Natural Seoul

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 10

Hasil gambar untuk pemandangan sore

Manusia memiliki 3 hal ini di dalam kehidupannya:

  • Reason atau Tahu Allah
  • Emotion atau Rindu Allah
  • Desire atau Menaati Allah

Kebajikan (vertues) sangat tidak mudah dilakukan sebab kita memiliki passion (nafsu), passion bukan hanya bicara soal tubuh tapi berbicara tentang jiwa. Jadi lawan dari vertues adalah passion. Didalam diri kita ada hati yang dijaga oleh nous, nous yang benar adalah nous yang mengenal Allah. Vertue dari jiwa akan memeritah otak (pikiran) dan otak memerintah tubuh yang akhirnya memerintah anggota tubuh yang menghasilkan vertues (Mark 7:21). Apabila nous kita tidak terhubung dengan Allah tetapi pada iblis yang menawarkan godaan yang akhirnya membuat hati kita gelap (reason, emotion, desire) dipenuhi oleh passion sebab tujuan dan harapan dari iblis adalah menawarkan setiap godaan itu supaya jiwa kita menjadi gelap yang akhirnya jauh dari Allah.

Nous terkoneksi dengan Allah melalui iman yang akhirnya menyalurkan energi Allah.didalm Fiman terdapat energi Ilahi. Kita bisa mendapat energi Allah karena kita memiliki iman.

Jiwa manusia tidak terlihat tetapi termanifestasi memalui tubuh begitu juga hal nya Allah Allah yang tak kelihatan termanifestasi memalui ciptaaNya. Salah satunya manusia. Jiwa yang tersembunyi dapat disntuh dan diperbaiki dengan melalui hal yang tersembunyi.

Heart/kardia

Nous kita harus koneksi pada Allah dengan  cara doa, silencw, askesis, reading bible. Sehingga kita mendapat enrgi Allah dari Allah. hati kita harus dipenuhi oelh kehadiran Allah seperti halnya matahari yag menghadirkan cahaya. Maka leason, emotion dan desire mampu menghasikan vertue yang akhirnya tubuh dapat melawan hawa nafsu dan mampu melakukan kebajikan atau mendapatkan passion yang positif.

Jadi melakukan kebajikan dan melawan passion

Self Control Menjaga Kekudusan

Dosa dan 3 Aspek Jiwa

Menurut Yohanes Damaskus jiwa manusia terdiri dari 3 aspek yaitu intelek/intellect/mata jiwa, emosi/incensive/perasaan, dan keinginan/desire/hasrat.

  •  Dosa dari aspek intelek adalah ketidakpercayaan, ajaran sesat, kebodohan, penghujatan, tidak tahu berterima kasih, dan perbuatan dosa lain yang berasal dari aspek ini. Dosa-dosa ini dapat disembuhkan melalui iman dan doktrin melalui Roh Kudus, doa yang tiada henti, dan ucapan syukur kepada Allah.
  • Dosa dari aspek emosi adalah keegoisan, kebencian, kurang belas kasih, dendam, iri hati, pembunuhan, dan terbelenggu terus-menerus pada hal-hal seperti itu. Dosa-dosa ini akan disembuhkan oleh simpati yang mendalam untuk sesama manusia, cinta, kelemahlembutan, kasih sayang persaudaraan, belas kasihan, kesabaran, dan kebaikan.
  • Dosa dari aspek keinginan adalah kerakusan, keserakahan, kemabukan, ketidaksucian, perzinaan, kenajisan, ketidaksopanan, kecintaan pada hal-hal materi, dan keinginan akan kemuliaan kosong, emas, kekayaan dan kesenangan daging. Ini disembuhkan melalui puasa, pengendalian diri, kesukaran, persembahan harta milik kepada orang miskin, keinginan untuk berkat-berkat yang bernilai kekal, merindukan kerajaan Allah,

Mengetahui alasan penderitaan?

Apabila kita cinta akan kebajikan, maka kita akan bergerak menuju theosis dan Allah akan menyediakan prtologanya atau pemeliharaanya melaui firman (perkataan- perkataan hikmat) tetapi seseorang yang tidak memiliki kasih dia akan menghadapi penghakiman dari berbagai penghukuman. Jadi kasih Allah akan akan disempurnakan melaui, penderitaan kita. tetapi apabila kita mengasihi daging dan tidak tahan terhadapnya maka kita akan menghadap penghakiman Allah. jadi seharunya pada saat kita menderita kita tidak mengikuti jalan dunia ini tetapi hendaklah kita sabar dalam penderitaan dan tahan terhadapnya (Mat 5:10).

Pengharapan

Ditengah pederitaan kita bisa melihat harapan dan kita tdk putu asa. Jadi pengharapan bisa melihat dibalik penedeitaan da pengharapan yang akan kita terima. Harapan adalah iman yang bisa kita lihat pada waktu yang akan datang. Harapan itu seperti mata iman kita yang bisa melihat Allah, theosis, jadi hope adalah suatu kebajikan yang harus kita kembangkan didalam diri kita. Jadi kita bisa melihat hal-hal didunia yang akan datang. Dan hanya orang yang pernah menderita yang bsia mengenal atau menggapai harapan itu. jadi kunci seseorang melihat harapan adalah bertahan dalam penderitaan. Singkatnya hope adalah iman yang akan datang.

Iman membawa kita kepada penderitaan Kristus yag terjadi 2000 tahun yang sudah berlalu tetapi harapan adalah hal yang mampu membawa kita kepada arah yang ada didepan.

Meaknes dan humility

Ketiadaan Nafsu

Ketiadaan nafsu adalah hal yang paling tinggi dalam vertues yaitu kondisi jiwa yang damai dan ketiadaan nafsu. Satu keadaan jiwa yang sudah bisa mengalahkan godaan. Dan sudah mampu mengalahkan setiap godaan. Dan memilki pession yang melahirkan kebajikan. Setelah ketiaadaan nafsu maka ada kasih.

Kasih

Kasih adalah kebajikan yang paling puncak dengan kasih kita bisa mengasihi Allah dengan segenap hati. Dengan dispassion kita mampu mencapai kasih yaitu yang tdak lagi melakukan dosa dan taat. Didalam kasih muncul dan lahir segala kebajikan. Kebajikan muncul dari kasih, kasih muncul dari harapan, harapan muncul dari iman.  Allah melihat manusia sebagai objek kasih dan manusia Melihat sesama dari kaca mata kasih. Kita bisa memakai kaca mata kasih karna didalam dirikita sudah ada kasih, yang disalurkan oleh Allah.  kasih adalah tahap praktikos yang teraakhir atau pencapaian terakhir.

Setelah praktikos mencapai ilumination.

Ilumination

Ilumanition adalah pemberian roh Kudus. ilimunitaion adalah bagaimana mencerna kebenaran dalam segala hal, jadi kita sduah diberi hikmat oleh Allah, sehingga kata-kata mereka di penuhi hikmat Allah. Amin!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started