Pola Pikir Rohani

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 11

Hasil gambar untuk pola pikir kristus

Kita percaya dan dibabtis yang membuat kita memakai pakaian Kristus dan menjadi manusia baru serta disebut anak-anak Allah. Kita yang telah menjadi anak Allah memiliki Nous Kristus, hegemonikon, mata batin, mata ketiga. Kita kemudian diajak Kristus untuk:

  1. Fronew pada hal-hal di atas (Kol. 3:1)
  2. Fronew pada hal-hal dari Roh (Rom. 8:5)
  3. Fronew pneutatos/ fronema seperti Kristus (Fil. 2:5) atau pola pikir rohani.

Di dalam Roma 8:5 -6 dan ayat-ayat lain bagaimana Paulus dengan kerasnya menjelaskan mengenai pikiran (nous) dari pada Kristus. Pembaharuan Nous kita seharusnya mengarah kepada hal-hal berpengaruh. Ini sangatlah beda dengan pikiran dahulu dimana melenceng dari pada hal-hal daging. Yang akan membuat kita menjadi ikon Kristus dan pada akhirnya serupa dengan Kristus.

Di dalam Galatia 3:27 kata mengenakan berarti memakai/mengenakan pakaian Kristus. Kol. 3:10 menjadi manusia baru disebut sebagai anak-anak Allah (Gal. 3:6). Di dalam Kolose 3:10 memakai pakaian Kristus dan diperbaharui terus menerus sampai menjadi ikon/gambar yang serupa dengan Kristus. Didalam Roma 8:29 dan 1 Yohanes 3:2 merupakan tujuan kita adalah menjadi seperti gambar Allah Melalui anak-Nya Kristus. St. Palamas say: Kita menjadi seperti rupa-Nya melalui energi-Nya bukan esensi-Nya. Di dalam Galatia 4:19 menjelaskan bahwa selain ikon kita juga menjadi serupa (Morfe) dengan Kristus.

Ringkasan

Jiwa dan roh mengalami pembaharuan, maka kita kembali kepada Kristus dengan tubuh dan jiwa juga.  I Kor. 3:11 masih anak2 dalam Kristus. Di dalam Efesus 4:13 berarti kedewasaan penuh (Andra Teleon) dan bukan lagi anak kecil/bayi (Nepios). Jiwa kita mengalami pertumbuhan ke arah Kristus (Ef. 4:15). Sedangkan tubuh dijelaskan dalam Filipi 3:21 menjelaskan tubuh pada saat hari Kristus dinyatakan kelak akan dimuliakan dan mengenakan tubuh kemuliaan seperti Kristus memiliki tubuh yang fana berubah menjadi tubuh yang bercahaya/penuh kemuliaan. Kita mengambil bagian didalam kodrat ilahi, karena kita menjadi serupa dan segambar dengan Kristus. Tujuan pembaharuan adalah menuju kepada Theosis.

Didalam Kolose 3:10 berarti kita harus diperbaharui (anakainomeno (pasif), Pasif karena Allah yang mengerjakan pembaharuan tersebut, Paulus menanam, Apolos menyiram dan Allahlah yang memberi pertumbuhan (I Kor. 3:6), kita adalah sunergoi Theou (kita bersinergi dengan Allah/kawan sekerja Allah)  bekerja sama/sinergi dengan Allah sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi sempurna seperti Kristus yaitu Theosis. Proses pembaharuan dimulai dari dalam kenapa dari dalam? Dan apa yang diperbaharui? Mrk. 7:20-21; Mat. 15:19 apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menjasikannya, sebab dari dalam hati, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat yaitu pencabulan jadi pembaharuan harus dikerjakan dari dalam batin seseorang yaitu dari hatinya. Jadi walaupun kita sudah menjadi anak2 Allah/memakaia pakaian kristus kita harus tetap diperbaharui sebab hati kita bisa berisi hati yang baik pikiran yang baik dan hati yang jahat pikiran yang jahat. Jadi baik dan jahat seseorang adalah dilihat dari dalam isi hatinya. Dalam hati kita terkandung 2 hal ini, oleh sebab itu kerjakanlah pembaharuan itu.

Kita sudah menjadi manusia baru harus terus menerus diperbaharui menjadi manusia baru?  Karena dari dalam hati kita ada hal2 yang baik dan jahat, dari hal2 yang ada didalam hati/batin yang harus disingkirkan, karena hal2 itu dapat menajiskan kita, oleh sebab itu pentingnya kita untuk diperbaharui.

Pembaharuan apa yg harusnya terjadi di dalam hati kita? Pembaharuan mata Hati/tunggal. Rm. 12:2 pembaharuan budimu (Nous) Ho Otamos. Dalam Mat. 6:22-23 berarti mata tunggal/rohani (Ho Otamos) yang menentukan gelap dan terang tubuh kita. alam I Kor. 2:16 ketika kita mengerjakan pembaharuan nous ini maka kita memiliki nous Kristus.

Pembaharuan mata batin/nous

Apa yang terjadi didalam pembaharuan nous ketika sedang diperbaharui? Kita akan memiliki fronew seperti kristus (Flp. 2:6) yang akan membuat kita memiliki pola pikir seperti Kristus/orang2 rohani. Jadi di dalam nous ada sesuatu lagi makanya harus diperbaharui yaitu Fronew/pola pikir. Nous adalah Otaknya sedangkan Fronew adalah Prodak dari Nous (hasil dari pikiran Nous). Jadi memperbaharui manusia baru adalah memperbaharui batin dan memperbaharui batin/hatinya adalah memperbaharui nousnya dan memperbaharui nousnya supaya memiliki nous Kristus dan pola pikir Kristus (Fronew). Dalam Rm. 8:5 mind/fronew kita dapat diarahakan pada hal2 yg dari daging atau berpikir dari hal2 yang dari roh, jadi ronew kita dapat berpikir pada 2 arah. Fronew kita adalah pikiran batin dari nous kita jadi bukan pikiran biasa fronew kita bertentangan dengan hal2 dari daging karena bertentangan dengan hal2 dari Roh. Kalau fronew kita pada hal2 daging maka yang terjadi adalah fromena sarkos (pola pikir daging yang menghasilkan maut. tetapi kalau melenceng/luar sasaran berpikir roh maka yang dihasilkan adalah fronema pneumatos (pola pikir rohani/roh yang menghasilkan/mendatangkan kehidupan, damai sejahtera). Kenapa fronema penumatos dapat mendatangkan kehidupan? Karena Fronew kita berpikir pada hal2 yang diatas nous kita harus melihat ke atas (Kristus) dan pola pikir kita harus kepada Kritus. Jadi fromena Pneumatos berarti juga fronew pd hal2 yang diatas dimana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah bukan pada hal2 dibumi atau dunia yg mendatangkan kebinasaan (Kol. 3:1-2; Flp.3:19; Rm. 8:5).

Fronema Pneumatos dan Fronema Sarkos

Fronema Pneumatos yang ada di dalam batin atau pola kerja dari nous kita yang melihat Kristus adalah memikirkan hal2 yang berasal dari Roh Kudus.ketika kita telah memilki Fronema Pneumatos itulah yang menjadi senjata kita untuk mematikan Fronema Sarkos. 

Logismoi jahat dan Epithumia Sarkos

Yesus berkata dari dalam hati/kardia muncul pikiran2 jahat merupakan dialogismoi Kakoi. Logismoi yang jahat ini merupakan benih dari nafsu daging/ Epithumia Sarkos. Fromena Sarkos menghasilkan logismoi jahat dan logismoi jahat menghasilkan nafsu daging (Gal. 5:17).

Referensi: Artikel Pembaharuan Manusi Baru

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started