Parfum Of Christ (Kidung Agung 1:12)

Lebih Percaya Diri Tampil di Muka Umum dengan 9 Varian Aroma Parfum Mont  Blanc yang Elegan

BGT  Song of Solomon 1:12 ἕως οὗ ὁ βασιλεὺς ἐν ἀνακλίσει αὐτοῦ νάρδος μου ἔδωκεν ὀσμὴν αὐτοῦ

  WTT Song of Solomon 1:12 עַד־שֶׁ֤הַמֶּ֙לֶךְ֙ בִּמְסִבּ֔וֹ נִרְדִּ֖י נָתַ֥ן רֵיחֽוֹ׃

ITB  Song of Solomon 1:12 Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.

Terjemahan Literal:

  1. Sementara raja itu berada sekita mejanya, minyak narwastuku memancarkan harum

Point Syntactic:

  1. Sementara raja itu berada disekita mejanya,
  2. Minyak narwastuku memancarkan harum

Semantic Content:

  1. Sementara Raja Itu Berada Disekitar Mejanya,

 Markus 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Teks di Perjanjian lama itu telah digenapi oleh Maria dalam Perjanjian Baru. Berbicara mengenai minya narfastu di dalam Kitab Kidung Agung menunju keada satu pribadi yaitu Maria (Luk. 7: 37; Yoh. 11:2).  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Ini adalah satu peristiwa pada saat itu sebagai tipologi dalam Kidung Agung 1:12.

Maria yang dimaksud disini adalah Maria yang merupakan Maria pembawa mur yang agung dan suci dari Betania adalah salah satu murid perempuan Yesus. Dia dan saudara perempuannya, Martha, dirayakan sebagai orang suci pada pesta bersama mereka tanggal 4 Juni. Mereka juga diperingati pada Minggu Ketiga Pascha atau Minggu Wanita Pembawa Mur. Marta dan Maria adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus bahkan sebelum Yesus Kristus membangkitkan saudara mereka St. Lazarus (17 Oktober) dari kematian. Setelah Kenaikan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dan pembunuhan diaken agung Stefanus, penganiayaan terhadap Gereja Yerusalem pecah, dan Lazarus yang Benar diusir dari Yerusalem. Para suster kemudian membantu saudara mereka dalam mewartakan Injil di berbagai negeri. Mereka beristirahat di Siprus, di mana saudara mereka menjadi Uskup Kition pertama setelah kebangkitannya dari kematian. Kami tidak tahu bagaimana mereka mati.

Origen memberikan sebuah penjelasan mengenai maksud dari Maria yang meminyaki kaki Yesus itu! Kristus sendiri adalah Mesias. Mesias mempunyai arti orang yang di urapi. Dalam Perjanjian Lama orang yang diurapi identic dengan seorang imam Raja, Nabi. Hasil dari pada Mari ayang mengurapi kaki Yesus adalah seluruh ruangan semerbak dengan bau harum tersebut. Hal ini mengungkapkan bahwa Yesus adalah benar- benar mempelai laki- laki. Memperoleh minyak yang harum untuk mengurapi Dia yang dilakukan oleh gereja menandakan bahwa gereja betul-betul mempersiapkan diri dalam menyambut mempelai laki-laki yang akan datang. Tugas mempelai perempuan itu adalah menyambut kedatangan sang mempelai laki-laki. Sama seperti Maria mengantisipasi penyaliban dan kematian Kristus. Hal yang sama juga dilakukan oleh 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana di dalam Matius 25: 1- 13 yang menceritakan: Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.  Dari cerita diatas dapat dilihat bahwa terdapat perbedahan yang begitu signifikan dari mempelai wanita yang tidak mengantisikapsi dengan mempelai wanita yang tidak mengantisipasi, hasil akhir yang diterima juga sangat jauh berbeda. Minyak adalah bagian dari antisipasi atau kejaga-jagaan dalam penyambutan kematian Kristus dan Kristus datang kepada kita. Minyak itu adalah Kristus. Dia adalah minyak yang berbau harum. Ketika gereja menerima Dia kita sendiri menerima pengharuman itu. Sama seperti yang di katakan Rasul Paulus di dalam 2 Korintus 2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

  • Minyak Narwastuku Memancarkan Harum

Bau harum yang dimaksudkan adalah kita dilahirkan dari Kristus dan memancarkan bau itu yaitu keharuman Kristus dan Roh kudus. Jika Roh kudus itu yang memmenuhi diri kita maka kita menerima harum bau Kristus. Bahwa memang kita sebagai bau harum Kristus yang akan menjadi mempelai wanita dari pada mempelai laki- laki yairu Kristus itu dan kita disuruh untuk melalukan perbuatan yang baik. Melalukan kebaikan kita membutuhkan bau harum Kristus. Jika kita sungguh-sungguh memiliki Kristus, maka kita sedang melakukan perbuatan yang baik kepada Kristus. Dan jika kita memperlakukan apa yang Kristus kerjakan itu maka kita sedang mengerjakan segala terdapat di dalam firman Allah itu sebagai air kehidupan. Didalam Mazmur 104:15 dikatakan “Dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.” Hal inilah yang seharusnya ada di dalam diri setiap orang yang percaya kepadaNya. Rasul Paulus mengatakan di dalam Ibrani 5:14 “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Dan itu semua adalah makanan keras yang perlu kita simak sehingga kita semakin dewasa dan untuk mendewasakan kita.” Seharusnya semakin lama kita hidup, semakin hidup kita sungguh-sungguh kepada Kristus. sama seperti yang di katakan Rasul Paulus yaitu ia meninggalkan hal-hal itu yaitu azas-azas duniawi. Kalau Kristus adalah terang dunia, maka sama juga di sebut juga minyak narwastu. Dan punya kepekaan di dalam mencium, sehingga kita merasakan keharuman itu yaitu Kristus itu dan firman Allah itu. Dan kita adalah harum dari minyak itu sehingga bisa memancarkan minyak narwastu itu yaitu bau harumnya Kristus itu.

Obedience (Moral):

  1. Kita harus punya kepakaan dalam melalukam firman Allah itu dan punya ketaatan dalam mendengarkan firman Allah itu. Sehingga kita dapat memancarkan bau harumnya Kristus itu dan orang lain dapat merasakannya.

Aplikasi sederhana:

  1. Kita wajib punya kepekaan dan kepastian ketika menyambut kedatangan Kristus dan sambil berjaga-jaga.
  2. Selalu ingat kita adalah bau harum Kristus dan seharusnya orang lain dapat mencium minya yang begitu harum melalui kita (2 Kor. 2)

Anagogic:

Mempersiapkan diri pada saat Yesus datang. Dengan cara kuduskan diri untuk kedatangan Yesus. Kita tidak boleh kosong akan anugerah Allah. Melainkan terus menerus meraihnya dan kita dapat bersyukur kepadaNya setiap harinya.

Referensi:

https://orthodoxwiki.org/Mary_of_Bethany

https://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan_gadis-gadis_yang_bijaksana_dan_gadis-gadis_yang_bodoh

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started