
Pendahuluan
Seperti yang telah diketahui sebelumnya tema umum di dalam Kitab Kidung Agung adalah kasih mempelai laki- laki kepada mempelai perempuan. Kasih yang dituliskan di dalam kitab ini merupakan kasih timbal balik bukan kasih satu arah. Kasih yang berada didalam kitab ini juga adalah kasih Kristus kepada jemaatNya. Untuk itulah ketika menerjemahkan atau mengeksegesis kitab ini seharusnya dilakukan dengan cara alegory.
Terjemahan Literal
Kidung Agung 1:5 Aku gelap/ hitam dan/ tetapi cantik/ baik. Oh putri- putri Yerusalem seperti kain/ tirai- tirai orang Salama (keturunan Salomo)
Semantik Poin
- Aku hitam dan cantik.
- Oh, puteri – puteri Yerusalem
- Seperti tenda kedar (hitam)
- Seperti tirai Salomo
Sematik Konten
- Iam black and beautiful
Menurut Origen, alegory dari “Aku Hitam/ gelap tetapi cantik” merupakan hasil dari perbuatan dosa. Gregory of Nyssa berkata “Ketika gereja atau mempelai perempuan berdoa dan menjadi gelap karena dosa – dosanya maka disitulah nampak terang dari Allah. Seperti pada siang hari terang dari bukan tidak dapat untuk dilihat sedangkan ketika malam hari terang dari bulan dapat diluhat dengan jelas. Bulan disini menuju kepada manusia sedangkan matahari yang sejati adalah Allah. Jadi ketika manusia berdoa maka akan diberikan cahaya oleh Allah melalui pancaran anugerahNya. Karena disaat orang percaya menjadi gelaplah maka setiap orang percaya akan memancarkan terang yang diberikan oleh Allah. Oleh karena itulah ditengah dunia yang gelap ini orang percaya diperintahkan untuk menjadi terang bagi orang lain.
Aku hitam tetapi cantik ini menunjukan bahwa orang percaya yang tinggal di dalam dunia yang berdosa dan memang berdosa, berada di dalam kegelapan telah menerima terang dari Allah dan seharusnya dapat memancarkan terang Allah kepada orang lain. Kata Origen “jangan melihat aku dari warna kulitku” ini disebabkan “aku yang gelap” merupakan simbolis gereja yang memang berasal dari orang – orang yang gelap atau berdosa. Ini juga menunjukan bahwa gereja seharusnya datang untuk orang – orang berdosa. Gregory The Dialogist mengatakan “Hitam menunjukan kepada gereja yang mengalami penganiayaan. Contoh gereja yang mengalami penganiayaan adalah Stefanus yang mengalami penyiksaan dari Israel”. Ambrose oF Milan mengatakan “inilah adalah kondisi yang alami sama seperti manusia yang tidak dapat memilih warna kulit.”
Jerome mengatakan bahwa “hitam itu natural oleh sebab itulah orang percaya seharusnya bertobat didalam dosa.” Jadi kata Ambrose Of Milan “Hitam menunjukan kepada dosa yang memang kondisi natural dari pada manusia sedangkan cantik merupakan anugerah Allah.” Menjadi cantik merupakan suatu pemberian Yesus di dalam penebusan yang Dia kerjakan, kita ini yang merupakan gereja yang hitam yang harus berjuang melawan dosa maka Tuhan akan memberikan kemenangan dengan memakaikan mahkota yang indah. Kata Kalistos Ware “Penyaliban merupakan sebuah kemenangan bukan kekalahan dari dosa.” Banyak orang yang memang melihat kekalahan dan kutukan berasal dari kayu salib tetapi seharusnya setiap orang percaya melihat semua itu adalah keindahan. Jadi orang- orang yang mengatakan dirinya gelap maka mereka akan mengatakan dirinya cantik ini merupakan sebuah gambaran bahwa hanya orang- orang yang mengakui dirinya berdosa maka akan menerima pengampunan dari Allah.
- Oh, puteri – puteri Yerusalem
Siapa sebenarnya putri – putri Yerusalem ini? Ini menunjukan kepada keturunan dari pada nenek moyang bangsa Israel atau Abraham yang merupakan musuh atau nantinya tidak percaya dari pada injil atau Kristus (Rom. 11:28). Mereka merupakan keturunan Israel yang adalah bangsa pilihan Allah tetapi tidak mempercayai injil Allah. Di dalam Maz. 44: 11- 12 merupakan penjelasan bahwa putri – putri Yerusalem merupakan mereka yang menyerahkan Yesus dan menyalibkan Yesus. Aquinas Study Bible “ Ini merupakan.. dan disebut putri Yerusalem merupakan orang –orang yang lemah, memiliki feminisme yang menunjukan kepada wanita yang pada dasarnya lemah. Menurut Bede “ini merupakan jiwa yang tidak percaya kepada sakramen (tubuh dan darah Yesus). Jerome berkata “seseorang akan menyatu dengan istrinya, ini menunjukan kepada orang percaya dan Kristus yang akan menjadi satu, kalau kita kelak menyatu dengan Kristus maka kita akan disucikan olehNya. Akan tetapi tidak semua putri Yerusalem akan melawan Injil tetapi ada juga yang menerima Yesus dan percaya. Daughters of Jerusalem terbagi menjadi 2 yaitu hitam (Kedar) yang anti injil dan Lovely (tirai Salomo) para rasul/ gereja. Di dalam Kisah Para Rasul 2: 8-11 disini menunjukan bahwa gereja tidak hanya memilih keturunan Abraham melainkan juga semua orang atau orang – orang non Yahudi
- Seperti tenda kedar (hitam)
Didalam Kejadian 25: 13 terdapat kata “kedar” yang merupakan anak kedua dari Ismael yang menunjukan kepada kulit yang gelap seperti orang Afrika. Keturunan Ismael disini turut berbagi berkat dari Allah. Itu berarti keturunan mereka juga mengenal hukum Taurat Musa tetapi ada yang menerima dan ada yang tidak menerima. Ini merupakan bayangan bahwa nantinya gereja akan diisi bukan saja oleh orang Yahudi melainkan juga orang bukan Yahudi. Dikatakan “mereka hitam tetapi cantik” di dalam Bilangan 12:1 tertulis dengan jelas bahwa Musa yang pada zamannya merupakan pemimpin tertinggi dari Allah untuk Bangsa Israel mengambil seorang wanita diluar Bangsa Israel sebagai isteri, wanita ini berasal dari Kush atau Antiophia. Hal ini pun dengan sangat jelas menunjukan bahwa Kristus yang adalah alegory dari Musa menerima setip pribadi manusia tanoa memandang warna kulit dan menerima seseorang bukan karena sebuah hal yang mengagumkan melainkan karena real dari kasihNya terhadap setiap pribadi.
Di dalam 1 Raja- raja 10: 1- 10 terdapat suatu nubuat tentang Bangsa Kedar yang sangat mengasihi Allah. Banyak orang yang datang kepada Kristus berasal dari Gentiles (orang bukan Yahudi). Bangsa Gentiles yang mendengar injil. Ratu Syeba merupakan typologis dari Gentiles yang bertobat. Di dalam Yeremia 38: 10; 39: 15 terdapat narasi mengenai kebun anggur dan anggur yang diluar kebun Yerusalem merujuk kepada gereja yang akan ada diseluruh dunia. Musa sebagai seorang Imam seharusnya tidak bisa mengambil isteri diluar Israel maka ini menunjukan bahwa nantinya akan ada Gentiles yang mengikuti Yesus. Ratu Syeba yang datang dari Etiophia dituliskan kembali di dalam Matius 12: 42 yang mengutip 1 Raja- raja 10:9 akan tetapi disini tidak menunjukan kepada vigur dari Ratu Syeba melainkan perkataan/ ucapan dari pada Ratu Syeba, yang mengaku bahwa dia percaya kepada Allah. Ratu Syeba yang percaya kepada Allah berasal dari bangsa bukan Yahudi diberikan hak yang sama oleh Allah untuk menikmati atau ambil bagian di dalam berkat sebagai bangsa pilihan seperti yang diterima oleh Bangsa Israel.
- Seperti Tirai Salomo
Tirai Salomo menunjukan kepada tirai dari pada bait Suci yang dibangun oleh Salomo. Tirai dari bait suci itu dikatakan akan dibuka berarti temple dari bait Allah itu akan dibuka. Tirai ini yang nantinya akan menjadi daging di dalam inkarnasi. Menurut Origen “tirai Salomo” adalah mysteri dari inkarnasi. Di dalam Keluaran 26: 7-13 tirai yang mengelilingi kemah suci merupakan kesaksian bahwa Tabernakel ada di sana. Jadi Tabernakel akan dikelilingi oleh tirai dan Taberakel merupakan typology dari Kristus sedangkan “tenda” merupakan typology dari gereja. Di dalam Yoh. 1:14 tertulis bahwa “firman yang menjadi daging” berarti Tabernakel menjadi manusia. Tetapi tidak berhenti disitu melainkan tinggal di antara kita. Tabernakel ini berkemah didalam orang percaya. Dia menjadi manusia. Kalau Dia membuat kemah maka orang percaya mengelilingi Yesus. Allah berkemah di antara Jemaat-Nya. Apa yang terjadi ketika Yesus ada di tengah- tengah orang percaya dapat dilihat ketika Yesus yang membuat kemah di dalam diri orang percaya. Yang didiami oleh Firman yang menjadi manusia. Ini menunjukan kehidupan daging. Jadi Yesus punya kehidupan daging. “Diam di anatara kita” ini berbicara mengenai kehidupan spiritual. Dia bertahktha di dalam diri setiap orang percaya. Setelah itu orang percaya akan melihat kemuliaan- kemuliaan Allah dan juga dapat menyentuh Yesus Kristus. Doxa berarti glory. Seperti permata yang berkilau akibat terkena cahaya. Jadi kemuliaan yang dilihat adalah anugerah Allah. Kemuliaan ini diberikan kepada Yesus sebagai Anak Tunggal Allah. Anak Allah disini diperanakan oleh Allah berarti yang bertabernakel di dalam diri orang percaya adalah Allah yang kemuliaanNya dapat digenggam. Yang pada akhirnya Tabernakel ini memiliki iman dan anugerah yang tidak dapat dipisahkan dari kemuliaan Allah dan terangnya Allah.
Truth disini berbicara mengenai Allah itu sendiri. Jika ada yang mengatakan kebenaran maka kebenaran adalah Allah itu sendiri. Kebenaran (truth) hanya satu satunya atau absolut yaitu Allah. Oleh sebab itulah setiap orang mengupayahkan untuk mencari kebenaran (rightessnoss) dalam mengetahui truth atau Allah itu sendiri. Jika hal ini terus dikerjakan maka Allah itu sendiri akan menyatakan secara langsung kebenaran yang adalah diriNya sendiri bagi setiap orang percaya.
Personal
Di dalam ayat 5 ini terdapat gambaran yang luar biasa. Bagaimana mempelai laki- laki begitu mengagumi memperlai wanitanya tanpa memandang fisik ataupun warna kulit. Sungguh indah ketika penulis mulai untuk membaca serta merenungkan kembali spiritual meaning yang ada dibalik puisi cinta di dalam Kitab Kidung Agung ini. Hanya satu ayat tetapi menyimpan mistery yang begitu luar biasa dalam menumbuhkan iman penulis. Fakta- fakta tentang kasih Allah yang begitu indah dan tak dapat dibayangkan. Manusia yang pada dasarnya telah berdosa melalui dosa turunan yang dimiliki oleh Adam dan Hawa merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap orang percaya. Oleh sebab itulah dari hari lepas hari setiap manusia seharusnya melakukan pertobatan (repetance) atas segala kesalahan yang disegaja ataupun tidak. Karena tidak ada seorangun yang benar dihadapan Allah (Rom. 3:10). Seperti yang Rasul Paulus katakan didalam Roma 3:9-12 bahwa satu tindakan pun tidak ada yang benar jadi seharusnya tidak ada pembenaran diri dan kebanggan diri yang dimiliki oleh setiap orang percaya. Akan tetapi, ketika Yesus yang adalah Tabernakel yang menjadi manusia. Menebus setiap orang percaya dengan penuh kerendahan hati. Ini adalah anugerah Allah bagi setiap orang percaya yang seharusnya patut untuk disyukuri. Allah memberikan anugerah atas dasar kasihNya bagi setiap orang percaya. Jadi ketika orang percaya yang begitu hitam ini mau untuk melepaskan dosa dan kembali kepada Allah maka Allah yang adalah kasih dengan penuh anugerah akan memperbaharui orang percaya sepenuhnya, seperti yang dikatakan St. Isaiah dari Solitary: Be attentive to yourself, so that nothing destructive can separate you from the love of God. Guard your heart, and do not grow listless and say: “How shall I guard it, since I am a sinner?” For when a man abandons his sins and returns to God, his repentance regenerates him and renews him entirely.[1] Perkataan Isaiah ini juga dikutip dari Rasul Paulus: “Here Isaiah the Solitary expresses the same confidence that Paul speaks of in Romans 8:38–39, that “nothing can separate us from the love of God.” All that is required is for the sinner to repent and return to God”[2] tidak ada satu hal pun yang dapat memisahkan semua orang percaya dari kasihNya Allah. Inkarnasi Allah telah membawa keselamatan bukan hanya kepada bangsa pilihan melainkan bagi orang – orang yang diluar bangsa pilihan yang mau mengaku bahwa Yesus adalah Allah. Jadi pertobatan adalah langkah awal setiap orang untuk memperoleh kasih Allah.
[1] Allyne Smyth, Philokalia the Eastern Christian Spiritual Texts: Selection Annotated & Explained, terj. G. E. H. Palmer, et.al., (Woodstock: Skylight Paths, 2011), 26.
[2] Philokalia, Skylight, 48.