Ketiadaan Nafsu & Eskatologi

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 11

Gambar terkait

Satu kondisi kita dapat mengalahkan nafsu. Yang memimpin kita pada illimunation. Jadi vase praktikos berakhir pada dispassion menuju pada askesis dan menghasilkan kasih (virtues).  Virtues adalah buah-buah dari disiplin rohani atau askesis mereka dihasilkan oleh anugerah.

  1. Faith
  2. Hope
  3. Fear of god
  4. Long suffering
  5. Patience

Perbedaan weekness dan humility:

Weekness kita mau diajar kalau humility kita mau untuk mendapatkan anugerah.

Lemah lembut bukan berarti lemah tetapi suatu pikiran yang kuat yang tidak bisa dikalahkan oleh godaan. Ini adalah orang yang tegas tapi lembut mau belajar dan tidak dapat dipengaruhi oleh pujian ataupun hinaan. Tetapi bukan berarti lemah. Sedangkan humility adalah suatu kesadaran kalau kita terbatas yang membutuhkan anugerah Allah.

Illumination

Sering diebut sebagai kontemplasi, hesychasm/silence. Di dalam illumination kita sudah dapat mengguasai passion tetapi hati kita diterangi Roh Kudus. Kontemplasi tidak pernah berhenti dilakukan terus menerus. Melalui kontemplasi kita dapat mengalami pencerahan akan kebenaran-kebenaran.

7 karunia dari roh kudus:

  • Takut akan Allah mengatasi passion
  • Roh kekuatas menghidupi kebajikan
  • Roh penghibur, data bedakan mana jahat dan mana baik
  • Menyadari yang dianugerahkan kepada kita untuk melakukan kebajikan
  • Pengetahuan, lakuakn kebaikan
  • Pemahaman,
  • Kebijaksaan.

Pendapat Church Fathers

Dimitru say: mengutip tulisan dari Maximus yang sulit untuk dipahami tetapi dimudahkan oleh Dimitru yaitu hati kita diterangi oleh terang ilahi, Roh kita diterangi oleh Roh Kudus. Kita dipenuhi oleh terang ilahi.

Bagaimana caranya memurnikan hati? Apa pentingnya iluminasi?

Dimitru say: Kita harus melangkah pada iluminasi atau diterangi oleh terang ilahi yang dibawah oleh Roh Kudus.

Kedagingan-kedagingan semakin dimurnikan. Iluminasi bekerja di NOUS dan hati. Nous bekerja secara consciunces sedangkan hati bekerja secara unconsciunces. Datang kepada Tuhan sering hanya diartikan sebagai sebuah kebaktian. Hati yang tidak pernah diterangi oleh Roh kudus. Hati begitu penting diterangi oleh kuasa Allah kalau tidak diterangi maka tidak ada karunia Allah di dalamnya.

3 fakulti di dalam diri manusia:

  1. Nous untuk kenal Tuhan
  2. Hati inginkan dan cintai tuhan
  3. Kehendak bebas dimana memilih atau tidak di dalam melakukan.

Kalau tidak ada kehendak bebas berarti tidak ada penghakiman sedangkan jikan ada kehendak bebas maka akan ada penghakiman karena kita berdiri atas diri kita sendiri. Hati memiliki jari-jari yang merupakan semua kekuatan panca indra dan semua kekuatan jiwa. Jadi hati itu seperti gudang. Nous sepharusnya menguasai hati untuk memiliki hati yang murni. Ini merupakan level illuminasi (Yoh. 6:45; 14:26). Tuhan akan pimpin kita setiap waktu (Yoh. 16”8). Kalau hati kita tidak sehat itu ha

Hati adalah ruang terdalam dari pada batin. Di dalam hati ada kerajaan Allah dan kerajaan iblis.

Eskatologi

Ketika mansuia mati akan terjadi penghakiman sementara yang dilakukan oleh iblis. Tagihan-tagihan dri iblis disebut toll gate. Di dalam Lukas 16:19-31 terdapat kisah lazarus dan orang kaya dimana orang kaya masuk ke dalam Hades sedangkan Lazarus masuk ke dalam firdaus. Menunggu kebangkitan tubuh orang-orang yang telah mati mendapatkan penghakiman sementara. Yang dialami oleh Lazaruz dan orang kaya hanya mencicipi neraka dan surge. Hades akan menjadi neraka sedangkan lazarus akan menjadi surga. Jadi gereja mengajarkan ada satu tempat yang bukan buatan manusia yang kekal yaitu surga (2Kor. 5:1). Jadi toll gate itu akan menuju hades sedangkan orang benar mereka akan dituntun oleh para malaikat agar iblis tidak dapat merenggut mereka.

Selama kita hidup banyak melakukan kejahatan yang harus melewati tangga. (Gal. 5:21; 1Kor. 6:9-10; Wah. 22:15). Ajaran-ajaran di Alkiytab tidak sembarangan karena menuntun kita menaiki anak tangga. Maka setiap ajaran kita membekali umat mempunyai anak tangga. Kapan kita menyediakan anak tangga? Tangga ini otomatis ada tetapi waktu kita masih hidup di dalam dosa kita iblis akan mampu menarik kita untuk turun. Amin!

Referensi: Orthodox Spirituality, orthodox catechism, George Mastrantonis a new catechism.

Natural Seoul

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 10

Hasil gambar untuk pemandangan sore

Manusia memiliki 3 hal ini di dalam kehidupannya:

  • Reason atau Tahu Allah
  • Emotion atau Rindu Allah
  • Desire atau Menaati Allah

Kebajikan (vertues) sangat tidak mudah dilakukan sebab kita memiliki passion (nafsu), passion bukan hanya bicara soal tubuh tapi berbicara tentang jiwa. Jadi lawan dari vertues adalah passion. Didalam diri kita ada hati yang dijaga oleh nous, nous yang benar adalah nous yang mengenal Allah. Vertue dari jiwa akan memeritah otak (pikiran) dan otak memerintah tubuh yang akhirnya memerintah anggota tubuh yang menghasilkan vertues (Mark 7:21). Apabila nous kita tidak terhubung dengan Allah tetapi pada iblis yang menawarkan godaan yang akhirnya membuat hati kita gelap (reason, emotion, desire) dipenuhi oleh passion sebab tujuan dan harapan dari iblis adalah menawarkan setiap godaan itu supaya jiwa kita menjadi gelap yang akhirnya jauh dari Allah.

Nous terkoneksi dengan Allah melalui iman yang akhirnya menyalurkan energi Allah.didalm Fiman terdapat energi Ilahi. Kita bisa mendapat energi Allah karena kita memiliki iman.

Jiwa manusia tidak terlihat tetapi termanifestasi memalui tubuh begitu juga hal nya Allah Allah yang tak kelihatan termanifestasi memalui ciptaaNya. Salah satunya manusia. Jiwa yang tersembunyi dapat disntuh dan diperbaiki dengan melalui hal yang tersembunyi.

Heart/kardia

Nous kita harus koneksi pada Allah dengan  cara doa, silencw, askesis, reading bible. Sehingga kita mendapat enrgi Allah dari Allah. hati kita harus dipenuhi oelh kehadiran Allah seperti halnya matahari yag menghadirkan cahaya. Maka leason, emotion dan desire mampu menghasikan vertue yang akhirnya tubuh dapat melawan hawa nafsu dan mampu melakukan kebajikan atau mendapatkan passion yang positif.

Jadi melakukan kebajikan dan melawan passion

Self Control Menjaga Kekudusan

Dosa dan 3 Aspek Jiwa

Menurut Yohanes Damaskus jiwa manusia terdiri dari 3 aspek yaitu intelek/intellect/mata jiwa, emosi/incensive/perasaan, dan keinginan/desire/hasrat.

  •  Dosa dari aspek intelek adalah ketidakpercayaan, ajaran sesat, kebodohan, penghujatan, tidak tahu berterima kasih, dan perbuatan dosa lain yang berasal dari aspek ini. Dosa-dosa ini dapat disembuhkan melalui iman dan doktrin melalui Roh Kudus, doa yang tiada henti, dan ucapan syukur kepada Allah.
  • Dosa dari aspek emosi adalah keegoisan, kebencian, kurang belas kasih, dendam, iri hati, pembunuhan, dan terbelenggu terus-menerus pada hal-hal seperti itu. Dosa-dosa ini akan disembuhkan oleh simpati yang mendalam untuk sesama manusia, cinta, kelemahlembutan, kasih sayang persaudaraan, belas kasihan, kesabaran, dan kebaikan.
  • Dosa dari aspek keinginan adalah kerakusan, keserakahan, kemabukan, ketidaksucian, perzinaan, kenajisan, ketidaksopanan, kecintaan pada hal-hal materi, dan keinginan akan kemuliaan kosong, emas, kekayaan dan kesenangan daging. Ini disembuhkan melalui puasa, pengendalian diri, kesukaran, persembahan harta milik kepada orang miskin, keinginan untuk berkat-berkat yang bernilai kekal, merindukan kerajaan Allah,

Mengetahui alasan penderitaan?

Apabila kita cinta akan kebajikan, maka kita akan bergerak menuju theosis dan Allah akan menyediakan prtologanya atau pemeliharaanya melaui firman (perkataan- perkataan hikmat) tetapi seseorang yang tidak memiliki kasih dia akan menghadapi penghakiman dari berbagai penghukuman. Jadi kasih Allah akan akan disempurnakan melaui, penderitaan kita. tetapi apabila kita mengasihi daging dan tidak tahan terhadapnya maka kita akan menghadap penghakiman Allah. jadi seharunya pada saat kita menderita kita tidak mengikuti jalan dunia ini tetapi hendaklah kita sabar dalam penderitaan dan tahan terhadapnya (Mat 5:10).

Pengharapan

Ditengah pederitaan kita bisa melihat harapan dan kita tdk putu asa. Jadi pengharapan bisa melihat dibalik penedeitaan da pengharapan yang akan kita terima. Harapan adalah iman yang bisa kita lihat pada waktu yang akan datang. Harapan itu seperti mata iman kita yang bisa melihat Allah, theosis, jadi hope adalah suatu kebajikan yang harus kita kembangkan didalam diri kita. Jadi kita bisa melihat hal-hal didunia yang akan datang. Dan hanya orang yang pernah menderita yang bsia mengenal atau menggapai harapan itu. jadi kunci seseorang melihat harapan adalah bertahan dalam penderitaan. Singkatnya hope adalah iman yang akan datang.

Iman membawa kita kepada penderitaan Kristus yag terjadi 2000 tahun yang sudah berlalu tetapi harapan adalah hal yang mampu membawa kita kepada arah yang ada didepan.

Meaknes dan humility

Ketiadaan Nafsu

Ketiadaan nafsu adalah hal yang paling tinggi dalam vertues yaitu kondisi jiwa yang damai dan ketiadaan nafsu. Satu keadaan jiwa yang sudah bisa mengalahkan godaan. Dan sudah mampu mengalahkan setiap godaan. Dan memilki pession yang melahirkan kebajikan. Setelah ketiaadaan nafsu maka ada kasih.

Kasih

Kasih adalah kebajikan yang paling puncak dengan kasih kita bisa mengasihi Allah dengan segenap hati. Dengan dispassion kita mampu mencapai kasih yaitu yang tdak lagi melakukan dosa dan taat. Didalam kasih muncul dan lahir segala kebajikan. Kebajikan muncul dari kasih, kasih muncul dari harapan, harapan muncul dari iman.  Allah melihat manusia sebagai objek kasih dan manusia Melihat sesama dari kaca mata kasih. Kita bisa memakai kaca mata kasih karna didalam dirikita sudah ada kasih, yang disalurkan oleh Allah.  kasih adalah tahap praktikos yang teraakhir atau pencapaian terakhir.

Setelah praktikos mencapai ilumination.

Ilumination

Ilumanition adalah pemberian roh Kudus. ilimunitaion adalah bagaimana mencerna kebenaran dalam segala hal, jadi kita sduah diberi hikmat oleh Allah, sehingga kata-kata mereka di penuhi hikmat Allah. Amin!

Eksegesis Hosea 1:1-2

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 11

1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.

1:2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat denga membelakangi TUHAN.”

Sintactic Point

  1. Firman Allah datang pada Hosea pada saat pemerintahan Yotam, Ahas dan Hizkia raja-raja Yehuda dan pada jaman Yerobeam.
  2. Hosea diperintah Allah kawin dengan perempuan sundal. 
  3. Dan miliki anak-anak dari pelacuran itu.
  4. Sebab bangsa ini bersundal dan membelakangi Allah, tidak setia kepada Allah, mereka menyembah berhala.

Semantic content:

            Apa yang terjadi pada hosea itu merupakan tipologi dari Kristus. Hosea 1:2 lalu apa sprtitual meaningnya? Perzinahan rohani. Bangsa Israel dianggap sudah melakukan yang mananya perzinahan rohani (tidak setia pada pasangannya) lalu apa hubungnaya dengan Kristus? keselamatan itu seperti hubungan Kristus dnegan mejanya. Kristus adalah mempelai laki-laki dan kita sebagai memperlai perempuan. Kenapa Allah menyuruh Hosea untuk menikahi perempuan sudanla itu bahkan sampai hamil. Allah mengajarkan kepada kita untuk tetap setia kpeada Kristus yang sebagai mempelai laki-laki. Gereja sebagai mempelai Kristus harus setia sampai mempelai laki-laki itu datang.

Suatu perumpamaan bagaimana Allah setia tetapi banyak orang tidak setia kepada Allah?  Lalu bagaimana kalau umat tidak setia. Gomer menikah lagi, hal ini sama seperti kita. Teks ini menceritakan tentang dirinya dan gereja. Dan gomer dikatakan sebagai perempuan sundal merupakan kasih Allah yang begitu besar kepada semua umat manusia. Hosea tetap setai mengambil istrinya Gomer, dan kita seringkali seperti Gomer. Sprtitual Meaning: Kita tidak setia didalam hati kita itu seperti perempuan sundal/orang berdosa, kita semua punya masa lalu seperti gomer tetapi kita diangkat menjadi mempelai Kristus.  namun kita terus berzinah (hati kita yang berzinah/tidak setia dimana gomer yang selalu kawin. Merupakan bukti bahwa perzinahan itu muncul dari dalam hati.

Theoria

Kita selalu melakukan yang Namanya perzinahan rohani, kita tidak setia pada Allah (mamon, dll). Rm. 13:8-10 kita setia pada pengantin Kristus maka yang harus kita lakukan adlaah setia mengasihi. Hosea setia dan sangat mengasihi kepada gomer.

Historical

Ternyata perzinahan itu harus didasari dengan kasih. Semua hal itu telah digenapi dalam kasih. Kita sebagai mempelai Kristus belajar setia kepada kristus, jangan melakukan perzinahan secara spiritual (harus suci hati kita, tidak boleh selingkuh dengan Allah, tidak membelakangi Allah). Ketika saya menunggu mempelai laki2 itu datang saya harus memakai pakaian yang sepantasnya (pakaian kekudusan). Pakaian kita harus dijaga, jangan biarkan sampai kotor/rusak. Sehingga pada saat mempelai itu datang kita sudah siap menjadi mempelai. Oleh sebab itu berjaga2lah.

Aplikasi

          Bagaimana saya menjaga pakaian saya, menjaga pelita biar tidak padam, menjaga status saya sebagai mempelai Kristus? Kristus mau memiliki mempelai yang masih suci. Dalam ef. 1:4 à kita dipilih menjadi mempelai Kristus supaya tetap kudus dan tidak bercacat. Status kita yang dulunya orang sundal sekarang telah diangkat menjadi mempelai Kristus.

    Dalam 1 Korintus. 7:14 dikatakan bahwa yang setia dikuduskan menjadi kudus dan dilayakan. Sama seperti hosea yang menguduskan gomer meru[akan typology dari  Kristus menguduskan kehidupan kita. Kasih karunia tetap ada dalam kita. Initnya kita harus tetap menjaga hati (pakaian) kita agar tetap setia (Rm. 3:3-4; 6:1-2). Ada mata yang ketiga yang menentukan matamu terang atau tidak (Mat. 6:22-23). Setia kepada Allah (Rm. 12:2). Dikatakan di dalam Amsal 4:23 dikatakan untuk menjaga hati konteks PL hati adalah inti dari kehidupan seseorang. Dari hati dapat menaglir air kehidupan. Yohanes menjelaskan Yesus adalah air kehidupan. Jadi dalam hati kita ada aliran air kehidupan tetapi dilain sisi ada air kebinasaan. Dalam Amsal 4:23 merupakan kegenapan dari Matius 6:22-23. Mata ketiga berarti bukan mata fisik terdapat di dalam Matius 6:22-23 tetapi merupakan mata batin ketika kita mau menjaga kekudusan/kesetiaan maka jagalah mata ketiga/batin ini. Rasul Paulus dan Lukas memakai kata nous pada arti mata ketiga/nous. Dalam Efesus 4:23 roh dan Nous kita diperbaharui oleh kekuatan ilahi yaitu anugerah Allah, nous ada di dalam hati (mata hati/batin) melalui Roh Kudus yang dicurahkan dalam hati kita. Dalam Rm. 5:5 kasih Allah dicurahkan melalui Roh Kudus didalam hati kita. Fungsi nous adalah untuk menerangi anggota-anggota tubuh kita. Rm. 6:12 tubuh yang terang berarti tubuh yang diserahkan kepada Allah. Di dalam Roma 8:5, 13 dikatakan jikalau mata nous kita diarahkan kepada daging maka akan hidup dalam perbuatan2 daging tetapi sebaliknya kalau mata nous kita hidup dan lihat pada roh maka akan hidup dalam roh. Sedangkan mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh (Rm. 8:5). Kata memikirkan bukan kearah fisik tetapi Nous kita diarahkan kepada hal2 daging. Nous adalah Kerja dari jiwa/batin (perangkat jiwa/proneo). Kita memiliki nous maka nous kita dapat melihat daging dan roh.

             Memikirkan Paulus memakai kata proneo/kerja dari jiwa. Roma 8:13; Filipi. 2:5 dikatakan kita harus memiliki nous yang memikirkan ke arah Kristus dengan berpikir yang serius. Flp. 4:8 manifestasi dari kerja tubuh kita untuk berpikir biasa. Di dalam Galatia 5:16 menghasilkan epitumia/nafsu roh. Matius 15:18 pikiran jahat/apa yang keluar dari mulut itu semua berasal dari dalam hati, jadi dalam hati/jiwa mengakibatkan pikiran2 baik/jahat tergantung nous kita melihat daging atau roh, kalau daging maka logismoinya jadi daging/itulah nafsu Galatia 5:17 daging memilih keinginannya/epitumia, kata daging itu apa sih? Daging adakah kerja jiwa bukan tubuh (bukan daging secara tubuh), lalau apa sih daging dalam jiwa kita? Hukum daging/hukum dosa. dalam Flp. 4:8 daging dan roh selalu bertentangan/kontras. Kata daging dipakai Paulus yaitu menunjukan hal2 yang bertentangan, roh mengajarkan kepad akita akan hal-hal yang baik sebaliknya dengan daging yang mengajarkan kepada hal2 yang jahat/tidak suci. Daging ini dilihat secara spiritual bukan secara fisik. Jadi kalau kita memikirkan daging maka akan menghasilkan daging/nafsu.

Kesimpulannya

Nous mendatangkan logismoi/berfikir (Flp. 4:8) pikiran-pikiran kita diarahkan kepada roh. Sebaliknya kalau nous kita diarahkan kepada daging maka akan mengarahkan kita kepada epitumia/nafsu/keinginan.

    Dalam Galatia 5:19 ketika nous itu memikirkan daging maka hasilnya adalah logismoi dan dari logismoi ini akan muncul perbuatan daging.  Filipi. 4:8 ketika nous kita memikirkan hal-hal demikian maka akan menghasilkan buah-buah roh. Dalam Markus. 7:22-23 mengatakan segala pikiran-pikiran jahat semuanya bersumber dari dalam hati kemudian proses memikirkan.

Kesimpulannya

          Di dalam Filpii. 2:5 kita disuruh mempunyai pikiran seperti Kristus (Proneo). Dalam 1 Korintus 2:16 pikiran yang dimaksud disini adalah pikiran Kristuslah yang harus kita miliki. Kapan kita mengenakan pikiran Kristus? dalam Galatia 3:27 pada saat kita telah dibabtiskan kita telah mengenakan Kristus. Kolose 3:10 kita mengenakan Kristus belum sempurna karena kita masih menuju kepada gambar Allah.

       Dalam Kolose. 3:10 put on the new man atau manusia baru kita harus terus menerus diperbaharui sampai serupa dengan Kristus. Didalam Roma. 8:29; I Yoh. 3:2; Gal. 4:19 menjelaskan kata serupa dengan Kristus. ketika terus diperbaharui maka hasilnya adalah lihat flp. 2:5 yaitu memikirkan hal dari roh. Ketika kita sudah memikirkan hal-hal roh maka kita memiliki kehendak Allah, lihat Rm. 12:2. Dalam I Kor. 13:11 masih menjadi bayi. Apa sih sifat kanak? Baca I Kor. 3:1 belum dewasa dalam Kristus berarti masih menjadi manusia daging belum menjadi manusia rohani. Jadi orang yang memikirkan daging dia masih kanak-kanak belum dewasa. Jadi manusia baru ada 2 kemungkinan bisa manusia baru dan bisa manusia daging semua itu tergantung pemikiran nousnya. Ini adalah peperangan dan yang menentukan adalah nous, manusia baru kita masih diperbaharui, maka kadang2 kita menjadi manusia roh/manusia daging. Dalam Flp. 4:8 Mrk. 7:21 logismoi yang jahat, dari sinilah muncul epitumia/desire pikiran2 jahat. Dalam Mrk. 7:21 à pikiran2 jahat. Gal. 5:17 keinginan roh bertentangan dengan keinginan daging. Yak. 1:15 epitumia/keinginan/nafsu diibaratkan sama seperti sel sperma dan sel telur (dibuahi) epitumia itu dengan kata lain dibuahi (pembuahan) melahirkan/menghasilkan dosa/perbuatan jahat. Jadi kita harus melakukan kebajikan dengan menghasilkan buah roh. Amin!

Eksegesis Ucapan Bahagia Matius 5

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 10

Miskin di dalam Roh: Kita membutuhkan Kristus, hati kita mestinya merindukan Kristus, jadi kata miskin itu di lihat dari sisi spiritualnya yaitu membutuhkan Allah. Meskipun ini bisa menunjukan miskin secara materi.  Sedangkan ayat 17-48; 6-7:12 cerita tentang spiritual disiplin: memberi sedekah, berdoa, berpuasa. 7-13-29 Nasehat untuk hidip didalam kebenaran.

Konteks Sejarah


kejadian yang terdapat di dalam Perjanjian Baru merupakan pararel dari pada perjanjian Lama seperti Musa yang naik ke atas gunung. Pada saat itu Musa mengajar bangsa Israel diatas gunung, sedangkan yang terjadi di dalam Perjanjian Baru firman Allah sendiri yang berbicara dihadapan orang banyak, jadi atas gunung lebih diartikan tempat dimana Allah menyatakan diriNya. Gunung ini adalah suatu tempat dimana Allah menyatakan firmaNnya seperti Firman Allah kepada Musa, dan sekarang Yesus kepada bangsa Isarel. Di dalam Matius 17:1 dimana Yesus naik ke atas gunung untuk transfigurasi. Sedangakan di dalam Kejadian 22:2 gunung merupakan tempat yang terdapat campur tangan ilahi (Kel 3:1; 1 raja 18:20).

Dia duduk: menunjukan tradisi Yahudi yang punya Otoritas. John Crysostom: menunjukkan otoritas. Lalu dikatakan diayat ke 2, dia membuka mulutnya: Yesus mengajar mereka 1 satu arah, jadi Yesus dating denan mengajari merekan dengan otoritas secara Allah diamana mereka mendenagr, jadi tidka ada diskusi atau tanya jawab. Ini jelas gunung: dalah tempat kehadiran Allah dimana Allah menyatakan diriNya.  Ibrani 1:1-2: sekarang Firman Allah datang face to face, Yesus mengajarkan nilai/kebenaran kerajaan surga, sebab suatu saat kita harus masuk ke kerajaan surga karena itu yang menjadi hal utama untuk mengerti kerajaan surga. Matius 5-7: Yesus memperkenalkan suatu kehidupan menegrnai kehidupan kerajaan Allah yang Yesus sendiri yang akan pimpin.

Matius 5:3

Terberkatilah mereka yang miskin dihadapan Allah, harusnya Terberkatilah merka yang miskin didalam roh.

Arti “terberkatilah” terberkatilah jiwa dan rohmu, terberkatilah secara spiritual/secara surgawi bukan kebahagiaan secara duniawi. Walaupun kita melihat kata makario (terberkatilah) bisa artinya keberuntungan dalam hal secera materi/fisik. Tetapi yang dimaksud disini lebih dari sekedar keduniawian tapi kita lebih dari orang-orang yang secara spirirual diberkati. Jadi berkat secara spiritual. Jadi makario artinya terbekertailah. berkat itu sendiri berasal dari Surga.

Jadi ayat 3:

Terjemahan literal:

Terberkatilah mereka yang miskin di dalam roh

Mereka yang miskin di dalam roh adalah orang-orang yang terberkati.

Sebab kerjaan surga adalah milik mereka.

Syntactic points:

  1. Mereka yang miskin di dalam roh adalah orang-orang yang terberkati.
  2. Sebab kerjaan surge adalah milik mereka.

Semantic Content (Theoria/spiritual meaning)

Kata miskin πτωχοι (Matt. 5:3 BYZ); apanya yang miskin? Our spirit.  Yang dikatakan ini bukan bicara soal materi tapi hati/roh yang miskin. Kata miskin, menunjukkan bhwa orang tersebut tidak berdaya, yang perlu ditolong. Yesaya 61:1

Kata miskin: menunjukkan bangsa Israel yang miskin, tertawan, broken heart, sama seperti halnya bangsa Indonesia kenapa dia dijajah oleh belanda, karena miskin. Dengan demikian roh kita itu tertawan oleh dosa sehingga kita membutuhkan the spirit of the lord. Sehingga kata miskin didalam roh ini menunjukkan kondisi spiritual pada saat itu, yang dibelenggu oleh dosa, dipenjara oleh dosa. Kita harus menyadari itu, bahwa kata miskin itu menunjukkan spiritual yang berdosa. Mereka miskin tapi kok diberkati? Karena Allah datang kepada mereka. Allah mengashi orang-orang yang seperti itu, Allah justru mengasihi orang-orang yang miskin. Seperti Yesus berkata “aku datang bukan untuk orang yang sehat tapi orang yang sakit”, orang sehat tidak perlu dokter, orang sakit butuh dokter. Kita perlu menyadari bahwa kita butuh Allah, dokter itu karena kita butuh untuk dibebaskan oleh dosa. Kita perlu menyadari bahwa kondisi rohani kita itu sepeti apa, dan kita butuh dokter dan dokter itu sudah ada dan dating kepada kita sehingga kita disebut orang-orang ang diberkati.

Kata Agustinus: miskin di hadapan Allah:

Orang yang merendahkan diri dihadapan Allah, bukan suatu spiritual yang membanggakan tetapi takut akan Allah, membutuhkan Allah.

Jadi miskin dihadapan Allah, jika diliat sebagai anak tangga:

Kita harus datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati bukan dengan kesombongan, tapi humility: suatu kerendahan hati yang menyadari bahwa kita memang sakit, kita perlu diperbaiki, jadi benar-benar mengemis akan pertolongan Allah.

Miskin dihadapan Allah adalah merka takut dan gentar akan perkataan-perkataan Allah. Dan kerajaan surga ini menjadi jawaban bagi mereka yang miskin di dalam roh. Jadi bagaiamana kita tidak miskin di hadapan Allah? Harus memiliki Yesus di dalam hati baru kita menjadi orang-orang yang terberkati. Artinya menjadi orang yang memiliki kerajaan surga, menjawab kemiskinan kita yaitu kerajaan surga yaitu Kristus itu sendiri. Jika kita tarik secara personal apa aplikasi buat kita sendiri: saya miskin, dan karena saya miskin maka saya perlu kerajaan surga untuk membebaskan saya di dalam kemiskinan untuk menjadi orang-orang yang terberkati: sukacita dan bahagia.

Aplikasi

Membuka hati, menerima dia, menyadari kita butuh Allah.

Apa yang buat kamu miskin didalam roh? Kemalasan dan Ketidakpedulian

  1. Takut akan perintah Alah.
  2. Tekun, tidak malah berdoa.

Karena Merkalah Yang Empunya Kereajaan Surga:

Kerajaan surge milik mereka yang ditawan, dibelenggu karena kemiskinannya. Kenapa kerajaan surga itu menjadi milik mereka? Roh mereka dibebaskan di dalam kemiskinannya. Karena jika kita tidak miskin maka tidak ada kerajaan surga. Sebab kerajaan surga itu menunjukan Yesus sendiri, Yesus sendiri yang menjadi milik mereka, yang artinya Yesus sendiri yang ada di dalam hati mereka.

Contoh lainnya: Di Matius 5:13

Kalian adalah garam dari bumi ini, jika garam itu tidak berasa lagi (garam itu menjadi hambar), dengan apakah ia akan diasinkan.ini tidak ada gunanya lagi selain diinjak olehmanusia lalu dibuang. Kamu adalah garam dari bumi ini Jika garam itu tidak berasa dengan apakah ia diasinkan? Selain diinjak oleh manusia dan dibuang.

Syntatic point

Garam berbicara tentang: bagaimana orang Kristen itu bukan pengaruh/power/ability untuk mempengaruhi masyakarat, the soul of the spiritual. Di dalam Kitab Imamat 2:13 “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan gara”.

Jadi bukan hanya korban yang dibakar, tetapi garam juga ikut dibakar. Jadi garam disini punya suatu signifikansi dalam ritual korban, Bilangan 18:19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.”

Mengapa disebut dengan pernjanjian garam? Karena segala korban-korban di PL akan menghasilkan garam dalam pengertian umat Allah yang memberikan dampak/rasa bagi dunia ini.

  1. Kata garam punya pengertian signifikansi : korban yang dipersembahkan kepada Allah

Hidup kita juga dipersembahakan kepada Allah (Roma 12:1). Ibadah dalam konteks ibadah yang sempurna seperi PL dimana korban yang dibubuhi garam.

Di dalam 2 tawarik 18:19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.”

  • Garam itu juga memberikan rasa terhadap masyarakat/kepada dunia. Jadi orang Kristen itu merupakan anak-anak perjanjian garam tadi tapi yang ke 2 memberikan rasa terhadap dirinya (Kolose 4:6) contohnya dalam hal perkataan, kata-katamu itu penuh rasa, penuh dengan garam atau digarami sehingga tidak hambar tapi penuh rasa yaitu kasih.kamu memberikan rasa bagi dunia ini salah satunya melalui perkataan.

Menurut Crysostom: kamu jangan hanya mengjar keselamatanmu sendiri, tapi doktrin ini diajarkan kepada dunia, oleh karena itu kamu menjadi garam yang mengajarinya.

Lalu kata Hilary: garam itu untuk mengawetkan, jadi kalua kamu dikatakan garam dari bumi ini maka garam ini adalah untuk menjaga untuk kekelan tubuh mu itu. Jadi bagaimana menjaga kita awt/ kekal dihadapan Allah? Ya dengan perbuatan2 kasih.

Kata Jerome: untuk memberikan rasa dan  mengawetkan, kita membaca kitab suci bagaimana 

Matius 5:14

Kota yang terletak diatas gunung tidak bisa tersembunyi. Terjemahan literal: Kamu adalah terang dari dunia. Kota yang terletak diatas bukit tidak bisa menyembunyikan dirinya.

  1. Kamu adalah terang dunia.
  2. Kota yang terletak di atas bukit tidak bisa menyembunyikan dirinya.

Ay. 15

  • Tidak ada orang yang menyalakan pelita dan menempatkannya dibawah gantang, melainkan diatas kaki dian. Dan menyinari seluruh rumah itu.

Ay. 16

  • Teranglah bercahaya demikian di hdapan manusia sehingga mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.

Kita tahu bahwa Allah adalah terang. Bagaimana kita dapat disebut sebagai terang? Ini bukan secara esessi tetapi secara roh kita memiliki energy itu. Ini adalah terang Allah yang ada di dalam diri kita sebagai sebuah energy. Terang Allah dipancarkan kepada bangsa Israel yang disebut anak-anak Allah (Yes. 60:1-3). Terang manusia itu adalah hidup Kristus, terang itu bercahaya, dan ini adalah terang yang sesungguhnya (Yoh. 1:4-9). Allah adalah terang (1Yoh. 1:5). Jadi kalau Allah adalah terang dan Kristus adalah terang yang datang ke dalam dunia. Kalau kita disebut terang dunia maka kita disebut sebagai anak terang (1Tes. 5:5). Jadi akalau kita disebut terang dunia, terang itu berasal dari pada Allah sedagkan manusia mendapatkan terang dari Yesus. Yang sebetunya menjadi terang bagi manusia adalah Kristus (Yoh. 1:11). Kata terang disini secara energy dan moral.

  • Secara energy kita dapat bercayah sehingga sama seperti Yesus.
  • Secara moral, penyaliban diri (1Yoh. 1: 5-8).

Christ Center:

Rumah disini dalam artian hati manusia. Ketika hati kita bercahaya disini berarti kita menyucikan hati kita. Ada energy dari dalam yang akan bantu untuk menyucikan hati kita. Kalau terang itu masuk maka seagala kegelapan/dosa akan lenyap. Setelah hati menjadi terang maka kita akan melakukan pekerjaan baik.

Pendapat Church Father

Pseudo-chrys say: Kata kota menuju kepada gereja yang seharusnya menjadi terang dunia. Bukit merupakan kehadiran Allah Yesus Kristus. Jadi Kalau kita ada di hadirat Allah maka pasti kita mendapat terang energy Nya.

Kalau kita sudah terang maka akan menyenari seluruh rumah. Rumah menunjukan hati atau ruang batin kita.

Chris: kita dibakar bukan hanya untuk diri endiri melankainkan. Kita lebih membutuhkan haha du (2Kor, 5:10). 

Kaki dian merupkam tempat menaruh.. hti& Tubuh, keberanadaa.

Selutuh hidupamu adakan adalah

Bede say: Kristus sendiri yang menayinari seluruh rumah. Kristus adalah terang yan. Kita disebut terang Karen energy daru Allah melalui Kristsu ada. Gereja menjadi berkat perbuatan baik. Ini adalah menyena.

Personal:

Kalau kita oleh Allah maka Dia akan memberikan kehendak dan energy untuk kemuliaan Dia  (Fil. 2:13). Kalau kita artikan disini arinya adalah the will. Ay. 12 bagaimana kita dapat mengerjakan keselamatan kita harus mengerjakan keselamatan.

Matius 5:17

Yesus menggenapi hukum taurat di dalam PL sering kita berpikir bahwa hukum taurat tidak. Hukum taurat masih berkaku secara rohani tetapi sudah digenapi di dalam Kristus. Ini tidak lagi secara literal. Hukum merupakan baying-bayang dari Kristis  Yesus menggenapi hukum taurat berarti yesus melakuakn secara literal. Di dalam perjanjian Lama ada tabernakel sedangkan di dalam PB adalah Yesus sendiri. Ada kata SKENOW yang berarti Allah tinggal (1Yoh. 1:14). Sehingga di dalam perjanjian baru baru kita mengerti bahwa kemah suci adalah Yesus Kristus. Amin!

Doa Bapa Kami (Part 2) & Eksegesis Kitab Ruth

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 9

1Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.

2Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

3Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.

4Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

5Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

6Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

7Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,

8berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;

9kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras

10dan berkata kepadanya: “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu.”

11Tetapi Naomi berkata: “Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?

12Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,

13masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?”

14Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.

15Berkatalah Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.”

16Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

17di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”

18Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.

Naomi mengalami kelaparan lalu pindah ke negeri Moab mempunyai 2 anak laki-laki yang menikah dengan wanita awam yaitu Ruth dan Orpa.

Di negeri Moab Naomi mengalami penderitaan dengan kedua anakNya meninggal, setelah kehilangan suami dan anaknya dia kembali pulang.

Bdk Perumpamaan anak yang hilang. Keluarga punya 2 anak pada suatu saat yang bungsu pergi dari rumah membawa harta warisan tapi menghamburkan uang tapi setelah itu pulang ke rumah lagi dan disambut Bapa dengan penuh kebahagiaan.

Spiritual Meaning:

  1. Naomi adalah seorang yang hilang lalu kembali lagi. Jadi Naomi kembali untuk mendapatkan roti hidup (Yoh. 6:48). Ini mengambarkan Bapa yang penuh dengan kasih. Kita sama seperti anak bungsu akan tetapi jika kita kembali kepada Bapa akan terima kita. Ini membuktikan bahwa Bapa selalu membuka diri kepada siapa saja yang mau ikut Dia.
  2. Ruth. Penebusan Kristus bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi untuk bangsa-bangsa yang bukan Yahudi. Merasakan asing di negeri Israel.

Jadi Ruth Naomi ini adalah contoh penebusan yang dilakukan Kristus untuk orang Yahudi dan semua orang di luar Yahudi.

Boas. Menjaga, melindungi dan menaungi Ruth ini merupakan gambaran dari pada Yesus Kristus itu sendiri.

Personal:

Ternyata dari dulu Allah telah memikirkan jauh ke depan. Jadi seharusnya kita juga sama seperti Ruth yang mengambarkan suatu bangsa yang tidak kenal Tuhan. Tetapi mau untuk mengikut Tuhan sampai akhirnya. Ikut Kristus pasti menderita tetapi walaupun menderita kita tidak akan menyerah tetapi kita tau akan menuju kemana yaitu kepada keselamatan. Sama seperti Ruth yang masuk ke bangsa Israel tetapi merasa asing begitu juga dengan kita masuk ke dalam gereja seharusnya merasakan asing atau berubah dari kehidupan lama kita tidak mau lagi untuk kembali ke manusia lama yang penuh dosa. Rasa asing akan dosa akan membuat kita tidak nyaman hidup di dalamnya.

Kita seharusnya melihat kematian bukan hanya nereka, penderitaan, penghakiman tetapi melihat bahwa masuk kepada keselamatan dan bukan hal yang mendorong untuk lari dari pada Tuhan. Kemudian kita akan menuntun orang makin lama makin mengerti bagaimana itu Kristus.  Orang Kristen tidak hanya mengenai menjadi orang baik tetapi bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Ingat: Waktu kita membaca Alkitab berpikiran macam-macam boleh. Akan tetapi, harus diarahkan dengan spiritual meaning. Kita diciptakan menurut gambar Allah tetapi kita diciptakan menjadi yang terbaik. Jadi khotbah seharusnya membuat jemaat merasakan bahwa diri mereka adalah yang terbaik. Kenapa yang diambil sekarang adalah injil? Karena Injil adalah pengenapan dari semua PL sedangkan surat-surat merupakan penjelasan dari pada injil.

Matius 6:9-13

Doa Bapa Kami (Part 2)

Berilanlah kami pada hari ini makanan (roti) kami yang secukupNya

Terjemahan literal: Berikanlah kepada kami roti kami yang sehari-hari untuk hari ini.

Roti ini bukan roti yang dari tepung tetapi roti yang berasal dari surga. Jadi dulu bangsa Israel yang mendapatkan roti dari surga yaitu manna. Begitu juga dengan kita yang seharusnya meminta roti dari surga. Ini merupakan roti rohani bukan roti jasmani untuk kehidupan kita bukan untuk mengenyangkan perut tetapi membuat kita tidak lapar lagi. Kita harus meminta dengan terus menerus dengan penuh belas kasihan. Yang akan kita dapatkan adalah Yesus yang merupakan roti kehidupan (Bdk. Yoh. 6).

Pendapat Church fathers

Agustinus say: Jadi bukan soal makan dan lapar lagi tetapi sesuatu yang menghasilkan kekekalan yang berasal dari daging dan darah Kristus. Ibarat kita tidak makan akan mati sama seperti jiwa yang makan tubuh dan darah Kristus membuat kita tidak makan.

Cyprian: Kristus adalah roti hidup. Roti ini bukan milik semua manusia tetapi milik kita yang berdoa. Jadi berdoa setiap hari ini mengajarkan bahwa ternyata setiap hari kita harus melakukan ekaristi (Perjamuan kudus). Supaya kita tidak terpisah dari tubuh Kristus.

Pseudo-Chrysostom say

Makan roti supaya kita diberikan kekuatan untuk:

  1. Menerima Dia. Dia di dalam kamu dan kamu di dalam dia
  2. Mengalahkan dosa dan menyucikan diri.

Dan Ampunilah Kami Akan Kesalahan Kami, Seperti Kami Juga Mengampuni Orang Yang Bersalah Kepada Kami

Terjemahan literal: Biarkanlah hutang-hutang kami seperti kami juga mengampuni orang yang berhutang kepada kami.

Pendapat Church Fathers

Cyprian say: Setelah Tuhan memberikan kamu makanan dari surge maka langkah selanjutnya kamu meminta pengampunan dosa. Hutang disini bukan hutang jasmani melainkan hutang rohani yang berkaitan dengan dosa-dosa kita. Kita seharusnya mengampuni tanpa batas (Mat. 18: 21-35). Oleh sebab itu disini ampunilah dosa kami menunjukan kepada Allah yang merupakan sumber pengampunan dosa-dosa kita. Allah yang pasti bisa mengampuni semua dosa manusia tanpa batas. Tetapi manusia diajak oleh Allah menjadi seperti Dia. Yaitu mengampuni tanpa batas.

Agustinus say: Hutang ini bukan berhubungan tentang uang. Tetapi segala hal yang melawan dengan kehendak Allah. Kita tidak bisa mengatakan ampunilah hutangku jika kita belum mengampuni orang yang berhutang kepada kita.

Crisostom say: dosa itu bisa diampuni jika kita sudah dibabtis. Dan hanya Allah yang dapat mengampuni dosa.

Kenapa kita diminta untuk kita mengampuni dosa orang lain? Bisakah? Tentu bisa karena kita sudah diampuni. Tetap Allah yang paling utama mengampuni tapi Allah memakai kita untuk mengampuni. Disini kita mengajak orang untuk melihat Allah begitu mengasihi kita lewat pengampunan yang kita salurkan kepada sesame kita yang bersalah.

Dan janganlah bawah kami ke dalam pencobaan

Terjemahan litaral: Janganlah menuntun kami ke dalam pencobaan, pindahkanlah kami dari dalam pencobaan.

Kita sering berpikir bahwa Allah itu jahat membwa kita ke dalam pencobaan karena kita yang meminta suoaya Allah jangan membawa kita ke dalam pencobaan. Padahal pencobaan dapat membawa kita ke dalam dosa yang akan memancing pikiran jahat. Yang akan membawa kepada kebinasaan (Mark. 7:21; Yak. 1:14). Berarti doa ini berarti kita memutuskan akar ini di dalam Allah, ini tidak sesuai dengan keinginan Allah. Disini kita minta kuasa Allah untuk membantu kita mengalahkan pencobaan. Kita memakai Allah untuk menjadi pengawal melawan segala pencobaan (Ef. 6:12)

Pendapat Church Fathers

Agustinus say: pencobaan itu menyadarkan ita bahwa kita butuh Allah dan berdoa supaya kita bisa emngakahkan deakmdpbaan.

Syprian says: Juka kita berdoa dengan murah hati kita akan berbahagia kepada orang yang bertahan.

  1. Pencobaan tidak bisa dihindari. Yang dapat menghasilkan tahan uji. Di dalam Yohanes 17:15 terdapat penjelasan bahwa disaat kita berdoa kita masih belum memahami apa kehendak Allah. Allah itu setia dan selalu menemani kita (1Kor. 10:13). Dia akan menjaga kita yang berikan kita kuasa untu melawan Allah.  (2 Tes. 3:3).

Lepaslanlah Kami Dari Si Jahat

Terjemahan Literal: Lepaskan aku dari iblis dan pencobaanNya.

Sebab Engkaulah yang empunya ke….

Terjemahan Literal: Sebab milikMu adalah kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan dan selama-lamanya. Amin

  1. Ini membuktikan bahwa Allah itu maha kuasa. Dia peunya kerajaan sampai selama-lamanya.
  2. Membuat kita merasa aman dan membuat tidak takut.
  3. Membuat kita menjadi mulia.

Kesimpulan Doa Bapa Kami

Doa ini merupakan perjalanan spiritual kita. Kita diangkat jadi anak Allah, kita ingin jadi seperti Allah ingin pergi ke surga. Tapi jika ingin kesana kita harus melaksanakan kehendak Allah. Untuk melakukan kehendak Allah kita perlu kekuatan dari Allah melalui roti kehidupan untuk melawan dosa, melawan pencobaan/ iblis, mengampuni orang lain. Ini menunjukan kehidupan spiritual dimana kita melawan old level. Mengajak orang lain mengenal Bapa yang Maha Kasih, bukan hanya kita sendiri yang diampuni tetapi juga orang lain. Dan kita akan masuk ke dalam kemuliaan/ kerajaan/ energy Allah (Teosis) bersama-sama dengan Allah selamanya. Amin!

Adjective Adributive use dan Adjective Predivative use

                                      

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Ibrani 1

Tugas: 3

ITB  Proverbs 11:22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

NAS  Proverbs 11:22 As a ring of gold in a swine’s snout, So is a beautiful woman who lacks discretion.

WTT Proverbs 11:22  נֶ֣זֶם זָ֭הָב בְּאַ֣ף חֲזִ֑יר אִשָּׁ֥ה יָ֜פָ֗ה וְסָ֣רַת טָֽעַם׃

אִשָּׁה = noun common feminine singular absolute.

יָפֶה = adjective feminine singular absolute 

Jadi,  יָ֜פָ֗ה = Adjectives Adributive use, menjelaskan kata benda  אִשָּׁ֥ה

  • ITB  1 Kings 1:4 Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.

NAS  1 Kings 1:4 And the girl was very beautiful; and she became the king’s nurse and served him, but the king did not cohabit with her.

  וְהַֽנַּעֲרָ֖ה יָפָ֣ה עַד־מְאֹ֑ד וַתְּהִ֙י לַמֶּ֤לֶךְ סֹכֶ֙נֶת֙ וַתְּשָׁ֣רְתֵ֔הוּ וְהַמֶּ֖לֶךְ לֹ֥א יְדָעָֽהּ׃ WTT 1 Kings 1:4  

            וְ = particle conjunction. And.

            הַ = particle article. The.

נַעֲרָה = noun common feminine singular absolute homonym 1. A girl.

יָפֶה = adjective feminine singular absolute. Beautiful.

Jadi יָפָ֣ה = Adjectives Predicative use, menjelaskan kata benda  .וְהַֽנַּעֲרָ֖ה

  • ITB  Hakim-Hakim 9:23 maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh,

NAS  Judges 9:23 Then God sent an evil spirit between Abimelech and the men of Shechem; and the men of Shechem dealt treacherously with Abimelech,

  WTT Judges 9:23 וַיִּשְׁלַ֤ח אֱלֹהִים֙ ר֣וּחַ רָעָ֔ה בֵּ֣ין אֲבִימֶ֔לֶךְ וּבֵ֖ין בַּעֲלֵ֣י שְׁכֶ֑ם וַיִּבְגְּד֥וּ בַעֲלֵי־שְׁכֶ֖ם בַּאֲבִימֶֽלֶךְ׃

                רוּחַ = noun common feminine singular absolute. Spirit.

  רָעָ֔ה= adjective feminine singular absolute. Evil.

            Jadi, רָעָ֔ה = Adjevtives Adributive use. Menjelaskan kata benda  ר֣וּחַ

  • ITB  Ezekiel 42:13 Lalu ia berkata kepadaku: “Bilik-bilik yang di utara dan bilik-bilik yang di selatan yang menghadap ke lapangan tertutup, itulah bilik-bilik kudus, di mana imam-imam, yang mendekat kepada TUHAN, memakan persembahan-persembahan maha kudus. Di sana mereka akan menaruh persembahan-persembahan maha kudus, korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, sebab tempat itu kudus.

NAS  Ezekiel 42:13 Then he said to me, “The north chambers and the south chambers, which are opposite the separate area, they are the holy chambers where the priests who are near to the LORD shall eat the most holy things. There they shall lay the most holy things, the grain offering, the sin offering, and the guilt offering; for the place is holy.

  WTT Ezekiel 42:13וַיֹּ֣אמֶר אֵלַ֗י לִֽשְׁכ֙וֹת הַצָּפ֜וֹן לִֽשְׁכ֣וֹת הַדָּרוֹם֘ אֲשֶׁ֣ר אֶל־פְּנֵ֣י הַגִּזְרָה֒ הֵ֣נָּה׀ לִֽשְׁכ֣וֹת הַקֹּ֗דֶשׁ אֲשֶׁ֙ר יֹאכְלוּ־שָׁ֧ם הַכֹּהֲנִ֛ים אֲשֶׁר־קְרוֹבִ֥ים לַֽיהוָ֖ה קָדְשֵׁ֣י הַקֳּדָשִׁ֑ים שָׁ֞ם יַנִּ֣יחוּ׀ קָדְשֵׁ֣י הַקֳּדָשִׁ֗י

וְהַמִּנְחָה֙ וְהַחַטָּ֣את וְהָאָשָׁ֔ם כִּ֥י הַמָּק֖וֹם קָדֹֽשׁ

            הַ = particle article. The.

 מָקוֹם = noun common masculine singular absolute. Place.

            קָדוֹשׁ = adjective masculine singular absolute. Holy.

            Jadi,  קָדֹֽשׁ׃ = Adjective Predicative use, menjelaskan kata benda  הַמָּק֖וֹם

  • ITB  1 Samuel 4:18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

NAS  1 Samuel 4:18 And it came about when he mentioned the ark of God that Eli fell off the seat backward beside the gate, and his neck was broken and he died, for he was old and heavy. Thus he judged Israel forty years.

  WTT 1 Samuel 4:18 וַיְהִ֞י כְּהַזְכִּיר֣וֹ׀ אֶת־אֲר֣וֹן הָאֱלֹהִ֗ים וַיִּפֹּ֣ל מֵֽעַל־הַ֠כִּסֵּא אֲחֹ֙רַנִּ֜ית בְּעַ֣ד׀ יַ֣ד הַשַּׁ֗עַר וַתִּשָּׁבֵ֤ר מַפְרַקְתּוֹ֙ וַיָּמֹ֔ת כִּֽי־זָקֵ֥ן הָאִ֖ישׁ וְכָבֵ֑ד וְה֛וּא שָׁפַ֥ט אֶת־יִשְׂרָאֵ֖ל אַרְבָּעִ֥ים שָׁנָֽה

כִּי = particle conjunction homonym 2   זקן verb qal perfect 3rd person masculine singular. Old.

וְ = particle conjunction   מות verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular apocopated.

Jadi, זקן = Adjective Predicative use, menjelaskan kata benda מות

  • ITB  Ecclesiastes 9:11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

NAS  Ecclesiastes 9:11 I again saw under the sun that the race is not to the swift, and the battle is not to the warriors, and neither is bread to the wise, nor wealth to the discerning, nor favor to men of ability; for time and chance overtake them all.

  WTT Ecclesiastes 9:11 שַׁ֜בְתִּי וְרָאֹ֣ה תַֽחַת־הַשֶּׁ֗מֶשׁ כִּ֣י לֹא֩ לַקַּלִּ֙ים הַמֵּר֜וֹץ וְלֹ֧א לַגִּבּוֹרִ֣ים הַמִּלְחָמָ֗ה וְ֠גַם לֹ֣א לַחֲכָמִ֥ים לֶ֙חֶם֙ וְגַ֙ם לֹ֤א לַנְּבֹנִים֙ עֹ֔שֶׁר וְגַ֛ם לֹ֥א לַיֹּדְעִ֖ים חֵ֑ן כִּי־עֵ֥ת וָפֶ֖גַע יִקְרֶ֥ה אֶת־כֻּלָּֽם׃

הַ = particle article

   מֵרוֹץ = noun common masculine singular absolute. Run.

לְ = particle preposition

   הַ = particle article

  קַל = adjective masculine plural absolute. Light.

Jadi, מֵרוֹץ = Adjective Predicative, menjelaskan kata benda קַל

  • ITB  Numbers 14:7 dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

NAS  Numbers 14:7 and they spoke to all the congregation of the sons of Israel, saying, “The land which we passed through to spy out is an exceedingly good land.

  WTT Numbers 14:7 וַיֹּ֣אמְר֔וּ אֶל־כָּל־עֲדַ֥ת בְּנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל לֵאמֹ֑ר הָאָ֗רֶץ אֲשֶׁ֙ר עָבַ֤רְנוּ בָהּ֙ לָת֣וּר אֹתָ֔הּ טוֹבָ֥ה הָאָ֖רֶץ מְאֹ֥ד מְאֹֽד׃

טוֹב = adjective feminine singular absolute homonym 1. Good Thing.

הַ = particle article. The.

 אֶרֶץ = noun common feminine singular absolute. Land.

Jadi, טוֹב  = Adjective Predicative, menjelaskan kata benda  הָאָ֖רֶץ

Eksegesis Matius 8:1-4 & Doa Bapa Kami

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 8

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

 2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

 3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

 4 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Terjemahan Literal


1Ketika Ia turun dari gunung orang banyak mengikuti Dia

2Dan lihatlah seorang sakit lepra atau kusta datang dan menyembah (bersujud sampai muka sampai ketanah) dihadapan Yesus dan berkata “Tuhan, jika kamu menghendaki kamu bisa mentahirkan atau meyucikan aku.

3Dan Yesus mengeluarkan tangannya menyentuh Dia dan berkata “Aku mau, tahirlah” Dan seketika itu juga dia ditahirkan dari kustanya.

4Dan Yesus berkata kepada dia, lihatlah, Jangan memberitahukan siapapun, pergilah tunjukkan dirimu kepada imam dan bawalah bagimu sebuah korban seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti atau kesaksian bagi orang-orang.

Sematic Content

Kejadian yang terjadi pada saat itu tergambarkan jelas di dalam Matius 7: 28-29 mengenai alasan dari orang banyak mengikuti Yesus dikarenakan mereka takjub dengan pengajaran Yesus yang melebihi dari pada hukum Taurat. Sampai diceritakan pada ayat 2 bahwa Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Terdapat di dalam Imamat 13:14 keberadaan dari pada orang kusta dianggap najis dan mereka merupakan orang yang diasingkan dari masyarakat. Seorang Imam bertugas sebagai orang yang menyatakan orang terkena penyakit atau tidak (Ul. 24:8) tetapi di dalam Perjanjian Baru Yesus mengambil tempat sebagai seorang imam dan mentahirkan orang kusta. Orang kusta dianggap merupakan hukuman dari dalam dosa yang dia lakukan, orang yang menyentuh mereka akan najis (Im. 7:21).

Ketidakuntungan dari pada orang yang terkena penyakit kusta. Pertama, dia tidak bisa bersosialisi. Kedua, dia tidak bisa masuk ke rumah ibadah. Akan tetapi, jika kita melihat tertulis bahwa Yesus mengambil peran dan mengatakan “tahirlah” berarti sekarang orang kusta itu tidak hidup di bawah hukum taurat lagi melainkan di bawa belas kasihan Yesus. Di katakan disitu bahwa Yesus “menyentuh” tetapi Yesus tidak menjadi najis, itulah cara Yesus menggenapi hukum taurat serta tidak tahluk di bawah hukum taurat.

Yesus memberikan perintah ini untuk meyakinkan kepada imam. Disini menjelaskan bawah Yesus memiliki keimamannya yang lebih besar dari pada segala imam. Kasih adalah kegenapan dari pada Hukum Taurat, ini merupakan satu serpihan kecil dari pada kasih yang lebih besar yaitu pengorbabn dari Yesus Kristus (Rom. 13:10).

Spiritual Meaning: Yesus dapat menyentuh orang tersebut. Pergilah è Menunjukan bahwa Yesus lebih tinngi dari imam. “Aku mengkehendakinya” jadi orang yang bisa mengalahan humun taha. Spiritual dari orang yang terkena kusta: Orang yang tersingkir. Hanya memiliki harapan terhadap Kristus yang menimbulkan iman, dan datang kepada pengharapan karena kita adalah mansuai berdosa.

Iman + humility = Confession of faith

Jika sudah disembuhkan kenapa dia perlu untuk memberikan persembahan kepada imam? Ini bukan soal Yesus yang plin plan tetapi untuk kembali memulihkan hidup dari pada orang yang terkenah kusta. Ini merupakan pemulihan secara total yaitu secara jiwa dan sosial.  Chrysostom mengatakan “Menunjukan bahwa Yesus itu menggenapi hukum taurat dengan cara yang baru yang akhirnya terjadi suatu kesembuhan” berarti disini pentahiran itu menunjukan dua hal yaitu kuasa anak Allah dan kuasa belas kasihan.  Jadi kalau kuasa anak Allah menang atas penyakit berarti menang atas dosa sedangkan kuasa Anak Allah berkuasa.

Chrysostom say “Yesus mengatakan untuk jangan mengatakan kepada siapapun tetapi datanglah kepada imam dan berikan persembahan” dari sini Yesus tidak menginginkan pemujaan dari pada manusia tetapi yang diajarkan adalah kita harus memiliki hati yang bersyukur. Dari teks ini diajarkan tentang hati-hati tentang kemuliaan yang kosong dan hendaklah berikan ucapan syukur. Ayat. 4 Ketika Yesus mengatakan aku mau, tahirnya! Yesus menyembuhkan hanya dengan kuasa kata-katanya jadi perkataan Yesus adalah perkataan yang memiliki kuasa.

Jadi Yesus hanya bisa menyembuhkan dari perkataan dan kehendak dari pada Yesus tanpa harus mengatakan “sembuhlah”. Selain itu Yesus kehendak, perkataan dan tangan yang menunjukan bahwa Yesus tidak takut terhadap Hukum Taurat bahwa tidak ada sesuatu yang najis yang dapat menajiskan Dia. Lalu apakah Yesus menjadi najis dan terkena kusta? Tidak dan tubuh orang kusta itu menjadi murni oleh tangan yang kudus sehingga Dia datang bukan hanya menyembuhkan tubuh melainkan jiwa yang sakit.

Bede say “YEsus menyuruh dia pergi ke para imam agar pera imam tau bahwa dia tahir bukan karena hukum taurat tetapi melalui anugerah dan yesus merupakan imam yang lebih besar. Hanya melalui tangan juruselamat dikeluarkan merupakan typology dari pada inkarnasi Yesus yang dinamakan firman yang menjadi daging. Jadi orang lepra ini bukan hanya pembersihan secara gading tetapi jiwa. Jadi hanyala firman Allah yang menjadi manusia yang dapat membersihkan manusia dari pada dosa dan membersihkan mereka yang telah lama diabaikan, dikucilkan dan diusir. Dan dia bisa mempersembahkan korban kepada imam kalau kita mempersembahkan hidupa kita sebagai persembahan yang hidup.

Outline Consept Teologis

Kesembuhan orang sakit kusta

  1. Yesus: Imam yang sejati yang mentahirkan orang kusta
  2. Yesus: Lebih berkuasa atas hukum taurat.
  3. Imam yang lebih besar dari Musa
  4. Kegenapan hukum taurat (dari im. 7:21 bdg Mat. 8:3) dengan kuasa Allah (Menang atas dosa) dan Belas kasih.

Aplikasi:

Orang sakit kusta

Seperti orang kusta yang memberikan persembahan korban kepada imam kita juga harus memberikan persembahan yang hidup kepada Tuhan yaitu seluruh kehidupan kita.

Matius 6:9-13

Doa Bapa Kami

Bapa kami

  1. Our Father/ Bapa Kami= menunjukan relasi antara Yesus dan Allah Bapa yang menyatakan Ke-Tritunggal-an.
  2. Our = menujukan bahwa kita dengan Yesus mempunyai Bapa yang sama yaitu Allah. Jadi kalau disebut Bapa menunjukan bahwa anak Allah dan jika Yesus adalah Anak Allah kita juga merupakan anak-anak Allah. Kalau kamu berkata Bapa Kami kita memiliki hak istimewa untuk memanggil Allah Bapa. Yang membuat kita punya hak untuk memanggil Allah Bapa karena kita telah diadopsi oleh Allah (Gal. 4:4-7) da nada ROh kududs yang ada di hati kita yang terus berteriak “OUR FATHER”. Ay. 7 Kita menjadi ahli waris melalui Kristus, kita bukan lagi hamba melainkan anak. Jika mengadopsi ini dilakukan secara sengaja ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Kita menyebut bapa karena Kristus yang menebus, mengadopsi kita di dalam Roh Kudus.

Kita berdoa secara Trinitas artinya kita memangggil Allah itu Bapa karena kristus menebus dan mengangkat kita sebagai bapa dan kita bisa menyebut Dia bapa karena karya Roh Kudus.

Pendapat Church Fathers

Cyprian say “Berdoa itu sperti sahabat dan keluarga memanjatkan doa kepada Allah sendiri. Kita menyebut bapa ada hubungan seperti anak dan kita memiliki Dia sehingga kita dapat berdoa kepada pembela kita yaitu Yesus dan doa-doa kita akan diterima oleh Bapa.

Crysostom say “Tidak ada seorangpun memanggil Allah itu Bapa, tapi Dia yang sudah memiliki Bleesing karena kita sudah diampuni dosa dan diadopsi kita menjadi satu keluarga. Panggil Allah Bapa kita mengaku telah melakukan pengampunan dosa, ahli waris, menjadi keluarga sama sperti Kristus dan medapat karunia sama seperti Kristus.

Yang disurga

  1. Doa kita dipanjatkan dari bumi ke surga. Kita ingat bahwa tidak selamanya dibumi kita harus perlahan naik menuju ke surga (Kol. 3:1-3). Mengingatkan kita bahwa kita harus mencari perkata-perkara yang disurga.

Pendapat Chuch Father

Chrysostom say: bahwa kita memiliki Bapa surgawi jadi kita harus meninggalkan perkara duniawi karena kita memiliki Bapa yang punya segala-galanya di surga. Ini juga bukan tentang Allah ada di mana tetapi kita harus menarik pikiran kita dari bumi ke hal-hal yang di surga.

Agustinus say: Kita adalah bagian dari orang-orang kudus yang ada di sana. Karena kita orang yang berasal dari bumi yang adalah dosa sedangkan kita menyebut surge yang kudus jadi kita harus menjadi orang kudus yang ingin mencapai surge itu. Ini doa antara dosa dan kebenaran atau surge dan bumi. Diri kita yang adalah orang berdosa yang pada akhirnya akan naik ke surge yang kudus. Jadi bukan hanya perkataan saja melainkan diri kita juga naik ke atas. Kita orang yang berdosa harus jadi orang benar.

Dikuduskanlah NamaMU

  1. Ini berhubungan “kata di surge” jadi kalau kita memikirkan perkara diatas berarti kita harus memikirkan dan menguduskan namaNya yang kudus. Atau menguduskan Allah dalam artian kita juga harus menguduskan diri. Jadi bagaimana kita menjadi orang yang suci dan orang yang kudus.

Pendapat Chuch Fathers

Agustinus say: Jadi menyebut namanya di dalam doa artinya begitu kita menybut namanya dia tinggal dan ada. Sekarng kita melihat bukan nama Allah itu belum kudus itu menunjukan bahwa manusia yang perlu untuk dikuduskan. Sehingga Allah bisa dikenal tidak lain bahwa Dia adalah kudus jadi kita juga harus kudus.

Chrysostom say: Bagi kita dikuduskan menunjukan bahwa Allah dimuliakan, itu adalah doa dari manusia kepada Allah berarti Allah dimuliakan dan ditiggikan di dalam kita.

Cypirian say: Jadi kalau kita sebut dikuskanlah namamu kita juga harus hdiup kudus(Im. 20:7). Kita memintda dan memohon di dalam babtisan kita memakai kekudusan dan menajaga kekudusan itu. Oleh sebab itu ketika berdoa kita sudah tau bahwa kita butuh pengudusan sehari-hari supaya kita yang berdosa melakukan pengudusan terus menerus.

Datanglah KerajaanMu/ kerjaanMu datang

  1. Allah Tritunggal datang atau turun kalau dosa kita dipanjatkan kepada hal disurga maka permohonan kita akan didengar dan dia akan turun untuk menolong kita karena dia adalah Allah yang imanen dan Allah yang trasenden. Di dalam doa kita ada perjumpaan dengan Allah.

Pendapat Chuch Fathers

Cyprian say: Kerajaan yang dijanjikan kepada kita yaitu kerajaan Kristus. Ini jununjukan pengorbanan Kristus yang sebelumnya kita di dunia seperti hamba dosa yang sekarang menjadi hamba Kristus. Kita berdoa untuk Yesus dapat datang dan Yesus akan memimpin di dalam kerajaan diri kita.

Agustinus say: kerajaan Allah datang mau kita suka atau tidak tetapi yang terpenting kita mau nggak dikuasai oleh kerajaan Allah itu. Dan akhirnya kita bisa memerintah bersama dengan Dia.

Jerome say: Kita tidak lagi takut kepada penghakiman karena kita berdoa kepada kerajaan Allah.

Jadilah kehendakMu di bumi

  1. Kehendak kita dikuasai oleh kehendak Kristus sama sperti dia menguasai bumi ini dia juga menguasai diri kita. Yesus menjadi raja atau tidak di dalam kehidupan kita, kehendak Kristus didalam kehidupan kita. Kita menjadi kerajaan surge yang kecil di dalam kehidupan kita.

Pendapat Church fathers

Jerome say: Kerajaan yang ada di dalam diri kita sehingga kita tidak lagi kalah di dalam kerajaan iblis dan dosa tidak lagi memerintah di dalam kita. Ini berbicara mengenai kekudusan hidup. Diperintah oleh Kristus.

Referensi: Catena Aurea

Typology dan Eksegesis Markus 4: 26-29

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 7

Segala cerita yang ada di dalam Alkitab bukan dongeng melainkan history yang dapat ditelusuri didalam konteks sejarah yang akhirnya ditulis di dalam teks-teks. Sekarang yang berada ditangan kita adalah teks yang didasari dengan sejarah yang ada. Jika menjadi teks maka dibalik teks Kitab Suci terdapat secret history yang mempunyai benang merah yaitu Yesus Kristus. Alkitab ada sebetulnya bersifat gerejawi oleh sebab itu kita membaca kitab suci tidak dapat dipisahkan dari gereja. Di dalam konteks gereja yang adalah manusia percaya itu sendiri juga menuju kepada personal dari pada pembaca yang harus menemukan spiritual meaning yang akan menjadi spiritual life.

Dari kehidupan Musa yang berada beribu-ribu tahun yang lalu bisa kita temukan di dalam teks histori. Di dalam Yohanes 5: 45-46 mengatakan bahwa Musa menulis mengenai Yesus Kristus. Jadi kita yang tinggal di dalam Kristus mengambil bagian didalam sejarah kehidupan Musa juga.

Contoh nya di dalam kehidupan musa: Ada Manna yaitu roti yang turun dari surga. Spiritual Meaning: Nanti akan ada Manna surgawi yang jika kita memakannya tidak akan lapar lagi. Yang terjadi jika kita tidak memakan Manna kita tidak akan hidup lagi (Yoh.6:53). Tabernakel: gambaran dari pada.

The Manna

Waktu kita memakan daging dan darah Kristus harus sampai dikunyah sampai makanan benar-benar hancur dan dapat merasakan kelezatan dari pada sari-sari makanan. Makan itu berarti membersihkan dirinya dari kehidupan yang jahat yang mereka ambil dari Mesir. Dengan jiwa yang sudah murni yang turun dalam surga sama seperti manna yang turun dari surga. Tapi waktu manna dikumpulkan terjadi perbedaan banyak di dalam hidup ini memnunjukan proses spiritualitas manusia berbeda-beda. Yang mengambil banyak menunjukan bahwa kehidupan mereka masih tergantung kepada kekayaan material.

Tiang Awan

Di dalam perjalanan di padang gurun ada banyak sekali tantangan oleh sebab itulah dibutuhkan sebuah tuntunan dari situlah Musa kemudian berseruh kepada Tuhan untuk dapat membantu Bangsa Israel untuk menuntut kepada jalan yang benar supaya orang yang sudah lepas dari Mesir dapat dituntun oleh tiang awan dan tiang api. Tiang awan dan tiang api menunujuk kepada gereja yang mengandung ajaran Yesus Kristus di dalamnya terdapat kebenaran. Keluar dari Mesir adalah sebuah typology manusia yang keluar dari gelap menuju kepada Terang Yesus Kritus.

Kalau Perjanjian Lama menunjuk kepada kelahiran Yesus yang pertama jika perjanjian Baru menunjukan mengenai gereja yang akan mendalami penderitaan.

Markus 4:26-29

26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Terjemahan BGT

 26 Καὶ ἔλεγεν· οὕτως ἐστὶν ἡ βασιλεία τοῦ θεοῦ ὡς ἄνθρωπος βάλῃ τὸν σπόρον ἐπὶ τῆς γῆς

27 καὶ καθεύδῃ καὶ ἐγείρηται νύκτα καὶ ἡμέραν, καὶ ὁ σπόρος βλαστᾷ καὶ μηκύνηται ὡς οὐκ οἶδεν αὐτός.

28 αὐτομάτη ἡ γῆ καρποφορεῖ, πρῶτον χόρτον εἶτα στάχυν εἶτα πλήρη[ς] σῖτον ἐν τῷ στάχυϊ

29 ὅταν δὲ παραδοῖ ὁ καρπός, εὐθὺς ἀποστέλλει τὸ δρέπανον, ὅτι παρέστηκεν ὁ θερισμός.

Syntactic Points

Topik utama: Kerajaan Allah

Suatu pemerintahan Allah yang kekal untuk semua manusia yang berkatian dengan keselamatan manusia secara keseluruhan.

  1. Seseorang menabur benih di atas tanah.
  2. Si penabur tidur pada malam hari.
  3. Pada siang hari si penabur bangun.
  4. Benih menghasilkan tunas.
  5. Benih bertumbuh menjadi pohon.
  6. Si penabur sendiri tidak tahu proses pertumbuhan pohon.
  7. Benih itu mengeluarkan buah pada dirinya sendiri.
  8. Mula-mulai tangkainya.
  9. Kemudian muncul buli atau serbuknya.
  10. Bulirnya terisi dengan gandum.
  11. Gamdum berproses jadi matang.
  12. Bauh gandum yang masak itu dipanen atau dipotong sebab musim tuai tiba.

Ide-ide pendukung:

  • Penabur yang menuju kepada Kristus sendiri sedangkan yang ditaburkan Yesus adalah firman Tuhan (Mar. 4: 13-20).
  • Tanah, mengambarkan hati setiap manusia berarti injil akan bertumuh jika berada di habitatnya.
  • Buah, hasil dari orang-orang kudus dimana berproses dari benih sampai kepada Buah Roh
  • panen.
  • Tidur dan bangun, adanya kematian dan kebangkita Yesus (ay. 28)
  • Tidak tahu, Kristus memberikan kebebasan untuk setiap orang yang mau menerima injil atau tidak jadi tidak manipulasi injil. Firman yang secara bebas kita terima seharusnya berproses mejadi gandum yang dapat berbuah. Orang yang menerima injil seharusnya berbuah. Yang berarti Firman itu mengandung buah. Jika kita mau menjadi buah yang matang perlu adanya proses yang bisa kita jalani dengan pemurnian (Purification). Ini adalah pemurnian yang tidak hanya berbicara mengenai batin tetapi juga tubuh yang pada akhirnya dapat mematikan dosa
  • Poin: 11 san 12 menunjukan Kristus yang kedua dimana semua orang akan dihakimi yang berbuah masuk dalam kerajaan surga. Yang tidak dibakar, yang membuat kita lolos dari penghakiman adalah apakah ada buahnya atau tidak, mau berbuah maka kita perlu mematikan keinginan daging

Kerajaan Allah

  1. Dimulai dari penaburan Injil. Berita kematian dan kebangkitan Kristus.
  2. Respon terhadap injil
  3. Respon manusia terhadap berita injil.
  4. Proses purificationà mematikan keinginan daging atau manusia lama à Buah Roh.
  5. Penghakiman di dalam kedatangan Kristus yang kedua membewa orang percaya atau orang yang sudah berbuah ke dalam kerajaan Allah.

Sematic Content

Pada ayat ini menunjukan dengan gambaran atau perumpaan seperti apa kerajaan Allah itu. Sebuah kerajaan yang hanya dapat ditempati oleh setiap orang yang percaya serta mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Di mulai dengan seorang penabur yang menuju kepada pribadi dari pada Kristus sendiri. Sang penabur ini dikisahkan sedang menabur benih sama seperti Yesus yang menaburkan firman Tuhan (Mar. 4: 13-20). Ketika benih itu ditabur tentu saja akan jatuh ke tanah sebagai gambaran dari pada hati setiap orang yang mendengar mengenai Firman Tuhan. Tentu saja ketika benih ini ditaburkan pertumbuhan akan menjadi bagian dari proses yang harus dilewati oleh benih tersebut, benih inipun tidak dapat bertumbuh sembarangan melainkan harus pada habitatnya yaitu hati setiap manusia. bertumuh jika berada di habitatnya. Ketika proses pertumbuhan terus terjadi pada benih yang ditaburkan tersebutpada akhirnya jika dirawat dengan begitu baik akan menghasilkan buah yang mengarah kepada orang-orang kudus yang akan terus berproses tanpa henti sampai pada akhirnya menghasilkan Buah Roh. Ketika benih tersebut telah menjadi gandum yang telah matang dan tentu saja siap untuk dipanen, maka akan dipanen pada saat waktu yang sudah ditetapkan oleh Sang Penabur menunjukan pada kedatangan Kristus yang kedua dimana semua orang akan dihakimi yang berbuah masuk dalam kerajaan surga. Yang tidak dibakar, yang membuat kita lolos dari penghakiman adalah apakah ada buahnya atau tidak, mau berbuah maka kita perlu mematikan keinginan daging.

 Akan tetapi, perlu diketahui selama proses pertumbuhan dari pada benih tersebut berlangsung sang penabur tenyata telah tertidur dengan pulasnya dimana ini melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (ay. 28).Proses pertumbuhan dari pada benih tersebut juga tidak diketahui oleh sang penabur. Ketidak tahuan ini sebenarnya ingin menunjukan Kristus memberikan kebebasan untuk setiap orang yang mau menerima injil atau tidak jadi tidak manipulasi injil. Firman yang secara bebas kita terima seharusnya berproses menjadi gandum yang dapat berbuah. Orang yang menerima injil seharusnya berbuah. Yang berarti Firman itu mengandung buah. Jika kita mau menjadi buah yang matang perlu adanya proses yang bisa kita jalani dengan pemurnian (Purification). Ini adalah pemurnian yang tidak hanya berbicara mengenai batin tetapi juga tubuh yang pada akhirnya dapat mematikan dosa.

Ringkasan

Secara sederhana kita dapat mengetahui sedikit mengenai Kerajaan Allah dimulai dari penaburan Injil mengenai berita kematian dan kebangkitan Kristus dan seperti apa respon setiap manusia yang terhadap berita injil yang telah didengar. Seharusnya setiap orang yang telah mendengar berita injil dapat bertumbuh semakin ke arah semakin serupa dengan Allah dengan cara purification yaitu mematikan keinginan daging atau manusia lama melakukan bebajikan yang pada akhirnya memiliki Buah Roh. Dan menunggu penghakiman di dalam kedatangan Kristus yang kedua membawa orang percaya atau orang yang sudah berbuah ke dalam kerajaan Allah.

Aplikasi:

Respon injil dengan baik dengan ditanam di dalam hati. Benih itu harus mematikan keinginan daging.

The New Eve

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 6

Yang dikatakan disini sebagai hawa yang baru adalah Bunda Maria. Maria menjadi teladan bagi kita sebagai orang yang mencapai theosis. Lewat Kristus kita menyatu dengan Allah. Pekerjaan Adam yang baru tidak dapat dilepaskan dari Hawa yang baru. Bunda Maria bukan hanya sekedar melahirkan Yesus. Di dalam perayaan Gereja Timur dan Gereja Barat berpusat pada Maria dan Anak atau karya anaknya. Gereja memperingati 12 perayaan besar gereja yang tidak dapat dipisahkan dari Bunda Maria dan anakNya (Lihat Hendi “Pre-Land” 12 Perayaan Besar). Maria memerankan peran yang paling dasar di dalam keselamatan. Kita harus ingat bahwa Inkarnasi logos dan theosis manusia adalah misteri besar dari iman dan teologi kita. Di dalam Kejadian 28:10-17 dengan jelas memaparkan kisah dari pada Yakub yang merupakan typology dari pada inkarnasi Yesus Kristus.

Selain itu ajaran Calvin dan Luther mengakui Bunda Maria tetap perawan sampai meninggal. Jadi ketika kita memasuki gereja dan melihat ikon-ikon suci yang indah, ini adalah pengalaman langsung yang melaluinya kita belajar apa rencana Allah bagi manusia; apa tujuan hidup kita. Segala sesuatu di gereja berbicara kepada kita tentang inkarnasi Allah dan theosis manusia yaitu menjadi serupa dengan Kristus (1Yoh 3:2). Inti dari pada semua doktrin yang dipelajari ini bukan untuk sebuah kewajiban knowledge tapi unutk membuat kita mengarahkan diri untuk menajdi serupa dengan Yesus di dalam Theosis.

Personal: Jika Maria rela dipakai untuk inkarnasi Yesus kita juga harus dengan rela hati melahirkan banyak orang untuk percaya kepada Yesus. Hal yang dilakukan Maria ini bukan hal yang gampang banyak hal yang harus dilalui Maria di dalam kehidupannya ketika mau di pakai Allah (Luk. 2: 34-35).

Origen Homili ke 7

(Luk. 1: 39-45)

Mengunjungi orang yang lemah untuk memberikan kekuatan kepada mereka. Ketika Maria mendengar dia akan mengandung Juruselamat (ay. 26-38). Dan ketika Maria pergi kerumah Elisabeth, ternyata Maria telah mengandung Yesus. Elishabeth adalah sepupu dari pada Maria. Maria pada saat itu tergesah-gesah pergi ke rumah Elishabeth. Pada saat itu juga terjadi peristiwa mistis yaitu Yesus menguduskan Yohanes yang ada di dalam perut Elisabeth. Sebelum Maria sampai ke rumah Elisabeth bayi dari pada Elisabeth tidak bersukacita akan tetapi ketika Maria memberi salam bayi didalam perut Elisabeth bergirangan dengan sukacita. Maria adalah wanita yang paling cocok untuk mengandung Anak Allah. Maria sangat antusias karena sudah dipimpin oleh Roh Kudus untuk pergi ketempat yang lebih tinggi dan melindungi dia (Luk. 1:39).

Sehingga tidak ada keraguan di poin ini Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus pada saat itu menerima Roh Kudus karena mengandung Yohanes pembabtis. Karena ibunya tidak dikatakan mendapat Roh Kudus dulu tetapi Yohanes didalam perut girang dulu baru ibunya mendapat roh kudus. Lalu berseru dengan suara nyaring Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Origen tidak percaya kalau maria melahikan anakanak lain setelah Yesus.

Elisabeth tahu betul bahwa yang dikandung oleh Maria adalah Tuhan. Personal: seharunya kita dapat sadar bahwa kita bukan siapa –siapa untuk Tuhan dapat tolong kita.

Jika seandainya kelahiran juruselamat itu tidak secara surgawi tidak diberkati dan bukan anak Allah. Bagaimana kita dapat mengatakan banyak. Siapa dari kita yang tidak bodoh.

Jadi kita mnggumpulkan. Orang yang mau dibabtis jangan mundur jangan takut ada Yesus yang berjalan di depanmu dan bersama denganmu.  

Spiritual Meaning

Dimana Allah hadir disitu kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Jadi kalau dipenuhi Roh Kudus berarti kita dapat melihat Maria itu adalah Bunda Allah. Personal: Jadi kalau orang yang dapat mengenali Allah ia adalah orang yang akan mengalami sukacita.

Yohanes yang ada di dalam perut Elishabet adalah benih, merupakan benih iman yang akan ditumbuhkan dengan rasa sakit jika kita mau (Gal. 4:19). Semua bisa hamil akan tetapi ini bukan hamil secara fisik tapi hamil secara rohani akibat perkawinan kita dengan Kristus sama seperti maria yang dikawinkan dengan Roh kudus (ayatnya lihat di dalam artikel koko tentan benih ilahi).

Personal Spirituality

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 9

Penebusan terjadi secara spiritual yang dimulai secara personal yaitu iman, pengharapan dan kasih. Iman ini dapat bertumbuh dengan perbuatan. Setelah kita memiliki iman akan ada tahap selanjutnya yaitu Purification (Askesis) dan Kontemplasi (Iluminasi). Di dalam diri Yesus ada tahap selama Dia hidup yang kemudian menjadi contoh bagaimana seharusnya orang percaya dapat hidup:  Yesus: Dispassion -> Penyaliban daging, dikuburkan (manusia lama). Sedangkan orang percaya: Virtue -> kebangkitan-> hidup bagi Allah -> Manusia baru ini sering disebut spiritual theoria.

Kehidupan manusia yang dijalani dengan tahap-tahap kerohanian akan berakhir pada theosis yang membawa kita masuk dalam kemuliaan Allah. Penebusan yang historis sudah selesai untuk semua orang sedangkan penebusan secara spiritual sedang berlangsung di dalam personal manusia. Manusia mengerjakan manusia baru yang pada akhirnya menunggu Yesus datang kedua kalinya. Kehendak bebas manusia dengan anugerah bersinergy menghasilkan pertobatan, persekutuan pribadi (Praktikos) dan setiap penulis buku rohani akan membantu kita untuk pada akhirnya membawa kita semakin serupa dengan Yesus. Penebusan secara spiritual timbul dari dalam batin atau hati manusia. Pengantara dan jembatan dari manusia dan Allah adalah Yesus Kristus. Jadi kalau ada NOUS maka di dalam SOUL adalah reason intellect dan will yang didalamnya mempekerjakan semua hal yang ada di dalam diri manusia dan juga menjaga hati dari segala kekotoran. Dan musuh dari pada hati adalah passion.

Apa arti spiritualitas?

Kata Spiritual menujukan kata “spirit” atau Roh dari pada manusia dan kata spirit tidak dapat didefinisikan. Manusia disebut sebagai makhluk spiritual yang dipenuhi Roh Kudus. Jadi spiritual adalah roh, batin dan jiwa manusia. Jadi siapapun yang punya Roh disebut makhluk Roh. Spiritual kita adalah suatu perjalanan yang menuju kepada penyatuan Ilahi dengan Allah dan itu yang disebut dengan Theosis. Kehidupan Kristen: adalah kehidupan yang berproses dimulai dari membersihkan passion dan mencapai kebajikan. Atau dengan kata lain spiritualitas menujukan cara manusia dapat membersihkan nafsu dan pada saat bersama mencapai kebajikan, hal ini berjalan secara bersamaan. Ex: ketika kita memberi pada saat yang sama kita sedang melawan keserakahan.

Spiritualitas adalah suatu proses sampai kita menyatu di dalam Allah. Jadi kita tahu sekarang bahwa spiritualitas itu bukan sesuatu yang abstrak melainkan apa yang kamu sentuh dan kerjakan kita adalah manusia spiritual.

Ciri dari orang yang melakukan spiritualitas:

  1. Kehidpan spiritual akan memuncak pada penyatuan akan Allah.
  2. Merupakan karya Roh Kudus yang bersinergy.
  3. Kita akan menjadi serupa dengan Allah sehingga memperoleh pengetahuan dan kasih.
  4. Efek dari penyatuan ini adalah kita memiliki spirit dan energy hingga pada akhirnya akan menjadi manusia terang.

Tujuannya adalah manusia akan mencapai deifikasi/ partisipasi di dalam kodrat ilahi.

Deifikasi

Deifikasi adalah menjadi serupa dengan Allah, partisipasi di dalam kodrat ilahi. Didalam deifikasi kita mempunyai energy untuk menjadi serupa dengan Allah. Dengan cara menjadi anak-anak Allah yang terus menerus menyerap energy dari Allah. Jadi cahaya ini yang membuat kita hidup di dalam kuasa ilahi yang membuat kita hidup abadi. Kita tidak menjadi Allah melainkan kita menjadi seperti Allah di dalam anugerah. Di dalam kekekalan Allah Tritunggal memiliki 3 esensi dan energy. Untuk mencapai tujuan spiritual Rasul Paulus memberikan gambaran yang jelas di dalam 1 Korintus 9: 24-27 yang digambarkan sebagai sebuah perlombaan lari dan pertandingan tinju, dimana kita harus berlatih. Dan didalam perjalanan iman ini kita dapat juga gagal. Di dalam 2 Timotius 2:5; 2:15 kita harus dapat mengusahakan agar apa yang berkenan di dalam Allah. Spiritual work ini disebut juga asketism.

 Seorang Church Father Stanliloae mengatakan “tujuan asketism bukan hanya membebaskan diri kita dari nafsu atau membersihkan dari dosa tapi juga harus membersihkan pikiran dari nafsu.” Kita dapat membersihkan nafsu kita secara bertahap bersama dengan Kristus. Tahapannya adalah serangkaian langkah-langkah. Asketism untuk pertumbuhan rohani kita tapi seperti latihan atletik yang menyiapkan kita untuk menikmati latihan yang membuat spiritual bertumbuh.

Dasar Menyatuh Dengan Allah Adalah Kasih Bukan Pengetahuan.

Kita mencapai union with god bukan lagi dengan iman dan pengharapan tapi kita benar-benar mengalami kasih Allah. Natur kita memang ciptaan akan tapi kita dapat menjadi seperti Allah karena anugerah Allah bukan karena natur yang kita miliki. Dan kita seperti yang kita ketahui Anugerah Adalah Kasih Allah Yang Dapat Kita Nikmati.

Berkompetisi Di Dalam Asketism Kita Memerlukan Komunitas Untuk Melatih Jiwa.

Selain synergy dengan Roh Kudus kita butuh gereja. Kalau Roh Kudus adalah ibu rohani maka teman di gereja adalah saudara-saudara kita. Kita harus bekerja dan berusaha supaya mendatangkan kebajikan. Dan kita mengerjakan itu semua didalam kita dan didalam komunitas kita.

Tangga naik berdasarkan kasih yang ada di dalam gereja

Allah yang berkomunikasi di dalam kita bersama Putra-Nya di dalam Roh Kudus melalui anugerah-Nya untuk kita. Allah kita adalah kasih bahkan didalam Allah Tritunggal Allah dapat saling mengasihi. Ini bukan kasih yang semu. Dan sekarang kasih itu bekerja di dalam Allah Tritunggal dan di dalam gereja yang merupakan anggota tubuh Allah. Spiritualitas ini seharusnya semakin naik menuju kepada Allah dan itu hanya ada di dalam gereja dan orang percaya.

3 Langkah Untuk Mencapai Kepada Allah

  1. Praktikos (Pemula)

Mengalahkan nafsu dan melakukan kebajikan sampai mencapai kasih itu.

  • Kontemplasi (Iluminasi)

Kita fokus pada hal-hal surgawi atau pada Allah dengan tidak memikirkan kesenangan duniawi lagi sama seperti Yesus Kristus. Tahap ini hatinya sudah diterangi oleh Roh Kudus. Jiwa dan hati sudah bersih yang akan menikmati terang Allah.

  • Mystical Knowledge

Sudah mencapai kesempurnaan. Kita tidak lagi memikirkan hal dunia melainkan Yesus saja. Tidak inginkan apa-apa lagi. Tahap ini merupakan puncak kasih terhadap Allah.

Apakah passion itu natural?

Passion itu sebetulnya natural karena itu adalah keinginan daging yang merupakan natur dari pada manusia yang tercipta oleh daging. Jadi tidak semua passion itu dosa tapi ada passion yang tidak natural. Passion yang natural itu jangan hanya bersifat keinginan daging tapi seharusnya bersifat jiwa.

Maximus says:

Ketika digunakan dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan tubuh misalnya kalau lapar makan, kalau takut cari penghiburan tapi yang tidak natural adalah kehidupan kita yang dikendalikan oleh passion. Kita tidak lagi membutuhkan hal lainnya.

Dari mana muncul passion yang tidak natural?

  1. Intelek kita makin lama makin lemah yang dikendalikan oleh keinginan daging sehingga tidak berfungsi lagi.
  2. Indra kita dikuasai maka semakin memperbudak kita akhirnya kita menjadi orang yang hanya dikendalikan oleh nafsu sama seperti binatang.

Sama seperti yang Rasul Paulus katakana di dalam Roma 7:23-24 yang seharusnya kita juga dapat melawan segala keinginan yang ada di dalam tubuh kita.

Kita perlu membebaskan jiwa dari penguasaan tubuh yang tidak natural yang telah menguasai tubuh dan menguasai jiwa sebalikanya tubuh ini harus dibebaskan dari keinginan tubuh.

  1. Nous
  2. Desire
  3. Emotion

Jadi maximus membagi jiwa menjadi 3 bagian

  1. Intellect (nous)
  2. Desire
  3. Emotion.

Intellect dan soul itu sama untuk mengerti hal-hal spiritual tentang doa dan kitab suci. Kita juga harus dapat membedakan nous. Otak kalau kita mati tidak berfungsi tapi pikiran kita tetaplah berfungsi sama seperti contoh yang ada di dalam Alkitab yaitu Lazarus yang mengingat keluarganya walaupun sudah mati. Seringkali kerja pikiran atau otak ini yang menguasai jiwa akibatnya jiwa kehilangan power atau kuasa sehingga jatuh di dalam dosa. Sebalikanya bagaimana membuat jiwa menguasai tubuh jadi otak kita bekerja dengan sensis.

Contoh: Makan, yang digerakkan oleh jiwa. Jadi sebenarnya penggerak dari tubuh kita adalah jiwa. Pikiran jahat memunculkan logismoi atau pikiran jahat yang menyerang nous.

Cara kerja dosa:

Peirasmos (godaan)à Nousà hati lemari batinà idà logismoià keinginan daging/nafsuà menyeret dan memikat à dosaà maut.

Untuk melawan itu semua kita perlu melakukan pemulihan NOUS:

Allah à energy ilahi/anugerah Allaj yang dibawah oleh Roh Kudusà NOUSà lemari batinà menjadi superego (hukum Allah)à logos (reason emotion desire) yang dikuasai Kristus à mampu ammrove kehendak Allah à apatheia (ketiadaan nafsu) dan melahirkan keinginan Rihà anggota-anggota tubuh (penyeliban danging dan nafsu) à ketaatan dalam bentuk kasih.

Pikiran dan perbuatan Kristus à Roh Kudus à NOUS à lemari batinà logos (reason emotion desire à kehendak Allah à keinginan Rohà buah Roh.

Passions

Apa dan bagaimana mengatasinya?

Passion itu muncul dari dalam hati lewat logismoi yang di dalamnya tercapat semacam kebun binatang yang diwariskan. Binatang datang ke dunia sebelum manusia diciptaka dan kita mewarisi kualitas sifat mereka antara lain: Mencari makan, menjaga territorial, berkembangbiak, pintar menjaga diri. Satu sisi manusia seperti binatang dari tubuh satu sisi seperti Allah karena kita mempunyai jiwa. Untuk mengatasi passion kita harus dapat mengalahkan pikiran-pikiran karena logismoi ini yang menimbulkan passion yang akhirnya mendorong kita dan logismoi berasal dari jurang hati kita yang paling dalam.

Untuk mengatasi passion muncul kita harus nepsis dan berdoa. Glutoni, pencemaran, cinta akan uang, depresi, kemarahan, kecemasan yang berlebihan dan kesombongan. Jadi ketika peirasmos itu masuk dia akan mengambil salah satu dosa. Tinggal dipancing maka akan keluar dan akan merugikan diri. Kita harus dapat  melakukan Nepsis, catharsis à doa dan Hesychasm.

Transfigurasi of Passion

Jhon Climacus mengatakan:

Ketika Yesus berbicara kepada manusia yang berdosa Dia tidak berkata takut tapi Dia berkata mengubah passion menjadi kasih dari eros menjadi agape. Jadi passion bisa dirubah menjadi kasih tentu dengan anugerah Allah. Dari mana asal mula passion: kita tidak bisa megalahkan kenaturaran manusia karena kita adalah gambar dan rupa Allah, misalnya kita mempunyai intellect desire emosion itu adalah hal yang natural tapi dapat digunakan untuk hal baik dan jahat. Misalnya emosi adalah hal yang netrl dapat dilakukan untuk hal positif marah kepada hal-hal jahat lalu cemburu bisa dinyatakan oleh keinginan menyatakan diri di dalam Allah. Passions yang terberkati dan ilahi. Intellect desire dan emotion tidak dapat hilang. 

Yohanes Damakus: Kebajikan dan Dosa

Jadi bukan hanya tubuh yang memiliki jiwa tapi indra juga memiliki. Sesses dari jiwa adalah mata dari jiwa, pikiran, gagasan, khayalan, persepsi. Sedangkan tubuh adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan. Virtues dari jiwa ada 4 yaitu keberanian, penilaian moral, pengendlian diri, keadilan. Virtues dari tubuh yang dapatketika vietues jiwa terpancar yaitu kehidupan askesis yang meliputi: pengendalian diri, puasa, lapar, haus, tetap terjaga, berlutu, mengenakan pakaian sederhana, makan makanan sederhana, makan perlahan, minum air, tidur di tempat sederhana dll.

Jiwa dan tubuh masing-masing punya passion sendiri-sendiri:

Passioan dari jiwa adalah kelupaan, kemalasan, dan ketidaktahuan. Ketika penyakit dari jiwa itu maka jiwa menjadi gelap seutuhnya sehingga menjadi penyembahan berhala, dendam, tidak manusiawi (lih. 1 Tim. 6:10) dan akhirnya, kebencian. Passion dari tubuh adalah kerakusan makanan, keserakan materi, mabuk, ketidak sucian, ketidaksopanan, perampokan, melukis wajah, membuang buang waktu dan akar dari semua itu adalah cinta akan seks, pujian dan uang/ harta. Setiap kejahatan berasal dari 3 penyebab ini.

Dosa dan 2 Aspek Jiwa

Yohanes Damaskus mengatakan jiwa manusia terdiri dari 3 aspek

  1. Intelek, adalah ketidakpercayaan, ajaran sesat, kebodohan dan penghujatan.
  2. Iiwa adalah keegiosan, kebencian, kemaran dll.
  3. Keinginan adalah kerakusan, keserakahan, kemabukan, ketidaksucian, perzinaan, emas, kekayaan dll.

Jadi kalau ketiga hal ini sudah berdosa maka seluruh kehidupan manusia akan dapat dikendalikan oleh tubuh. Maka cara untuk menjaga hati dari dosa dari aspek intelek, emosi dan keinginan adalah Inteleck harus berdoa dan purifikasi. Emosi adalah belajar bersimpati, kasih saying percsaudaraan. Kerakusan adalah memallui puasa, pengendalian diri, belajar memberi dsb. Amin!

Referensi: Buku Orthodox Spirituality, Foundation Of Orthodox Spirituality, Dimitru Staniloae, Philokalia, Formasi Rohani Purifikasi Deifikasi 2019.

Design a site like this with WordPress.com
Get started