Ketiadaan Nafsu & Eskatologi

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 11

Gambar terkait

Satu kondisi kita dapat mengalahkan nafsu. Yang memimpin kita pada illimunation. Jadi vase praktikos berakhir pada dispassion menuju pada askesis dan menghasilkan kasih (virtues).  Virtues adalah buah-buah dari disiplin rohani atau askesis mereka dihasilkan oleh anugerah.

  1. Faith
  2. Hope
  3. Fear of god
  4. Long suffering
  5. Patience

Perbedaan weekness dan humility:

Weekness kita mau diajar kalau humility kita mau untuk mendapatkan anugerah.

Lemah lembut bukan berarti lemah tetapi suatu pikiran yang kuat yang tidak bisa dikalahkan oleh godaan. Ini adalah orang yang tegas tapi lembut mau belajar dan tidak dapat dipengaruhi oleh pujian ataupun hinaan. Tetapi bukan berarti lemah. Sedangkan humility adalah suatu kesadaran kalau kita terbatas yang membutuhkan anugerah Allah.

Illumination

Sering diebut sebagai kontemplasi, hesychasm/silence. Di dalam illumination kita sudah dapat mengguasai passion tetapi hati kita diterangi Roh Kudus. Kontemplasi tidak pernah berhenti dilakukan terus menerus. Melalui kontemplasi kita dapat mengalami pencerahan akan kebenaran-kebenaran.

7 karunia dari roh kudus:

  • Takut akan Allah mengatasi passion
  • Roh kekuatas menghidupi kebajikan
  • Roh penghibur, data bedakan mana jahat dan mana baik
  • Menyadari yang dianugerahkan kepada kita untuk melakukan kebajikan
  • Pengetahuan, lakuakn kebaikan
  • Pemahaman,
  • Kebijaksaan.

Pendapat Church Fathers

Dimitru say: mengutip tulisan dari Maximus yang sulit untuk dipahami tetapi dimudahkan oleh Dimitru yaitu hati kita diterangi oleh terang ilahi, Roh kita diterangi oleh Roh Kudus. Kita dipenuhi oleh terang ilahi.

Bagaimana caranya memurnikan hati? Apa pentingnya iluminasi?

Dimitru say: Kita harus melangkah pada iluminasi atau diterangi oleh terang ilahi yang dibawah oleh Roh Kudus.

Kedagingan-kedagingan semakin dimurnikan. Iluminasi bekerja di NOUS dan hati. Nous bekerja secara consciunces sedangkan hati bekerja secara unconsciunces. Datang kepada Tuhan sering hanya diartikan sebagai sebuah kebaktian. Hati yang tidak pernah diterangi oleh Roh kudus. Hati begitu penting diterangi oleh kuasa Allah kalau tidak diterangi maka tidak ada karunia Allah di dalamnya.

3 fakulti di dalam diri manusia:

  1. Nous untuk kenal Tuhan
  2. Hati inginkan dan cintai tuhan
  3. Kehendak bebas dimana memilih atau tidak di dalam melakukan.

Kalau tidak ada kehendak bebas berarti tidak ada penghakiman sedangkan jikan ada kehendak bebas maka akan ada penghakiman karena kita berdiri atas diri kita sendiri. Hati memiliki jari-jari yang merupakan semua kekuatan panca indra dan semua kekuatan jiwa. Jadi hati itu seperti gudang. Nous sepharusnya menguasai hati untuk memiliki hati yang murni. Ini merupakan level illuminasi (Yoh. 6:45; 14:26). Tuhan akan pimpin kita setiap waktu (Yoh. 16”8). Kalau hati kita tidak sehat itu ha

Hati adalah ruang terdalam dari pada batin. Di dalam hati ada kerajaan Allah dan kerajaan iblis.

Eskatologi

Ketika mansuia mati akan terjadi penghakiman sementara yang dilakukan oleh iblis. Tagihan-tagihan dri iblis disebut toll gate. Di dalam Lukas 16:19-31 terdapat kisah lazarus dan orang kaya dimana orang kaya masuk ke dalam Hades sedangkan Lazarus masuk ke dalam firdaus. Menunggu kebangkitan tubuh orang-orang yang telah mati mendapatkan penghakiman sementara. Yang dialami oleh Lazaruz dan orang kaya hanya mencicipi neraka dan surge. Hades akan menjadi neraka sedangkan lazarus akan menjadi surga. Jadi gereja mengajarkan ada satu tempat yang bukan buatan manusia yang kekal yaitu surga (2Kor. 5:1). Jadi toll gate itu akan menuju hades sedangkan orang benar mereka akan dituntun oleh para malaikat agar iblis tidak dapat merenggut mereka.

Selama kita hidup banyak melakukan kejahatan yang harus melewati tangga. (Gal. 5:21; 1Kor. 6:9-10; Wah. 22:15). Ajaran-ajaran di Alkiytab tidak sembarangan karena menuntun kita menaiki anak tangga. Maka setiap ajaran kita membekali umat mempunyai anak tangga. Kapan kita menyediakan anak tangga? Tangga ini otomatis ada tetapi waktu kita masih hidup di dalam dosa kita iblis akan mampu menarik kita untuk turun. Amin!

Referensi: Orthodox Spirituality, orthodox catechism, George Mastrantonis a new catechism.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started