
Etika di dalam kekristenan merupakan buah dari pada kebajikan. Ini adalah kemampuan kita untuk memilih yang baik dan memilih yang jahat. Virtues muncul dari praktikos dimana manusia harus memperbaharui manusia baru yaitu memperbaharui jiwa dan tubuh atau memperbaharui hati. Di mana di dalam hati timbul segala yang baik. Di dalam Lukas 11:39 dimsns Yesus berkata bahwa cawan/hati kita penuh dengan hal yang tidak baik. Untuk itulah manusia harus membersihkan hati atau NOUS atau mata tunggal (Rom 12:2). Berarti manusia yang diperbaharui adalah Roh dari NOUS manusia (Kol. 3:20; Ef. 4:22). Di dalam Roma 8:5 kata rasul Paulus kita harus memperbaharui Fronema yang akan menghasilkan Frounema Pneumatos (pola pikir) yang berarti pola pikir rohani (Rom. 8: 5- 6). Frounema pneumatos akan timbul jika kita memikirkan hal-hal yang rohani. Frounema pneumatos akan membuat kita memiliki logismoi yang baik (Fil. 4:28).
Tetapi jika nous yang berpikir tenatng daging menghasilkan Frounema sarkos yang menghasiklan Logismoi kakoi (Mark. 7:21). Dari logismoi kakoi maka akan muncul yang namanya epitumia sarkos (keinginan daging) (Gal. 5: 16-17). Epitumia ini sering di sebuat sebagai passion yang dibuahi maka akan menghasilkan sarkos pneumatos (Yak. 2:14). Perbuatan baik manusia baru itu bukan perbuatan baik sembarangan melainkan perbuatan baik yang telah mematikan epitumia sarkos yang kemudian disebut sebagai praktikos dimana mematikan keinginan daging dan memperbaharui manusia baru (dispassion and love). Tetapi ada satu hal yang sangat dalam selain praktikos yaitu theoritikos. Theoritikos juga harusnya dijalani oleh setiap orang yang dilahirkan baru karena manusia hidup bukan hanya sekedar di bumi saja melainkan manusia roh yang seharusnya menjalankan tahap Illumination atau mystical knowledge.
Praktikos yang harus menusia jalani salah satunya dilakukan dengan Jesust Prayer ini bukan hanya sekedar Christ Center. Dimana bunyi dari doa ini adalah Lord, Jesust Christ, Son of God have mercy on me, a sinner!” di dalam doa ini menggandung makna Trinitas karena dikatakan “A Son Of God” ini menunjukan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berasal dari Bapa dan juga Roh Kudus sebab tidak ada seorangpun yang dapat menyebutkan Yesus Kristus sebagai Tuhan jika tidak ada kerja Roh Kudus di dalamnya (1Kor. 12:3). Ini bukan hanya mengenai Christ Center tetapi Trinitarian. Jadi kalau kita mengatakan doa ini. Kita melambangkan 2 poin yang sangat penting yaitu Yesus adalah Tuhan yang berarti Yesus adalah tuan atas segala sesuatu sedangkan Yesus anak Allah yang menunjukan bahwa Yesus adalah anak Allah yang kekal tetapi pada bagian akhirnya tertulis mengenai penyesalan yang dilakukan kita kepada Tuhan. Kata “Yesus Kristus” kita sedang memuji Yesus. “Son Of God” yang berarti kita sedang memuji Allah Bapa dan Roh Kudus sedangkan “Have mercy on me, a sinner” ini menurpakn suatu pembaharuan ingin dialami oleh manusia.
Ada 3 kata di dalam doa yang akan menjawab pertanyaan kita:
- Yesus adalah firman yang menjadi manusia. Nama pribadi yang lahir dari perawan Maria. Nama Yesus juga berarti Juruselamat (Mat. 1:21). Berarti ketika kita menyebut nama Yesus kita sedang beriman bahwa nama itu akan menyelamatkan dan memperbaharui kita.
- Kristus yang berarti diurapi oleh Roh Kudus bagi orang yahudi melihat di dalam Perjanjian Lama kata “Mesias” yang berarti menentikan Raja yang akan melepaskan dari musuh. Akan tetapi, raja ini bukan sekedar politik melainkan Raja ini yang akan menyelamatkan kita dari iblis, dosa dan maut.
- “Mercy” / belas kasihan yang berarti kasih dalam tindakan. Kasih yang mengahasilkan pembebasan pengampunan, dan menyempurnakan. Memiliki belaskasihan berarti membebaskan kita dari segala hutang, penyekit dos dan kita disembuhkan.
Minyak
Menerangi jalan kita yang gelap
Mengurapi sehingga kita diampuni
Menyembuhkan, kita dari penyakit
Mengenyangkan, kenyang akan firman Allah.
Kallistos ware say: Masalah manusia adalah tetapi akan selalu ada jalan keluar yaitu Yesus sendiri yang akan menyelamatkan.
- Lord dan Son of God berbicara mengenai keilahian Tritunggal dari Yesus yaitu kekekaalan Dia dan keilahiannya. Tetapi, Dia disapa juga sebagai Yesus yang merupakan nama setelah inkarnasi. Jadi doa ini menggambarkan Allah yang selalu ada/ transesnden dan Allah yang imanen. Sehingga doa ini jelas mengajarkan kepada kita Yesus Kristus benar Allah dan benar manusia.
Jika menjadi seorang pengkhotbah seharusnya memiliki 3 point yaitu ethics, theoritikos dan gnostikos yang seharusnya ditekankan kepada jemaat yang ada. Sepeti yang dilakukan oleh Gregory of Nyssa yang berbicara tentang kehidupan Musa dimana pada level praktikos kita harus melakukan kebajikan. Yang kedua adalah Illumination dan yang ketiga adalah akhir dari perjananan kita yang disebt dengan kontemplasi merupakan sebuah penyatuan dengan Allah dan mengalami Allah.
Tiga poin penting di dalam berkhotbah:
- Latihan praktikos/ kebajikan yang dimulai dengan pertobatan. Orang Kristen yang sudah dibabtis kana mendengakan hati nurani dan melatih synergy dengan ALLAH. Jadi free will itu dapat memilih berdoa atau tidak. Ini adalah sebuah peperangan dan perjuangan bersama dengan pertolongan Allah untuk membebaskan kita dari keinginan daging (Fil. 2:13). Terjemahan Literal dari Filipi 2:13: Sebab Allah yang memberikan energy kepada kehendak bebas kita supaya kita punya energy. Dari ayat diatas kita dapat melihat bahwa ketika energy Allah telah berada di dalam kita, maka energy di dalam kita memiliki energy untuk melakukan kesenangan atau keinginan Allah. Jadi energy ini harusnya mengerjakan pekerjaan yang baik (Efesus 2:10). Akan tetapi jika kita tidak memiliki energy yang berasal dari anugerah dan kehendakn bebas manusia sama maka kita tidak dapat mengerjakan apa-apa. Dengan melakukan perintah ini kita akhirnya sadar tentang benar dan salah. Akan tetapi ini hal yang bertahap dimana kita harus memulihkan hati kita. Jadi semakin kita berbuat baik disini hati kita seharusnya semakin menjadi lebih suci lagi. (active Life).
- Tahap Illuminasi dimana orang Kristen seharusnya mencapai pencerahan mempunyai presepsi ketika melihat ciptaan dan menemukan sang pencipta di setiap ciptaan. (Kontemplasi Life).
- Teosis adalah tahap melihat Allah secara langsung dimana hati harus benar-benar suci. Orang Kristen tidak hanya menikmati Allah dengan kehendak bebas dan melihat sebaga sesuatu Allah tetapi bertemu sang pencipta dari muka ke muka di dalam kasih. Penglihatan yang Full itu memang terjadi pada saat Yesus datang ke dua tetapi melihat Yesus secara langsung dipunyai oleh orang –orang yang telah mencapai tahap ini. (Kontemplasi Life).
Tiga tahap ini seperti sebuah perjalanan yang dilakukan dengan doa. Level pertama ini kita melakukan level perjuangan dimana kita meminta pertolongan Allah untuk memampukan kita untuk dapat bertempur bersama-sama dengan Allah disinilah kita terus belajar untuk memurnikan diri kita dan bertobat sampai pada nafas terakhir.
Jadi pada waktu kita telah melakukan tahap diatas janganlah kita menganggap bahwa kita telah kudus melainkan kita harus terus bertobat dari hari lepas hari (Gal 2:20). Amin!
Referensi: (Kalisstos_ Ware) The- Othodox- Way of life.