudo-chrys say: Kata kota menuju kepada gereja yang seharusnya menjadi terang dunia. Bukit merupakan kehadiran Allah Yesus Kristus. Jadi Kalau kita ada di hadirat Allah maka pasti kita mendapat terang energy Nya.
Kalau kita sudah terang maka akan menyenari seluruh rumah. Rumah menunjukan hati atau ruang batin kita.
Chris: kita dibakar bukan hanya untuk diri endiri melankainkan. Kita lebih membutuhkan haha du (2Kor, 5:10).
Kaki dian merupkam tempat menaruh.. hti& Tubuh, keberanadaa.
Selutuh hidupamu adakan adalah
Bede say: Kristus sendiri yang menayinari seluruh rumah. Kristus adalah terang yan. Kita disebut terang Karen energy daru Allah melalui Kristsu ada. Gereja menjadi berkat perbuatan baik. Ini adalah menyena.
Personal:
Kalau kita oleh Allah maka Dia akan memberikan kehendak dan energy untuk kemuliaan Dia (Fil. 2:13). Kalau kita artikan disini arinya adalah the will. Ay. 12 bagaimana kita dapat mengerjakan keselamatan kita harus mengerjakan keselamatan.
Matius 5:17
Yesus menggenapi hukum taurat di dalam PL sering kita berpikir bahwa hukum taurat tidak. Hukum taurat masih berkaku secara rohani tetapi sudah digenapi di dalam Kristus. Ini tidak lagi secara literal. Hukum merupakan baying-bayang dari Kristis Yesus menggenapi hukum taurat berarti yesus melakuakn secara literal. Di dalam perjanjian Lama ada tabernakel sedangkan di dalam PB adalah Yesus sendiri. Ada kata SKENOW yang berarti Allah tinggal (1Yoh. 1:14). Sehingga di dalam perjanjian baru baru kita mengerti bahwa kemah suci adalah Yesus Kristus. Amin!