Alegory Dan Typology

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Study Tafsir PB 4

Tugas: 3

Di dalam membaca Alkitab salah satu cara yang dapat diterapkan untuk menggali kebenaran firman Tuhan adalah Alegory dan typology. Alegory adalah hal-hal yang terjadi di dunia tetapi di intrpretasikan ke hal-hal yang metafisik. Sedangkan, Tipology berbicara tentang satu pribadi khusus dalam hal ini Yesus Kristus.  Atau kata lain yang menunju pada apa yang kristus dan gereja lakukan. Tipology berasal dari kata “hipo” yang artinya dari sesuatu yang dicetak/print, Contohnya di dalam Kolose 2:16-17 tipologynya adalah ada baying-bayang yang akan datang yaitu Yesus Kristus sendiri. Jadi tipology itu wujud atau bayang-bayang yang ada didalam Perjanjian Baru, Bapa-bapa gereja memakai Alegory dan Typologi. Dalam PL memrepresentasikan tentang PB. Pengajaran Paulus banyak memakai Tipology jadi tidak ada salahnya jika tafsiran kita menggunakan typology.     

Contoh Alegory Dan Tipology Didalam PB

  1. menceritakan tentang kehidupan ratu selatan dengan Salomo. Dimana Salomo adalah typologi dari pada Kristus, sedangkan ratu dari selatan adalah ratu Syeba yang menunjuk kepada Gereja-Nya.
  2. berbicara mengenai Yunus yang mentypologikan Yesus turun turun kedalam kerajaan maut dan akan bangkit pada hari yang ketiga.
  • terdapat ayat dimana Paulus sedang menceritakan apa yang terjadi kepada bangsa Israel saat perjalanan dipadang gurun, dari ayat ini dapat dilihat bahwa Paulus mengutip dalam Kitab Keluaran dan Ulangan. Paulus juga memperingati bahwa Kristus yang akan datang.

Alegory Dan Tipology Didalam Gereja Mula Mula

Tipology yang dipakai oleh gereja mula-mula adalah tipology yang menceritakan tentang Kristus.

  1. mempercayai bahwa Alkitab adalah perawan yang didalam keperawananya mengandung Kristus. Seperti Bunda Maria yang mengandung Kristus tapi tetap perawan demikian halnya dengan Alkitab yang terdapat Kristus didalamnya. Dan Alkitab juga memiliki historical sense yang tidak akan rusak.

Dari typology dan allegory di dalam Alkitab secara langsung memperlihatkan betapa kayanya Kitab Suci yang dipercayai oleh orang Kristen. Semakin rutin kita menggali kebenarannya semakin akan terkagum-kagum dan akan semakin dalam mencintai Allah yang begitu mencintai kita. Marilah semakin rutin membedah Alkitab agar kekayaan di dalam Alkitab yang seperti permata yang berharga bisa kita dapatkan kemudian hayati dan terapkan di dalam kehidupan dari hari lepas hari. Amin!

Memahami Alkitab Melalui Gereja

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Study Tafsir PB 4

Tugas: 2

Tulisan- tulisan didalam kitab semuanya ditujukan kepada kita secara pribadi dan kita juga terikat melalui satu gereja. Kitab dan gereja tidak terpisahkan dan saling terhubung. Kita menerima kitab suci melalui gereja karena kitab suci terlahir dari gereja. Dalam Alkitab di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dipakai bahasa manusia dan bahasa ilahi. Dalam 3 abad pertama setelah kedatangan Yesus, pada jaman itu semua kitab dibacakan, yaitu Kitab Septuaginta yang menggunakan Bahasa Ibrani yang kemudian di terjemahkan ke Bahasa Yunani yang terdiri dari 50 Kitab yang terbagi dari 27 kitab Perjanjian Lama dan 23 kitab Perjanjian Baru. Alasan Kitab Suci menggunakan Bahasa Yunani karena terjadinya kanonisasi Alkitab. Kitab yang dipakai sekarang adalah Tanakh pada tahun 90. Simeon adalah penerjemah kitab pada jaman itu yang masih hidup sampai pada zaman Yesus dilahirkan.

            Alkitab diterima melalui dan di dalam gereja, karena fakta yang ada gereja terbentuk dahulu baru Alkitab terbentuk, bukan sebaliknya. Gereja lahir dari gereja. Maka yang paling mengerti kitab suci adalah gereja dan Kristus. Dalam 1 Yoh. 1 menjelaskan kumpulan orang-orang suci yang melihat langsung Alkitab.   Kita dapat untuk menafsirkan kitab suci memang dibentuk melalui gereja. Waktu kita membaca kitab suci maka kita perlu dibimbing gereja yang dapat kita peroleh melalui tulisan para bapa-bapa Gereja. Dalam Yohanes 14:26 Roh Kudus mengajarkan para Rasul, ajaran yang diajarkan Yesus sedangakn ajaran yang diajarkan oleh bapa gereja kepada kita berasal dari ajaran Kristus. Apa yang diajarkan oleh Yesus berasal dari Bapa dan kemudian Roh Kudus mengajarkan kepada para Rasul dan para Rasul mengajarkan kepada Gereja, dan gerejalah yang menerima ajaran dari bapa gereja (Fil. 4:9). Segala perkataan Yesus berasal dari Bapa yang telah mengutus Dia (Yoh. 14: 44). Jadi apa yang diajarkan Yesus kepada Roh Kudus berasal dari Bapa, apa yang diajarkan oleh Roh Kudus berasal dari Yesus dan yang diajarkan oleh Rasul kepada gereja berasal dari Yesus.

Oleh sebab itulah ketika kita membaca Alkitab harus dituntun oleh Church Fathers karena seharusnya kita kembali pada paradosis atau tradisi gereja yang telah diteruskan dan dijaga oleh mereka. Jadi marilah kita mau terus menggali kebenaran firman Tuhan dengan dituntun tulisan bapa gereja dan selalu minta pertolongan Allah Roh Kudus. Amin!

Penciptaan

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 4

Penciptaan manusia sering menjadi perdebatan diantara para penemu yang memiliki pandangan spekulasi masing-masing tentang awal penciptaan setiap manusia. Di dalm kekristenan Alkitab dengan gamblang menjelaskan awal penciptaan manusia terdapat dalam Kejadian 2:7 dimana proses penciptaam dimulai dengan Allah menghembuskan nafas atau energinya pada tubuh manusia yang telah dibentuknya dari debu dan tanah yang merupakan sumber dari pada kehidupan manusia. Dari pada tindakan Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia terdiri 2 komponen yaitu tubuh yaitu tubuh dan jiwa. Jiwa manusia berasal dari nafas ilahi Allah maka jiwa manusia kekal karena Allah yang juga kekal. Maka sebetulnya jiwa manusia tidak bisa mati. Tubuh dan Roh mempunyai kerajaannya sendiri (1Kor. 15:44). Kemudian apa yang dimaksud dengan Tubuh Jiwa dan Roh di dalam 1 Tesalonika 5:23? Yang pertama, dimaksud dengan jiwa adalah unsur yang memberi hidup kepada manusia.

 Kata “spirit” dipakai untuk menunjukan jiwa yang bukanlah sesuatu yang ditambahkan pada Roh tapi hanya untuk menunjukan kondisi dari jiwa. Gereja mengajarkan bahwa manusia terdiri dari Roh dan Tubuh. Tubuh manusia diciptakan dan di dalam tubuh itu ditempatkan jiwa. Jiwa manusia yang berasal dari Allah seperti yang sudah dipaparkan diatas (Zak. 12:1b; Peng. 12:7; 2Kor. 4:16). Roh dan jiwa adalah satu kesatuan yang berasal dari nafas ilahi sedangkan hal yang membedakan keduanya adalah manusia punya roh dan jiwa sedangkan roh tidak terdapat di dalam binatang yang hanya mempunyai jiwa yang menghidupkan itulah sebabnya binatang tidak kembali kepada Allah. Oleh karena, Roh berasal dari nafas ilahi yang mempunyai 3 pribadi maka di dalam jiwa terdapat NOUS (Allah Bapa) yang merupakan inti dari Roh, Logos (Anak) yang di dalam terdapat reason, emotion dan desire, PNEUMA (Roh Kudus) ketiganya adalah satu kesatuan. Nous memiliki Roh seperti yang dijelaskan di dalam Efesus 4:23 yaitu “Roh dari NOUS”.

Jika tubuh manusia terdiri dari debu dan tanah sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyainya yang memberdakan bahwa satu unsur manusia tidak diambil dari dunia ini beda dengan jiwa binatang yang sangatlah simple dikarena tidak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jiwa binatang akan mati beserta dengan tubuhnya. (Kej. 1:2). Beda dengan Jiwa manusia yang berasal dari nafasnya Allah yang tidak dapat mati. Jadi dalam Roh manusia terdapat Nous, Logos dan pneuma yang masing masing punya tugasnya. Hati adalah tempat jiwa itu berada.

Didalam hati terdapat 2 hukum yaitu hukum Allah dan hukum Logismoi (Rom 7:14-17). Selain hukum yang ada didalam hati dalam Roma 7:22-23 juga menjelaskan di dalam diri manusia ada hukum Allah (batin), hukum Nous (batin), dan hukum dosa (tubuh). Tubuh ini telah ditawan oleh dosa maka Nous yang ada didalam hatilah yang menjadi benteng jiwa kita untuk melakukan hukum Allah bukanlah hukum tubuh yang menguasai jiwa untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah melainkan jiwa yang menguasai tubuh. Hukum Nouslah yang menentukan pilihan kita untuk hal yang dilakukan tubuh apakah hukum Allah atau hukum dosa. Jadi marilah kita mau selalu berdoa dan minta Allah untuk memampukan kita di dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendakNya. Agar tujuan penciptaan Allah atas diri kita semua dapat tercapai yaitu menjadi segambar dan serupa denganNya. Amin!

Praktikos dan Penciptaan

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 3

Setiap orang Kristen dapat mengenal Allah melalui iman. Allah memiliki tiga pribadi yang berdiam di dalam satu hypostasis. Allah Bapa merupakan sumber dari Firman dan Roh yang merupakan pribadi Allah lainnya. Relasi langsung dengan Allah hanya dapat dinikmati oleh setiap pribadi yang telah menyatakan iman percaya kepada Allah relasi langsung ini tidak dipunyai semua manusia. Akan tetapi, mengenal Allah lewat ciptaan dapat dinikmati oleh semua orang. Mengenal Allah secara langsung dapat dilakukan jika kita melakukan purification yang di dalamnya terdapat taming the passion (Menjinakan nafsu) and daing the virtues (Sedang berada di dalam kebajikan). Di dalam melakukan purification kita akan naik atau kita akan menanjak melalui 3 tahap yaitu:

  • Purgative (penyucian) atau askesis = Melakukan kebajikan dan kebaikan. Ex: Memberi sedekah kita dapat menjinakan nafsu.
  • Illuminative
  • Mystical (kesempurnaan), kita dapat bertumbuh di dalam Kristus dan menjadi sempurna seperti Kristus. Kita harus disiplin di dalam menjalani hal tersebut.

Melalui 3 tahap yang telah dilewati dalam kehidupan Kristen pun ada 3 tahap kerohanian:

  1. Praktikos     => Melakukan Firman  Tahap pemula.
  2. Theoretikos => Dimuliakan
  3. Gnostikos    => Kembali kepada Bapa di surga yang dapat juga disebut Teosis.

Pembahasan

  1. Praktikos

Merupakan disiplin rohani yang dapat dikerjakan oleh setiap orang percaya awam. Hesychios mengatakan “Salju tidak pernah bisa menghasilkan api begitu juga air tidak bisa memunculkan api atau semak belukar tidak pernah bisa memunculkan pohon ara, hati kita tidak akan bisa benar-benar dengan kata-kata, waktu masih pada tahap praktikos kita seharusnya selalu berdoa dengan “Jesust christ, have mercy on me” artinya ketika melakukan sesuatu jangan mendengarkan kata orang lain yang dapat menghancurkan diri sendiri. Jika ketegangan datang seharusnya kita pergi ke tempat tersembunyi dan berdoa untuk dapat mengarahkan jiwa kita seutuhnya kepada Tuhan (Mat. 6:5-6). Kata “tutuplah pintu” menunjuk kepada mulut yang tertutup akan tetapi hati yang terbuka (Mat. 6:7). Desert fathers: “Semua pekerjaan tidak cukup dan Alkitab memberi banyak contoh dan memaparkan bahwa bagaimanapun cara kita sebagai orang percaya dapat temukan untuk mengambil langkah mendekat kepada Tuhan jalanilah dan selalu jaga integritasmu, rendah hati dan berjaga jaga. Nasihat Paulus kepada anak-anak Tuhan (Ef. 5:15-19). Cara berdoa Para Rasul dapat menunjuk kepada bagaimana mereka berdoa pada saat itu kata “doa” itu menunjuk kepada sembayang – sembayang yang dilakukan menggunakan liturgy Yakobus (Kis. 2:41-42). Siapapun duduk di dalam keheningan atau diam kita hanya akan berperang dengan hati kita. Aku berdoa kepada Allah supaya semua orang itu setuju dengan perbuatan yang aku lakukan, kalau aku berdoa demikian maka aku seperti orang yang mengetuk pintu dari setiap orang dan itu melelahkan akan tetapi kalau aku berdoa dengan tulus maka hati kita akan selalu suci – Church Fathers-

Abba Philemon “Jangan biarkan diri kita diseret oleh obsesi dari luar tapi jagalah jiwamu di dalam ketenangan tetapi jika kita tidak menjaga diri maka kita akan dikontrol oleh hawa nafsu akan tetapi jika sebalikanya maka kita dapat mengkontrol hawa nafsu tersebut. Abba Philemon “Arahkanlah jiwa di jalan orang-orang kudus, pakailah pakaian yang sederhana, makanlah makanan yang sederhana, jangan bertindak kalau kita adalah orang yang sangat penting tetapi bertekunlah di dalam hati kita.”

Aplikasi:

Lakukanlah perbuatan baik yang dikehendaki Allah karena itu adalah langkah dimana kita dapat mengusahakan diri melawan semua hawa nafsu kedagingan yang dapat menjerumuskan kita di dalam dosa. Tetaplah berdoa agar Roh Kudus menjaga dan menyertai kita di dalam kehidupan ini.

  • Theoritikos

Merupakan tahap iman yang sudah lagi tidak bersangkut paut dengn hawa nafsu. Setelah semua itu lewat akan menemukan ketenangan hati. Contoh: Paulus yang mengatakan bahwa tidak ada lagi yang ia kejar di dunia ini serta kematian Paulus tidak merasakan takut karena Paulus telah dilepaskan dari obsessive attachments (Fil. 4: 11; Fil. 3:10-11; Fil. 2:17) dan keinginan Paulus untuk dapat bersama-sama dengan Kristus karena menurutnya hal itu jauh lebih baik (Fil. 1:20-23).

  • Gnostikos

Kita mencapai kesempurnaan yang dewasa sesuai dengan kesempurnaan Kristus.

Penciptaan

Allah adalah pencipta segala sesuatu melalui Yesus Kristus dan Sang Roh Kudus yang memberikan hidup. Firman Allah yang mengajarkan kepada Roh kudus dan Roh Kudus mengajarkan kepada musa dan para penulis Alkitab lainnya. Segala sesuatu dari Bapa, melalui Putra di dalam Roh Kudus (Rom. 11:36). Hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa dan dari Dia segala Sesutu diciptakan (1Kor. 8: 6). Awal dan akhir adalah Allah dan Allah menciptakan segala sesuatu dari ketikdakadaan (2Makabe 7:8). Allah menyatakan bahwa Dia yang menciptakan fondasi dari dunia (Ayub. 38: 4). Jadi kalau kita bisa mengatakan bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah tapi kita dapat mngklaim bahwa dunia diciptakan oleh Allah karena kita percaya dengan iman (Ibr. 11:3). Firman Hidup telah menjadi manusia dapat dilihat, disaksikan, dirabah dan ini merupakan sesuatu yang real ini bukanlah iman kepada dongeng tapi ini adalah iman yang hidup dari manusia berarti iman kita timbul karena kita belum melihat secara langsung jadi ini adalah sebuah harapan (1Yoh. 1:1). Tuhan menciptakan alam semesta untuk atau sesuai dengan tujuan yang Ia tetapkan semua manusia secara universal.

Terdapat 2 teori yang selama ini dipengang tentang terbentuknya bumi.

  1. Teori Evolusi

Semua kehidupan berasal dari satu nenek moyang yang sama sehingga terjadi modifikasi sehingga terdapat berbagai ras manusia. Dalam bukunya yang berjudul “Philosophic”, Jean-Baptiste de Lamarck, ahli biologi berkebangsaan Perancis ini menyebutkan beberapa gagasan terkait dengan teori evolusi:

  • Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri dan sifat yang dihasilkan melalui adaptasi lingkungan.
  • Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunan.
  • Organ yang sering dgunakan akan berkembang dan membesar, sementara organ yang jarang digunakan akan mengalami penyusutan, atau bahkan menghilang.

2. Big Bang

Merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahsyat).

Dari berbagai macam teori yang sudah dipaparkan dapat dilihat ketidakselarasan yang sangat kelihatan di dalam teori-teori tersebut dimana tidak adanya campur tangan dari sang pencipta dan asal usul dari pada partikel ataupun asal dari pada nenek moyang semua makhluk di bumi yang menjadi argumentasi bahwa manusia berasal dari kedua hal tersebut.

Referensi:

Teori evolusi: https://blog.ruangguru.com/perbedaan-teori-evolusi-darwin-dan-lamarck

Teori big bag: https://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat

Obedience

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 3

Ketika manusia diciptakan Allah mendesign agar manusia memiliki gambar dan rupa Allah. Apapun yang kita lakukan seharusnya semakin menyempurnakan gambar dan rupa Allah di dalam kehidupan kita menurut anakNya yaitu Yesus Kristus (Rom. 8:29; Kol. 1:15). Sampai pada akhirnya gambar dan rupa Allah yaitu Yesus Kristus di dalam pribadi kita semakin nyata sama seperti yang dinyatakan di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus adalah rupa Allah (1Yoh. 3:2; Ef. 4:13;15; Ibrani 1:3; Fil. 2:6). Manusia yang adalah rupa Allah akan diperbaharui menjadi rupa Allah atau manusia Baru menurut sang pencipta (Kol. 3:10).

Yohanes Pembaptis berkata bahwa aku semakin kecil Kristus semakin besar. Ini artinya dalam hidup ini kita sedang berjuang menemukan diri kita yang lain yaitu mematikan diri kita yang lama dan menghidupkan diri kita yang baru yang serupa Kristus.

Dari gambar Allah berproses menjadi rupa Allah.

Dari benih berproses menjadi buah.

Dari jiwa yang mati menjadi jiwa yang hidup.

Dari daging/tubuh yang fana menjadi daging/tubuh yang mulia.

Dari kefanaan mengalami transfigurasi.

Menanggalkan pakaian lama/manusia lama memakai pakaian baru/manusia baru.

Dari sifat kekanak-kanakan menuju kedewasaan ke arah Kristus.

Dari gelap menuju terang menjadi manusia bercahaya.

Dari manusia duniawi menjadi manusia ilahi atau rohani.

Proses kehidupan manusia mengikuti kemanusiaan lama menurut Adam dan kemanusiaan Baru menurut Yesus. Terdapat 3 penciptaan di dalam perjalanan hidup manusia, penciptaan pertama yaitu waktu penciptaan manusia pertama kali diciptakan, manusia kedua pada saat kelahiran baru dan penciptaan ketiga ketika manusia menjadi serupa dengan Kristus secara jiwani maupun jasmani. Aplikasi: Apapun yang kita kerjakan di dalam rumah tanggan, kehidupan sosial, pekerjaan itu adalah suatu proses kita semakin menyempurnakan gambar dan rupa Allah di dalam Kristus dan mencerminkan hal itu kepada banyak orang. Kita harus mengingat untuk dapat taat di dalam proses menuju ke sana. Di dalam tulisan Coniarismengatakan bahwa Maria merupakan prototype atau contoh untuk kita semua dia adalah orang pertama di antara manusia yang mengandung Kristus di dalam hatinya. Tidak ada inkarnasi kalau tidak ada Bunda Maria. Sama seperti Bunda Maria yang gambarnya terpasang di depan pintu gereja Orthodox untuk mengingatkan orang percaya bahwa Kristus ada di dalam hatinya. Begitu juga dengan kita yang seharusnya menerima Yesus sebagai Tuhan lalu membiarkan Dia untuk dilahirkan di dalam kita membawa Allah dan sampai titik tertentu akan mengatakan biarlah Kristus yang hidup di dalam kita (Gal. 2:20; Yoh. 3:30).

“Setiap orang adalah pelukis dari diri sendiri dan pilihan-pilihan yang kita pilih menyempurnakan gambar Allah itu, perbuatan baik adalah cat yang menghasilkan gambar itu menjadi lebih cantik. Jadi etika dalam moralitas yang baik seperti cat yang menghasilkan gambar itu” -Gregory-

Aplikasi: Mari kita pastikan perjalanan kita dikemudikan oleh hati kita yang dikuasai oleh Roh Kudus sehingga kita sampai pelabuhan terakhir kita yaitu Kristus. Pertobatan dapat membuat kita masuk ke dalam kerajaan Allah. Ajakan untuk masuk ke dalam kerajaan surga itu seharusnya bukan sebuah paksaan tapi pilihan dari setiap orang percaya.

Kasih

Kita diingatkan kembali tentang perintah yang paling besar adalah kasih. Di dalam Matius 22: 37-39 dikatakan bahwa di dalam kehidpan ini kita harus mengerjakan iman, pengharapan, dan kasih. Iman yang dimiliki ternyata harus dinyatakan dengan suatu bukti dan disertai perbuatan (Yoh. 14: 21; 24). Pertobatan menghasilkan ketaatan yang merupakan bukti dari kasih dan kasih itu sebetulnya adalah buah-buah dari pertobatan. Jadi antara ketaatan dan kasih memiliki hubungan yang ada syaratnya yaitu menuruti perintah Kristus, sama seperti Kristus yang menuruti perintah Bapa yaitu taat sampai mati (Yoh. 15:10). “Oleh Dia yang telah mengasihi kita” ini merupakan pernyataan yang semakin meyakinkan kita bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita walaupun kita seperti domba- domba sembelihan yang berada di dalam keadaan bahaya tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Allah (Rom. 8:35-37; Maz. 44:23). Karena tidak ada yang dapat pisahkan kita dari Kristus seharusnya kita juga tidak boleh memisahkan diri kita dariNya. Di dalam kitab suci sudah dikatakan bahwa akan banyak penderitaan tetapi kita harus tetap menguatkan hati karena Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33).

Waktu kita ingin mengerjakan kasih kita harus sadar bahwa kasih Yesus telah lebih dahulu mengalahkan hal- hal duniawi seperti harta dunia, penderitaan, dan lain sebagainya (Rom. 8:36). Siapapun yang melakukan perintahnya berarti memuliakan Allah sebaliknya yang tidak taat, itu tidak memuliakan Dia (Yoh. 17:4). Yohanes 17:4 memaparkan bahwa jikalau kita mau mempermuliakan seseorang seharusnya kita mengerjakan pekerjaan yang diberikan, begitu pula dengan kita jika mau memuliakan Bapa seharusnya kita mengerjakan pekerjaan yang Tuhan telah berikan kepada kita dengan penuh ketaatan sama seperti Yesus menyelesaikan pekerjaan deangan baik (Yoh. 4:34). Perbuatan baik itu memuliakan Allah (Mat. 5:16). Kalau Yesus memuliakan Allah dengan pekerjaan baik yang dilakukan seharusnya yang pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita harus menuruti kehendak dan melakukan perbuatan Kristus sama seperti Kristus menaati Bapa (Yoh. 14:9-10). Ketika kita sudah menaati apa perintah Allah berarti Bapa akan dimuliakan melalui Yesus Kristus (Yoh. 14:13). Rasul Paulus menjadi contoh ketaatan dengan mengakhiri pekerjaan dengan baik (2Tim. 4: 7). Kita harus dapat hidup dengan tidak cacat cela (Fil. 1:10-11). Sebalikanya jika kita tidak melakukan pekerjaan baik kita telah melanggar hukum Taurat dan menghina Allah (Rom. 2:23).

            Jadi di dalam kehidupan kita seharusnya selalu menyatakan bahwa apapun yang kita kerjakan seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Memuliakan Allah adalah tugas yang sudah Yesus kerjakan, ajakan yang sama untuk dapat memuliakan Yesus juga seharusnya dikerjakan oleh setiap orang percaya dengan penuh kasih di dalam pengharapan dan dilakukan dengan penuh ketaatan. Amin!

Referensi:

Menemukan Diri Yang Lain https://wordpress.com/read/blogs/17281495/posts/3051 (Hendi tought)

Purification

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Purification atau pemurnian dari setiap orang percaya dapat dilakuakan dengan pertobatan yang dilakukan untuk memulihkan hati tercemar.

  1. Repetance With Tears

Orang yang bertobat berarti orang yang menangis, yang akan diberkati dan berbahagia karena bertobat dari dosa (Mat. 5:4), contohnya yang dialami oleh Petrus di dalam Matius 26:75 dimana Petrus menangis dengan sedihnya atas penyangkalan yang dilakukannya terhadap Yesus. Proses pertobatan yang dialami oleh Petrus seharusnya menjadi landasan untuk kita semua ketika melakukan kesalahan dimana ketika kesalahan dilakukan seharusnya kita harus beriman serta mengingat firman Tuhan yang menjadi landasan dari pada kehidupan kekristenan kita dan kita pun bersinergy dengan Tuhan dan akhirnya dapat menangis dengan air mata yang tulus dari kita. Jadi ingatlah yang dapat menyentuh batin kita yang paling dalam hanya Allah karena batin kita begitu dalam dan lebar yang tidak dapat diukur oleh manusia manapun di dunia ini. Oleh sebab itulah batin kita tidak dapat dipuaskan oleh hal-hal materi melainkan hal-hal metafisik yaitu Allah sendiri, sehingga Ia pun dapat mengentuh batin kita.

Di dalam 2 Korintus. 7: 6-7; 11 memberi contoh bahwa ketika pertobatan terjadi dukacita yang asalnya dari Tuhan akan melingkupi setiap kita dan kata-kata penghiburan yang dapat kita keluarkan juga dapat menghibur orang yang berdukacita. Akan tetapi, semua hal yang kita dapatkan dari orang lain ketika dihibur sadar ataupun tidak ada satu pribadi yang lebih besar memberikan kita penghiburan yang sejati yaitu Tuhan. Pertobatan akan mendatangkan keselamatan (2Kor. 7:10). Terdapat satu juga contoh pertobatan yang dilakukan oleh anak-anak Skewa yang selama ini melakukan sihir. Mereka melakukan pertobatan yang dilakukan dengan menunjukan kitab-kitab sihir di depan khalayak lalu kitab tersebut dibakar di depan semua orang padahal nilai dari pada buku tersebut sangatlah mahal harganya, ini merupakan suatu tindakan dan langkah yang sangat besar yang diambil oleh anak-anak Skewa (Kis. 19:18-19).

Akan tetapi, pertobatan saja ternyata tidaklah cukup melainkan kita harus menghasilkan buah pertobatan, jika buah dari pada pertobatan tidak terjadi maka ranting yang tidak berbuah akan dipangkas (Mat. 3:7-8; Yoh. 15:2). Setiap orang yang tidak menempel pada Tuhan yang merupakan pokok anggur maka dosa akan datang menghampiri kita dan kita pun mendapat penghukuman (Yoh. 15:6). Kita harus dapat membedakan Teopati dan Teologi, dimana teopati ialah perasaan akan Allah yang merupakan proses yang sering disalah artikan oleh setiap manusia sedangkan teologi adalah pengetahuan akan Allah. Semua Teopati yang seringkali di pertanyakan oleh setiap orang percaya seharusnya diubah dengan lebih memikirkan kehidupan kekal yang hanya bisa di dapatkan jika kita mau menempel kepada Kristus (Mark. 10:17).

Buah-buah pertobatan adalah pekerjaan-pekerjaan baik yang sesuai dengan kehendaknya Allah (Mat. 25:1-12). Sedangkan orang yang tidak melakukan pekerjaan baik akan mendapatkan perkataan seperti ini dari Yesus “Aku berkata kepadamu Aku tidak mengenal kamu” è Hal yang tidak dilakukan oleh 5 gadis bodoh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh memperlai sedangkan 5 gadis bijaksana melakukan apa yang dikehendaki oleh mempelai laki-laki dengan menyambut mempelai laki-laki dan akhirnya pintu ditutup dan para gadis bodoh yang sedang tidak dikenal serta pintu itu tidak dibukakan lagi (Luk. 13:24-25). Paulus di dalam pelayanan bertahan di dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran seolah-olah ia masuk pada gerbang yang sempit yang membawa masuk ke dalam kerajaan sorga (2Kor. 6:2-4).2.

2. Goggly Pietly

Kesungguhan di dalam mencari Allah harus dengan sadar dimiliki oleh setiap orang percaya tidak peduli hal yang terjadi di dalam kehidupan dari hari lepas hari. Jika pencarian terhadap Allah kita tidak usaha dengan sungguh-sungguh maka tidak ada buah-buah pertoban dan kita tidak bisa masuk di dalam pintu sempit yang Tuhan telah sediakan bagi kita (Mat. 6:24). Terang tidak bisa bersatu dengan gelap jadi kita harus mempunyai kesungguhan dengan sungguh-sungguh karena kita sudah keluar dari gelap itu makanya kita tidak bisa kembali pada kegelapan (2Kor. 6: 14-16). Kita diajak membersihkan semua keinginan daging dan roh terlebih dahulu karena jikalau yang dalam bersih maka yang bagian luar juga akan bersih (Mat. 23:25-26). Jadi kita harus membersihkan semua pencemaran jasmani dan rohani agar dapat mencapai kekudusan, hal inilah yang seharusnya kita dapat sadari (2 Kor. 7:1).

Sebelum kekudusan itu datang sehausnya kita dapat membersihkan diri kita. (Yes. 1:6). Kita dapat menyucikan diri kita jika memiliki pengharapan di dalam Yesus yang berarti suatu kelak kita akan menjadi serupa dengan Dia (1Yoh. 3:3). Jadi tidak hanya memiliki iman percaya saja melainkan pengharapan yang akan membawa kita kepada kasih yang kekal itu. Dan kasih yang sempurna itu ada di dalam kita (Mat. 5:48; Fil. 2:15). Kita disucikan bukan sekedar menjadi orang baik tapi mau menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi murid Tuhan (Mat. 10:37-38). Tuhan memang memberikan salib untuk kita, Tuhan berjalan di depan kita jika kita menyangkal diri kita agar dapat membersihkan tubuh dan roh (Mat. 16:24-25).

Kesimpulan

Jadi di dalam pemurnian yang Tuhan selalu harapkan anak-anakNya dapat jalani dari hari lepas hari dengan jatuh bangun di dalam dosa janganlah hidup di dalam dosa melainkan ambil langkah untuk mau membersihkan diri dengan melakukan pertobatan dengan air mata yang dapat membersihkan batin yang sudah tercemar akan dosa yang telah kita lakukan dan setelah pertobatan telah kita lakukan Tuhan juga mau kita semua untuk dapat kepada Tuhan, mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan membawa semua pengharapan kepada Tuhan agar pemurnian yang sedang kita jalani dapat membuat kita semua kembali sadar bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah yang pada akhirnya nanti kita dapat menajadi serupa dengan Kristus yang merupakan Allah yang menjadi manusia. Amin!

How To Read The Bible

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 1

Kita suci ditulis oleh para penulis yang diilhamkan oleh Rh Kudus. Jadi ketika sekarang kita mau untuk mengetahui pikiran Kristus yang berada di dalam Kitab Suci pikiran kita juga harus masuk akan tetapi, kita juga harus bertanggungjawab umtuk dapat mengetahui apa yang menjadi pikiran Allah lewat pikiran kita. Dalam 2 Tim. 3:15-16 memaparkan kegunaan dari pada doktrin dari pada Alkitab yang berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Terdapat 4 cara untuk mengetahui pikiran Kristus di dalam Kitab Suci yaitu:

  1. Christ Center
  2. Eklesial
  3. Personal
  4. Obedience

Langkah-langkah dalam eksegesis:

Historia:

  • Teks
  • Terjemahkan
  • Poin-poin sintaks
  • Sumaary
  • Konsep teologis

Teoria:

  1. Tipologi (menemukan pikiran Kristus) => 2 Timotius 3:16
  2. Christ center (pikiran Kristus/ spiritual meaning) => Report, correction, instraction => Virtues Ef 2:10 =>Theosis    

Firman benar-benar telah menjadi daging (1 Yoh. 1:1-4). Alkitab bukan berisi cacatan sejarah melainkan apa yang Firman katakan, karya Kristus dan gerejaNya. Mengapa kita harus berelasi dengan Philokalia atau gereja? Karena gereja telah susah payah menjaga ajaran para Rasul. Gereja juga yang menajdi asal mula dari pada Kitab Suci. Seperti di dalam jemaat Korintus, di mana jemaat Korintus terbentuk terlebih dahulu sehingga adanya surat kepda jemaat di korintus. Para rasul mengalami secara langsung konsep atau pikiran Kristus lewat Roh Kudus (1 Yoh 1:1). Apa yang mereka lihat dan mereka raba itu mereka tulis untuk gereja. Demikianlah gereja menjaga dan merawat ajaran-ajaran mereka.

Cara mengeksegesis Alkitab menurut Bishop Michael:

  1. Kristus sebagai kunci dari pada segala tulisan kitab suci
  2. Sumber dari kehidupan.
  3. Surat kasih dari Tuhan.
  4. Menuntun pada theosis.
  5. Berasal dari tradisi (paradosis, ajaran, doktrin yang diturunkan oleh Kristus kepada Para Rasul dan gereja).
  6. Satu kesaksian tentang kebenaran dimana kebenaran itu adalah pribadi bukan konsep.
  7. Alkitab sebagai sebuah pengajaran yang berasal dari gereja.
  8. Bersifat personal.
  9. Dituntun oleh Church Fathers karena ini adalah sebuah misteri.
  10. Sebagai pengetahuan yang akan menolong kita untuk mengerti doktri bukan untuk mengubah doktrin.

Bagaimana membaca Alkitab menurut Kalitos

Jika seorang raja menuliskan sebuah surat buat kita pada saat kita menerima dan membaca pasti dengan sukacita dan hati-hati. Tapi bagaimana jika yang menulis surat itu adalahh sang raja surga itu? Ini yang harus jadi suatu pertanyaan bagi kita. Kita seharusnya membaca seperti membaca surat dari president. Saint Tikhon “is to enter into to a personal conversation face-to-face with the living God” atau seperti berbicara dengan Tuhan secara tatap muka. Ketika kita membaca Alkitab berarti kita sedang membaca dan berbicara dengan Tuhan. Sikap seperti inilah yang membuat kenapa kita harus belajar Orthodox. Saya bisa melihat Alkitab itu adalah surat pribadi Allah yang dikirimkan secara pribadi oleh Allah untuk saya. Alkitab tidak ditujukan hanya untuk orang lain yang merasa jauh dan tidak berlaku nanti tapi sekarang dan disini ditulis untuk saya. Kapanpun kita membuka Alkitab, kita sedang berdialog dengan Tuhan Yesus. Di dalam 1 Samuel 3:10 kita harus berdoa kepada Tuhan agar dia dapat berbicara. Dua abad sebelum saint Tikhon dari Orthodox mengeluarkan buah statement bahwa kitab suci itu memberikan gaidens secara keseluruhan dan diinspirasi secara ilahi dan ditulis secara menusia. Alkitab itu berotoritas dan merupakan diri Allah sendiri yang berotoritas di dalam ciptaan jadi kita mengenal menerima dari gereja dan di dalam gereja. Alkitab bukanlah karangan dari para penulis tetapi secara ilahi diilhankan oleh Roh Kudus tapi tidak mendikte disini diilhami secara dinamis (yang dituntuk oleh Roh Kudus) dengan menggunakan bahasa dari pada para penulis sendiri (2 Petr. 1:20-21).

Ketaatan

Respon kita akan firman ini adalah suatu respon yang taat. Di setiap kitab yang ditulis dari masing-masing penulis terdapat satu pesan. Ini adalah satu buku yang berasal dari satu roh yang sama, dari satu pesan yang sama di seluruh pesan yang berada di dalam Alkitab. Dalam 2 Timotius diketahui bahwa semua itu untuk menuntun kita kepada hidup yang kekal. Ini ditulis oleh manusia yang merupakan penulis yang berbeda, budaya yang beda, situasi yang beda, penulisnya juga beda. Allah berbicara pada berbagai zaman dan berbagai cara (Ibr. 1:1). Setiap kata di Alkitab merefleksikan zaman waktu Alkitab itu ditulis dan tentu sudut pandang manusia memakai Bahasa ibrani dan Yunani seperti Yesus yang memakai Bahasa Yunani.

Menara Babel (Kej. 11) yang dicerai beraikan oleh Allah adalah typology dari pentakosta atau gereja, yang kemudian mengumpulkan mereka.

Kita adalah kawan sekerja Allah (1Kor. 3:9). Pengarang dari setiap kitab tidak pasif. Setiap kitab ciri khas masing-masing dimana Matius punya sikap suka bergereja. Markus untuk orang Yunani. Lukas untuk kasih Allah yang universal dan hubungan yang sejajar dengan non Yahudi dan Yahudi Yohanes pendekatannya lebih kepada misteri.

Pertanyaannya adalah kenapa bisa berbeda? Karena Firman Allah itu dinyatakan di dalam bahasa manusia. Alkitab ditulis dalam bahasa mananusia maka ada tempat bagi kita, waktu kita belajar bible ada pikiran kita dan kita harus tahu bahwa pikiran itu adalah pemberian Allah dan kita tidak perlu takut gmemakai pikiran kita, tetapi kita perlu tahu historia, ditulis kapan, untuk apa, latar belakangnya. Tetapi kita melihatnya dengan aspek Ilahi. Kita harus melihat ada Yesus Kristusnya kalau kita membaca Alkitab bukan hanya sekedar konsep saja. Kalau baca Alkitab bukan sekedar mengtahui historia, tetapi kita mempunyai pertanyaan bagaimana saya diselamatkan. 2 Timotius 3:15. Kekaguman dan sikap mendengar.

Semua itu adalah pemberian dari Allah dan kita juga dapat menambahi. Jadi kalau kita membaca jangan hanya ingin tahu pengetahuan histori saja melainkan cari tahu bagaimana kita diselamatkan (2Tim. 3:16). Ketaatan kepada FT mempunyai 2 makna: 1. Kekaguman dan sikap mendengar. Ini seperti mujizat Allah yang selalu kekinian bagaimana FA itu menjadi kitab yang dapat kita baca. Waktu kita membaca kitab Suci ini menunjukan kita pada suatu hal. Banyak hal yang ada di dalam Alkutab yang belim di Ekspore temukan. Salah satu yang harus kita lakukan adalah ketaatan.

Sikap yang benar ketika membaca Alkitab:

  1. Kagum adalah ketika kita membaca Alkitab dengan rasa kagum maka kita tidak merasa bosan. Tapi kita perlu membersihkan pintu-pintu perspsi kita dengan kekaguman, seperti mujizat Allah yang selalu kekinian. Bagaiman Firman Allah yang ilahi itu bisa menjadi kitab dan bisa menyelamatkan. Seorang fulsuf mengatakan bahwa “Permulaan dalam menemukan kebenaran adalah mengaguminya”
  2. Ketaatan adalah mendengar. Arti literal dari kata obey adalah mendengar. Hendaklah engkau mendengar. Berhenti berbicara dan mulai mendengar. Kita bisa melihat juga beberapa icon salah satunya icon bunda Maria, kita membuka hati kita artinya kita mau menjadi seperti Dia. Ketika kita membaca Alkitab kita, kita mau menjadi seperti Bunda Maria. Bunda Maria mendengar perintah dari Allah. Yang dilakukan oleh Bunda Maria adalah taat dan mendengar Lukas 1:38 “let it be to me according to your word” Lukas 2:19 itulah artinya mendengar “mengunyah di dalam hatinya. Lukas 2:51 => menyimpan semua hal itu di dalam hatinya. Yoh 2:5 => apapun yang dikatakanNya kepadamu kamu melakukannya.
  3. Mengerti Firman Tuhan ini melalui gereja. Pendekatan kita kepada perkataan itu melalui gereja. Ditujukan kepada kita pribadi dan kita terikat sebagai anggota dari satu komunitas. Kitab suci dan gereja itu tidak terpisahkan. Gereja dan kitab terkoneksi satu dengan yang lain saling bergantung. Kita menerima kitab suci itu lahir dari gereja. Kita tidak punya 2 kitab melainkan satu kitab PL dan PB yang lahir dari gereja. Di dalam sejarah dala 3 abad pertama sejak kedatngan Kritsus pada zaman itu kita dibaca yaitu Septuaginta yang terdiri dari 50 kitab PB 27 kitab.

Pengenalan Etika Kristen

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 1

Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan apa yang buruk. Oleh sebab itu bidang ilmu ini tidak terpisah dengan ajaran gereja yang dipelajari selama ini. Etika Kristen berhubungan dengan foundation—purification—theosis yang menuntun orang percaya berjalan dengan pemurnian. Pendekatan etika Kristen tidak mencangkup filsafat tapi keselamatan yaitu etika yang dimengerti dengan keselamatan yang kemudian merupakan hal yang akan menuntun kita pada akhir hidup yang merupakan tujuan hidup setiap orang. Keselamatan ini tidak lepas dari Kristus, keselamatan dan Trinitas yang saling berhubungan. Hal ini dikarenakan kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah (Ef. 2:8), yang membuat kita semua yang diselamatkan seharusnya melakukan perbuatan baik (EF. 2:9). Itulah sinergy dengan etika Krtisten yang mendorong setiap manusia untuk melakukan pekerjaan baik. Kita belajar etika berarti kita harus melihat sumber dari pekerjaan baik tersebut berada di dalam Allah Tritunggal (Ef. 2:10). Jadi pendekatan kita adalah Trinitarian God.

Kita harus melihat contoh etika yang diberikan dengan oleh Tritunggal yang saling mengasihi. Allah Tritunggal menunjukan contoh yang sangat jelas dimana membentuk komunitas yang saling mengasihi dan menghargai tugas masing-masing di dalam kekekalan dengan sangat teratur. Oleh sebab itulah kita harus melandasi etika Kristen dengan kasih (Kol. 3:12-14). Landasan dari etika Kristen adalah kasih (1kor. 13: 1-3). Jika kita melakukan segala hal tapi tanpa Allah segala sesuatunya akan sia-sia. Kasih menjadi seperti air yang dapat mengisi segala tempat jadi kasih itu bersifat kekal (1Kor. 13:4). Kasih juga menjadi sifat manusia tidak seharusnya berubah (1Kor. 13:8) dan mencangkup buah-buah roh yang menjadi daar dari kehidupan manusia (Gal. 5:22) Moral live kita berdasarkan pakaian Kristus (antropologi) dan keselamatan (soteorologi) jadi seharusnya kita sebagai orang percaya dapat menerapkan etika Kristen yang seharusnya menjadi nilai plus dari pada iman Kristen. Semakin hari kehidupan rohani dan bermasyarakat semakin lebih baik, sampai akhirnya orang lain dapat merasakan Yesus di dalam diri setiap kita.

Etika Di dalam Alkitab di mulai dengan:

  1. Repetance

Repetance dapat disebut juga sebagai pertobatan yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang Kristen dari hari ke hari. Pertobatan yang dilakukan oleh orang Kristen dilakukan untuk memurnikan jiwa yang terjadi dengan air mata yang dikeluarkan karena pertobatan atau repetance with tears, hal itu akan membawa setiap orang percaya masuk dalam kerajaan surga (Matius. 4:17), hal inilah yang dimengerti oleh setiap pengikut Kristus. Di dalam Perjanjian Baru juga terdapat ayat yang menyatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” arti sesungguhnya dari hal ini adalah kerajaan surga berada dekat dengan jangkauan kita ini yang kemudian menunjuk kepada inkarnasi yang Yesus Kristus. Bukti dari pada pernyataan tersebut para nabi yang telah menyaksikan dan menubuatkan akan ada nubuat yang terakhir yang akan datang sebagai pengenapan dari pada segala bentuk nubuat yang telah dinyatakan oleh para nabi. Nabi juga merupakan pemuka dari pada penyampaian dari pada kedatangan sang pengenap nubuatan sedangkan Yesus adalah isi dari pada hal yang selama berpuluh-puluh telah disampaikan oleh para nabi (Ibr. 1:1-3). Etika kita juga dapat disebut sebagai etika kerajaan surga yang mengandung aturan- aturan yang berada di dalam kerajaan surga. Yesus mengancam kota-kota yang tidak bertobat seperti kota Khorazim dan Betsaida akan tetapi ajakan pertobatan itu diresponi seperti yang dilakuakan oleh Tirus dan Sidon hal ini berarti ajakan pertobatan itu tidak pernah memaksa manusia untuk bertobat melainkan dikembalikan pada pilihan setiap manusia (Free will) dan perlu diketahui bahwa ternyata mujizat tidak menjanjikan pertobatan seperti yang terjadi pada para ahli taurat dan orang farisi bagaimana mereka telah melihat mujizat Yesus tapi tidak pernah untuk melakukan pertobatan melainkan semakin membenci Yesus. Kita pun diperingati kalau bersalah untuk dapat melakukan pertobatan karena penghakiman terakhir berlaku, pada saat itu semua orang akan dihakimi dari orang yang bertobat sampai orang yang tidak pernah melakukan pertobatan akan mendapat hukuman yang begitu berat (Mat. 11:20-22) dan jika pertobatan berlangsung satu alasanpun tidak berlaku untuk orang yang telah bersalah (Mat. 12:36). Pertobatan adalah pemutar balikan seseorang dari maut ke jalan yang benar dan menuju ke kerajaan surga akan tetapi penghakiman atas setiap perbuatan kita entah itu baik atau buruk. Mahkota kehidupan di dalam surga akan dikaruniakan bagi setiap perbuatan baik yang dilakukan di dunia.

  • Pertobatan itu melaksanakan perbuatan dosa

Semua dosa yang datang untuk menyerang kita sebenarnya dapat diatasi dengan kuasa yang berasal dari pada Tuhan dan biarlah kita dapat memuliakan nama Tuhan (Mat. 9:8) Oleh sebab itulah kita harus sadar pada saat kita mau melakukan hal yang tidak menyukakan hati Tuhan atau melakukan dosa karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan terikat di surge maksudnya adalah semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan pada saat penghakiman (Mat. 18:18-19). Oleh karena hari penghakiman begitu nyata bagi setiap manusia Tuhan tidak membiarkan kita sendiri Tuhan akan membimbing dan menyertai segala aspek kehidupan kita Ia tidak akan membiarkan kita sendirian untuk menjalankan Etika Kristen yang sedang digumuli oleh setiap manusia sampai pada zaman akhir nantinya (Mat. 28: 20). Hukuman akhir akan dilaksanakan pada saat kebangkitan semua orang pada saat kedatangan Yesus pada kali kedua (Yoh. 5:28-29). Akan tetapi perlu diingat bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan hal yang jahat atas kehidupan dari setiap orang yang mau percaya kepadanya (Rom. 2: 4-7).Oleh karena itulah sebagai orang percaya juga harus mau memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan kita seharusnya sesuai dengan etika umum maupun etika Kristen yang sedang kita jalani di dalam hidup ini. Etika Kristen yang dijalani dari hari lepas hari tentunya dapat membantu setiap kita untuk hidup sesuai dngan apa yang Tuhan mau dan akan membantu kita untuk hidup di jalannya Tuhan untuk mencapai teosis atau kemuliaan serta menjadi serupa dan segambar denganNya, yang Tuhan mau semua orang menikmatinya kelak pada saat kedatangan Yesus pada kali kedua dan semua orang percaya dimuliakan. Amin!

FAITH

Di dalam Kekristenan terdapat 3 sesi iman yang dapat dipraktekan oleh setiap orang Kristen yaitua:

  1. Faith (Iman) yang berbicara dalam pengakuan Iman Nikea tentang Allah, Kristus dan Roh Kudus.
  2. Hope (Pengharapan) yang dapat diprakterakn dengan Doa Bapa Kami.
  3. Love (Kasih) dapat diterapkan dengan doa bapa kami, pembacaan firman disertai denga liturgy.

Seperti diketahui bahwa Kitab suci adalah pewahyuan dari Allah yang dinyatakan melalui anak-Nya dan melalui Roh Kudus yang turun kepada para rasul sehingga diwariskan kepada Bapa-Bapa Gereja. Dalam pembahasan kali ini penulis akan membahas terlebih dahulu sesi Faith (Iman) yang berbicara mengenai Pengakuan iman Nikea. Sedangkan isi dari pada Pengakuan Iman Nike adalah sebagai berikut:

  1. Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
  2. Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.
  3. Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga, dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta menjadi Manusia.
  4. Telah disalibkan bagi keselamatan kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
  5. Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
  6. Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
  7. Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
  8. Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
  9. Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Universal (Katolik/Am), dan Apostolik (Bermata Rantai Rasuliyah)
  10. Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa.
  11. Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati.
  12. Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.

Pembahasan:

Dari pemaparan Pengakuan Iman Nikea diatas berikut pertanyaan-pertanyaan yang akan langsung dipaparkan penjelasan masing-masing dari pada butir Pengakuan Iman Nikea tentu saja diambil dari dalam Kitab Suci sebagai berikut:

Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.

Pertanyaan: Bagaimana kita bisa percaya kepada Allah yang tidak terlihat? Bagaimana kita bisa percaya dan mengenal Allah yang merupakan sesuatu yang tidak terlihat? Bagaimana kita membuktikannya? Ini adalah suatu pertanyaan yang pasti dipertanyaakan.

Jika kita baca didalam 1 Yohanes 4:12 mengatakan “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” Eksistensi atau keberadaan Allah tidak bisa dibuktikan dengan ilmu alam baik itu ilmu fisika, biologi, matematika, dan sebagainya karena Allah bersifat metafisik. Kita tidak bisa mengenal Allah yang sepenuhnya itu karena tidak seorangpun yang dapat mengenal Allah. Elder Thaddeus of Vitovnica mengatakan “Tuhan adalah misteri bagi semua ciptaanNya, tapi Allah ada dalam kita oleh sebab itu di dalam diri kita adalah sebuah mistery bagi diri kita sendiri, kita akan menemukannya misteri di dalam diri kita kalau kita memiliki kerendahan hati.

Apakah iman kita sesuatu yang mustahil jika Allah tidak terlihat tetapi kita mempercayainya? Kita tidak pernah bisa tahu dan mengenal eksistensi Allah karena kita terbatas, Allah di dalam eksistensinya tidak dapat diketahui, namun kita bisa mengenal Allah melalui energy Allah dengan kesadaran akan anugerahNya yang bekerja di dalam kita (1 Kor. 13:12; 1 Tim 6:16). Sehingga ada doa seperti ini, jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga. Apa yang membedakan antara eksistensi Allah dengan energyNya?

Dalam Efesus 1:19 “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Dalam bahasa Yunani kata “dengan kekuatan kuasaNya“ adalah “menurut kekuatan EnergyNya”. Kita bisa membedakan seperti matahari dan cahayanya. Matahari itu sendiri adalah EsensiNya dan cahayaNya adalah energiNya. Contoh: Manusia tidak bisa mendekati matahari, tetapi kita bisa memperoleh energynya yakni pancaran cahayanya. Jadi kita tidak bisa melihat matahari secara langsung tapi kita bisa tahu bahwa ada matahari karena ada substansinya/energinya tanpa kita melihat matahari secara langsung.

          Allah tidak bisa dipahami sebab Dia adalah Terang yang tidak bisa dihampiri, tapi Allah punya energy yang bisa kita kenali lewat iman (1 Tim 6:16; Efe 1:19). Keduanya baik esensinya dan energinya itu adalah milik Allah dan keluar dari Allah yang kekal adanya.  Pengenalan akan Allah di dapat dari EnergiNya yang didapat dari Roh Kudus.

Bagaimana kita bisa mengenal Allah?

  1. Mengenal Allah melalui Ciptaan (Roma 1:19-20)

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Melalui ciptaan ini menunjukan bahwa Allah telah menunjukkan energyNya. Dan manusia itu telah melihat dan merasakan energyNya Allah. Sama seperti matahari tadi kita tidak perlu tahu matahari tetapi melalui pancaran cahayaNya kita sadar bahwa matahari itu Ada. Sama seperti halnya kita tidak perlu tahu nature Allah itu tapi melalui Alam ciptaanNya menunjukan bahwa Allah ada, oleh sebab itu perlu adanya iman pada saat penghakiman nanti.  Manusia diciptakan oleh debu tanah (Kej 2:7) yang adalah alam oleh karena itu di dalam tubuh kita pun mengandung unsur-unsur yang sama seperti yang ada dalam tanah baik mineral, zat besi dan berbagai unsur lainnya. Alam itu sendiri adalah hasil dari kekuatan kuasaNya (energyNya). Dan seharusnya kita menyadari bahwa kita ada untuk percaya padaNya. Nafas yang dihembuskan dalam tubuh kita (kej 2:7) pula adalah nafas ilahi yang menjadi Roh dan Jiwa (1 Tesalonika 5:23; 2 Kor 4:16). Dan kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, maka rupa dan gambar Allah itu pun ada di dalam roh kita. Dan Roh dan jiwa kita tidak bisa mati. Jadi pada dasarnya manusia itu kekal karena jiwa dan roh itu kekal. dengan demikian kita menyadari bahwa sesuatu yang tidak pernah bisa mati itu hanya Allah. Jadi kita bisa mengenal Allah melalui CiptaanNya. Iman yang natural itu bisa timbul dengan kontemplasi dengan alam sehingga kita bisa menyadari bahwa itu ada. Namun ada masalah ketika manusia mencoba mengnal Allah melalui ciptaanNYa (Roma 1:25). Sehingga yang disembah bukan penciptaNya tetapi ciptaanNya.

  • Mengenal Allah dengan Faith Through Revelation (Iman melalui pewahyuan)

Kita bisa mengenal Allah yang sejati itu selain dari alam, tapi juga melalui pewahyuan di dalam Yesus Kristus (Yoh 1:18; Ibrani 1:1-3). Kristus menyatakan lewat Alkitab dan tradisi suci yang diajarkan oleh para Rasul yang tertulis dalam Alkitab. Jadi Allah yang sejati itulah data yang kita kenal melalui Yesus Kristus. Yesus adalah pewahyuan khusus bagi manusia. Pengenalan akan eksistensi Allah itu sebenarnya berasal dari pewahyuanNya sendiri baik melalui para nabi. Kita bisa mengenal Allah yang sejati itu lewat apa yang Kristus kerjakan (1 Yoh 5:20). Jadi tidak cukup menyatakan iman hanya lewat alam ciptaan tapi harus mengenal pencipta yang sebenarnya melalui pewahyuan Yesus Kristus. John Cassian mengatakan bahwa ketika kamu baca, dan kamu berdoa apa yang kamu baca, dan kemudian pada suatu malam setelah beberapa malam, kamu akan bangun dan apa yang kamu baca tadi ternyata kamu menyadari makna yang tersembunyi. Seperti orang yang sudah tidur nyenyak dan dibangunkan oleh petir, jadi bagaimana kita bisa mengenal Allah? Lewat kitab suci. Oleh karena itu untuk menggapai pengetahuan yang benar dari kitab suci, dan kita harus mencapai kerendahan hati sehingga apa yang kita baca itu akan masuk kedalam hati kita dan akan membentuk gambar kita sebab Jika kita membaca kitab suci maka semakin lama kita selami maka kita akan melihat keindahan dan kecantikan dari kitab suci itu.

  • Natural Faith  

Natural Faith adalah Iman yang dimiliki oleh semua orang yang percaya akan adanya Allah oleh karena natural attribute seperti halnya:

  1. Allah itu Maha hadir
  2. Allah itu kekal
  3. Allah itu Maha Tahu
  4. Allah itu Maha Bijaksana

Attibut-attribut Allah yang etik adalah Allah yang Maha kudus dan Maha Pengasih. Kenapa manusia dapat mengenal attribute Allah? Karena manusia punya iman yang berasal dari Natural Faith dan semua manusia memiliki natural faith ini yakni kesadaran bahwa ada yang lebih tinggi dari dirinya yaitu Allah. Namun Iman lewat pewahyuan Yesus Kristus (untuk bisa tahu mengenai Tritubggal) ini tidak semua memiliki Nya. Bukti-bukti dalam perjanjian Lama mengenai Allah Tritunggal. Di dalamKejadian 3:22 dan Kejadian 11:7 kata “kita” menunju kepada Allah Tritunggal. Allah Tritunggal itu Allah yang esa di dalam OUSIA (esensi) tapi 3 di dalam pribadi. Esensi tidak akan pernah ada jika tidak ada pribadi. Allah menujuk pada esensi tapi wujudnya adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang masing-masingnya memiliki atribut karena memiliki pribadi.

Allah itu Esa yaitu Bapa yang menjadi sumber segala sesuatu (1 Kor 8:6). Di dalam Bapa yang satu ini terkandung ousia/esensia/substansi keilahian dan pribadi (hypostasis) yang menjadi sumber dari FirmanNya dan RohNya sendiri. Allah Bapa adalah Allah yang esa itu sendiri, Ia menjadi asal usul Firman Nya yang kekal yang berada satu di dalam DiriNya, dan juga menjadi asal usul dari rohNya sendiri yang juga menjadi secara kekal berada di dalam diriNya yang Esa itu bersama Firman yang sama tadi. Kitab suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa itu disebut Bapa, dan FirmanNya itu disebut sebagai anak atau putra (Yoh 1:14) dan rohNya itu disebut Roh Kudus (Ef 4:30). Keberadaan dan ciri masing- masing antara Allah, firmanNya, dan RohNya itu disebut sebagi hypostasis (Pribadi). Allah yang Esa ini menciptakan segala sesuatu melalui firmanNya di dalam kuasa RohNya dan kita dipanggil untuk menyembahNya. Memang pribadi Allah TriTunggal ini berbeda-beda namun berada dalam lingkaran kasih itu sendiri.

Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.

Sang Anak disebut gambar wujud Allah atau cahaya kemuliaan Allah (Fil 2:6) karena Dia yang menyatakan DiriNya. Jadi Allah dinyatakan oleh sang Putera yang menjelma menjadi manusia.

Demi keselamatan kita sang bapa telah mengutus ankNya untuk mengaruniakan hidup yang kekal, dan setelah karya sang anka selesai maka Ia memberikan RohNya, oleh sebab itu Roh Allah disebut juga Roh Bapa itu juga disebut Roh Kristus juga Roh Yesus dan Roh Yesus Kristus.

Jadi Mystery of the holy Trinity adalah satu Allah yaitu satu Bapa, satu natur dan pribadi yang ilahi maka anak dan roh juga, dan satu kehendak Bapa maka itu yang menjadi kehendak Anak dan Roh Kudus.

Pertanyaan-pertanyaan Iman:

Bagaimana Allah TriTunggal itu bekerja di dalam Hidup Kita? Yoh 15:12 “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Kita tidak bisa memiliki kekristenan kita tanpa anugerah dan Roh Kudus (Mark 10:27).

Bukannya Allah itu kasih, kenapa itu disebut perintah Baru? Kalau perintah Baru berarti ada perintah lama yaitu hukum taurat/syariat. Kita tidak lagi dibawah perintah lama tapi perintah baru karena kembali lagi bahwa esensi dari Allah TriTunggal itu adalah Kasih sebabkita lahir itu dari kasihNya Allah. Seperti esus mengasihi BapaNya maka kita juga harus mengasihi Yesus seperti Yesus mengasihi BapaNYa. Tanda/ bukti Yesus mengasihi BapaNya adalah dalam Yoh 15:12.

Kesimpulannya disini mengenai Chritian Life adalah kita mau menjadi seperti Allah yang harus saling mengasihi, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama kita.

Cara Manusia Dapat Mengenal Allah

  1. Melalui pekerjaan Roh Kudus, Roh Kudus yang mencurahkan wahyu, ajaran dan semuanya yang dinyatakan dalam Kristus. Karena itu Roh Kudus diutus untuk menuntun kita dalam kebenaran (Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang).
  • Kontemplasi  Terhadap Alam Ciptaan, pembacaan Alkitab, Hubungan langsung melalui Doa dan sakramen perjanjian Kudus,
  • Permunian dari Nous, menaklukan nafsu/nepsis, melatih manusia jasmani dan batiniah.

Cosmos dan Kristus

Fondasi atau dasar iman manusia adalah Yesus Kristus (1 Kor. 3:11). Yesus Kristus adalah Firman Allah yang jadi manusia. Yesus mempunyai 1 pribadi akan tetapi 2 kodrat yaitu manusia dan Firman (Ilahi). Jika Yesus adalah Firman Allah maka Ia bersama dengan Allah dan Roh Allah di dalam satu Allah yang Esa. Bapa itu satu maka naturnya adalah Allah, sehingga Anak dan Roh yang ada di dalam Bapa walaupun memiliki pribadi yang berbeda tapi memiliki kodrat yang sama. Firman menjelma untuk keselamatan manusia, dalam menyelamatkan manusia maka ada yang perlu Dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan karya penebusan. Kodrat Ilahi yang dimiliki oleh Firman dan berasal dari Bapa, Allah itu hidup sehingga Ia memiliki Roh Kudus. Mengapa Firman yang menjelma jadi manusia? Sebab Ia yang menjadi pola ciptaan manusia. Allah itu mempunyai gambar dan rupa dan Allah itu Roh. Jika Roh, bagaimana Ia bisa di gambarkan dan mempunyai rupa? Di dalam kekekalan Allah itu Roh, Allah punya desain, pola dan Ia telah menggambarkan diri-Nya. Firman yang merupakan pribadi menjadi gambar dan rupa Allah. Bapa adalah sumber dari Firman dan yang mendesain Firman dan Roh yang akan memberi nafas. Tubuh manusia dibentuk dari debu tanah (alam), Roh Kudus yang memberi roh atau nafas hidup sehingga terbentuklah menjadi makluk hidup (Kej. 2:6-7). Manusia dapat memiliki hikmat dan pengertian karena manusia berasal dari karya Allah Tritunggal yaitu Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Tetapi manusia telah berdosa karena ketidaktaatan. Hukuman dari ketidaktaatan adalah kematian (Kej 2:17) akan tetapi, disini bukan natur manusia yang telah mati sebab natur manusia itu serupa dengan Allah yang adalah kasih. Bukti dari kasih manusia seharusnya adalah taat. Ibarat sebuah pohon manusia serupa dengan pohon yang disisipi benalu sehingga menyimpit dan tidak bertumbuh sampai akhirnya mati. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa Allah memancakan kasihNya kepada manusia lewat karya penebusan yang Yesus Kristus kerjakan dimana Yesus mengambil kodrat daging dan darah (Maria) disalib, mati, dikuburkan dan bangkit. Manusia berdosa dan jatuh karena memakan buah yang beradal dari alam. Kita adalah natur dari Adam sehingga akibat dari dosa adam pun kita nikmati sekarang. Hasil dari alam ini telah menjadi dosa (Kej 3:17 ), benalu yang mensisipkan manusia adalah dosa, iblis dan maut. Firman menjelma untuk menyelamatkan manusia dari benalu, sehingga ada karya penebusan. Firman menjelma jadi manusia karena yang dilengketkan oleh benalu. Manusia berdosa dan jatuh karena buah maka semua yang dihasilkan oleh alam tanah pohon menghasilakn hal yang tudak baik.

Kayu salib ini merestorasi alam, pohon, yang puncaknya menghasilkan langit dan bumi yang baru.

Paralel

Daging yang sudah ditempeli dgn benalu Daging harus diselamatkan karena kodrat kita manusia yang terdiri darii daging dan roh, sehingga daging ini yang harus diselamtkan.
Buah/ Pohon yang membuat jatuh dlm dosa (dari Alam) Pohon yang direstorasi, Diselesaikan di kayu salib
Air dari Alam yg terkutuk berasal dari alam. Ketika dibaptis maka air itu di restorasi dari kematian penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus secara Roh.
Roti & anggur berasal dari alam Satu sakramen yang secara misteri merupakan tubuh dan darah Kristus, ketika kita makan tubuh dan darahnya maka kita menyatu denganNya.
Kertas/Kitab suci yang diciptakan dari serat pohon yang merupakan dari Alam Sudah direstorasi dengan kematian Yesus di kayu salib. Tuhan menggunakan sarana2 itu untuk menyelamatkan kita. So jangan anti benda.   Kitab dibuat dari kertas dan sudah direstorasi, Alkitab yang dibuat dari kertas tetapi ada FIrman dan perkataan Yesus maka ada Yesus di hati/daging, kitab suci itu, Yesus ada di air, roti dan anggur, didalam kertas,

Di katakana bahwa pada zaman akhir manusia akan menikmati langit dan bumi yang baru roh dan tubuh mansia akan menyatu. Kalau kita merestorasi daging, buah, air dan roti & anggur, kertas dan tanah maka ini disebut dengan proses menuju serupa dengan Kristus dikerjakan bersama atau bersinergy dengan Kristus di dalam Roh Kudus. Sebab itu ketika kita telah menjadi anak-anak Allah atau manusia baru kita terus diselamatkan menuju kesempurnaan melalui sarana roti dan daging yang secara misteri adalah darah dan daging Yesus Kristus. kita sebut dengan manusia baru karena daging kita menjadi bait Allah dan roh kita menjadi manusia baru. Ketika kita mati, tubuh ini akan disempurnakan oleh tanah dan roh kita akan masuk ke dalam alam sheol dan mengalahkan alam maut. Pada umumnya surat ditulis menggunakan kertas, ika kita adalah surat Kristus biarlah Kritsus yang manjadi penulis untuk kita dan apapun yang dikehendakinya terjadi di dalam kehiudpan kita. Allah Roh Kudus merupakan penolong bagi setiap manusia ang tidak mengerti apa yang disampaikan karena semua hal yang terkandung di dalam karya penyelamatan Yesus merupakan sebuah misteri (Yoh. 15:26; 16:13). Roh Kudus juga dengan lantang menyebutkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan tanpa Roh Kudus juga kita tidak dapat berelasi dengan Allah (Rom. 8:26). Atas semua karya yang Yesus kerjakan Bapa Church Father mengatakan bahwa orang percaya lahir sebanyak tiga kali dan mati 1 kali:

  1. Lahir dari seorang wanita
  2. Lahir dari Roh (air/ baptisan)
  3. Lahir dari kebangkitan.
  4. Mati sekali => untuk mengalami kelahiran yang ketiga, sehingga mati disebut sebagai keuntungan.

Jika Kristus telah memberikan segalanya bagi kita yaitu daging, roh, nyawa, tubuh, bukan hanya fisik tapi juga rohnya juga telah Ia berikan kepada kita, marilah kita juga mau untuk mengorkbankan apa yang menjadi milik kita kepada Allah sebagai rasa syukur karena keselamatan yang telah ia lakukan. Amin!

Design a site like this with WordPress.com
Get started