Pembaharuan Manusia Baru Galatia 5: 24

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Terjamahan Literal

Subjek: οἱ δὲ τοῦ Χριστοῦ = Tetapi mereka yang menjadi milik Kristus

Tetapi mereka yang menjadi milik Kristus menyalibkan daging bersama dengan nafsu dan keinginannya.

Sintaktik Poin

  1. Mereka yang menjadi milik Kristus menyalibkan dagingnya bersama dengan nafsu daging tersebut

Semantik Konten

Rasul Paulus merupakan Rasul yang tidak menjalani kehidupan 3.5 tahun bersama- sama dengan Yesus. Ia adalah Rasul yang tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri Yesus. Dia merupakan Rasul yang kehidupannya berkelimang dengan harta sebelum berjumpa dengan Yesus. Dia memiliki 2 warga kenegaraan pada saat itu dan hal itu merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Paulus merupakan pribadi terpelajar dan menjadi musuh besar bagi setiap orang percaya sebelum Yesus menjamah hatinya yang paling dalam. Hidup berkecukupan, tidak kekurangan, penuh dengan kekuasaan, cerdas dan dunia seakan- akan berada di dalam genggaman tangan merupakan hal yang menjadi impian setiap manusia. Dan Paulus adalah pribadi yang memiliki semuanya itu. Akan tetapi pada satu ketika, perjalanan misi untuk mencari dan membunuh orang percaya Paulus atau pada saat itu disebut Saulus bertemu dengan Yesus di dalam penglihatannya. Hati terdalam Saulus disentuh oleh Yesus dengan kasihNya. Saulus yang begitu cerdas menjadi tak berdaya dan seperti orang yang bodoh atau disihir Sauluspun mengaku percaya kepada Yesus dan mengganti nama menjadi Paulus.

Dari hari kehari pengenalan Paulus akan Kristus semakin intim dan semakin dalam. Semua hukum taurat dan peraturan orang Yahudipun Paulus pakai untuk membela imannya kepada Kristus. Paulus dicaci, dimaki, dibuang dan berbagai macam cercaan tertuju kepadanya karena mengikut Yesus. Tetapi Paulus tidak mempedulikan hal tersebut Paulus dengan sepenuh hati menyerahkan kehidupannya seluruhnya kepada Kristus yang ia telah imani. Oleh sebab itulah di dalam Galatia 5: 24 Paulus seperti menuliskan sendiri pengalaman yang telah ia jalani dan lalui bahwa “setiap orang yang telah menjadi milik Yesus, seharusnya menyalibkan daging dan segala keinginannya” hal ini disarankan oleh Paulus karena ia sadar jika hal itu tidak dilakukan maka segala keinginan yang ada di dalam anggota tubuh manusia tidak dapat dikendalikan sama sekali. Karena segala keinginan dan hawa nafsu berasal dari tubuh manusia itu sendiri.

Di dalam Galatia 2: 20; 6:14 dituliskan bahwa setiap orang percaya yang telah menjadi milik Kristus harus dapat menyalibkan daging. Daging disini jika diterjemahkan secara literal memang tubuh yang dimiliki manusia secara jasmania atau anggota tubuh manusia itu sendiri. Akan tetapi perlu diketahui di dalam Roma 7: 5 dipaparkan bahwa anggota- anggota tubuh kita bergerak karena hawa nafsu yang sering disebut epitumia patos sedangkan epitumia patos didalam diri manusia itu netral karena berasal dari pada jiwa manusia, untuk itulah semua ini tergantung bagaimana cara manusia mengendalikan hawa nafsu tersebut (Galatia 5: 17). Jika epitumia patos dikuasai oleh hawa nafsu daging maka yang akan menguasai kehidupan kita adalah dosa. Hawa nafsu yang bekerja inilah kemudian menghasilkan nafsu daging yang disalurkan oleh anggota tubuh manusia. Jadi sebenarnya anggota tubuh manusia hanyalah sebagai penyalur sedangkan yang mengerjakan adalah nafsu daging. Kalau hal ini dikerjakan secara terus menerus maka akan menghasilkan dosa. Untuk itulah sebenarnya yang perlu disalibkan adalah hawa nafsu yang ada di dalam tubuh manusia, bukan daging atau tubuh manusia. Peirasmos yang ada di dalam tubuh manusia akan dijelaskan dari mana asalnya. Epitumia dapat muncul lewat spirit yang disalurkan oleh daging dan roh. Nous di dalam diri manusia sebenarnya berfungsi seperti Allah Bapa sebagai sumber yang bersifat natural. Bapa yang memperanakan Anak dan mengeluarkan Roh Kudus sedangakn NOUS mengeluarkan Reason, dan desire. Akan tetapi ketika reason, emotion dan desire yang sudah disalukan oleh Soul dapat dimasuki oleh iblis. Jika iblis berhasil maka pada akhirnya menjadi nafsu daging. Nafsu daging pun dapat dikuasai oleh Roh.

Jika orang percaya telah dibabtis maka secara otomatis akan menjadi milik Kristus. Karena ketika dibabtiskan didalam air yang merupakan lambang dari pada penyaliban, penguburan dan kebangkitan orang percaya itu berarti penyaliban telah berada di dalam sakramen babtisan itu sendiri. Ketika orang percaya dibangkitkan maka akan memiliki NOUS yang baru. Setelah memakai pakaian Kristus, menjadi manusia baru, dan kita hidup lagi. Didalam Efesus 4: 23 dituliskan “supaya kamu dibahaui Roh dari NOUSmu” ini yang seharusnya diperbaharui jadi manusia baru itu adalah berarti NOUS, spirit, dan rohnya yang baru. Oleh sebab itulah di dalam Efesus 4: 17 juga Paulus menegaskan bahwa “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.” Jangan hanya pakaian yang baru sedangkan isi nya tidak baru! Ketika orang percaya sudah mengenakan pakaian baru, seharusnya dari hari ke hari dapat memperbaharui diri untuk segambar dan serupa dengan Kristus (Kolose 3:10; 8: 29). Orang percaya yang diciptakan menurut pola Kristus inilah yang seharusnya memiliki kehidupan yang semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Di dalam Galatia 4: 19 dikatakan pula pembaharuan ini harus terus dilakukan “sampai rupa Kristus dibentuk didalam setiap orang percaya.” Ringkasnya pakaian Kristus atau manusia baru ini sedang mengalami pembaharuan sampai pada akhirnya menjadi gambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. Jiwa (reason, emotion dan desire) yang seharusnya mengalami pendewasaan dari hari lepas hari. Jadi Paulus berbicara sebenarnya bukan pertumbuhan fisik melainkan jasmani, tanda sifat dewasa disini menunjuk kepada meninggalkan sifat kanak – kanak (1Kor. 13:11). Kita seharusnya mengalami kedewasaan penuh bukan lagi anak kecil atau bayi (Ef. 4:13). Tubuh juga pada akhirnya akan mengalami pendewasaan kembali (Fil. 3:21). Tubuh akan diperbaharui oleh Allah dan akan mengenakan tubuh yang baru. Kebangkitan tubuh adalah hal yang nyata. Jadi kalau dikatakan “kita adalah manusai baru” disini mencangkup roh, jiwa dan tubuh yang seharusnya sempurna. Dan pada akhirnya nanti setiap orang percaya akan menjadi gods by energy of God  dana akan membawa kepada theosis.

Pembaharuan Manusia Baru

Jika teosis yang menjadi tujuan akhir dari pada setiap orang percaya maka proses untuk menuju kesana adalah dengan terus menerus memperbaharui kemanusiaan baru. Manusia baru yang telah dimiliki oleh setiap orang percaya ini dikejakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus (Kol. 3:10; Fil. 2: 13). Akan tetapi, Allah juga mengaharapkan kerjasama dari setiap orang percaya untuk dapat bersinergy dengan Dia di dalam memperbaharui manusia baru setiap individu. Hal ini menunjukan bahwa Allah tidak menganggap orang percaya sebagai hamba melainkan sebagai kawan sekerja Allah dan bangunannya Allah (1Kor. 3:9). Orang percaya pun diperintahkan untuk aktif tetapi tidak  bekerja sendirian. Untuk itulah proses pembaharuan seharusnya dikerjakan secara bersama- sama secara terus menerus sampai orang percaya menjadi serupa dengan Kristus. Pembaharuan manusai baru harus dikerjakan dari dalam karena apa yang keluar itulah yang menajiskan (Mar.  7: 20-21). Orang yang baik keluar dari hatinya yang baik sedangkan orang yang jahat keluar dari hati yang jahat (Mat. 12: 35). Inilah yang menyebabkan orang percaya dari hari kesehari seharusnya memperbaharui hati. Mengerjakan pembaharuan ini dimulai dari dalam hati yang merupakan sumber yang baik dan yang buruk. Hati adalah gudang jiwa (Id). Pembaharuan apa yang seharusnya dikerjakan didalam hati? Rasul Paulus mengingatkan di dalam Roma 12:2 “jangan serupa dengan dunia ini, tetapi lakukan pembaharuan akal budi” disini “akal budi  = NOUS. NOUS adalah mata. Nous ini yang menentukan gelap terang tubuh orang percaya. Oleh karena Nous adalah pelita tubuh dan nous ini harus diperbaharui terus menerus (Rom. 12:2) sehingga nous ini mengenakan nous Kristus (1Kor. 2:16).

Personal

Manusia Baru diperoleh ketika setiap orang percaya mau mengakui semua dosa dan kesalahannya kepada Allah. St. Mark the Ascetic mengatakan: “He who repents rightly does not imagine that it is his own effort that cancels his former sins; but through this effort he makes his peace with God”[1] setiap orang yang meu mengaku dosanya kepada Allah akan memperoleh pendamaian bersama dengan Allah. Dan ketika menjadi manusia baru terdapat fakta yang menarik bahwa Allah akan mengerjakan pembaharuan di dalam setiap diri orang percaya. Dia tidak akan meninggalkan anakNya sendiri berjuang melawan semua musuh yang datang untuk menyerang. Mark juga mengutip apa yang menjadi perkataan dari Petrus di dalam kitab suci “Mark suggests that salvation, while the work of God, nonetheless requires our participation. In the Orthodox tradition this is called synergism, a term that derives from the biblical statement of St. Peter that we are “cooperators” with God (synergoi )”[2] inilah adalah fakta yang begitu menguatkan bagi penulis. Allah yang bekerjasama atau bersinergy bersama dengan setiap orang percaya akan memberikan kekuatan secara terus menerus. Karena Allah tidak akan memberikan pencobaan yang diluar dengan kemampuan kita (1Kor. 10:13).


[1] Allyne Smyth, Philokalia the Eastern Christian Spiritual Texts: Selection Annotated & Explained, terj. G. E. H. Palmer, et.al., (Woodstock: Skylight Paths, 2011), 26.

[2] Philokalia, Skylight, 48.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started