Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Eksegesis PB
Tugas: 13

Bait Allah atau sering disebut sebagai Tabernakel sering disebut sebagai gambaran dari pada surga. Dimana pada saat Allah sendirilah yang merupakan pemilih dari pada surga yang telah memberikan Musa petunjuk untuk membangun Tabernakel tersebut. Semua ukuran, bahan dan detail sketsanya berasal dari pada Allah sendiri. Sungguh… sungguh sangat special apa yang telah Allah lakukan pada saat itu untuk dapat membangun Bait Allah agar setiap umat-Nya dapat datang untuk berjumpa denganNya melalui doa. Untuk itulah ada banyak hal yang dapat dipelajari melalui Tabernakel. Setiap bagian seperti pilar, halaman, altar yang menuju kepada doa-doa, dan berbagai macam materi-materi yang terdapat di dalam Tabernakel.
Untuk itulah di dalam Perjanjian Lama semuanya hal yang terkait mencangkup dengan typology mulai dari nama, tempat dan berbagai macam kejadian. Perjalanan di padang gurun memiliki 42 perhentian yang mengalegorykan tentang keturunan Abraham sampai Yesus. Korban paskah menunjukan kepada pengorbanan Yesus yang merupakan anak domba Allah (Yoh. 1: 29; 36). Kitab Keluaran yang melambangkan keluarnya manusia dari dalam dosa. Di dalam Keluaran 1:14 menuliskan bagaimana Bangsa Israel disiksa begitupun dengan manusia yang masih dibelenggu oleh dosa. Kematian Yusuf di dalam Keluaran 1: 6-7 melambang kematian Yesus yang menambah banyak jumlah gereja. Dimana keinginan roh bertambah keinginan daging berkurang. Bangsa Israel yang masuk ke mesir bersama Yakub di dalam Keluaran 1:5 melambangkan kelahiran Yesus Kristus melalui Injil jadi ada jiwa-jiwa yang Yakub bawah. Di dalam 1 Korintus 4:15 jadi disini menunjuk kepada Yakub. Di dalam Galatia 4:19 menunjukan bahwa para rasul seperti Bapa sedangkan gereja seperti ibu. Bahterah Nuh bercerita mengenai gereja sedangkan banjir adaah sebuah penghukuman.
Sama seperti manusia punya tubuh, jiwa dan roh sama seperti Alkitab itu juga punya jiwa dan roh:
- Tubuh itu adalah yang tertulis
- Kemudain ada roh yang selalu teehubung.
- Ada jiwa juga yang mengerti sesama
Maka manusia tidak akan menjadi manusia jika dia tidak menjadi manusia. Origen satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Alkitab juga memiliki tubuh jiwa dan roh semua itu adalah satu kesatuan. Jadi jika kita hanya memperlakukan Alkitab itu hanyalah bahan penelitian berarti alkitab akan sama saja dengan buku pelajaran yang merupakan tubuh dari pada alkitab.
Jika allegory tidak masuk akal. Pertanyaanya: Apakah inkarnasi Yesus itu masuk akal?
Di dalam Yohanes 14:26 Roh Kudus yang diutus oleh Yesus jadi semua yang tertulis di dalam Alkitab menuliskan tenatang Yesus.
St. Jhon Crisostom say: Membaca kitab suci seperti kita membuka pintu surga sebab yang kita baca bukan hanya sekedar pengetahuan melainkan Yesus Kristus sendiri.
Philokalia
Kemuliaan Tuhan memancar di dalam pikiran manusia secara daging. Sama seperti firman menjadi manusia, firman Allah dalam bentuk firman lenguits.
St. Jhon Damachus say: Mempelajari Firman Tuhan itu berguna bagi jiwa kita. Sama seperti tanaman yang disiram dengan air sama seperti jiwa yang disiram dengan firman Tuhan. Satu sukacita tidak dapat dipahami di dalam Tuhan.
St. Basil say: Membaca injil itu jauh lebih hebat dari pada pengajaran lain. Jadi kalau dibaca kitab nabi-nabi dibandingkan dengan injil itu penyampaian firman Allah yang langusng dari anak Allah.
St. Nicodemus say: Jadi pada mulanya dari Alkitab kita dapat memilih. Seperti lebah yang dapat memilih bunga. Kalau kita memilih Abraham berarti kita memilih imannya yang ramah kepada orang lain. Musa dan Daud kita dapat belajar kerendahan hati. Para penulis injil kita belajar iman mereka (Baca Philokalia—495).
Bagaimana Church Father membaca kitab suci?
Pada saat Church Fathers membeca Alkitab yang mereka lakukan bukan sekedar eksegesis tetapi makan. Jadi jemaat juga harus mulai memakan firman Tuhan. Firman yang dimakan harus dikunya untuk menikmati rasa firman itu seperti apa dan kemudian ditelan untuk menjadi sumber gizi. Kita dapat melihat bahwa orang Church Father yang menghafal Alkitab. Waktu kita membaca kitan suci kita harus menganggap ini adlaah tulisan dari Kristus.
St. Chrysostom say: Alkitab itu seperti air tetapi karena Yesus telah mengubah air itu menjadi anggur. Jadi kalau Alkitab itu air maka ia harus mengubah menjadi anggur yang manis. Arti menjadi anggur yang indentik dengan darah Yesus yang menyelamatkan. Sama seperti kita belajar Alkitab berarti kita menjadi selamat yang tidak mendatangkan aib melainkan mendatangkan keselamatan.
Buku: Lectures in Patrology Apostolic Fathers Clement and origen, Philokalia.