Eksegesis Kitab Hosea 1-3

Dalam cerita ini sudah diketahui seorang nabi yang diminta Allah menikahi seorang pelacur, yang bernama Gomer. Yang kemudian melahirkan 3 anak yang diberi nama sebagai lambang. Gomer meninggalkan Hosea dan anak-anak dirumah dan kembali ke tempat pelacuran bakti. Kalau dilihat misalnya pada Pasal 2 ada pararel antara Hosea (Allah) sedangkan Gomer (Israel). Pada pasal 3 ada perintah yang tidak biasa, kali ini Allah mendorong Hosea untuk menikah lagi.

Pernikahan Hosea dan Gomer dikaitkan kepada Bangsa Israel dengan Allah yang menjadi Hosea. Bangsa Israel menuinggalkan Allah ini disebut sebagai perzinahan tetapi Allah malah memerintahkan untuk kembali lagi, cintai lagi. Didalam Ulangan 24: 2- 4 menyatakan bahwa hal ini sangat bertentangan dengan Allah yang sama yang memberikan hukum yang sama pada Kitab Ulangam untuk mencintai dan menerima kembali sebagai istri yang layak dicintai dan dihormati. Artinya disini Hosea menebus Gomer dari perbudakan pelacuran. Ada harga yang harus dibayar dengan 15 syikal perak (Hosea 3: 32). Kalau secara spiritual Allah menebus bangsa Israel. Kalau Secara Krisosentris ini adalah penebusan Kristus yang kemudian menebus dengan 30 keping perak bahkan lebih dari itu dengan darah dan daging. Tabusan demikian melambangkan bahwa Hosea miskin secara sosial tetapi ia begitu mengasihi istrinya sampai menyerahkan semua miliknya. Hosea 3:4-5 ini  merupakan alegorycal Bangsa Israel dan Allah. Hubungan Bangsa Israel dihubungkan dengan pernikahan dan ini digenapi didalam Perjanjian Baru hubungan pernihakan Kristus dan gereja. Didalam Efesus 5:17-20 sesudah kita diisi dan dipenuhi oleh Roh Kudus membuat kita dapat berelasi dengan Allah jadi kalau Roh kita dan Roh Kudus menyatu kita dapat tahu bagaimana kita dapat menganal Allah.

Hosea 3: 5 Daud pada waktu itu telah mati ini melambangkan akan raja yang akan datang yaitu Yesus Kristus. Pada ayat ini merupakan nubuatan yang menuju kepada Kristus. “Akan mencari Tuhan Allah mereka yaitu Yahwe tetapi juga Daud raja mereka”. Sang Mesias ini akan datang dari keturunan Daud, mesias dari daging yang akan mejadi raja mereka. Hal ini akan digenapi pada ketangan Yesus ini yang terjadi didalam kisah rasul.

Syril dari Alexandria

Bahwa pernikahan Hosea dan Gomer harus dilihat secara typological. Teks ini memang terjadi berdasarkan fakta. Ada nama-nama anak bahwa disebutkan siapa nama orang tua dari Gomer memang ini adalah nama yang aktual bukan nama karangan. Pernikahan Hosea berbicara tentang Kristus yang mengasihi manusia termasuk orang berdosa. Ex: Tuhan makan malam dengan pemungut cukai. Ini juga merupakan perintah Allah kepada Hosea untuk mengambil istri yang sudah tidak suci. Pernikahan sang nabi harus dibaca sebagai berikut:

Penikahan ini terlaksanakan bukan karena nafsu tetapi karena perintah Allah. Bukan karena cinta, ini merupakan tindakan ketaatan dan pelayanan. Jadi Hosea bertindak sebagai alat yang bertipe ketaatan yang akan menggolongkan dia memiliki karakter spiritual yang bertentangan dengan karakter daging. Pernikahan Hosea secara tropologicaly (moral) pernikahan yang kudus dari berbagai aspek. Tidak ada seorangpun akan malu tujuan dari pernikahan Hosea dan Gomer sehingga dikatakan didalam Alkitab. Pernikahan, sexual life dan mempunyai anak itu bukan hal yang memalukan melainkan hal yang kudus. Secara typologycal: ini adalah pengenapan didalam Kristus dan kerajaanNya yang akan datang:

Iman adalah pintu  masuk untuk kita mengenal Kristus jikalau kamu tidak percaya kamu tidak akan mengerti tentang ini. Sama seperti kita melihat cerita Hosea dan Gomer kita tidak akan mengerti kenapa Hosea mau menikahi Gomer, Yang terjadi ini adalah kehidupan Kristus yang mau berbagi kehidupannya yang berbagi kepada orang-orang. Kerajaan Allah adalah sebuah pernikahan dimana mempelai laki-laki akan disambut. Ini merupakan harga yang harus dibayar. Angka 15 termasuk angka 7 dan 8. 7 adalah kegenapan waktu (sabat) lalau ditambah 8 yang menunjukan kepada perjanjian yang baru. Didalam Partistic angka 8 adalah menunjuk kepada hari yang baru sama seperti Yesus bangkit (minggu). Pengkhotbah 9:2 “sabat dan peraturan-peraturannya sedangkan 8 menunjuk kepada hari kebangkitan Yesus.

Evraim dari syria

Jika ada makna tunggal di dalam Alkitab maka kita tidak akan kesulitan untuk mendengar. Setiap kata punya bentuk, punya kelompok, punya anggota yang bermaksud untuk mengerti atau memahami setiap orang harus memahami menurut kapasitasnya dan menafsirkan sesuai dengan apa yang dianugerahkanya. Ini artinya setiap orang punya kapasitas untuk menerjemahkan. Secara interpretasi Alkitab PL juga dibaca secara partistic exegesis atau dinyanyikan dan visual atau gambar (icon). Berarti nyanyian didalam liturgy tanpa ikon yang dipakai untuk mengimprementasi Alkitab.

Kenapa Alkitab terdiri dari 3 lapis? Karena Alkitab bukan hanya literal melainkan mistycal.
Philokalia memang adalah satu tulisan tentang kehidupan spiritual tetapi didalamnya juga tertulis mengenai kitab suci. Kitab suci adalah sentral dari tulisan spiritual bapa gereja. Mereka merenungkan Alkitab siang dan malam sebagai doa tanpa putus. St. Symeon mengatakan pengalaman energy dari Roh Kudus diterima oleh setiap orang. St. Jhon Casian menunjukan keutamaan Kitab Suci di dalam kehidupan spiritual. Di dalam Philokalia Kitab Suci dipandang sebagai mystikal. Didalam Roma 15:4 “Ketika kita membaca kitab suci pahamilah makna yang tersembunyi, yang ditulis dari masa lampau ditulis sebagai pelajaran”. Neilos in asketic “kitab suci tidak ditulis secara literali tetapi dibalik itu ada kebenaran yang diungkapkan. St. Maximus berbicara mengenai sumur yakub (Yoh. 4:5-14) untuk mendapatkan air di dalam sumur itu memerlukan usaha, air itu adlaah pengetahuan spiritual yang tersebunyi di dalam sumur, sumur adalah kitab suci jadi setiap orang harus menimba agar mendapatkan air dari dalam sumur itu. Penulis Philokalia melihat Philokalia memiliki karakter misteri yang memiliki makna yang tersembunyi dari setiap kata yang ada. Air adalah spiritul knowledge. Untuk mendapatkan air harus ditimba dengan ember yang adalah usaha untuk menampung air agar usaha tidak sia-sia. Untuk itulah jika kita membaca alkitab dengan tidak memakai ember maka tidak ada yang diperoleh. Ember merupakan hal yang harus dipelajari. Alkitab terdiri dari daging dan roh, yaitu daging adalah historia sedangkan roh adalah mistical.

Alkitab adalah yang ilahi ditulis menjadi bahasa manusia. Logos yang berpakaian kata-kata, perumpamaan, cerita, sejarah merupakan pakaian yang berbahasa indonesia. Karena itu kita juga memerlukan tubuh yang berupa NOUS atau mata batin. Intelek adalah organ untuk menangkap flash dan spirit oleh sebeb itu intelek berperan penting ketika membaca kitab suci. Didalam Yohanes 14: 9-10 ini merupakan ayat yang menunjukan bahwa logos itu berasal dari Bapa. Inkarnasi merupakan kacamata atau lensa dimana kita dapat melihat Firman Allah. Oleh sebab itu ketika kita mau membaca Alkitab maka kita harus memakai organ spiritual kita. Jika kita melihat Kitab Suci hanya merupakan Kitab Suci yang perlu digali atau tidak perlu digali maka itu adalah sebuah kesalahan. Yohanes 14: 9 permintaan Yesus agar filipus dapat melihat Bapa yang berada di dalam Yesus memakai kacamata Rohani (Nous). Maximux mengemukakan “mereka yang berpikir mereka yang bisa menangkap firman Allah dengan pakaian luar itu seperti kisah di dalam Kejadian 39: 9-13 dimana Yusuf yang tidak mau bersetubuh dengan istri orang, dia lari keluar dengan pakaian Yusuf saja.”

Di dalam teks yang lain didalam Philokalia terdapat banyak spiritual meaning didalam Alkitab Kejadian 1: 25-26 “Allah berkata: Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, gambar dan rupa = tunggal sedangkan kita adalah jamak. Ini lebih menunjuk kepada gambar dan rupa dari Allah Tritunggal. Allah yang Esa adalah Allah Bapa, yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang memiliki Roh dan logos. Jadi Allah itu satu segala eksistensi tetapi 3 secara pribadi, ini merupakan satu titik kesadaran yang berbeda, maka itulah disebut kita.

Kejadian 2: 22-25 “Rusuk disini adalah rusuk Adam yang kemudian menjadikan itu seorang perempuan, ini menunjukan bahwa didalam proses pembuatan Adam dibuat terlebih dahulu sesudah itu rusuk dari pada Adam dijadikan perempuan lalu perempuan itu ditempatkan disisi Adam. Perempaun bukan hanya gambar dan rupa Allah tetapi juga diambil dari laki-laki untuk mengelola pekerjaan Adam sebagai penolong dan pendamping bagi Adam. Kalau dia ambil dari tulang rusuk Adam berarti perempuan itu berasal dari laki-laki.. tetapi secara roh Adam dan Hawa sama. Mystical character:

“ Di dalam Taman Eden, perempuan berasal dari laki-laki atau dari Adam. Penjelasan dari Rasul Paulus Adam menjadi kepala dari perempaun, Kristus menjadi kepada dari pada Adam, Allah menjadi kepada dari Kristus.” Didalam Allah memperanakan adakNya. Sama seperti manusia yang meperanakan anak cucunya.

Pada ayat Kejadian 1: 24 4 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Pada saat itu Marriage Two Flesh became one Flesh. Mystical Charakter:

Kristus berasal dari Bapa ketika logos turun ke dunia menjadi manusia dinikahkan dengan gerejanya akhirnya menjadi satu. Nanti akan ada gereja nanti akan ada mempelai perempuan yang akan menikah dengan memperlai laki-laki (ini nubuatan). Jadi satu daging adalah kesatuan tetapi bukan fusion (Menyatu) tetapi union

Intention: Experience, Theosis, Healing

Apa yang diadakan didalam kitab suci kita akan mengalami pengubahan pengalama bersama dengan Roh Kudus. Maximus say: Firman Allah yang hidup. Ada logosnya Allah atau pikirannya Allah yang merupakan Allah itu sendiri. Tujuan Kitab Suci adalah menyingkapkan kebenaran lewat Roh Kudus yang didalamnya terdapat anugerah yaitu energy. Galatia 2: 20 NKJ Galatia 2:16b-20 segala sesuatu yang dipelajari jangan hanya didalam kelas saja melainkan di harus menjadi sebuah pengalaman dari hari lepas hari. “realitanya benar-benar terjadi didalam jiwa kita” melalui membaca Alkitab, berdoa orang intelek manusia dapat menyatu dengan inteleknya ALLAH. Kristus yang bertemu dengan Nikodemus kemudian diselamatkan. Semua kebenaran Kitab Suci logos disampaikan oleh Para Nabi sedangkan didalam Perjanjian Baru logos itu sendiri yang datang untuk berbicara. Tugas kita adalah mengerti arti teks untuk membawa kita di dalam keselamatan. Bahasa didalam Alkitab dibuat supaya manusia mendapatkan keselamatan yang membuat manusia mendapatkan energy dari Allah dikarenakan anugerah Allah yang diberikan.

Kalau kita berbicara bagaimana kita berbicara dan membutuhkan energy dengan cara membaca Alkitab. Setelah itu kita bisa menaati Allah. Waktu kita telah mengatakan “ini mystical chapter” membuat kita semakin mengalami teosis. Kitab suci ibarat roti dari altar Allah kalau itu adalah roti maka itu akan menguatakan spiritual. Maz. 104:  ; Maz. 23:5 berarti roti itu untuk mengalahakn musuh-musuh yang kita hadapi. Dengan membaca Alkitab kita akan mengetahui kehendak Allah di dalam kehidupan kita dari hari kesehati, membaca Alkitab memperkuat hubungan intim kita bersama dengan Allah. Cara tepat mendengar suara Allah adalah membaca Alkitab sedangkan cara tepat untuk berbicara kepada Allah kemudian mengungkapkan hati kita melalui doa dengan hati yang tulus. Maka Allah tidak akan segan- segan menyapa untuk tinggal diam di dalam hati kita.

Personal

Membaca Alkitab adalah hal yang begitu sukar untuk dijalani. Akan tetapi melalui materi yang telah dipaparkan penulis barulah sadar jika membaca Alkitab adalah hal yang begitu penting untuk dijalani. Allah yang tidak dapat dilihat dengan mata, dirabah oleh tangan dan didengar dengan telinga begitu terasa jauh untuk dapat dijangkau. Melalui iman percaya penulis dapat berbahagia untuk dapat satu hal instimewa yang mungkin saja tidak akan penulis dapatkan jika tidak memiliki kepercayaan yang kuat. Keistimewaan adalah berkomunikasi dan mendengar apa kehendak Tuhan didalam diri penulis. Melalui pembacaan Alkitab secara pribadi, membuat penulis merasakan sapaan hangat dan penuh kasih yang Allah lakukan kepada penulis. Akan tetapi sapaan itu juga sering berupa teguran dan koreksi yang membuat penulis sadar akan hal- hal yang harus penulis perbaiki dari hari ke hari. Ini merupakan cara penulis untuk dapat memurnikan jiwa (purification) untuk menjadi semakin serupa dengan Allah dan merasakan hidup bersama dengan Allah. Pelajaran ini mengkoreksi penulis yang mulai jarang melakukan pembacaan Alkitab secara pribadi karena begitu lelah dengan semua aktifitas seharian yang dijalani oleh penulis. Tidak jarang penulis langsung terlelap dan begitu sukar untuk membaca firmanNya. Biarlah kedepanNya penulis dapat memperbaiki diri agar semakin peka akan suaraNya Allah lewat Firman. Amin!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started