The Ascetic Life by Saint Maximus the Confessor

The Heritage of the Desert Fathers” Research Project | Citydesert

Ini adalah sebuah tulisan berupa tanya jawab yang bertujuan untuk mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang ketika ia telah menjadi orang Kristen. Dan bagaimana seharusnya kehidupan yang dijalaninya. Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian dimana seorang muda yang ingin menjadi Romo memberikan pertanyaan kepada seorang Romo senior (1-26). Kemudian bagaiman menjalani kehidupan Kristen secara natural, seperti yang Kitab Suci ajarkan.

Dialog Antara Orang Muda Kepada Seorang Romo Senior

Seorang muda bertanya: Apa tujuan Firman Allah datang ke dunia menjadi manusia? Seorang Romo manjawab: Aku sangat terkejut dengan pertanyaan anda, bukankah kamu sudah tiap hari mendengar firman. Saya akan memberi tahu bahwa Allah datang untuk meyelamatkan manusia seperti yang terapat didalam Pengakuan Iman Nikea butir ke 2 “Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.”

Apa maksudnya Romo? Manusia diciptakan dan ditempatkan di taman Eden, tetapi melanggar perintah Allah akhirnya dia dikeluarkan dari taman itu. Hal ini akhirnya membuat hukuman akan dosa secara turun temurun. Manusia berbuat dosa tetapi Allah tetap mengasihi manusia. Sampai tiba pada waktunya Anak Allah itu akhirnya mengambil daging oleh Roh Kudus dan perawan manusia. Dia menunjukan kepada kita cara hidup menjadi ilahi. Dia memberikan kita janji dan hukum atas Kerajaan Sorga. Dia datang kedunia untuk disalib, dikuburkan dan bangkit, ini membuat kita seharusya sama seperti Dia. Dia menyingkirkan hukuman kekal yaitu: dosa dan maut. Dia memberikan kita pengharapan akan kebangkitan dan kehidupan yang kekal. Dari ketidaktaatan manusia sepanjang sejarah, Yesus menggantikan dengan ketaatan total sampai mati. Kematiannya mengalahkan kuasa maut. Di dalam 1 Korintuus 15:22 “Karena sama seperti semua mati karena persekutuan dengan Adam, maka semua orang akan hidup dengan persekutuan dengan Kristus.” Adam yang tidak taat digantikan dengan Kristus yang taat sampai mati.

Yesus yang bangkit naik kesurga dan duduk disebelah kanan Allah. Ini menunjukan kepada kita bagaimana seharusnya kita bisa ikuti perintahNya. Inilah tujuan kedatanganNya. Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Setelah Yesus naik ke surga Dia mengutus Roh Kudus untuk mendampingi manusia.

Apa perintah yang harus manusia kerjakan untuk diselamatkan? Tuhan sendiri berkata kepada Para Rasul setelah kebangkitannya. Pergilah jadikan semua bangsa murid-Ku dan ajarlah mereka, maka aku akan menyertai sampai akhir zaman (Mat 28: 19-20). Kita harus ikut perintah Tuhan. Jika kita tidak melakukan perintah Tuhan maka kita tidak akan diselamatkan (Maz. 119: 128). Jadi menuruti perintah adalah hal penting di dalam keselamatan. Kita membenci yang jahat tetapi melakukan perintahNya. Hal ini yang dilakukan Tuhan kepada orang yang telah dibabtis, untuk dapat mengerjakan semua hal yang telah Yesus perintahkan kepada kita. Karena ketaatan kepada perintah- perintah Yesus adalah untuk keselamatan kita (Mat. 28: 20). Perintah Yesus diketahui dari apa yang diajarkan Para Rasul dan gereja.

Kalau begitu Romo bagaimana kita melakukan semua perintah Yesus, sedangkan ada banyak sekali perintah Yesus? Dia yang meneladani Tuhan dan mengikuti segala jejak-Nya. Siapa yang dapat meneladani Kristus? Kristus adalah Allah yang menjadi manusia sedangkan kita adalah seorang pendosa yang diperbudak oleh berbagai hawa nafsu.

Tidak ada seorangpun yang bisa meneladani Kristus kalau Dia masih terikat akan hal- hal dunia. Kata Petrus kepada Yesus “kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus, apa yang akan kami peroleh?” Kamu akan memperoleh kuasa. Kuasa apa? Kuasa untuk meneladani Dia dan melakukan perintahNya. Tetapi karena kita orang berdosa kita harus benar- benar terima kuasanya. Bagaiaman cara mendapat kuasaNya? Tinggalkan semuanya dan ikut Dia. Ajakan Paulus kepada kita “Sesungguhnya aku sudah memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak kalajengking dan menahan kuasa musuh sehingga tidak ada yang bisa mengalahkan kita (Luk. 10:19).” Paulus memerintahkan untuk mengikuti teladan Para Rasul, karena Para Rasul mengikuti Yesus (1Kor. 11: 1). Paulus berani berkata demikian karena dia telah meninggalkan semuanya demi Kristus dan mendapat kuasa yang telah dijanjikan kepada manusia untuk dapat meneladani Kristus. Ex: Godaan dari uang, untuk menjadi serakah yang akhirnya menimbulkan berbagai macam kejahatan, tetapi kalau kita punya kuasa kita dapat meneladani Kristus. Kita akan hidup kalau kita di dalam Kristus dan kita tidak akan dikuasai oleh kedagingan (Rom. 8:1-4). Keinginan daging kita sudah disalibkan (Gal. 6:14). Kuasa yang dijanjikan kepada kita akan diperoleh ketika kita tidak meneladani keinginan daging. Allah akan menjadi tempat perlindungan dan perteduhan kita (Maz. 91:2-3). Kuasa yang Tuhan kepada kita yang mencintai hal- hal duniawi dengarkan apa yang Dia katakan Maz. 91: 10-12). Untuk memperolah semua hal itu seharusnya kita (Mat. 10:37). Kalau kita tidak dapat melepaskah (Luk. 14:33). Pencipta lebih mulia. Di dalam Perjanjian Lama semua pengharapan bergantung kepada Allah. Dia dalam Perjanjian Baru lebih natural. Walaupun banyak tetapi Tuhan telah menggambungkan menjadi satu kalimat (Mark. 12:30). Jadi kita yang berusaha menmiahkan diri dari seseorang. Kita dapat mengasihi Allah. Jadi kalau kita pada data yang sama mencibth (Mat. 26:34). Kita seharusnya memisahkan diri kita dari hal-hal duniawi. Hal- hal apa yang seharusnya kita singkirkan? Keserakahan akan uang dan makanan.

Mengasihi Musuh

Bagaimana cara saya mengasihi musuh? Seperti binatang yang merayap dan binatang buas selalu digerakkan dengan insting. Sehingga membuat kita bisa mengalahkan mangsa kita. Akan tetapi, apakah kita hidup hanya dengan insting? Bukankah semua manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah yang akhirnya manusia bisa layak terima hukum Allah? Kalau mereka adalah gambar dan rupa Allah, apakah kita sanggup membenci mereka. Kalau kita sanggup membenci mereka berarti kita sedang membenci gambar dan rupa Allah itu (Mat. 5:44). Apakah ini adalah perintah yang mustahil? Tidak mungkin, ini adalah sebuah perintah yang mungkin dan bisa untuk kita kerjakan. Walaupun ini adalah hal yang sangat sulit untuk dikerjakan. Jelas Kristus tidak meninggalkan kita sendiri menjalani semua ini melainkan Yesus memperjelas mengenai mengasihi musuh. Bagaimanan selama hidup di dunia Yesus begitu mengasihi musuhNya. Seperti saat Yesus di atas kayu salib mengatakan “ampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Bagitu juga para murid harus berjuang sampai mati, dan memperjuangkan kasihnya kepada Allah. Kita bukanlah binatang yang digerakkan oleh insting tetapi digerakkan oleh kuasa ilahi. Jadi kalau kita tidak bisa mengikuti perintah Allah kita tidak bisa mengenal kuasa-Nya.

Aku sudah meninggalkan segalanya tetapi kenapa aku tetap tidak bisa mengasihi dia yang membenci dan menganiaya aku? Apa yang dapat aku lakukan supaya aku dapat mengasihi dari dalam hatiku dan mengasihi mereka yang membernciku? Memang tidak mungkin mengasihi orang yang menganiaya kamu, kecuali dia benar- benar tahu apa tujuan Allah. Selain melepaskan segala sesuatu tetapi seharusnya mengetahui apa kehendak dan tujuan Allah. Kalau kita sudah tahu maka kita akan membenci hal – hal yang jahat.

Apa itu tujuan Allah? Jika kamu ingin tahu apa tujuan Allah dengarkan dengan sungguh- sungguh. Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia lahir dari seorang perawan dan takluk dibawah Hukum Taurat (Gal. 4:4). Sekarang Allah tahu bahwa seluruh hukum Taurat dan para nabi terletak pada kedua hukum yaitu “Kasihi Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”. Dia tahu bahwa inti dari seluruh hukum Taurat dan mengikuti perintah di dalam kemanusiaanNya. Bagaimana Yesus berjuang mengasihi musuh di dalam kemanusiaanNya. Iblis yang dari awal melihat Yesus dibabtis dan dinyatakan oleh Bapa, kemudian Roh Kudus yang dari sorga juga tampak pada saat babtisan. Tetapi iblis tetap membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai. Yesus terus bertarung untuk melawan iblis ketika di cobai. Tetapi Yesus tetap mengasihi Allah. Iblis tidak sanggup menggoda Yesus untuk melanggar perintah Allah.

Dari pencobaan Yesus dipadang gurun terdapat satu doktrin yang kemudian menimbulkan kepercayaan yang begitu sukar untuk dijawab yaitu Apakah Yesus sebagai manusia dapat dicobai? Iya karena Yesus adalah manusia 100%. Kemudian Yesus sebagai manusia adakah satu kemungkinan Yesus dapat jatuh ke dalam dosa? Atau Yesus tidak akan pernah jatuh? Yesus tidak mungkin jatuh ke dalam dosa karena Dia masih memiliki nature ilahi di dalam diriNya. Pencobaan yang Yesus jalani di padang gurun merupakan jalan Yesus memperlihatkan kehidupan-Nya sebagai warga kerajaan Allah. Dan hasil yang diterima Yesus dibenci dan ingin dibunuh. Ini adalah satu tanda bahwa extraordinary. Hal indah yang Yesus kerjakan:

Orang Farisi Mau Membunuh Yesus tetapi Yesus Malah Memberikan Kehidupan Kekal Kepada Mereka.

Hal ini dikarenakan Dia adalah Allah dan Dia tahu tujuanNya datang ke dunia, Dia tidak membenci orang yang membunuh-Nya melainkan mengasihi mereka. Yesus tahan menderita. Yesus menunjukan kepada mereka satu tindakan kasih. Disinilah dengan kasih Yesus mengalahkan Iblis. Ketika Yesus naik ke atas kayu salib itu adalah tanda keselamatan dan kasih dari Allah atas semua kebencian dan kejahatan yang mengarah kepadaNya. Untuk alasan inilah Yesus tekun didalam penderitaan. Yesus berjuang sampai mati demi perintah inti Hukum Taurat yaitu mengasihi orang- orang yang membenci dan membunuh kita. Setelah itu Yesus dapat menang melawan iblis setelah kebangkitan-Nya menandakan bahwa “The New Adam” lahir kembali. Hal yang dilakukan Yesus seharusnya ada di dalam pikiran kita (Fil. 2:5). Sebagai manusia Dia taat kepada Allah sampai mati demi kepentingan kita. Dia tidak melawan dan tidak pernah membalas tetapi Dia tetap menang. Kristus disalibkan melalui kelemahan, tetapi oleh karena kebenaran Dia melawan dan menghancurkan kerajaan maut (2 Kor. 13: 4). Waktu Yesus dihujat dan disiksa. Apakah tidak ada kebencian di dalam diriNya? Dia adalah manusia tetapi tetap tidak membenci. Justru di dalam kelemahan Dia mengalahkan semuanya (Ibr. 2: 14). Jadi bagaimana kita dapat mengasihi musuh? Di dalam kelemahan sama seperti Kristus (2Kor. 12:9). Karena di dalam kelemahan kita kuasa Allah akan bekerja dan dinyatakan.

Hal yang membuat kita melawan perintah kasih? Hal yang dialami Rasul Paulus di dalam pelayananNya yaitu, dimaki, difitnah, dijadikan sama seperti sampah yang merupakan kotoran dunia, sama seperti salib yang dilihat seperti sebuah kebodohan padahal ini adalah sebuah kemenangan (1Kor. 4:12-13). Jadi kalau kita tahu tujuan Allah maka kita dapat mengasihi musuh maka ini adalah sebuah kesempatan untuk mengikuti teladan Kristus.

Itulah sebabnya Tuhan kita dihujat, dipukul, menderita oleh karena orang- orang Yahudi. Di atas kayu salib Yesus berkata “ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” dan Kristus tetap taat kepada perintah kasih dan hal inilah yang memberikan Yesus sebuah kemenangan. Hal ini bukanlah hal yang gamang untuk dikerjakan tetapi marilah kita meminta orang- orang penting beserta orang- orang kudus untuk mendoakan kita agar dapat mengasihi musuh kita.  

Kenapa kita mengasihi musuh? Karena mereka belum mempunyai Allah. Jika kita memiliki keberjagaan, tentang apa yang tertulis di atas. Ternyata orang yang kita benci juga telah dicobai. Jadi kita dicobai, merekapun dicobai. Jadi kita harus terus berjaga- jaga maka kita bisa tahu tujuan Allah dan Rasul yaitu mengasihi manusia, dengan terus melawan si iblis (Yak. 4: 7). Jika kita tidak ingin mendapatkan yang jahat, janganlah berbuat yang jahat kepada orang lain. Jika kita mengabaikan hal ini secara terus menerus, kemudian menjadi binggung, pikiran penuh dengan kedagingan maka kita seperti mangsa yang pincang yang akan dimangsa oleh iblis. Tetapi harus melawan si jahat, maka terhadap hal- hal seperti itu beranilah berkata tidak!

Bagaimana kita bisa terus berjaga- jaga dan tidak legah? Kita tidak harus fokus kepada hal duniawi tetapi terus bermeditasi. Kita seharusnya membaca Alkitab dengan selalu ingat tujuan Allah dengan selalu timbul takut akan Allah dan membuat kita dapat mengendalian diri yang menimbulkan ketakuan dan pengharapan. Pengharapan mendatangkan kasih. Dari sini jiwa akan mulai melihat cara kerja iblis yang akan seperti itu. Jadi orang yang memiliki kehati- hatian seharusnya tahu pola kerja pikirannya. Nabi Daud mengatakan bahwa mataku selalu menatap musuh- musuhku. Hal ini yang selalu dialami oleh Petrus dan murid- muridnya yang melawan iblis (1Petr. 5:8-9). Bagaimana kita bisa selalu waspada dengan selalu berjaga- jaga dan berdoa. Kita seharusnya menirukan hidup orang kudus, membaca Alkitab, dan berdoa (2Kor. 10:3-6).

Apa yang harus dilakukan untuk dapat berdoa secara terus menerus? Jadi tidak mungkin pikiran kita terus berdoa kepada Allah kecuali kita mempunyai 3 kebajikan yaitu, kasih, penguasaan diri, dan doa. Kasih itu menjinakkan kemarahan, pengendalian diri menjinakkan keteledoran/ ketidakberjagaan, dan doa menarik pikiran dari segala dosa.

Aplikasi

Kita belajar bahwa ternyata untuk mengasihi Allah dan menaati Allah bukan hal yang gampang. Kita tidak boleh terikat akan apapun itu. Kalau kita tidak diperbudak akan hal itu maka kita diberikan kuasa. Kuasa untuk menjinakkan si ular dan kalajengking, kuasa untuk mengalahkan iblis. Kuasa ini yang kita perlukan. Kita adalah manusia yang berdosa hal yang seharusnya dilakukan adalah mengetahui apa tujuan Allah. Tujuan Allah kepada kita adalah untuk keselamatan kita. Untuk tetap taat yang harus dibuktikan dengan kasih. Kalau kita mengasihi kita akan taat kepada Allah. Dan selalu menjalankan perintah Allah kepada kita semua.

Praktik

Menaati Allah dan melawan Iblis. Kita harus punya kuasa, untuk melawan. Kita harus mengendalikan diri, berdoa, dan mengasihi.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started