Proses Kerohanian Manusia

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 12

Hasil gambar untuk proses kehidupan

Di dalam diri manusia terdapat dua nafsu yaitu fronema pneumatos yang di dalamnya terdpaat logismoi (pneumatos) dan epitumia (conceived) yang akhirnya menghasilkan kebajikan di dalam diri manusia atau fronema sarkos terdapat logismoi (kakoi) kemudian menjadi epitumia (conceived) pada akhirnya menghasilkan perbuatan daging yang mendatangkan dosa yang berakibat pada kematian ini merupakan hal yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Dari dua nafsu manusia yang berada di atas sekarang tergantung manusia di dalam hukum NOUS nya sendiri memilih yang baik atau tidak baik. Di dalam hati atau mata batin harus selalu menjaga nous di dalam segala macam latihan rohani seperti doa, silence, nepsis, aksesis, berkata tidak, membaca Alkitab, repentance, pengakuan, ibadah atau sakramen dan persekutuan.

Kita harus ingat bahwa kita adalah raja di dalam diri kita, yang berkuasa di dalam maupun di luar kita. Tantangannya adalah di dalam diri manusia yaitu hukum daging dan dari luar yaitu peirasmos (iblis).

Di dalam Alkitab ada dua contoh real dari tokoh yang dapat mengendalikan nafsu dan tidak dapat mengandalikan nafsu yang ada di dalam dirinya. Daud vs Yusuf. Iblis tidak dapat mengambil nyawa kita melainkan hanya bisa menghancurkan nous kita. Jika iblis berhasil berhasil menghancurkan nous kita maka iblis telah menang. Church fathers mengatakan untuk berkata tidak pada godaan iblis dengan selalu menjaga indra kita di dalam doa, baca Alkitab dan berbagai latihan rohani yang dapay menolong kita untuk menolak segala godaan iblis.

Perbuatan baik di dalam diri manusia seperti gandum yang telah matang maka kita akan dimasukan ke dalam lumbung (teosis) jadi kita sebagai orang Kristen bukan hanya menjadi orang baik melainkan bagaimana menjadi dewasa di dalam Kristus. Apa sih arti dewasa di dalam Kristus? Itu maksudnya dengan teosis. Sejak kapan? Sejak manjadi manusia baru.

Terdapat 5 proses dari pada teosis. Teosis bukan hanya pada saat Yesus datang tetapi teosis juga terjadi di dalam kehiudpan sehari-hari di dalam kehidupan manusia. Ada sebuah pertanyaan etika yaitu HIDUP ini indah… tetapi bagaiamana jika pada satu saat kita mengalami kedukaan, sakit penyakit, pernikahan yang terasa hambar, kekuatiran… pertanyaannya apakah kita masih ikut Yesus? Ternyata kita harus tau bahwa di dalam teosis banyak pergumulan hidup manusia. Kita akan mampu menganggung segala kesulitan harus ada Allah. Dan jika kita mulai berada di dalam masalah andalkanlah Yesus karena dia akan menyelesaikan masalah kita. Seharusnya orang Kristen itu kuat karena berbagi kemuliaan Kristus. Iseberapa keraspun kita menghadapi masalah. yang sering membuat kita meleset. Di dalam Roma 8:18 dikatakan bahwa kehidupan sekarang ini begitu banyak tetapi apa yang akan dinyatakan kepada kita tidak sebanding, kita pun tahu didalam Yesus kita akan mendapatkan kemuliaan dan kemuliaan yang kita tidak sebanding artinya penderitaan itu tidak ada apa? Penderitaan yang kita terima jauh lebih besar.

Kalau kita sudah menjadi manusia baru kita harus memiliki pola pokor Kristus. Kita harus segera memilih kenikmatan dunia atau tetap menderita sehingga menikmati kemuliaan bersama dengan Kristus. Kadang kita tidak mau untuk mengalami penderitaan padahal kita sudah memiliki kapasitas jika bersama dengan Allah. Seperti yang dilakukan oleh Paulus setelah pertobatan dia pergi ke tanah arab selama 3 tahun untuk silence dimana Tuhan mempersiapkan diri Paulus dengan sangat baik karena Tuhan tahu bahwa hal yang akan dialami Paulus tidaklah mudah. Suffering yang dijalani oleh kita merupakan hal yang akan dijalani selama kehidupan ini (Rom. 8:18). Kita pun harus mengambil langkah untuk silence agar dapat siap menjalani kehidupan dengan Tuhan.

Hidup itu layak dijalani karena ada beberapa alasan:

  1. Yesus mengasihimu. Tuhan mengasihi kita didalam segala sesuatu. Sekarang tergantung kita mau kasihi kita atau tidak. Kalau tidak kasihi diapun, Dia tetap mengasihi kita. Apa buktinya? Dia telah mati untuk kita. Dia sudah mengasihi kita sebelum kitapun lahir. Bersama dengan Kristus hiudpan menjadi kekal dan berlimpah. Tetapi kehidupan itu layak dihidupi dari semua itu did alaam kehidupan ini takdir kita adalah teosis. Menjadi serupa dengan Allah oleh karena kasih karunia. Oleh sebab itu, inilah kristus dan hidup. Jadi dengan Kristus hidup yang kita hidupi lebih kaya, berkemenangan, kekal, kebanggan, jangan pesimis,

Teosis:

  • Tidak hanya dikuduskan oleh orang terntu, ini unutk semua anak Allah.
  • Bukan berarti kita tidak berdosa lagi tetapi teosis itu menuntun kita selalu pada pertobatan. Dan sensitive atau peka terhadap dosa.  Itulah sebabnya kita harus melakukan “jesust prayer” sampai akhir kehidupan kita. Bahwa memang kita memerlukan belas kasihan Allah.
  • Tidak ada cara-cara yang luar biasa untuk mencapai teosis. Hanya doa, membawa firman dan taat
  • Tidak ada hal yang asing tentang teosis. Teosis adalah Allah mengasihi kita melainkan kita mengasihi sesame dan mengasihi Tuhan. Sebab hanya dengan mengasihi sesame seseorang dapat dimuliakan.
  • Teosis sangat praktikal ini merupakan ungkapan kasih kita dengan Allah bukan hanya sekedar silence dan doa melainkan membawa orang sakit ke rumah sakit.

Referensi: Philokalia: The bible of orthodox spirituality

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started