Kitab ini ditulis oleh Salomo. Pada abat 10 SM (965-960SM). Song of song adalah Kitab Puisi cinta di Timur Tengah atau ini adalah kitab puisi tentang cinta dari tradisi atau budaya timur tengah. Kitab Puisi cinta ini bukan hanya cintanya salomo kepada istrinya. Ini juga secara typologi merupakan cinta Allah kepada umatNya. Kristus adalah kepala dari gereja sedangkan gereja adalah tubuhnya. Suami adalah kepala sedangkan istri adalah tubuh Kristus.
Tema besar Kidung Agung adalah puisi tentang suami dan istri. Ini bukan puisi pacaran yang belum menikah! Jika ini adalah forsedow tentang Kristus maka ini adalah cinta Kristus dan jemaat. Ini adalah cinta yang saling berbalasan, tidak satu pihak. Gereja adalah pengantin perempuan dari Kristus. Kitab ini termasuk kitab hikmat atau kitab puisi dari salomo.
Outline Kitab:
- Judul: Kitab Kidung Agung dari Salomo
- Pertemuan pertama: Nafsu dari cinta
- Pertemuan kedua: Komitmen (kesetiaan)
- Pertemuan ketiga: Proses pernikahan Salomo
- Pertemuan keempat: Pengantin perempuan mencari cinta dengan suaminya
- Pertemuan kelima: penyatuan dari suami dan istri
- Pertemuan keenam: Kekuatan dari cinta yang sudah menyatu
- Pertemuan ketujuh: Kesimpulan
Origen mengatakan bahwa “Cinta antara suami dan istri, cinta antara tubuh dan jiwa. Cinta antara Allah dan umatNya. Kesetiaan antara suami dan istri begitu juga adalah kesetiaan antara Kristus dan gereja. Cinta dibuktikan di dalam kesetiaan.” Jika konteks pada saat itu Bangsa Israel tidak setia berarti bersinah dengan menyembah berhala. Kitab ini ditulis juga untuk menyadarkan bangsa Israel untuk kembali kepada Allah dan setia kepadaNya.
Di dalam cinta ada yang namanya kesetiaan, kasih, komitmen (passion, intimacy, faithfullness) bukan hanya nafsu. Allah memiliki kemurahan hati, maka Kristus juga memiliki kerendahan hati. Kasih yang natural itu ada kesetiaan.
Eksegesis Kidung Agung 1:1-4
Pasal 1:1 Merupakan pengenalan bahwa salomo yang menulis Kitab Kidung Agung.
Pasal 1:2 Biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya. Sebab cintamu lebih nikmat/ baik dari pada anggur/ sebab buah dadamu lebih baik daripada anggur.
Pasal 1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Pasal 1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
Sintaktik Poin
- Biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya
- Sebab buah dadamu lebih enak/ nikmat dari pada anggur. Sehingga semua para gadis mengasihiMu
- Mereka mendekatkan diri kepadamu
Sematic Content/ Theoria
- “Biarlah ia mencium aku dengan ciuman – ciuman dari mulutnya.”
Kitab ini merupakan pujian pernikahan jadi bukan dalam konteks persinahan antara dua kekasih. Dibalik ada interprestasi spiritual. Istri dan suami. Kristus dan gereja. Didalam cerita yang sederhana didalam Perjanjian Baru “pengantin pria terlambat sehingga pengantin perempuan merindukan akan kasihnya, kita dapat mengerti bahwa pengantin perempuan tidak menyerah menunggu karena ia tahu akan menjadi pengantin perempuan dari Kristus” karena mempelai wanita ini begitu merindukan oleh sebab itu ia mengatakan “biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya” ini merupakan kerinduan gereja yang merindukan kedatangan Kristus yang kedua.
Ciuman adalah simbol dari pada union (theosis). Tetapi gereja itu bukan hanya satu orang tetapi ini adalah kumpulan dari semua orang kudus maka dikatakan “kecupan- kecupan”. Oleh sebab itu menunggu kedatangan Sang mempelai itu ada persiapan (ps. 3-5), ini merupakan penantian gereja. Ada love dessire menunggu kedatangan mempelai laki- laki. Ini merupakan lambang Yesus kemudian mengutus Roh kudus. Pengutusan Roh Kudus persiapan gereja dilakukan untuk menunggu kedatangan Yesus kedua kalinya. Mempelai laki- laki penuh dengan kecantikan, keindahan, pesona, ketampanan inilah yang sedang dibayangkan oleh mempelai perempuan. Mencium ini menunjukan kasih yang begitu dalam dari mempelai wanita.
Dari mulutnya, nanti adanya ciuman Kristus yang merupakan sebuah penyatuan antara Kristus dan gerejaNya di dalam theosis. Ada panyatuan di dalam hikmat dan pengetahuan Kristus.
“Let him kiss me with kisses of his mouth” Ini juga merupakan kalimat doa dengan jiwa. Di dalam tradisi gereja timur sering mencium ikon Kristus sebagai lambang merindukan kedatangan Kristus. Pada bagian ini menjelaskan bahwa firman Allah yang dihembuskan Allah menyempurnakan jiwa kita. Berarti ciuman Kristsus itu demi kesempurnaan jiwa kita. Dari mulut karena mengeluarkan Roh itu sendiri. Ini merupakan ciuman yang Kudus dan misteri. Ketika kita mencari arti dari ciuman itu “Bapa tahu setiap jiwa orang dan Dia tahu kapan jiwa itu menerima kita”
Satu proklamasi kerinduan akan Allah. St. Gregory menyatakan “semakin kita dilimpahi dengan keindahan mempelai laki- laki maka semakin rindu kita” Tuhan mengutus malaikat, para nabi, dan mereka semua membawa karunia roh tetapi jauh lebih indah kalau Allah sendiri yang memberikan diriNya di dalam inkarnasi dan hal itu telah dilakukan oleh Allah Bapa dengan mengirimkan anakNya Yesus Kristus. Jika pada zaman Perjanjian Lama menantikan Sang Mesias yang akan berinkarnasi makan dizaman sekarang setiap orang percaya menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Ini yang seharusnya disadari bahwa kita harus memiliki kerinduan yang tiada akhirnya.
Sebab dadamu lebih baik dari pada anggur, mempelai laki- laki sudah mencurahkan doanya dengan tangan yang terbuka kepada Bapa dan menunggu mempelai perempuan di dalam tangannya yang terbuka yaitu pelukan penuh kasih sementara mempelai perempuan sudah berdoa kepada Bapa dengan penuh kerinduan. Mempelai perempuan berdiri menantiakn mempelai laki- laki dan mempalai laki- laki menyatakan “dadanya” kepada mempelai perempuan (membuka diri kepada mempelai perempuan) cinta atau buah dada disini dimiliki mempelai laki-laki berarti ini merupakan perkataan dari mempelai perempuan. Berarti Kristus membuka diriNya menyatakan diriNya. Mempelai laki- laki yang melihat mempelai perempuan yang merindukan Dia, kini tengah hadir dan mempelai laki- laki membuka dirinya dan membiarkan mempelai perempuan menikmati keharuman dari pengantin laki- laki di dalam cinta kasih tanpa batas.
Terberkatialah orang yang suci hatinya berada didalam pangkuanNya (Yoh. 1:18) sedangkan gerejanya ada didalam hati Yesus. Didalam Yohanes 13: 23-25 dikatakan bahwa “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya” diperkirakan bahwa murid ini adalah Yohanes. Blosom juga disebut dengan hati. Dasar dari hati adalah blossom. Sedangkan dada pengantin perempuan itu baik sebab segala hikmat dan pengetahuan ada padanya.
Wine atau anggur dimaksudkan sebagai seperangkan peraturan hukum taurat yang berada pada Perjanjian Lama. Ini merupakan sebuah kerinduan bahwa Kristus lebih enak dari pada anggur. Dadanya juga lebih superior dari semua peraturan yang diajarkan dari pada hukum taurat. Jadi dadamu lebih baik dari pada anggur ini mau mengatakan bahwa “ajaran- ajaran dikagumi dianggap tua. Padahal ada yang lebih baik.”
“Aku berkata di dalam hatiku, datanglah dan aku ada memberikan sukacita dan melihat wajah Yesus yang begitu indah melampaui semua keindahan dunia” Anggur yang misteri itu adalah tubuh dan darah Kristus yang merupakan misteri wine.
Juruselamat memberikan hal – hal yang baru mengenai anggur yang baru ini melainkan kagum kepada Allah. Di didalam Lukas. 2:46- 27 menunjukan bahwa banyak ahli Taurat kagum dengan apa yang Yesus kecil ungkapkan pada saat di Bait Allah. Ini yang dimaksudkan buah dada lebih nikmat dari pada anggur. Di dalam Matius 5: 21 bagaimana pengajaran Yesus lebih nikmat dari pada anggur lama yang menunjukan kepada semua hukum taurat dan hukum- hukum yang telah disepakati oleh tua- tua Yahudi pada saat itu.
Anggur menuju kepada hukum taurat yang digenapi didalam Yesus. Origen juga mengemukakan pada zaman Yesus anak manusia dikatakan “datang, makan dan minum (Mat. 11:19)” ada yang menuduh Yesus sebagai pelahap dan peminum, hal ini sama dengan kejadian Yesus mengubah air menjadi anggur dan ketika Yesus mengatakan didalam Yohanes 2:1-10 terdapat kata “anggur terbaik” disini Yesus saja membuat anggur terbaik disini menuju kepada Yesus yang merupakan anggur terbaik yaitu darah Yesus diatas kayu salib. Pada zaman kerajaan Salomo mengagumi kecantikan ratu Syeba di dalam 1 Raj. 10: 1-5 “Salomo dikatakan penuh hikmat dan ada kata “anggur” yang menceritakan hikmat dari pada Salomo yang membuat ratu Syeba tercengang” Menurut Church Father: Salomo melambangkan Yesus Kristus sedangkan Ratu Syeba melambangkan bangsa- bangsa di luar Kristus yang tercengang akan pengajaran dan kehidupan Kristus. Di dalam 1 Korintus 2: 1-7 pada ayat ini Yesus menyatakan hikmat Allah yang tersembunyi sebelum dunia dijadikan jadi tidak ada hikmat yang lebih besar dari hikmat Kristus. Jadi apa yang Yesus ajarkan di dalam Kitab Suci tidak dapat dibandingkan dengan ajaran apapun di muka bumi ini (1Kor. 2:7).
Ambrose of Milan says: ini merupakan kerinduan jiwa yang merindukan diatas segala kecantikan, sukacita, mencintai Dia di atas segala wewagian ini merupakan esensi hidup orang beriman. Orang beriman seharusnya punya api yaitu semangat yang akan membuat setiap orang merindukan Tuhan.
St. Theophan mengatakan “ bagaimana kehidupan orang Kristen itu dimulai? Mempunyai persekutuan dengan Allah (Communion with God). Dimana kita akan mempuyai semangat yang mengebu- gebu. Di dalam Lukas 12:49 terdapat “api yang menyala” disini menggambarkan semangat yang menggebu- gebu. St. Theopaan berbicara tantang kehidupan orang percaya yang seharusnya menjadi saksi kasih yang menyenangkan Allah di dalam hatiNya. Api disini yang menyala- menyala yang akan membakar/ menyala melainkan api yang membakar jiwa. Api ini yang akan menerangi seluruh kehidupan orang percaya, secara mysteri orang percaya memiliki api ini. Didalam Markus 9:49 “karena setiap orang akan digarami dengan api yang berarti kita harus mempunyai api yang membuat jiwa kita tidak rusak. Garam mengasinkan ikan sehingga tidak rusak. Ketika kita mempunyai semangat/ api pada Kristus maka kita tidak hancur di dalam dosa/ tidak jatuh di dalam dosa. Paulus mengatakan di dalam 1Tesalonika 5:19 “janganlah padamkan Roh” yang dimaksud adalah Roh Kudus sedangkan di dalam Roma 12:11 terdapat kata “Roh tidak kendor” yang mengambarkan jiwa yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya. Arti dari pada jiwa yang menyala- nyala dari setiap orang percaya dapat dilihat di dalam Filipi 3: 13-14 yang menyatakan bagaimana seharusnya setiap orang percaya memiliki semangat untuk melupakan setiap dosa- dosa an berlari pada tujuan yaitu panggilan di dalam Kristus. Di dalam 1 Korintus 9: 24 terdapat kalimat “larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya” dimana kita diperintahkan untuk mengejar, agar kita memiliki api/ spirit atau roh itu.
- “sebab minyak urapanmu adalah harum, namamu adalah minyak yang bagus yang dikosongkan. Sebab itu para gadis mencintai kamu.”
Semua wewangian ini menunjuk kepada semua peraturan dan hukum yang tidak dapat menandingi hukum Yesus. Di dalam Galatia 4:1 “sebelum akhir balik, masih anak kecil” dimaksudkan setiap orang percaya untuk bertumbuh menjadi dewasa sehingga siap menjadi istri. Ketika kegenapan waktu itu tiba dan mempelai laki- laki itu tiba maka Bapa mengutus Dia sehingga diurapi dengan Roh Kudus. Jadi minyak itu melambangkan pengurapan Roh Kudus. Didalam Gal. 4:4 “setelah genap waktunya” menunggu kegenapan waktu agar supaya seperti yang terdapat di dalam 1Yohanes 4:9 “Allah mengutus AnakNya” Yesus akan diutus untuk kedua kaliNya. Minyak (Roh Kudus) itu mengurapi Sang Anak. Roh Kudus adalah minyak yang paling harum. Ini merupakan bukti bahwa Roh Kudus adalah minyak yang dimaksudkan di dalam Kisah Para Rasul 10:38 “bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus”. Wangi dari pada minyak itu menjelaskan tentang karunia- karunia dari Roh Kudus seperti yang terdapat didalam 2Kor.2: 15-17 “ada wewangian dari Kristus” sebab Yesus diurapi dengan minyak yang wangi tadi. Ini yang membuat Yesus wangi dan memiliki karunia- karunia dari Roh Kudus.
Origen berkata “Roh Kudus mengurapi Kristus berarti Dia mendapatkan wewangian dari Roh Kudus yang dipancarkan.” Kristus adalah jembatan Allah dan manusia berarti wewangian itu juga seharusnya ada didalam mempelai perempuan. Ada wewangian dari mur ini yang disebarkan oleh majelis ini melambangkan kematian Dia. Bagaimana Yesus menjadi wewangian yang paling wangi? Tubuhnya yang wangi itu menunjukan kematian Dia. Kemenyan menandakan Doa Yesus yang membawa doa orang lain kepada Allah. Jadi kematian Kritsus seharusnya lebih seru. Oleh sebab itulah minyak itu harus dikosongkan yang berarti inkarnasi Yesus. Filipi. 2:6-7 “menjadi rupa seorang hamba” Yesus menjadi mediator didalam inkarnasinya yang seharusnya menjadi mur yang harus ditumphakn agar dinikamti semua orang. Minyak yang tertumpah itu menunjukan inkarnasi Yesus yang dapat dinikmati semua orang.
- “Mereka mendekatan diri kepadamu”
Kristus itu adalah wewangian yang menarik setiap orang. Wewangian itu adalah kedatangan, penebusan, passion, kasih. Dan itu menarik sehingga membuat orang mau mencari dan mendekat untuk kita mencari – cari wewangian itu. Bahkan di dalam 1Korintus 9:24 “larilah” disini menuju kepada larilah menuju wewangian. Ini berarti wewangian itu adalah Kristus. 2 Kor. 2:15 ternyata kita juga dapat mencium wangi kehidupan.
Para gadis yang mendekatkan diri kepada Yesus dan menarik Yesus untuk mendekat kepada mereka. Ini hal yang mengaku kepada gereja ketika disempurnakan. Akan tetapi banyak juga gadis yang masih berada di bawah instruksi dan masih berada di jalan mereka sendiri. Akan tetapi mereka tetap mencoba untuk mendekatkan diri kepada Kristus. Akhirnya Yesus pergi kesana, dan berada ditengah- tengah mereka karena ketika Kristus melihat tiga atau dua orang berkumpul bersama dalam namanya. Dia pergi kesana dan berada di tengah- tengah mereka. Ini melambangkan kesatuan pikiran. Namun, ini bukan hanya sekedar pikiran melainkan diikuti dengan jiwa yang berada di dalam Firman Tuhan. Yesus yang bersedia ditarik dan datang dengan senang hati ini mengambarkan Dia dengan sopan. Ketika Yesus ditarik semakin dalam kekehidupan para gadis hal yang diperoleh oleh para gadis adalah kekuatan dan terus terikat didalam kasihNya, mereka bersatu denganNya, dan tidak akan memiliki kekuatan lebih lanjut untuk bergerak lagi. Karena mereka akan bersatu di dalam semangat denganNya.
Sementara itu tampaknya mempelai perempuan yang dikaitkan dengn dirinya sendiri. Wangi yang berasal dari mempelai laki- laki dinikamat oleh indra penciuman. Ini membuat mempelai wanita untuk berlari dan maju menuju kepada mempelai pria. Ini menunjukan bagaimana seharsunya gereja mau untuk berlari mendekat kepada Allah melalui purification. Diingatkan juga didalam berlari ada aturan yang harus ditaati oleh mempelai yang berarti gereja diperitahkan untuk menjadi pribadi yang taat melakukan perintah Kristus yang adalah kepala gereja. Jadi bagi setiap orang percaya haruslah terus memacu diri untuk mendekat kepada Allah. Untuk dapat mencapai Theosisi bersama dengan Allah.
Personal
Di dalam tulisan ini penulis kemudian mulai memikirkan dan tertegur dengan poin ke tiga yang mengungah hati penulis secara pribadi. “Mereka mendekatkan diri kepadamu” pada bagian ini penulis kemudian mulai berpikir. Mendekatkan diri? Ini selalu saja menjadi hal yang begitu abstrak tetapi sangat penulis rindukan. Mazmur 42:2 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Inilah perasaan yang selalu penulis rasakan dari hari kesehari. Jiwa yang merindukan Allah menjadi acuan pasti penulis untuk melangkahkan kaki mendekat kepadaNya. Mendekatkan diri kepadaMu? Layakkah saya? Ditengah keberdosaan, kemerosotan iman, kebinggungan yang tidak kunjung terjawabkan dan masa depan yang seperti tidak jelas membuat penulis begitu sulit untuk mendekatkan diri kepadaMu. Penulis tahu dan paham akan pentingnya mendekat kepadaMu tetapi kaki begitu sulit untuk melangkah. Purification seharusnya dijalani setiap harinya tetapi penulis merasakan begitu susah untuk mulai berjalan. “Rusa yang rindu akan sungaiMu.” Sungai dialiri oleh air sedangkan Yesus mengaliri air kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Penulispun pada titik sadar dan menemukan penyebab kenapa penulis kesusahan untuk melangkan mendekat kepadaNya…. Penulis terlalu tinggi hati dan tidak mau untuk disalahkan ataupun dikoreksi olehNya. Merendahkan hati menjadi hal atau pacuan yang dapat membuat penulis untuk mengambil langkah. Sujud dikaki Yesus, ungkapkan semua kekuarangan dengan penuh kehancuran hati. Akui dosa. Maka Yesus yang begitu megasihi manusia akan menyambut dengan tangan terbuka atau Yesus akan datang sendiri dengan senang hati untuk dapat memeluk penulis, menyapa penulis dan kemudian pulihkan penulis dengan kasihNya yang begitu dalam. Amin!