Nama: Geralda Aprillia Salindeho
Mata Kuliah: Eksegesis PB
Tugas: 9
1Pada
zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah
seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke
daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
2Nama
orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon
dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah
sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
3Kemudian
matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua
anaknya.
4Keduanya
mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut;
dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
5Lalu
matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu
kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
6Kemudian
berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di
daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan
memberikan makanan kepada mereka.
7Maka
berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua
menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,
8berkatalah
Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke
rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu
tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
9kiranya
atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah
suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara
keras
10dan
berkata kepadanya: “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada
bangsamu.”
11Tetapi
Naomi berkata: “Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku?
Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan
suamimu nanti?
12Pulanglah,
anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya
pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan
sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,
13masakan
kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri
dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh
lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap
aku?”
14Menangis
pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri,
tetapi Rut tetap berpaut padanya.
15Berkatalah
Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya;
pulanglah mengikuti iparmu itu.”
16Tetapi
kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak
mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di
mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan
Allahmulah Allahku;
17di
mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan.
Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau
sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”
18Ketika
Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia,
berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
Naomi mengalami kelaparan lalu pindah ke negeri Moab
mempunyai 2 anak laki-laki yang menikah dengan wanita awam yaitu Ruth dan Orpa.
Di negeri Moab Naomi mengalami penderitaan dengan
kedua anakNya meninggal, setelah kehilangan suami dan anaknya dia kembali
pulang.
Bdk Perumpamaan
anak yang hilang. Keluarga punya 2 anak pada suatu saat yang bungsu pergi dari
rumah membawa harta warisan tapi menghamburkan uang tapi setelah itu pulang ke
rumah lagi dan disambut Bapa dengan penuh kebahagiaan.
Spiritual Meaning:
- Naomi
adalah seorang yang hilang lalu kembali lagi. Jadi Naomi kembali untuk
mendapatkan roti hidup (Yoh. 6:48). Ini mengambarkan Bapa yang penuh dengan
kasih. Kita sama seperti anak bungsu akan tetapi jika kita kembali kepada Bapa
akan terima kita. Ini membuktikan bahwa Bapa selalu membuka diri kepada siapa
saja yang mau ikut Dia.
- Ruth.
Penebusan Kristus bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi untuk bangsa-bangsa
yang bukan Yahudi. Merasakan asing di negeri Israel.
Jadi Ruth Naomi
ini adalah contoh penebusan yang dilakukan Kristus untuk orang Yahudi dan semua
orang di luar Yahudi.
Boas. Menjaga,
melindungi dan menaungi Ruth ini merupakan gambaran dari pada Yesus Kristus itu
sendiri.
Personal:
Ternyata dari dulu Allah telah memikirkan jauh ke
depan. Jadi seharusnya kita juga sama seperti Ruth yang mengambarkan suatu
bangsa yang tidak kenal Tuhan. Tetapi mau untuk mengikut Tuhan sampai akhirnya.
Ikut Kristus pasti menderita tetapi walaupun menderita kita tidak akan menyerah
tetapi kita tau akan menuju kemana yaitu kepada keselamatan. Sama seperti Ruth
yang masuk ke bangsa Israel tetapi merasa asing begitu juga dengan kita masuk
ke dalam gereja seharusnya merasakan asing atau berubah dari kehidupan lama
kita tidak mau lagi untuk kembali ke manusia lama yang penuh dosa. Rasa asing
akan dosa akan membuat kita tidak nyaman hidup di dalamnya.
Kita seharusnya melihat kematian bukan hanya nereka,
penderitaan, penghakiman tetapi melihat bahwa masuk kepada keselamatan dan
bukan hal yang mendorong untuk lari dari pada Tuhan. Kemudian kita akan menuntun
orang makin lama makin mengerti bagaimana itu Kristus. Orang Kristen tidak hanya mengenai menjadi
orang baik tetapi bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Ingat:
Waktu kita membaca Alkitab berpikiran macam-macam boleh. Akan tetapi, harus
diarahkan dengan spiritual meaning. Kita diciptakan menurut gambar Allah
tetapi kita diciptakan menjadi yang terbaik. Jadi khotbah seharusnya membuat jemaat
merasakan bahwa diri mereka adalah yang terbaik. Kenapa yang diambil sekarang
adalah injil? Karena Injil adalah pengenapan dari semua PL sedangkan
surat-surat merupakan penjelasan dari pada injil.
Matius
6:9-13
Doa
Bapa Kami (Part 2)
Berilanlah kami pada hari ini makanan (roti) kami
yang secukupNya
Terjemahan literal: Berikanlah kepada kami roti kami yang sehari-hari
untuk hari ini.
Roti ini bukan roti yang dari tepung tetapi roti
yang berasal dari surga. Jadi dulu bangsa Israel yang mendapatkan roti dari
surga yaitu manna. Begitu juga dengan kita yang seharusnya meminta roti dari
surga. Ini merupakan roti rohani bukan roti jasmani untuk kehidupan kita bukan
untuk mengenyangkan perut tetapi membuat kita tidak lapar lagi. Kita harus
meminta dengan terus menerus dengan penuh belas kasihan. Yang akan kita
dapatkan adalah Yesus yang merupakan roti kehidupan (Bdk. Yoh. 6).
Pendapat Church
fathers
Agustinus say:
Jadi bukan soal makan dan lapar lagi tetapi sesuatu yang menghasilkan kekekalan
yang berasal dari daging dan darah Kristus. Ibarat kita tidak makan akan mati
sama seperti jiwa yang makan tubuh dan darah Kristus membuat kita tidak makan.
Cyprian:
Kristus adalah roti hidup. Roti ini bukan milik semua manusia tetapi milik kita
yang berdoa. Jadi berdoa setiap hari ini mengajarkan bahwa ternyata setiap hari
kita harus melakukan ekaristi (Perjamuan kudus). Supaya kita tidak terpisah
dari tubuh Kristus.
Pseudo-Chrysostom say
Makan roti
supaya kita diberikan kekuatan untuk:
- Menerima
Dia. Dia di dalam kamu dan kamu di dalam dia
- Mengalahkan
dosa dan menyucikan diri.
Dan Ampunilah Kami Akan Kesalahan Kami, Seperti Kami Juga
Mengampuni Orang Yang Bersalah Kepada Kami
Terjemahan literal:
Biarkanlah hutang-hutang kami seperti kami juga mengampuni orang yang berhutang
kepada kami.
Pendapat Church Fathers
Cyprian say: Setelah Tuhan memberikan kamu makanan dari surge maka
langkah selanjutnya kamu meminta pengampunan dosa. Hutang disini bukan hutang
jasmani melainkan hutang rohani yang berkaitan dengan dosa-dosa kita. Kita
seharusnya mengampuni tanpa batas (Mat. 18: 21-35). Oleh sebab itu disini
ampunilah dosa kami menunjukan kepada Allah yang merupakan sumber pengampunan dosa-dosa
kita. Allah yang pasti bisa mengampuni semua dosa manusia tanpa batas. Tetapi
manusia diajak oleh Allah menjadi seperti Dia. Yaitu mengampuni tanpa batas.
Agustinus say: Hutang ini bukan berhubungan
tentang uang. Tetapi segala hal yang melawan dengan kehendak Allah. Kita tidak
bisa mengatakan ampunilah hutangku jika kita belum mengampuni orang yang
berhutang kepada kita.
Crisostom say:
dosa itu bisa diampuni jika kita sudah dibabtis. Dan hanya Allah yang dapat
mengampuni dosa.
Kenapa kita diminta untuk kita mengampuni dosa orang
lain? Bisakah? Tentu bisa karena kita sudah diampuni. Tetap Allah yang paling
utama mengampuni tapi Allah memakai kita untuk mengampuni. Disini kita mengajak
orang untuk melihat Allah begitu mengasihi kita lewat pengampunan yang kita
salurkan kepada sesame kita yang bersalah.
Dan janganlah bawah kami ke dalam pencobaan
Terjemahan litaral: Janganlah menuntun kami ke dalam pencobaan, pindahkanlah kami dari
dalam pencobaan.
Kita sering berpikir bahwa Allah itu jahat membwa kita ke
dalam pencobaan karena kita yang meminta suoaya Allah jangan membawa kita ke
dalam pencobaan. Padahal pencobaan dapat membawa kita ke dalam dosa yang akan
memancing pikiran jahat. Yang akan membawa kepada kebinasaan (Mark. 7:21; Yak.
1:14). Berarti doa ini berarti kita memutuskan akar ini di dalam Allah, ini
tidak sesuai dengan keinginan Allah. Disini kita minta kuasa Allah untuk
membantu kita mengalahkan pencobaan. Kita memakai Allah untuk menjadi pengawal
melawan segala pencobaan (Ef. 6:12)
Pendapat Church Fathers
Agustinus say:
pencobaan itu menyadarkan ita bahwa kita butuh Allah dan berdoa supaya kita
bisa emngakahkan deakmdpbaan.
Syprian says:
Juka kita berdoa dengan murah hati kita akan berbahagia kepada orang yang
bertahan.
- Pencobaan tidak bisa dihindari. Yang dapat menghasilkan tahan uji. Di dalam
Yohanes 17:15 terdapat penjelasan bahwa disaat kita berdoa kita masih belum memahami apa kehendak Allah. Allah
itu setia dan selalu menemani kita (1Kor. 10:13). Dia akan menjaga kita yang
berikan kita kuasa untu melawan Allah.
(2 Tes. 3:3).
Lepaslanlah Kami Dari Si Jahat
Terjemahan Literal: Lepaskan aku dari iblis dan pencobaanNya.
Sebab Engkaulah yang empunya ke….
Terjemahan Literal: Sebab milikMu adalah kerajaan, dan kuasa, dan
kemuliaan dan selama-lamanya. Amin
- Ini
membuktikan bahwa Allah itu maha kuasa. Dia peunya kerajaan sampai
selama-lamanya.
- Membuat
kita merasa aman dan membuat tidak takut.
- Membuat
kita menjadi mulia.
Kesimpulan Doa Bapa Kami
Doa ini merupakan perjalanan spiritual kita. Kita
diangkat jadi anak Allah, kita ingin jadi seperti Allah ingin pergi ke surga.
Tapi jika ingin kesana kita harus melaksanakan kehendak Allah. Untuk melakukan
kehendak Allah kita perlu kekuatan dari Allah melalui roti kehidupan untuk
melawan dosa, melawan pencobaan/ iblis, mengampuni orang lain. Ini menunjukan
kehidupan spiritual dimana kita melawan old level. Mengajak orang lain mengenal
Bapa yang Maha Kasih, bukan hanya kita sendiri yang diampuni tetapi juga orang
lain. Dan kita akan masuk ke dalam kemuliaan/ kerajaan/ energy Allah (Teosis)
bersama-sama dengan Allah selamanya. Amin!