NOUS ALLAH DAN KRISTUS (1Kor. 2: 16)

Hasil gambar untuk sunset

Sarkic, tubuh dari atau ayat. Dapat melihat lewat struktur teks lewat Syntactic Form

Syntactic Form

τίς γὰρ ἔγνω νοῦν Κυρίου, ὃς συμβιβάσει αὐτόν; ἡμεῖς δὲ νοῦν Χριστοῦ ἔχομεν. (BYZ04)


Subjek terdiri dari 2 yaitu τίς ὃς συμβιβάσει αὐτόν danἡμεῖς dan 2 predikat ἔγνω νοῦν Κυρίου dan ἔχομεν νοῦν Χριστοῦ yang dihubungkan dengan kata δὲ

Terjemahan Literal,

Merupakan Literal meaning. Karena ketika menerjemahkan berarti kita sedang menafsirkan. Yang dimulai dengan subjek kemudian predikat.

Sebab siapakah yang menasehati Dia telah mengetahui Nous Tuhan? Tetapi kami memiliki Nous Kristus.

Syntactic Points

Dapat dilihat dari Syntactic Form dan terjemahan literal yang telah dibuat sebelumnya. Dan tergantung berapa klausa dan kalimat yang ada di dalam Syntactic Form yang kemudian dapat dibuat 2 poin di dalam syntactic poin.

  1. Sebab siapakah yang menasehati telah mengetahui Nous Tuhan
  2. Tetapi kami memiliki Nous Kristus.

Historis

Pada pasal 1:18- 4: 21 kesalahan pesan dari injil di dalam Gereja Korintus yang sedang menghadapi perpecahan. Salah satu pemicu adalah kesalahpahaman berita tentang injil. Surat ini ditulis untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Pada pasal 2:16 berada didalam konteks demikian dan dalam upaya meluruskan kesalahpahaman ini. Pasal 1-5 konsentrasi mengenai alasan- alasan perpecahan gereja di Korintus. Di dalam The Orthodox Study Bible, surat ini ditulis dengan tujuan untuk mempersatukan jemaat pada saat itu.

Ada 3 penyebab perpecahan pada saat itu:

Kesalah pahaman tentang isi berita injil

Kesalahpahaman tentang pendengar injil

Kesalahpahaman tentang pelayanan Paulus

Sintaktik Poin

  1. Siapa yang mengetahui Nous Tuhan sehingga ia bisa menasihati Dia
  2. Kami memiliki nous Kristus

Sematic Content

Jika mau untuk dapat mengerti satu bagian yang khusus didalam Alkitab maka dapat dilakukan langkah kembali untuk mengintrerpretasikan dengan teks lain maka akan saling menjelaskan karena merupakan satu kesatuan yang ditulis oleh satu pengarang yang sama. Alkitab mempunyai satu pengarang tunggal yaitu Roh Kudus. Langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah fokus dengan ayat yang ada.  Selain dikomparasikan dengan teks lain di dalam Alkitab juga harus dapat dikomparasikan dengan gereja karena Alkitab berasal dari pada gereja. Di dalam 2 Petrus. 1:20-21 mengatakan bahwa didalam kitab suci tidak dapat hanya diartikan dengan satu ayat saja. Seharusnya kita memakai gereja karena gereja menurunkan pengajaran dari para rasul yang telah hidup bersama dengan Yesus dan mengetahui dengan jelas kerinduan Yesus kepada setiap orang percaya.

  1. Siapa yang mengetahui nous Tuhan sehingga ia bisa menasihati Dia.

Kutipan ini hendak menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui nous Allah sebab Allah itu jauh melampaui kapasitas nous manusia. Penyaliban yang dianggap sebuah kebodohan itu tidak dapat diselami. Sehingga Allah yang tidak dapat diselami oleh nous manusia ini merupakan Allah yang transenden bagi menusia seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa tidak ada seorangpun yang dapat melihat Allah hanya Anak Allah yaitu Yesus Kristus yang dapat melihat Allah (Yoh. 1:18). Allah yang demikian adalah Allah yang misteri bagi manusia dan tidak ada seorangpun yang memiliki nous Allah.

  • Kami memiliki nous Kristus

Rasul Paulus menulis “Tetapi kami memiliki nous Kristus.” Ini menyatakan selain Nous Allah ada Nous Kristus. Dan Nous ini dimiliki oleh para Rasul, murid Kristus dan seharusnya juga dimiliki oleh orang percaya. Apa itu Nous Kristus? Apa sama dengan Nous Allah? Menurut Rasul Yohanes, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan- Nya” (Yoh 1:18). Tulisan ini jelas bahwa Allah Bapa dapat dikenal oleh manusia hanya melalui Anak yaitu Yesus karena Dialah yang menyatakan siapa Allah tersebut.

Rasul Yohanes menuliskan, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” (Yoh 12:49; lihat juga Yoh 8:26,28). Apa yang Yesus ajarkan kepada para murid-Nya adalah perkataan dari Allah sehingga ajaran Yesus adalah ajaran Allah. Hal ini dipertegas lagi oleh Rasul Yohanes, “Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku” (Yoh 8:28). Sehingga Nous Allah yang tidak terselami oleh manusia itu ternyata dinyatakan oleh Kristus kepada para murid-Nya.

Mengenal Allah secara pribadi adalah hal yang sukar. Allah yang jauh melampaui nous manusia ternyata pada saat yang sama dekat karena Kristus. Misteri Allah hadir di dalam Pribadi Kristus dan kasih Kristus kepada manusia sehingga manusia bisa mengenal Allah melalui Kristus. Kemudian para murid-Nya menangkap nous Kristus melalui pertolongan Roh Kudus. Seperti yang dijelaskan oleh Rasul Yohanes, “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:26). Itu sebabnya Rasul Paulus menyatakan bahwa kami memiliki nous Kristus yang diajarkan oleh Roh Kudus (lihat juga 1 Kor 2:13).

Kemudian para Rasul yang memiliki nous Kristus ini disebut sahabat Kristus (Yoh 15:15) dan mengajarkannya kepada segala bangsa menjadi Gereja seperti Rasul Paulus mengajarkannya kepada orang-orang di Filipi untuk memiliki Nous Kristus (Fil 2:5). Nous Allah yang tidak terselami sekarang telah dinyatakan oleh Kristus kepada para Rasul dan dari para Rasul kepada Gereja. Benar yang dikatakan oleh Bapa Gereja St. Ambrosius bahwa orang percaya adalah mereka yang ambil bagian dalam hikmat ilahi (Catena Aurea).

St. John Chrysostom menyatakan bahwa hal-hal yang berasal dari Allah dinyatakan oleh Kristus kepada orang percaya namun tidak semua hal ilahi melainkan hal-hal spiritual saja (Catena Aurea). Rasul Paulus menyatakan, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor 2:9). Rasul Yohanes menyatakan bahwa hal-hal spiritual ini adalah hal-hal yang menuntun manusia kepada hidup kekal yaitu bagaimana manusia bisa bersekutu atau menyatu dengan Bapa dan Anak (lihat 1 Yoh 1:1-4). Jadi, ketika Rasul Paulus menulis kami memiliki Nous Kristus ini artinya kami memiliki Nous Allah yaitu hal-hal yang menuntun kepada hidup kekal atau menyatu dengan Dia dan ini adalah sesuatu yang masih misteri karena belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga kita (lihat juga 1 Kor 13:12).

Memiliki nous Kristus berarti memiliki hikmat Allah (lihat 1 Kor 2:6-7) dan melalui Roh Kudus nous Kristus itu disampaikan kepada manusia (lihat 1 Kor 2:10-11). Namun sisi lain apa yang diketahui oleh kita tetaplah sebuah misteri: “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal” (1 Kor 13:12). Ware menyatakan ini adalah pengenalan akan Allah yang seimbang antara apa yang misteri dan yang disingkapkan kepada kita. Pengenalan Allah ini juga seperti pengenalan yang penuh misteri. Disingkapkan bahwa Allah adalah kasih namun menjadi misteri bagi kita karena kasih Allah yang demikian tidak bisa diukur dengan pengertian atau pemahaman kita yang terbatas seperti penjelasan Ware di atas.

Pada akhirnya, untuk apa kita mengenal nous Allah dan Kristus ini? Rasul Yohanes menyatakan bahwa apa yang ia beritakan dan tuliskan adalah supaya setiap orang bisa percaya pada Kristus dan memperoleh hidup kekal yaitu pengenalan dan persekutuan dengan Allah dan Kristus (lihat Yoh 20:31; 17:3; 1 Yoh 1:1-4). Sebab itu belajar Teologi (mengenal Allah) adalah untuk mengalami pertobatan setiap hari yaitu pengudusan hidup untuk menjadi semakin serupa dengan Anak-Nya. Seperti kata Rasul Yohanes, “Saudara- saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1 Yoh 3:2-3).

Mari kita memiliki sikap seperti Rasul Paulus dalam pelayanan, “ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” (2 Korintus 6:8-10).

Personal

Pengenalan akan Allah tidak dapat diukur melalui seberapa banyak aktifitas keagamaan yang dilaksanakan oleh setiap orang percaya. Pengenalan akan Allah ini dapat diukur seberapa banyak orang percaya meluangkan waktunya untuk mau bersekutu secara pribadi dengan Allah. Dikatakan didalam Yohanes 20:29b “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Ini merupakan sebuah kabar baik yang Yesus ucapkan di dalam meneguhkan iman setiap orang yang menaruh pengharapan kepadaNya. Ini kemudian menjabarkan bahwa setiap orang percaya seharusnya mengalami hidup, berinteraksi, berkomunikasi secara intens dan pribadi dengan yang tertulis. Ini dapat dilakukan dengan merenungi firmanNya, agar dapat melakukan kehendakNya dan menjalani pertobatan setiap harinya.

Pembaharuan Manusia Baru Galatia 5: 24

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Terjamahan Literal

Subjek: οἱ δὲ τοῦ Χριστοῦ = Tetapi mereka yang menjadi milik Kristus

Tetapi mereka yang menjadi milik Kristus menyalibkan daging bersama dengan nafsu dan keinginannya.

Sintaktik Poin

  1. Mereka yang menjadi milik Kristus menyalibkan dagingnya bersama dengan nafsu daging tersebut

Semantik Konten

Rasul Paulus merupakan Rasul yang tidak menjalani kehidupan 3.5 tahun bersama- sama dengan Yesus. Ia adalah Rasul yang tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri Yesus. Dia merupakan Rasul yang kehidupannya berkelimang dengan harta sebelum berjumpa dengan Yesus. Dia memiliki 2 warga kenegaraan pada saat itu dan hal itu merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Paulus merupakan pribadi terpelajar dan menjadi musuh besar bagi setiap orang percaya sebelum Yesus menjamah hatinya yang paling dalam. Hidup berkecukupan, tidak kekurangan, penuh dengan kekuasaan, cerdas dan dunia seakan- akan berada di dalam genggaman tangan merupakan hal yang menjadi impian setiap manusia. Dan Paulus adalah pribadi yang memiliki semuanya itu. Akan tetapi pada satu ketika, perjalanan misi untuk mencari dan membunuh orang percaya Paulus atau pada saat itu disebut Saulus bertemu dengan Yesus di dalam penglihatannya. Hati terdalam Saulus disentuh oleh Yesus dengan kasihNya. Saulus yang begitu cerdas menjadi tak berdaya dan seperti orang yang bodoh atau disihir Sauluspun mengaku percaya kepada Yesus dan mengganti nama menjadi Paulus.

Dari hari kehari pengenalan Paulus akan Kristus semakin intim dan semakin dalam. Semua hukum taurat dan peraturan orang Yahudipun Paulus pakai untuk membela imannya kepada Kristus. Paulus dicaci, dimaki, dibuang dan berbagai macam cercaan tertuju kepadanya karena mengikut Yesus. Tetapi Paulus tidak mempedulikan hal tersebut Paulus dengan sepenuh hati menyerahkan kehidupannya seluruhnya kepada Kristus yang ia telah imani. Oleh sebab itulah di dalam Galatia 5: 24 Paulus seperti menuliskan sendiri pengalaman yang telah ia jalani dan lalui bahwa “setiap orang yang telah menjadi milik Yesus, seharusnya menyalibkan daging dan segala keinginannya” hal ini disarankan oleh Paulus karena ia sadar jika hal itu tidak dilakukan maka segala keinginan yang ada di dalam anggota tubuh manusia tidak dapat dikendalikan sama sekali. Karena segala keinginan dan hawa nafsu berasal dari tubuh manusia itu sendiri.

Di dalam Galatia 2: 20; 6:14 dituliskan bahwa setiap orang percaya yang telah menjadi milik Kristus harus dapat menyalibkan daging. Daging disini jika diterjemahkan secara literal memang tubuh yang dimiliki manusia secara jasmania atau anggota tubuh manusia itu sendiri. Akan tetapi perlu diketahui di dalam Roma 7: 5 dipaparkan bahwa anggota- anggota tubuh kita bergerak karena hawa nafsu yang sering disebut epitumia patos sedangkan epitumia patos didalam diri manusia itu netral karena berasal dari pada jiwa manusia, untuk itulah semua ini tergantung bagaimana cara manusia mengendalikan hawa nafsu tersebut (Galatia 5: 17). Jika epitumia patos dikuasai oleh hawa nafsu daging maka yang akan menguasai kehidupan kita adalah dosa. Hawa nafsu yang bekerja inilah kemudian menghasilkan nafsu daging yang disalurkan oleh anggota tubuh manusia. Jadi sebenarnya anggota tubuh manusia hanyalah sebagai penyalur sedangkan yang mengerjakan adalah nafsu daging. Kalau hal ini dikerjakan secara terus menerus maka akan menghasilkan dosa. Untuk itulah sebenarnya yang perlu disalibkan adalah hawa nafsu yang ada di dalam tubuh manusia, bukan daging atau tubuh manusia. Peirasmos yang ada di dalam tubuh manusia akan dijelaskan dari mana asalnya. Epitumia dapat muncul lewat spirit yang disalurkan oleh daging dan roh. Nous di dalam diri manusia sebenarnya berfungsi seperti Allah Bapa sebagai sumber yang bersifat natural. Bapa yang memperanakan Anak dan mengeluarkan Roh Kudus sedangakn NOUS mengeluarkan Reason, dan desire. Akan tetapi ketika reason, emotion dan desire yang sudah disalukan oleh Soul dapat dimasuki oleh iblis. Jika iblis berhasil maka pada akhirnya menjadi nafsu daging. Nafsu daging pun dapat dikuasai oleh Roh.

Jika orang percaya telah dibabtis maka secara otomatis akan menjadi milik Kristus. Karena ketika dibabtiskan didalam air yang merupakan lambang dari pada penyaliban, penguburan dan kebangkitan orang percaya itu berarti penyaliban telah berada di dalam sakramen babtisan itu sendiri. Ketika orang percaya dibangkitkan maka akan memiliki NOUS yang baru. Setelah memakai pakaian Kristus, menjadi manusia baru, dan kita hidup lagi. Didalam Efesus 4: 23 dituliskan “supaya kamu dibahaui Roh dari NOUSmu” ini yang seharusnya diperbaharui jadi manusia baru itu adalah berarti NOUS, spirit, dan rohnya yang baru. Oleh sebab itulah di dalam Efesus 4: 17 juga Paulus menegaskan bahwa “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.” Jangan hanya pakaian yang baru sedangkan isi nya tidak baru! Ketika orang percaya sudah mengenakan pakaian baru, seharusnya dari hari ke hari dapat memperbaharui diri untuk segambar dan serupa dengan Kristus (Kolose 3:10; 8: 29). Orang percaya yang diciptakan menurut pola Kristus inilah yang seharusnya memiliki kehidupan yang semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Di dalam Galatia 4: 19 dikatakan pula pembaharuan ini harus terus dilakukan “sampai rupa Kristus dibentuk didalam setiap orang percaya.” Ringkasnya pakaian Kristus atau manusia baru ini sedang mengalami pembaharuan sampai pada akhirnya menjadi gambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. Jiwa (reason, emotion dan desire) yang seharusnya mengalami pendewasaan dari hari lepas hari. Jadi Paulus berbicara sebenarnya bukan pertumbuhan fisik melainkan jasmani, tanda sifat dewasa disini menunjuk kepada meninggalkan sifat kanak – kanak (1Kor. 13:11). Kita seharusnya mengalami kedewasaan penuh bukan lagi anak kecil atau bayi (Ef. 4:13). Tubuh juga pada akhirnya akan mengalami pendewasaan kembali (Fil. 3:21). Tubuh akan diperbaharui oleh Allah dan akan mengenakan tubuh yang baru. Kebangkitan tubuh adalah hal yang nyata. Jadi kalau dikatakan “kita adalah manusai baru” disini mencangkup roh, jiwa dan tubuh yang seharusnya sempurna. Dan pada akhirnya nanti setiap orang percaya akan menjadi gods by energy of God  dana akan membawa kepada theosis.

Pembaharuan Manusia Baru

Jika teosis yang menjadi tujuan akhir dari pada setiap orang percaya maka proses untuk menuju kesana adalah dengan terus menerus memperbaharui kemanusiaan baru. Manusia baru yang telah dimiliki oleh setiap orang percaya ini dikejakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus (Kol. 3:10; Fil. 2: 13). Akan tetapi, Allah juga mengaharapkan kerjasama dari setiap orang percaya untuk dapat bersinergy dengan Dia di dalam memperbaharui manusia baru setiap individu. Hal ini menunjukan bahwa Allah tidak menganggap orang percaya sebagai hamba melainkan sebagai kawan sekerja Allah dan bangunannya Allah (1Kor. 3:9). Orang percaya pun diperintahkan untuk aktif tetapi tidak  bekerja sendirian. Untuk itulah proses pembaharuan seharusnya dikerjakan secara bersama- sama secara terus menerus sampai orang percaya menjadi serupa dengan Kristus. Pembaharuan manusai baru harus dikerjakan dari dalam karena apa yang keluar itulah yang menajiskan (Mar.  7: 20-21). Orang yang baik keluar dari hatinya yang baik sedangkan orang yang jahat keluar dari hati yang jahat (Mat. 12: 35). Inilah yang menyebabkan orang percaya dari hari kesehari seharusnya memperbaharui hati. Mengerjakan pembaharuan ini dimulai dari dalam hati yang merupakan sumber yang baik dan yang buruk. Hati adalah gudang jiwa (Id). Pembaharuan apa yang seharusnya dikerjakan didalam hati? Rasul Paulus mengingatkan di dalam Roma 12:2 “jangan serupa dengan dunia ini, tetapi lakukan pembaharuan akal budi” disini “akal budi  = NOUS. NOUS adalah mata. Nous ini yang menentukan gelap terang tubuh orang percaya. Oleh karena Nous adalah pelita tubuh dan nous ini harus diperbaharui terus menerus (Rom. 12:2) sehingga nous ini mengenakan nous Kristus (1Kor. 2:16).

Personal

Manusia Baru diperoleh ketika setiap orang percaya mau mengakui semua dosa dan kesalahannya kepada Allah. St. Mark the Ascetic mengatakan: “He who repents rightly does not imagine that it is his own effort that cancels his former sins; but through this effort he makes his peace with God”[1] setiap orang yang meu mengaku dosanya kepada Allah akan memperoleh pendamaian bersama dengan Allah. Dan ketika menjadi manusia baru terdapat fakta yang menarik bahwa Allah akan mengerjakan pembaharuan di dalam setiap diri orang percaya. Dia tidak akan meninggalkan anakNya sendiri berjuang melawan semua musuh yang datang untuk menyerang. Mark juga mengutip apa yang menjadi perkataan dari Petrus di dalam kitab suci “Mark suggests that salvation, while the work of God, nonetheless requires our participation. In the Orthodox tradition this is called synergism, a term that derives from the biblical statement of St. Peter that we are “cooperators” with God (synergoi )”[2] inilah adalah fakta yang begitu menguatkan bagi penulis. Allah yang bekerjasama atau bersinergy bersama dengan setiap orang percaya akan memberikan kekuatan secara terus menerus. Karena Allah tidak akan memberikan pencobaan yang diluar dengan kemampuan kita (1Kor. 10:13).


[1] Allyne Smyth, Philokalia the Eastern Christian Spiritual Texts: Selection Annotated & Explained, terj. G. E. H. Palmer, et.al., (Woodstock: Skylight Paths, 2011), 26.

[2] Philokalia, Skylight, 48.

Song Of Song (Kid. 1:1-3)

Kitab ini ditulis oleh Salomo. Pada abat 10 SM (965-960SM). Song of song adalah Kitab Puisi cinta di Timur Tengah atau ini adalah kitab puisi tentang cinta dari tradisi atau budaya timur tengah. Kitab Puisi cinta ini bukan hanya cintanya salomo kepada istrinya. Ini juga secara typologi merupakan cinta Allah kepada umatNya. Kristus adalah kepala dari gereja sedangkan gereja adalah tubuhnya. Suami adalah kepala sedangkan istri adalah tubuh Kristus.

Tema besar Kidung Agung adalah puisi tentang suami dan istri. Ini bukan puisi pacaran yang belum menikah! Jika ini adalah forsedow tentang Kristus maka ini adalah cinta Kristus dan jemaat. Ini adalah cinta yang saling berbalasan, tidak satu pihak. Gereja adalah pengantin perempuan dari Kristus. Kitab ini termasuk kitab hikmat atau kitab puisi dari salomo.

Outline Kitab:

  1. Judul: Kitab Kidung Agung dari Salomo
  2. Pertemuan pertama: Nafsu dari cinta
  3. Pertemuan kedua: Komitmen (kesetiaan)
  4. Pertemuan ketiga: Proses pernikahan Salomo
  5. Pertemuan keempat: Pengantin perempuan mencari cinta dengan suaminya
  6. Pertemuan kelima: penyatuan dari suami dan istri
  7. Pertemuan keenam: Kekuatan dari cinta yang sudah menyatu
  8. Pertemuan ketujuh: Kesimpulan

Origen mengatakan bahwa “Cinta antara suami dan istri, cinta antara tubuh dan jiwa. Cinta antara Allah dan umatNya. Kesetiaan antara suami dan istri begitu juga adalah kesetiaan antara Kristus dan gereja. Cinta dibuktikan di dalam kesetiaan.” Jika konteks pada saat itu Bangsa Israel tidak setia berarti bersinah dengan menyembah berhala. Kitab ini ditulis juga untuk menyadarkan bangsa Israel untuk kembali kepada Allah dan setia kepadaNya.

Di dalam cinta ada yang namanya kesetiaan, kasih, komitmen (passion, intimacy, faithfullness) bukan hanya nafsu. Allah memiliki kemurahan hati, maka Kristus juga memiliki kerendahan hati. Kasih yang natural itu ada kesetiaan.

Eksegesis Kidung Agung 1:1-4

Pasal 1:1 Merupakan pengenalan bahwa salomo yang menulis Kitab Kidung Agung.

Pasal 1:2 Biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya. Sebab cintamu lebih nikmat/ baik dari pada anggur/ sebab buah dadamu lebih baik daripada anggur.

Pasal 1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

Pasal 1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!

Sintaktik Poin

  1. Biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya
  2. Sebab buah dadamu lebih enak/ nikmat dari pada anggur. Sehingga semua para gadis mengasihiMu
  3. Mereka mendekatkan diri kepadamu

Sematic Content/ Theoria

  1. “Biarlah ia mencium aku dengan ciuman – ciuman dari mulutnya.”

Kitab ini merupakan pujian pernikahan jadi bukan dalam konteks persinahan antara dua kekasih. Dibalik ada interprestasi spiritual. Istri dan suami. Kristus dan gereja. Didalam cerita yang sederhana didalam Perjanjian Baru “pengantin pria terlambat sehingga pengantin perempuan merindukan akan kasihnya, kita dapat mengerti bahwa pengantin perempuan tidak menyerah menunggu karena ia tahu akan menjadi pengantin perempuan dari Kristus” karena mempelai wanita ini begitu merindukan oleh sebab itu ia mengatakan “biarlah ia mencium aku dengan ciuman- ciuman dari mulutnya” ini merupakan kerinduan gereja yang merindukan kedatangan Kristus yang kedua.

Ciuman adalah simbol dari pada union (theosis). Tetapi gereja itu bukan hanya satu orang tetapi ini adalah kumpulan dari semua orang kudus maka dikatakan “kecupan- kecupan”. Oleh sebab itu menunggu kedatangan Sang mempelai itu ada persiapan (ps. 3-5), ini merupakan penantian gereja. Ada love dessire menunggu kedatangan mempelai laki- laki. Ini merupakan lambang Yesus kemudian mengutus Roh kudus. Pengutusan Roh Kudus persiapan gereja dilakukan untuk menunggu kedatangan Yesus kedua kalinya. Mempelai laki- laki penuh dengan kecantikan, keindahan, pesona, ketampanan inilah yang sedang dibayangkan oleh mempelai perempuan. Mencium ini menunjukan kasih yang begitu dalam dari mempelai wanita.

Dari mulutnya, nanti adanya ciuman Kristus yang merupakan sebuah penyatuan antara Kristus dan gerejaNya di dalam theosis. Ada panyatuan di dalam hikmat dan pengetahuan Kristus.

“Let him kiss me with kisses of his mouth” Ini juga merupakan kalimat doa dengan jiwa. Di dalam tradisi gereja timur sering mencium ikon Kristus sebagai lambang merindukan kedatangan Kristus. Pada bagian ini menjelaskan bahwa firman Allah yang dihembuskan Allah menyempurnakan jiwa kita. Berarti ciuman Kristsus itu demi kesempurnaan jiwa kita. Dari mulut karena mengeluarkan Roh itu sendiri. Ini merupakan ciuman yang Kudus dan misteri. Ketika kita mencari arti dari ciuman itu “Bapa tahu setiap jiwa orang dan Dia tahu kapan jiwa itu menerima kita”

Satu proklamasi kerinduan akan Allah. St. Gregory menyatakan “semakin kita dilimpahi dengan keindahan mempelai laki- laki maka semakin rindu kita” Tuhan mengutus malaikat, para nabi, dan mereka semua membawa karunia roh tetapi jauh lebih indah kalau Allah sendiri yang memberikan diriNya di dalam inkarnasi dan hal itu telah dilakukan oleh Allah Bapa dengan mengirimkan anakNya Yesus Kristus. Jika pada zaman Perjanjian Lama menantikan Sang Mesias yang akan berinkarnasi makan dizaman sekarang setiap orang percaya menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Ini yang seharusnya disadari bahwa kita harus memiliki kerinduan yang tiada akhirnya. 

Sebab dadamu lebih baik dari pada anggur, mempelai laki- laki sudah mencurahkan doanya dengan tangan yang terbuka kepada Bapa dan menunggu mempelai perempuan di dalam tangannya yang terbuka yaitu pelukan penuh kasih sementara mempelai perempuan sudah berdoa kepada Bapa dengan penuh kerinduan. Mempelai perempuan berdiri menantiakn mempelai laki- laki dan mempalai laki- laki menyatakan “dadanya” kepada mempelai perempuan (membuka diri kepada mempelai perempuan) cinta atau buah dada disini dimiliki mempelai laki-laki berarti ini merupakan perkataan dari mempelai perempuan. Berarti Kristus membuka diriNya menyatakan diriNya. Mempelai laki- laki yang melihat mempelai perempuan yang merindukan Dia, kini tengah hadir dan mempelai laki- laki membuka dirinya dan membiarkan mempelai perempuan menikmati keharuman dari pengantin laki- laki di dalam cinta kasih tanpa batas.

Terberkatialah orang yang suci hatinya berada didalam pangkuanNya (Yoh. 1:18) sedangkan gerejanya ada didalam hati Yesus. Didalam Yohanes 13: 23-25 dikatakan bahwa “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya”  diperkirakan bahwa murid ini adalah Yohanes. Blosom juga disebut dengan hati. Dasar dari hati adalah blossom. Sedangkan dada pengantin perempuan itu baik sebab segala hikmat dan pengetahuan ada padanya.

Wine atau anggur dimaksudkan sebagai seperangkan peraturan hukum taurat yang berada pada Perjanjian Lama. Ini merupakan sebuah kerinduan bahwa Kristus lebih enak dari pada anggur. Dadanya juga lebih superior dari semua peraturan yang diajarkan dari pada hukum taurat. Jadi dadamu lebih baik dari pada anggur ini mau mengatakan bahwa “ajaran- ajaran dikagumi dianggap tua. Padahal ada yang lebih baik.”

“Aku berkata di dalam hatiku, datanglah dan aku ada memberikan sukacita dan melihat wajah Yesus yang begitu indah melampaui semua keindahan dunia” Anggur yang misteri itu adalah tubuh dan darah Kristus yang merupakan misteri wine.

Juruselamat memberikan hal – hal yang baru mengenai anggur yang baru ini melainkan kagum kepada Allah. Di didalam Lukas. 2:46- 27 menunjukan bahwa banyak ahli Taurat kagum dengan apa yang Yesus kecil ungkapkan pada saat di Bait Allah. Ini yang dimaksudkan buah dada lebih nikmat dari pada anggur. Di dalam Matius 5: 21 bagaimana pengajaran Yesus lebih nikmat dari pada anggur lama yang menunjukan kepada semua hukum taurat dan hukum- hukum yang telah disepakati oleh tua- tua Yahudi pada saat itu.

Anggur menuju kepada hukum taurat yang digenapi didalam Yesus. Origen juga mengemukakan pada zaman Yesus anak manusia dikatakan “datang, makan dan minum (Mat. 11:19)” ada yang menuduh Yesus sebagai pelahap dan peminum, hal ini sama dengan kejadian Yesus mengubah air menjadi anggur dan ketika Yesus mengatakan didalam Yohanes 2:1-10 terdapat kata “anggur terbaik” disini Yesus saja membuat anggur terbaik disini menuju kepada Yesus yang merupakan anggur terbaik yaitu darah Yesus diatas kayu salib. Pada zaman kerajaan Salomo mengagumi kecantikan ratu Syeba di dalam 1 Raj. 10: 1-5 “Salomo dikatakan penuh hikmat dan ada kata “anggur” yang menceritakan hikmat dari pada Salomo yang membuat ratu Syeba tercengang” Menurut Church Father: Salomo melambangkan Yesus Kristus sedangkan Ratu Syeba melambangkan bangsa- bangsa di luar Kristus yang tercengang akan pengajaran dan kehidupan Kristus. Di dalam 1 Korintus 2: 1-7 pada ayat ini Yesus menyatakan hikmat Allah yang tersembunyi sebelum dunia dijadikan jadi tidak ada hikmat yang lebih besar dari hikmat Kristus. Jadi apa yang Yesus ajarkan di dalam Kitab Suci tidak dapat dibandingkan dengan ajaran apapun di muka bumi ini (1Kor. 2:7).

Ambrose of Milan says: ini merupakan kerinduan jiwa yang merindukan diatas segala kecantikan, sukacita, mencintai Dia di atas segala wewagian ini merupakan esensi hidup orang beriman. Orang beriman seharusnya punya api yaitu semangat yang akan membuat setiap orang merindukan Tuhan.

St. Theophan mengatakan “ bagaimana kehidupan orang Kristen itu dimulai? Mempunyai persekutuan dengan Allah (Communion with God). Dimana kita akan mempuyai semangat yang mengebu- gebu. Di dalam Lukas 12:49 terdapat “api yang menyala” disini menggambarkan semangat yang menggebu- gebu. St. Theopaan berbicara tantang kehidupan orang percaya yang seharusnya menjadi saksi kasih yang menyenangkan Allah di dalam hatiNya. Api disini yang menyala- menyala yang akan membakar/ menyala melainkan api yang membakar jiwa. Api ini yang akan menerangi seluruh kehidupan orang percaya, secara mysteri orang percaya memiliki api ini. Didalam Markus 9:49 “karena setiap orang akan digarami dengan api yang berarti kita harus mempunyai api yang membuat jiwa kita tidak rusak. Garam mengasinkan ikan sehingga tidak rusak. Ketika kita mempunyai semangat/ api pada Kristus maka kita tidak hancur di dalam dosa/ tidak jatuh di dalam dosa. Paulus mengatakan di dalam 1Tesalonika 5:19 “janganlah padamkan Roh” yang dimaksud adalah Roh Kudus sedangkan di dalam Roma 12:11 terdapat kata “Roh tidak kendor” yang mengambarkan jiwa yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya. Arti dari pada jiwa yang menyala- nyala dari setiap orang percaya dapat dilihat di dalam Filipi 3: 13-14 yang menyatakan bagaimana seharusnya setiap orang percaya memiliki semangat untuk melupakan setiap dosa- dosa an berlari pada tujuan yaitu panggilan di dalam Kristus. Di dalam 1 Korintus 9: 24 terdapat kalimat “larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya” dimana kita diperintahkan untuk mengejar, agar kita memiliki api/ spirit atau roh itu.

  • “sebab minyak urapanmu adalah harum, namamu adalah minyak yang bagus yang dikosongkan. Sebab itu para gadis mencintai kamu.”

Semua wewangian ini menunjuk kepada semua peraturan dan hukum yang tidak dapat menandingi hukum Yesus. Di dalam Galatia 4:1 “sebelum akhir balik, masih anak kecil” dimaksudkan setiap orang percaya untuk bertumbuh menjadi dewasa sehingga siap menjadi istri. Ketika kegenapan waktu itu tiba dan mempelai laki- laki itu tiba maka Bapa mengutus Dia sehingga diurapi dengan Roh Kudus. Jadi minyak itu melambangkan pengurapan Roh Kudus. Didalam Gal. 4:4 “setelah genap waktunya” menunggu kegenapan waktu agar supaya seperti yang terdapat di dalam 1Yohanes 4:9 “Allah mengutus AnakNya” Yesus akan diutus untuk kedua kaliNya. Minyak (Roh Kudus) itu mengurapi Sang Anak. Roh Kudus adalah minyak yang paling harum. Ini merupakan bukti bahwa Roh Kudus adalah minyak yang dimaksudkan di dalam Kisah Para Rasul 10:38 “bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus”. Wangi dari pada minyak itu menjelaskan tentang karunia- karunia dari Roh Kudus seperti yang terdapat didalam 2Kor.2: 15-17 “ada wewangian dari Kristus” sebab Yesus diurapi dengan minyak yang wangi tadi. Ini yang membuat Yesus wangi dan memiliki karunia- karunia dari Roh Kudus.

Origen berkata “Roh Kudus mengurapi Kristus berarti Dia mendapatkan wewangian dari Roh Kudus yang dipancarkan.” Kristus adalah jembatan Allah dan manusia berarti wewangian itu juga seharusnya ada didalam mempelai perempuan. Ada wewangian dari mur ini yang disebarkan oleh majelis ini melambangkan kematian Dia. Bagaimana Yesus menjadi wewangian yang paling wangi? Tubuhnya yang wangi itu menunjukan kematian Dia. Kemenyan menandakan Doa Yesus yang membawa doa orang lain kepada Allah. Jadi kematian Kritsus seharusnya lebih seru. Oleh sebab itulah minyak itu harus dikosongkan yang berarti inkarnasi Yesus. Filipi. 2:6-7 “menjadi rupa seorang hamba” Yesus menjadi mediator didalam inkarnasinya yang seharusnya menjadi mur yang harus ditumphakn agar dinikamti semua orang. Minyak yang tertumpah itu menunjukan inkarnasi Yesus yang dapat dinikmati semua orang.

  • “Mereka mendekatan diri kepadamu”

Kristus itu adalah wewangian yang menarik setiap orang. Wewangian itu adalah kedatangan, penebusan, passion, kasih. Dan itu menarik sehingga membuat orang mau mencari dan mendekat untuk kita mencari – cari wewangian itu. Bahkan di dalam 1Korintus 9:24 “larilah” disini menuju kepada larilah menuju wewangian. Ini berarti wewangian itu adalah Kristus. 2 Kor. 2:15 ternyata kita juga dapat mencium wangi kehidupan.

Para gadis yang mendekatkan diri kepada Yesus dan menarik Yesus untuk mendekat kepada mereka. Ini hal yang mengaku kepada gereja ketika disempurnakan. Akan tetapi banyak juga gadis yang masih berada di bawah instruksi dan masih berada di jalan mereka sendiri. Akan tetapi mereka tetap mencoba untuk mendekatkan diri kepada Kristus. Akhirnya Yesus pergi kesana, dan berada ditengah- tengah mereka karena ketika  Kristus melihat tiga atau dua orang berkumpul bersama dalam namanya. Dia pergi kesana dan berada di tengah- tengah mereka. Ini melambangkan kesatuan pikiran. Namun, ini bukan hanya sekedar pikiran melainkan diikuti dengan jiwa yang berada di dalam Firman Tuhan. Yesus yang bersedia ditarik dan datang dengan senang hati ini mengambarkan Dia dengan sopan. Ketika Yesus ditarik semakin dalam kekehidupan para gadis hal yang diperoleh oleh para gadis adalah kekuatan dan terus terikat didalam kasihNya, mereka bersatu denganNya, dan tidak akan memiliki kekuatan lebih lanjut untuk bergerak lagi. Karena mereka akan bersatu di dalam semangat denganNya.

Sementara itu tampaknya mempelai perempuan yang dikaitkan dengn dirinya sendiri. Wangi yang berasal dari mempelai laki- laki dinikamat oleh indra penciuman. Ini membuat mempelai wanita untuk berlari dan maju menuju kepada mempelai pria. Ini menunjukan bagaimana seharsunya gereja mau untuk berlari mendekat kepada Allah melalui purification. Diingatkan juga didalam berlari ada aturan yang harus ditaati oleh mempelai yang berarti gereja diperitahkan untuk menjadi pribadi yang taat melakukan perintah Kristus yang adalah kepala gereja. Jadi bagi setiap orang percaya haruslah terus memacu diri untuk mendekat kepada Allah. Untuk dapat mencapai Theosisi bersama dengan Allah.

Personal

Di dalam tulisan ini penulis kemudian mulai memikirkan dan tertegur dengan poin ke tiga yang mengungah hati penulis secara pribadi. “Mereka mendekatkan diri kepadamu” pada bagian ini penulis kemudian mulai berpikir. Mendekatkan diri? Ini selalu saja menjadi hal yang begitu abstrak tetapi sangat penulis rindukan. Mazmur 42:2 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Inilah perasaan yang selalu penulis rasakan dari hari kesehari. Jiwa yang merindukan Allah menjadi acuan pasti penulis untuk melangkahkan kaki mendekat kepadaNya. Mendekatkan diri kepadaMu? Layakkah saya? Ditengah keberdosaan, kemerosotan iman, kebinggungan yang tidak kunjung terjawabkan dan masa depan yang seperti tidak jelas membuat penulis begitu sulit untuk mendekatkan diri kepadaMu. Penulis tahu dan paham akan pentingnya mendekat kepadaMu tetapi kaki begitu sulit untuk melangkah. Purification seharusnya dijalani setiap harinya tetapi penulis merasakan begitu susah untuk mulai berjalan. “Rusa yang rindu akan sungaiMu.” Sungai dialiri oleh air sedangkan Yesus mengaliri air kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Penulispun pada titik sadar dan menemukan penyebab kenapa penulis kesusahan untuk melangkan mendekat kepadaNya…. Penulis terlalu tinggi hati dan tidak mau untuk disalahkan ataupun dikoreksi olehNya. Merendahkan hati menjadi hal atau pacuan yang dapat membuat penulis  untuk mengambil langkah. Sujud dikaki Yesus, ungkapkan semua kekuarangan dengan penuh kehancuran hati. Akui dosa. Maka Yesus yang begitu megasihi manusia akan menyambut dengan tangan terbuka atau Yesus akan datang sendiri dengan senang hati untuk dapat memeluk penulis, menyapa penulis dan kemudian pulihkan penulis dengan kasihNya yang begitu dalam. Amin!

Eksegesis Kitab Hosea 1-3

Dalam cerita ini sudah diketahui seorang nabi yang diminta Allah menikahi seorang pelacur, yang bernama Gomer. Yang kemudian melahirkan 3 anak yang diberi nama sebagai lambang. Gomer meninggalkan Hosea dan anak-anak dirumah dan kembali ke tempat pelacuran bakti. Kalau dilihat misalnya pada Pasal 2 ada pararel antara Hosea (Allah) sedangkan Gomer (Israel). Pada pasal 3 ada perintah yang tidak biasa, kali ini Allah mendorong Hosea untuk menikah lagi.

Pernikahan Hosea dan Gomer dikaitkan kepada Bangsa Israel dengan Allah yang menjadi Hosea. Bangsa Israel menuinggalkan Allah ini disebut sebagai perzinahan tetapi Allah malah memerintahkan untuk kembali lagi, cintai lagi. Didalam Ulangan 24: 2- 4 menyatakan bahwa hal ini sangat bertentangan dengan Allah yang sama yang memberikan hukum yang sama pada Kitab Ulangam untuk mencintai dan menerima kembali sebagai istri yang layak dicintai dan dihormati. Artinya disini Hosea menebus Gomer dari perbudakan pelacuran. Ada harga yang harus dibayar dengan 15 syikal perak (Hosea 3: 32). Kalau secara spiritual Allah menebus bangsa Israel. Kalau Secara Krisosentris ini adalah penebusan Kristus yang kemudian menebus dengan 30 keping perak bahkan lebih dari itu dengan darah dan daging. Tabusan demikian melambangkan bahwa Hosea miskin secara sosial tetapi ia begitu mengasihi istrinya sampai menyerahkan semua miliknya. Hosea 3:4-5 ini  merupakan alegorycal Bangsa Israel dan Allah. Hubungan Bangsa Israel dihubungkan dengan pernikahan dan ini digenapi didalam Perjanjian Baru hubungan pernihakan Kristus dan gereja. Didalam Efesus 5:17-20 sesudah kita diisi dan dipenuhi oleh Roh Kudus membuat kita dapat berelasi dengan Allah jadi kalau Roh kita dan Roh Kudus menyatu kita dapat tahu bagaimana kita dapat menganal Allah.

Hosea 3: 5 Daud pada waktu itu telah mati ini melambangkan akan raja yang akan datang yaitu Yesus Kristus. Pada ayat ini merupakan nubuatan yang menuju kepada Kristus. “Akan mencari Tuhan Allah mereka yaitu Yahwe tetapi juga Daud raja mereka”. Sang Mesias ini akan datang dari keturunan Daud, mesias dari daging yang akan mejadi raja mereka. Hal ini akan digenapi pada ketangan Yesus ini yang terjadi didalam kisah rasul.

Syril dari Alexandria

Bahwa pernikahan Hosea dan Gomer harus dilihat secara typological. Teks ini memang terjadi berdasarkan fakta. Ada nama-nama anak bahwa disebutkan siapa nama orang tua dari Gomer memang ini adalah nama yang aktual bukan nama karangan. Pernikahan Hosea berbicara tentang Kristus yang mengasihi manusia termasuk orang berdosa. Ex: Tuhan makan malam dengan pemungut cukai. Ini juga merupakan perintah Allah kepada Hosea untuk mengambil istri yang sudah tidak suci. Pernikahan sang nabi harus dibaca sebagai berikut:

Penikahan ini terlaksanakan bukan karena nafsu tetapi karena perintah Allah. Bukan karena cinta, ini merupakan tindakan ketaatan dan pelayanan. Jadi Hosea bertindak sebagai alat yang bertipe ketaatan yang akan menggolongkan dia memiliki karakter spiritual yang bertentangan dengan karakter daging. Pernikahan Hosea secara tropologicaly (moral) pernikahan yang kudus dari berbagai aspek. Tidak ada seorangpun akan malu tujuan dari pernikahan Hosea dan Gomer sehingga dikatakan didalam Alkitab. Pernikahan, sexual life dan mempunyai anak itu bukan hal yang memalukan melainkan hal yang kudus. Secara typologycal: ini adalah pengenapan didalam Kristus dan kerajaanNya yang akan datang:

Iman adalah pintu  masuk untuk kita mengenal Kristus jikalau kamu tidak percaya kamu tidak akan mengerti tentang ini. Sama seperti kita melihat cerita Hosea dan Gomer kita tidak akan mengerti kenapa Hosea mau menikahi Gomer, Yang terjadi ini adalah kehidupan Kristus yang mau berbagi kehidupannya yang berbagi kepada orang-orang. Kerajaan Allah adalah sebuah pernikahan dimana mempelai laki-laki akan disambut. Ini merupakan harga yang harus dibayar. Angka 15 termasuk angka 7 dan 8. 7 adalah kegenapan waktu (sabat) lalau ditambah 8 yang menunjukan kepada perjanjian yang baru. Didalam Partistic angka 8 adalah menunjuk kepada hari yang baru sama seperti Yesus bangkit (minggu). Pengkhotbah 9:2 “sabat dan peraturan-peraturannya sedangkan 8 menunjuk kepada hari kebangkitan Yesus.

Evraim dari syria

Jika ada makna tunggal di dalam Alkitab maka kita tidak akan kesulitan untuk mendengar. Setiap kata punya bentuk, punya kelompok, punya anggota yang bermaksud untuk mengerti atau memahami setiap orang harus memahami menurut kapasitasnya dan menafsirkan sesuai dengan apa yang dianugerahkanya. Ini artinya setiap orang punya kapasitas untuk menerjemahkan. Secara interpretasi Alkitab PL juga dibaca secara partistic exegesis atau dinyanyikan dan visual atau gambar (icon). Berarti nyanyian didalam liturgy tanpa ikon yang dipakai untuk mengimprementasi Alkitab.

Kenapa Alkitab terdiri dari 3 lapis? Karena Alkitab bukan hanya literal melainkan mistycal.
Philokalia memang adalah satu tulisan tentang kehidupan spiritual tetapi didalamnya juga tertulis mengenai kitab suci. Kitab suci adalah sentral dari tulisan spiritual bapa gereja. Mereka merenungkan Alkitab siang dan malam sebagai doa tanpa putus. St. Symeon mengatakan pengalaman energy dari Roh Kudus diterima oleh setiap orang. St. Jhon Casian menunjukan keutamaan Kitab Suci di dalam kehidupan spiritual. Di dalam Philokalia Kitab Suci dipandang sebagai mystikal. Didalam Roma 15:4 “Ketika kita membaca kitab suci pahamilah makna yang tersembunyi, yang ditulis dari masa lampau ditulis sebagai pelajaran”. Neilos in asketic “kitab suci tidak ditulis secara literali tetapi dibalik itu ada kebenaran yang diungkapkan. St. Maximus berbicara mengenai sumur yakub (Yoh. 4:5-14) untuk mendapatkan air di dalam sumur itu memerlukan usaha, air itu adlaah pengetahuan spiritual yang tersebunyi di dalam sumur, sumur adalah kitab suci jadi setiap orang harus menimba agar mendapatkan air dari dalam sumur itu. Penulis Philokalia melihat Philokalia memiliki karakter misteri yang memiliki makna yang tersembunyi dari setiap kata yang ada. Air adalah spiritul knowledge. Untuk mendapatkan air harus ditimba dengan ember yang adalah usaha untuk menampung air agar usaha tidak sia-sia. Untuk itulah jika kita membaca alkitab dengan tidak memakai ember maka tidak ada yang diperoleh. Ember merupakan hal yang harus dipelajari. Alkitab terdiri dari daging dan roh, yaitu daging adalah historia sedangkan roh adalah mistical.

Alkitab adalah yang ilahi ditulis menjadi bahasa manusia. Logos yang berpakaian kata-kata, perumpamaan, cerita, sejarah merupakan pakaian yang berbahasa indonesia. Karena itu kita juga memerlukan tubuh yang berupa NOUS atau mata batin. Intelek adalah organ untuk menangkap flash dan spirit oleh sebeb itu intelek berperan penting ketika membaca kitab suci. Didalam Yohanes 14: 9-10 ini merupakan ayat yang menunjukan bahwa logos itu berasal dari Bapa. Inkarnasi merupakan kacamata atau lensa dimana kita dapat melihat Firman Allah. Oleh sebab itu ketika kita mau membaca Alkitab maka kita harus memakai organ spiritual kita. Jika kita melihat Kitab Suci hanya merupakan Kitab Suci yang perlu digali atau tidak perlu digali maka itu adalah sebuah kesalahan. Yohanes 14: 9 permintaan Yesus agar filipus dapat melihat Bapa yang berada di dalam Yesus memakai kacamata Rohani (Nous). Maximux mengemukakan “mereka yang berpikir mereka yang bisa menangkap firman Allah dengan pakaian luar itu seperti kisah di dalam Kejadian 39: 9-13 dimana Yusuf yang tidak mau bersetubuh dengan istri orang, dia lari keluar dengan pakaian Yusuf saja.”

Di dalam teks yang lain didalam Philokalia terdapat banyak spiritual meaning didalam Alkitab Kejadian 1: 25-26 “Allah berkata: Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, gambar dan rupa = tunggal sedangkan kita adalah jamak. Ini lebih menunjuk kepada gambar dan rupa dari Allah Tritunggal. Allah yang Esa adalah Allah Bapa, yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang memiliki Roh dan logos. Jadi Allah itu satu segala eksistensi tetapi 3 secara pribadi, ini merupakan satu titik kesadaran yang berbeda, maka itulah disebut kita.

Kejadian 2: 22-25 “Rusuk disini adalah rusuk Adam yang kemudian menjadikan itu seorang perempuan, ini menunjukan bahwa didalam proses pembuatan Adam dibuat terlebih dahulu sesudah itu rusuk dari pada Adam dijadikan perempuan lalu perempuan itu ditempatkan disisi Adam. Perempaun bukan hanya gambar dan rupa Allah tetapi juga diambil dari laki-laki untuk mengelola pekerjaan Adam sebagai penolong dan pendamping bagi Adam. Kalau dia ambil dari tulang rusuk Adam berarti perempuan itu berasal dari laki-laki.. tetapi secara roh Adam dan Hawa sama. Mystical character:

“ Di dalam Taman Eden, perempuan berasal dari laki-laki atau dari Adam. Penjelasan dari Rasul Paulus Adam menjadi kepala dari perempaun, Kristus menjadi kepada dari pada Adam, Allah menjadi kepada dari Kristus.” Didalam Allah memperanakan adakNya. Sama seperti manusia yang meperanakan anak cucunya.

Pada ayat Kejadian 1: 24 4 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Pada saat itu Marriage Two Flesh became one Flesh. Mystical Charakter:

Kristus berasal dari Bapa ketika logos turun ke dunia menjadi manusia dinikahkan dengan gerejanya akhirnya menjadi satu. Nanti akan ada gereja nanti akan ada mempelai perempuan yang akan menikah dengan memperlai laki-laki (ini nubuatan). Jadi satu daging adalah kesatuan tetapi bukan fusion (Menyatu) tetapi union

Intention: Experience, Theosis, Healing

Apa yang diadakan didalam kitab suci kita akan mengalami pengubahan pengalama bersama dengan Roh Kudus. Maximus say: Firman Allah yang hidup. Ada logosnya Allah atau pikirannya Allah yang merupakan Allah itu sendiri. Tujuan Kitab Suci adalah menyingkapkan kebenaran lewat Roh Kudus yang didalamnya terdapat anugerah yaitu energy. Galatia 2: 20 NKJ Galatia 2:16b-20 segala sesuatu yang dipelajari jangan hanya didalam kelas saja melainkan di harus menjadi sebuah pengalaman dari hari lepas hari. “realitanya benar-benar terjadi didalam jiwa kita” melalui membaca Alkitab, berdoa orang intelek manusia dapat menyatu dengan inteleknya ALLAH. Kristus yang bertemu dengan Nikodemus kemudian diselamatkan. Semua kebenaran Kitab Suci logos disampaikan oleh Para Nabi sedangkan didalam Perjanjian Baru logos itu sendiri yang datang untuk berbicara. Tugas kita adalah mengerti arti teks untuk membawa kita di dalam keselamatan. Bahasa didalam Alkitab dibuat supaya manusia mendapatkan keselamatan yang membuat manusia mendapatkan energy dari Allah dikarenakan anugerah Allah yang diberikan.

Kalau kita berbicara bagaimana kita berbicara dan membutuhkan energy dengan cara membaca Alkitab. Setelah itu kita bisa menaati Allah. Waktu kita telah mengatakan “ini mystical chapter” membuat kita semakin mengalami teosis. Kitab suci ibarat roti dari altar Allah kalau itu adalah roti maka itu akan menguatakan spiritual. Maz. 104:  ; Maz. 23:5 berarti roti itu untuk mengalahakn musuh-musuh yang kita hadapi. Dengan membaca Alkitab kita akan mengetahui kehendak Allah di dalam kehidupan kita dari hari kesehati, membaca Alkitab memperkuat hubungan intim kita bersama dengan Allah. Cara tepat mendengar suara Allah adalah membaca Alkitab sedangkan cara tepat untuk berbicara kepada Allah kemudian mengungkapkan hati kita melalui doa dengan hati yang tulus. Maka Allah tidak akan segan- segan menyapa untuk tinggal diam di dalam hati kita.

Personal

Membaca Alkitab adalah hal yang begitu sukar untuk dijalani. Akan tetapi melalui materi yang telah dipaparkan penulis barulah sadar jika membaca Alkitab adalah hal yang begitu penting untuk dijalani. Allah yang tidak dapat dilihat dengan mata, dirabah oleh tangan dan didengar dengan telinga begitu terasa jauh untuk dapat dijangkau. Melalui iman percaya penulis dapat berbahagia untuk dapat satu hal instimewa yang mungkin saja tidak akan penulis dapatkan jika tidak memiliki kepercayaan yang kuat. Keistimewaan adalah berkomunikasi dan mendengar apa kehendak Tuhan didalam diri penulis. Melalui pembacaan Alkitab secara pribadi, membuat penulis merasakan sapaan hangat dan penuh kasih yang Allah lakukan kepada penulis. Akan tetapi sapaan itu juga sering berupa teguran dan koreksi yang membuat penulis sadar akan hal- hal yang harus penulis perbaiki dari hari ke hari. Ini merupakan cara penulis untuk dapat memurnikan jiwa (purification) untuk menjadi semakin serupa dengan Allah dan merasakan hidup bersama dengan Allah. Pelajaran ini mengkoreksi penulis yang mulai jarang melakukan pembacaan Alkitab secara pribadi karena begitu lelah dengan semua aktifitas seharian yang dijalani oleh penulis. Tidak jarang penulis langsung terlelap dan begitu sukar untuk membaca firmanNya. Biarlah kedepanNya penulis dapat memperbaiki diri agar semakin peka akan suaraNya Allah lewat Firman. Amin!

God As Trinity

Pada chapter sebelumnya telah dibahas mengenai Allah yang adalah misteri. Allah yang tidak dapat diartikan dengan pengertian manusia menunjukan bahwa pribadi Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun yang ada di muka bumi ini. Begitu banyak teolog dan orang percaya yang ingin memaparkan tentang Allah yang misteri tersebut. Pada bagian ini akan membantu setiap orang percaya untuk dapat mengerti sedikit mengenai Allah Tritunggal yang merupakan hal mendasar iman Kristen. Allah yang satu didalam 3 pribadi sering disalah artikan oleh setiap orang percaya. Di dalam pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nikea maupun berbagai pengakuan iman di dalam setiap deniminasi gereja pada butir pertama selalu dimulai dengan kata “ aku percaya kepada satu Allah”. Ini berarti Allah yang kita percayai seharusnya satu  dan kita seharusnya percaya akan hal itu. Jadi kita dapat mengetahui Allah itu satu karena kita percaya. Akan tetapi ada satu realitas yang sangat menarik bahwa Allah yang satu ini disebut tiga juga, ini sebenarnya  menunjukan ada keberagaman di dalam kesatuan. Divercyty tetapi juga unity. Allah yang kita percaya itu bukan hanya satu kesatuan tetapi juga berada didalam satu kesatuan. Jadi Dia bukan satu pribadi tunggal tetapi suatu komunitas.

Tri unit atau tiga dalam satu – kesatuan. Tiga pribadi yang satu, yang berarti satu mendiami yang lain. Di dalam kekekalan Allah yang adalah komunitas ini mengerjakan hal mendasar yang memang ada di dalam diriNya yaitu saling mengasihi maka itulah dikatakan Allah itu kasih. Sehingga di dalam tiga pribadi dan didalam satu kesatuan itu ada kasih ini yang sering disebut juga Perichoresis. Di dalam Yohanes 17: 21  mengambarkan Perichoresis itu berarti saling mendiami (bapa di dalam Aku dan Aku didalam Bapa). Banyak pertanyaan yang timbul dari setiap orang percaya maupun tidak percaya mengenai Ke- Tritunggal-an Allah Yanng Maha Esa itu.  Mengapa kita harus mempercayai Allah itu satu tetapi tiga itu? Padahal lebih gampang mempercayai Allah itu satu seperti yang dipahami Yahudi dan Islam!!!

Untuk menjawab setiap pertanyaan tersebut Vladimir Lossky mengatakan “ini merupakan beban salib yang Allah berikan kepada kita. Oleh sebab itu kita memerlukan metanoia/ pertobatan. Tetapi kalau kita tidak mendekati Allah dengan iman maka pertobatan tidak akan terjadi.” Pengertian Tritunggal ini dibutuhkan kerendahan hati, kemauan untuk berubah dengan sungguh- sungguh dari pikiran dan hati kita. Allah yang Tritunggal ini harus benar- benar dipahami dan dialami secara pribadi. Ketidakmengertian dari setiap orang percaya mengenai Allah yang sesungguhnya, seharusnya menunjukan lebih nyata lagi bahwa Allah itu benar- benar mystery. Ini yang menyebabkan kita, sebagai orang percaya seharusnya terus belajar dan mengenal Allah dari hari lepas hari.

Allah yang mystery ini menyatakan diri secara personal kepada setiap orang percaya. Jika Allah adalah person atau pribadi jangan artikan seperti pribadi yang ada didalam diri setiap manusia. Allah adalah kasih, kalau Allah adalah pribadi dan dikatakan ada 3 pribadi, jika Allah adalah kasih maka Allah saling berhubungan satu sama lain. Jadi dikatakan Allah adalah person and love maka Allah itu saling mengasihi. Jadi benar jika Allah adalah kasih maka Allah memang saling mengasihi jika Allah hanya satu pribadi maka Allah tidak bisa mengasihi, oleh sebab itulah Allah memiliki 3 pribadi. Jadi kalau Allah hanya tunggal bukan tritunggal, tidak mungkin Allah itu kasih karena tidak ada hubungan. Kasih itu dinyatakan melalui hubungan.

Abba Joseph Of Panepho memberikan pertanyaan “Untuk dapat membaca alkitab, berpuasa dan berdoa yang sempurna apa yang harus saya lakukan?”…. Kemudian Abba Joseph menjawab “ dengan megarahkan jarinya kelangit dan memacarkan terang. Jadi ketika kita mau memahami Allah itu maka kita dapat melihat jari- jari yang menjadi terang tetapi jika itu ditarik maka tidak ada terang lagi. Ini menunjukan bahwa kita bisa mengenal Allah karena terang Allah. Tiga pribadi dari Allah itu seperti api atau terang itu. Contohnya: kita dapat melihat sinar matahari yang bersinar terang, seperti itulah kita melihat Allah tetapi ketika kita semakin berusaha mendekati maka mata manusia semakin silau sampai tidak nampak apa- apa dan bisa saja buta, jadi pengenalan akan Allah seharusnya membuat kita semakin merendahkan diri bukan semakin sombong!

Three person in One Essence

Tiga pribadi itu adalah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sedangkan satu esensi adalah Allah Bapa.

Kata person jangan samakan dengan individu manusia. Bukan person secara psikologis yang menyatakan ini “aku” yang punya kaki, tangan dan lain sebagainya. Tritunggal berarti satu essesse yang memiliki tiga personal. Didalam Yohanes 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu” kata “satu” disini memakai kata ἕν adalah netral, “Aku” disini adalah Yesus Kristus. Kata “satu” disini menunjukan kepada person dari tiga pribadi yang ada bdk 1 Kor. 8:6 kata satu εἷς disini menunjukan pribadi Allah yang adalah Bapa jika diparsing noun, nominative, masculine singular common. Jadi person disini adalah Bapa yang merupakan Allah yang satu. Masculine disini menunjukan kepada Bapa. Berarti di dalam Allah yang Esa yang merupakan Allah yang satu itu Bapa. Bapa adalah pribadi tetapi Allah yang satu. Allah yang satu itulah yang kita sebut dengan essens sedangkan Bapa yang disebut dengan person. Jadi Three person itu adalah Bapa, anak dan Roh Kudus sedangkan One Essence adalah Bapa atau Allah yang Esa itu.

Allah adalah sumbernya. Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu esensi. Jadi tidak ada yang lebih besar ataupun lebih kecil. Tetapi sumber esensinya dari Bapa. Jadi satu esensi tidak hanya itu tetapi masing- masing unik yang disebut pribadi maka dibedakan Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Ilustrasi: Ada 3 orang yang memiliki pribadi yang berbeda tetapi memiliki esensi yang sama sebagai manusia. Tetapi bedanya di dalam Allah Tritunggal tiga person itu tidak terpisah. Melainkan saling mendiami. Ware mengatakan “Ada perbedaan tetapi tidak ada perpisahan”, ini didukung oleh ayat Alkitab Yohanes 10:30.

Kenapa 3 pribadi ini disebut Allah yang Esa? Karena ketiga- tiganya memiliki esensi yang satu tetapi memiliki tiga person. Mereka hanya memiliki satu kehendak tetapi tidak terpisah, mereka memiliki perbedaan tetapi tidak terpisah. Mereka bukan tiga Allah tetapi satu Allah!

Penting kita juga memahami bahwa kata “anak” dipahami secara literal. Ini bukan seperti manusia yang melahirkan anak. Menurut Gregory Of nyssa menulis:

Segala sesuatu berasal dari Dia, tetapi kita melihat pewahyuan itu dari anak, sehingga apa yang dimiliki Bapa itu juga yang dimiki anak. Seluruh keberadaan anak tinggal di dalam Bapa, sehingga dia memiliki seliruh keberadaan Bapa di dalam Anak seperti yang terdaat didalam Kolose 2:9 “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,” ini berarti anak tidak terpisah menjadi Bapa. Berarti kalau anak telah jadi manusia berarti Bapa disurga apakah bisu? Tidak karena Bapa dan anak tidak terpisahkan. Bapa di dalam anak dan anak didalam Bapa begitu juga dengan Roh Kudus. Yang selalu ada dimanapun Bapa dan anak berada. Jadi dia yang menerima Bapa pada saat yang sama menerima Anak. Jadi tidak dapat memotong- motong Allah Tritunggal yang adalah satu kesatuan. Melihat Bapa berarti melihat anak, melihat Anak berarti melihat Bapa. Ini karena mereka saling mendiami. Jadi kalau Roh Kudus mendiami seseorang berarti Bapa dan Anak juga ada didalam kamu. Jadi diantara ketiganya ada sharing community, perbedaan dari ketiganya tidak menyebabkan tiga natur yang memiliki satu essensi. Jadi kalau kita membicarakan Allah Tritunggal: tiga pribadi didalam satu esensi tetapi satu person.

Allah Tritunggal bukan konsep atau teori tentang Allah melainkan keberadaan diri Allah yang diwahyukan oleh Roh Kudus kepada Church Fathers.

Personal Characteristic

Person pertama dari Trynity adalah Allah adalah Bapa, dari Bapa itulah muncul anak dan Roh Kudus. Pribadi kedua, adalah “perkataan” atau firman. Kalau berbicara anak maka secara kekal Bapa memperanakan Anak sebelum inkarnasi di dalam kekekalan. Pribadi ketiga, Roh Kudus keluar dari Bapa secara kekekalan.  Tetapi ketika Roh Kudus diutus oleh anak kedunia saat pentakosta Allah tidak terpisah.

The Two Hand Of God

St. Ireneus berbicara bahwa anak dan Roh Kudus adalah dua tangan Allah untuk berkarya didalam penciptaan (Maz. 33:6).

  1. Creation, segala sesuatu diciptakan melalui FirmanNya (Maz. 33:6). Yang menjadi sebagai salah satu tangan Allah adalah Yesus Kristus yang merupakan Anak Allah dan Firman Allah.
  2. Incarnation, Pada saat Maria sebelum mengandung Bapa mengirim Roh Kudus untuk menguduskan Maria dan membuat benih di dalam kandungan Maria (Luk 1:35).
  3. The Babtism of Christ, Allah berkarya di dalam babtisan Yesus Kristus melalui suaranya dengan mengatakan “inilah anak yang kukasihi…” dan pada saat yang bersamaan Roh Kudus turun ke atas Yesus menyerupai Roh Kudus (Mat. 3:16-17).
  4. The Transfiguration of Christ, pada saat Yesus bertransfigurasi terdapat awan dan awan merupakan kehadiran dari Roh Kudus (Mat. 17:5; Luk. 9:34)
  5. The Eucharistic Epislesis, di dalam perjamuan kudus Allah Tritunggal menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Living the Trinity

Doa harus dinyatakan dengan bertindak. Apa yang dimaksud dengan doa yang muri? Seharusnya kita sadar bahwa ketika berdoa kita bukan hanya menghafal mengenai Allah yang seperti apa dan bagaimana berdoa dengan baik kepada Allah. Tetapi kita seharusnya dapat melihat sisi sesungguhnya dari Allah, Allah adalah satu kesatuan tentang kasih karena adalah Allah yang kasih. Ada integral dari Allah Tritunggal. Yaitu kasih yang tidak dapat dipisahkan oleh apappun juga. Kasih bukanlah sifat dari pada Allah melainkan Allah itu sendiri. Kehidupan Allah Tritunggal sebelum penciptaan sampai pada penciptaan dan akan kekal selamanya adalah saling mengasihi satu sama lain. Allah bersama dengan orang – orang kudus di surga juga memiliki kehidupan untuk mendoakan semua orang percaya yang masih berjuang di dunia dengan penuh kasih.

Personal

Sebelum dunia dijadikan apa sih pekerjaan Allah? Ini merupakan pertanyaan yang sering sekali dipertanyakan oleh setiap orang. Saling mengasihi!!! Itu adalah jawaban yang tidak dapat disangkali oleh siapapun. Allah adalah kasih. Ini bukanlah sifat Allah melainkan Allah adalah kasih itu sendiri. Penulis begitu merenungi hal ini mendapatkan fakta yang luar biasa dan inipun seperti menegur penulis secara pribadi. Jika Allah adalah kasih maka penulis yang adalah gambar dan rupa Allah juga seharusnya memiliki kasih Allah didalam kehidupan penulis dari hari kesehari. Komunitas Allah yang begitu saling mengasihi dimana Allah mengasihi Anak, Anak mengasihi Allah dan Roh Kudus sebagai penyalur dari kasih Allah menjadi bayangan serta kenyataan yang bagitu indah yang penulis pikirkan dan akui. Jika di dunia ini penulis hidup tidak sendirian. Penulis hidup berkomunitas seharusnya penulis memiliki kasih yang sama. Penulis begitu yakin Allah Tritunggal saling berkomunikasi, saling memerintah dan saling mematuhi perintah satu sama lain. Akan tetapi, ajaibnya mereka tidak pernah terlibat pertengkaran. Mereka dengan senang hati saling mengasihi satu sama lain dengan indah. Bagian ini yang begitu menegur penulis secara pribadi. Memberikan dan menerima perintah sering menjadi persoalan didalam diri penulis. Memerintah tetapi tidak dilakukan sesuai perintah dan keegoisan tidak mau untuk menerima perintah yang membuat penulis sering gusar didalam hati. Seharusnya penulis belajar untuk tidak seperti itu mau untuk melakukan dengan patuh dan penuh kasih. Kemudian didalam Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Ini adalah hal yang paling susah untuk penulis terapkan didalam keseharian. Akan tetapi penulis mau untuk melatih diri. Dan memberikan kasih Allah kepada musuh kemudian berdoa bagi mereka. Karena Allah yang akan membantu dan memberikan penulis kekuatan untuk melakukannya. Amin!

The God As Mystery

Percaya kepada Allah membuat saya melihat segala sesuatu secara masuk akal atau saling terhubung karena dari satu pencipta yang sama sehingga tidak ada pribadi lain yang dapat melakukan itu kalau bukan Allah”

Aku dikenal tetapi aku tidak dikenal

Allah tidak dapat dimengerti oleh pikiran manusia. Seandainya bisa dimengerti maka Dia bukanlah Allah. Suatu hari ada orang-orang yang mengunjungi Abba Anthony tetapi diantara mereka ada Abba Joseph. Abba Anthony memberikan pertanyaan tetapi orang muda itu dapat berkata dengan baik akan tetapi Abba Anthony berkata “kamu belum menjawab pertanyaanku?”. Teks ini bisa dijelaskan akan tetapi satu sisi kita tidak tahu apa.  “Ada seorang teman berbicara kepada temannya. Dia berbicara dengan Allah yang semakin dekta dengan Allah dan merasakan bahwa wajah Allah semakin dekat tetapi semakin jauh” St. Symeon the New Theologian.

Allah itu sesuatu yang jauh tetapi juga dekat.

Apa dan siapa Allah itu?

Dalam perjalanan hidup kita ini seperti sebuah jalan spiritual (spiritula Way), ada dua fakta yang berkontadiksi yang pertama Allah itu jauh tetapi juga dekat. Allah itu transenden tetapi imanen. Allah itu benar- benar sesuatu yang lain, tidak kelihatan, tidak dapat dipahami, jauh melampaui kita, melampaui semua kata-kata dan jauh melampaui semua pengertian kita. Itulah Allah kita! The Greek Fathers mengatakan “Allah yang dapat dipahami bukanlah Allah” Allah yang dapat kita mengerti adalah Allah yang dibungkus oleh pengertian kita dan seperti idol. Kalau Allah dapat digambarkan maka Allah tidak lebih seperti berhala. Allah yang seperti itu tidak dapat digambarkan. Manusia diciptakan menurut gambar Allah tetapi kebalikan dari hal ini bukanlah sesuatu yang benar karena Allah tidak dapat diciptakan menurut gambar manusia/ pikiran manusia. Tetapi sisi lain Allah yang mystery ini, pada saat yang sama unik itu dekat dengan kita,, mengisi, hadir disegala sesuatu dimanapun kita berada bahkan ada di dalam kita, Dia tidak dibatasi oleh ruang. Ini menunjukkan bahwa Dia Maha Hadir, Allah yang melampui segala pengertian kita menyatakan diriNya sebagai pribadi, Dia memanggil nama kita dan kita menjawab Dia, sehingga di dalam Allah yang misteri ini ada hubungan kasih, itulah sebabnya Allah itu dekat.

Allah itu terang yang tidak terhampiri. Terang itulah energi, energi itu Allah. Divine simplicity yang berarti tidak ada sesuatu diluar Allah.  Pada dirinya Allah adalah terang, Allah adalah kasih, Allah itu Roh, dan Allah yang satu ini terdiri dari Bapa, Putera, dan Roh. Jadi bukan Allah memiliki terang, Atau Allah memiliki kasih! Karena jika demikian maka ada kalanya Allah tidak memilki terang dan kasih, dan seterusnya.

Para bapa timur menghubungkan pertemuan manusia dengan Allah itu Seperti perjalanan seseorang mendaki gunung ditengah kabut, semakin naik keatas akan membuat kita jatuh, pengenalan kita akan Allah juga demikian, pendakian kita untuk semankin mengenal Allah akan semakin tertutup dengan kabut sehingga semakin tidak jelas. Perjalanan misteri ini seperti perjalanan Abraham dalam Kejadian 12:1, pengenalan kita akan Allah itu seperti Abraham yang kemudian “pergi.. dan taat, ada iman” Abraham beriman bahwa itu suaranya Allah dan Abraham itu taat. Jadi untuk mengenal Allah itu berawal dari iman dulu. Seperti Musa juga (Kel 3:2; Kel 13:21; Kel 20:21), tiga penglihatan Musa itu, justru makin gelap, atau perjalanan Abraham tadi dari daerahnya sendiri ke negara yang tidak tahu. Jadi memang makin kita mau mendekat dengan Allah, maka kita makin tidak tahu tentang Allah.

Di dalam Mazmur 8:1 memaparkan dengan sangat jelas bahwa tugas kita adalah mengagumi Dia, Sehingga tugas orang Kristen itu bukan untuk menjawab setiap pertanyaan tetapi membuat kita makin mengerti bahwa Allah itu mystery dan kita makin kagum dengan Allah yang mystery itu. Kita mengakui bahwa Allah itu tidak ada sesuatu yang lebih besar yang kita pikirkan lagi, jikalau demikian kita mempelajari Allah tidak lagi dengan statement posisif seperti kalimat-kalimat matematika yang bisa di kalkulasi.  Simbol-simbol itu juga tidak cukup untuk menjelaskan Allah yang mystery ini, tetapi paling tidak memang ada tresendensi Allah. Jalan spiritual adalah jalan menuju pertobatan (Metanonia; perubahan dari Nous change of mind; hal 21 kallisatos ware), kita bertobat bukan hanya intelek kita saja tetapi juga hati kita sehingga pendekatan Allah yang Apophatic itu yang misteri itu membawa kita makin kagum kepada Dia sehingga kita memiliki perasaan takut akan Allah dan menimbulkan pertobatan. Allah yang melampui semua Bahasa dan pikiran kita, bukan membuat kita jauh dari Dia tetapi membuat kita kagum dari apa yang kita pelajari. Allah yang melampui statement yang positif maupun negative. Mysterion itu dari kata myein yang artinya “menutup mata atau mulut.” Mysteri itu memang tersembunyi namun Allah kita itu juga reveald yang menyatakan diri dari ketidakmengertian kita. Sederhananya adalah mystery itu tersembunyii tetapi dinyatakan untuk pengertian kita, sehingga berbiacara Allah yang tersembunyi itu berbicara tentang Allah yang menyatakan diriNya kepada kita, pewahyuan diriNya itu sebagai pribadi dan kasih.

Faith in God as Person

(Iman kepada Allah sebagai Pribadi)

Didalam pengakuan iman kita tidak mengatakan “Aku percaya bahwa ada satu Allah” melainkan “aku percaya kepada satu Allah”. Ada perbedaan yang begitu signifikan antara Belivev that dan believe in. Believe that = percaya saja tanpa tahu orangnya/ tanpa kenal orangnya tetapi jika Believe in = ada hubungan atau relasi antara saya dan dia, aku sepenuhnya yakin dengan kamu, aku sepenuhnya berharap kepada kamu. Relasi terjadi karena Allah pernah hadir di bumi, Allah bukan patung. Karena Allah itu pribadi kita dapat mempercayai Allah. Percaya kepada Allah itu bukan untuk diargumentasikan tetapi bagaimana kita meletakkan kepercayaan kita kepada dia yang kita kenal dan kita kasihi. Kata percaya/ iman bukanlah argumantasi logika melainkan personal relationship. Karena iman adalah hubungan pribadi maka hubungan pribadi ini akan terus dikembangkan sama seperti kita yang berelasi dengan seseorang. Hubungan kita dengan Allah juga perlu waktu di dalam proses. Sehingga tidak dipungkiri bahwa didalam kepercayaan akan Allah dapat menimbulkan keraguan, itu adalah hal yang sangat wajar didalam sebuah hubungan. Oleh sebab itu diperlukan iman adalah hal yang kita harapkan tetapi juga hal yang tidak bisa kita lihat (Ibrani 11:1). Akan tetapi iman seharusnya tetap dipegang. Walaupun kadang naik dan kadang turun.

Seorang bishop bernama Robinson berkata “ tindakan iman adalah suatu dialog terus menerus yang disertai dengan keragu- raguan” Thomas Merton says “imam merupakan sebuah pergumulan tentang Allah sebelum kita menemukan kepastian akan Allah. Ini merupakan suatu hubungan iman yang dinamis akan Allah. Allah bukanlah sekedar teori saja melainkan Dia adalah pribadi oleh sebab itulah mengenal Allah lebih penting dari pada mengenal akan keberadaanNya. Mengenal pribadi lebih penting dari pada wujud. Iman yang adalah sebuah hubungan. Iman menimbulkan kasih karena ada hubungan pribadi maka kita dapat melihat didalam sejarah bagaimana mereka masih mengasihi Allah dengan segala penderitaan. Hal ini dikarenakan iman yang menghasilkan kasih. Allah yang dekat itu dinyatakan dengan Allah yang sebagai personal dan Allah sebagai kasih.

Three “Pointers”

Pertama, Direct Experience yang berarti Allah adalah yang kita kasihi. Ilustrasi: Ketika kita tidak perlu membuktikan bahwa teman kita itu ada atau tidak. Sama halnya ketika kita percaya Allah yang adalah kasih. Bisa mengasihi ini merupakan bukti nyata bahwa Yesus pernah jadi manusia.Akan tetapi Allah tidak bisa kenal dengan bertatapan muka melainkan dapat memperkenalkan diriNya dengan berbagai macam cara sama seperti Allah yang dikenal oleh Rasul Paulus merupakan Allah yang menampakkan diriNya (Kis. 17: 1-9). Jadi bagi Rasul Paulus percaya pada Yesus itu dimulai dari pengalaman langsung dari pada Rasul Paulus dimana Allah menampakkan diri melalui cahaya dan suara. Tidak semua yang dapat mengalami pengenalan langsung dengan Allah. Berikut merupakan bukti bahwa Allah itu ada:

  1. Lihatlah dunia sekeliling kita, bukankah semuanya itu berasal dari Allah. Bagaimana organ tubuh kita tersusun dengan begitu rapi dan teratur.
  2. Kita dapat menemukan Allah didalam diri kita sendiri. Misalnya kita memiliki kewajiban moral. Salah dan benar. Kita punya hati nurani bahwa menipu orang itu jahat atau mencemarkan nama baik oprang itu jahat. Dari  mana moral atau hati nurani itu berasal? Didalam hati manusia ada satu kedalaman an-konsius yang mencari sesuatu yang melampaui kekuatan di dalam dirinya. Mis: menyembah matahari, bulan, pohon, patung. Ini adalah hal yang secara langsung tidak sadar, ini merupakan hati nurani yang secara tidak sadar menyatakan bahwa manusia itu mencari Allah. Karena manusia jatuh kedalam dosa maka gambar Allah tidak lagi sejati melainkan dari gambar manusia yang jatuh. Dewa dan dewi merupakan perwujudan dari pada manusia yang jatuh.
  3. Allah itu bisa dibuktikan lewat hubungan sesama manusia. Kenapa kita dapat mengatakan bahwa mencintai orang lain. “kamu nggak akan mati”. Ini merupakan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu menghasilakn kasih di dalam setiap orang yang menjalani. Ini merupakan sebuah pengalaman bahwa kasih itu berasal dari Allah. Kasih dan keadilan dapat dilihat jika manusia menjalani hubungan dengan orang lain.

Tetapi dari ketiga ini tidak dapat dirumuskan secara nyata bahwa Allah itu nyata seperti membukgtikan bahwa meja itu ada. Yang lebih penting adlaha “Percaya kepada Allah membuat saya melihat segala sesuatu secara masuk akal atau saling terhubung karena dari satu pencipta yang sama sehingga tidak ada pribadi lain yang dapat melakukan itu kalau bukan Allah”

Essence & Energi

(Hakekat& Energi)

Kalistos Ware : tidak kenal tetapi tidak kenal. Tersembunyi tetapi dinyatakan. Natur dan energi atau tindakan. Atanasius mengatakan “segala hal yang menyangkut esensinya Allah kita tidak pernah bisa pahami tetapi Dia bisa dipahami dalam segala hal melalui tindakan-tindakan energynya. Basil “tidak seorangpun dapat melihat esensi Allah tetapi kita dapat percaya pada esensi Allah karena kita dapat mengalami energynya.” Karena Allah itu mystery kita tidak dapat mengetahui esensinya jika kita tahu esensinya kita mengalami energyNya. Ketika kita berbicara mengenai energy ilahi ini bukan berarti dengan energy yang keluar dari Allah.

Jika kita tahu esensinya itu karena kita mengalami energinya. Jadi Bapa gereja membedakan ada esensi dan energinya (kehadirannya). Ketika kita berbicara tentang energi ilahi, kita tidak berbicara tentang enenrgi yang keluar dari matahari. Energinya Allah itu bukan pancaran dari Allah, tetapi energinya Allah itu Allah sendiri, ini bukan sebuah pancaran dari Allah (ini adalah divine simplicy). Jadi energi ini bukan semacam pemberian (sesuatu pengantara antara Allah dengan manusia) Sebaliknya  energi itu adalah Allah sendiri yang menyatakan diriNya. Ketika manusia berpartisipasi di dalam Allah sendiri sepanjang ini mungkin bagi ciptakan, sebab Allah adalah Allah dan kita adalah manusia, sepanjang Alah memiliki kita dan kita tidakk bisa mengatakan kita memiliki Allah. Jadi akan salah bahwa sesuatu yang keluar dari Allah, tetapii Allah yang bertindak. Seperti halnya Allah yang menciptakan itulah energinya Allah sebagai pencipta, jadi kita juga tidak sallah bahwa energy adalah bagian dari Allah, energy itu Allah itu sendiri, Allah itu simple tidak terbagi-bagai, tidak ada bagian-bagian. Allah itu esensi, Allah itu energi, Allahh itu tersembunyi, Allah itu juga mewahyukan juga. Keilahian Allah itu simple dan tidak bisa dilihat, tidak bisa dibagi. Esensi Allah menyatakan keberadaan diri Allah secara utuh yang kita tidak tahu sama sekali. Energinya itu yang menyatakan keberadaan Allah dalam tindakannya seperti Dia mencipta, dia berinkarnasi. Allah bertindak, hadir dalam diri kita. Jadi kalau dikatakan kasih karunia, anugerahh Allah itu adalah energi Allah, energi Allah itu ya Allah itu sendiri. Sama seperti halnya kita bahas surge, surge ya Allah sendiri. Sama seperti kita mengatakan Allah itu terang, maka terang itu ya Allah itu sendiri jadi bukan memiliki! Sehingga perbedaan esensi dan energi Allah ini adalah menolong kita untukk mengetahui bahwa Dia tidak dapat di akses tetapi ada energi yang bisa kita ketahui tentangNya. The essence-energies distinction is a way of stating sim­ ultaneously that the whole God is inaccessible, and that the whole God in his outgoing love has ren­ dered himself accessible to man.  Dengan hal itu maka kita bisa mengenali theosis menjadi seperti Allah, kita bisa menyatu dengan energinya, karena kita tidak bisa menjadi Allah tetapi kita bisa seperti Allah karena energinya. Jadi kita mengalami union itu karena energinya, jadi ini union, bukan melebur atau mencabur aduk.

Kesimpulan:

Allah kita adalah pribadi yang tidak dapat dikenal di dalam esensinya tetapi dikenal di dalam energinya. Allah itu melampaui segala yang kita pikirkan, Bahasa kita, tetapi energinya itu membuat kita dekat dengan kita bahkan ada di dalam kita.

Langkah kita mengenal Allah itu harus seimbang, jadi dinegasikan. Setiap makhluk yang keliatan maupun yang tidak keliatan (malaikat) itu sebetulnya adalah theophany penampakan dari Allah. Orang percaya adalah mereka dimanapun yang mereka lihat adalah Allah dan dimana-mana bersuka karena Allah.

Personal

 God as Mysteri merupakan hal yang sangat membinggungkan bagi penulis secara pribadi. Jika Allah mysteri tujuan dari pada iman menjadi sangat meragukan. Akan tetapi melalui hal yang penulis telah pelajari ini ternyata Allah ada di dalam diri setiap manusia. Berarti penulis sebenarnya dapat melihat Allah selalu melalui orang disekitar penulis karena pada hakekatnya manusia adalah gambar dan rupa Allah. Allag yang adalah pribadi kemudian dapat untuk mengasihi dan Allah adalah kasih. Tidak ada alasan untuk tidak mengasihi Allah. Hubungan intim adalah kunci khusus yang Tuhan berikan untuk memberikan akses kepada setiap orang yang mau untuk percaya kepadaNya. Oleh sebab itu kebersediaan diri setiap manusia yang menjadi dasar dari pada hubungan yang semakin erat untuk dapat dijalin setiap kita dengan Allah. Amin!

St Maximus the Confessor :

The most important thing that happens between God and the human soul is to love and to be loved.

St Dionysius the Areopagite:

Love for God is ecstatic, making us go out from ourselves: it does not allow the lover to belong any more to himself, but he belongs only to the Beloved.

The Anti-Christ

Hasil gambar untuk yesus memberkati kosmos

Perjalanan iman setiap orang Kristen tidak segampang membalikan tangan semata. Ketika banyak orang percaya bergumul untuk mengumandangkan tentang Injil damai sejahterah yang sesungguhnya, kenyataan berkata lain. Akhir zaman yang dikumandangkan akan segeran tiba menjadi momok yang menakutkan semua orang dimuka bumi ini. Ketakutan ini tentu saja juga menghinggapi orang percaya. Ayat-ayat di dalam kitab suci dengan jelas memaparkan bahwa mendekati akhir zaman para penyesat akan berbondong-bondong datang untuk menyesatkan setiap orang termasuk orang percaya. Untuk mengetahui mengenai tanda-tanda kita dapat sama-sama menyelidiki Alkitab yang menjadi acuan konkrit bagi setiap orang percaya dalam mengetahui seperti apa para penyesat dan anti Kristus itu akan datang.

Di dalam 1 Yohanes 2:18 terdapat banyak anti-Kristus yang datang untuk memberikan ajaran palsu sampai akhirnya akan ada satu anti-Kristus. Ajaran dari anti-kristus selalu menyangkal akan Kristus (1Yoh. 3:9). Roh Anti-kristus atau ajarannya sudah ada di dalam dunia ini yang menyangkal Allah Tritunggal, pada bagian ini tidak dibahas bahwa ada Allah Roh Kudus yang harus diperhatikan bahwa siapa yang mengakui Allah sebagai Tritunggal itu berasal dari pada Roh Kudus jadi disini jika menyangkal Allah berarti menyangkal Tritunggal (1Yoh. 2:22; 1Yoh. 4:2-3). Anti Kristus tidak mengakui bahwa Kristus telah datang sebagai manusia (2Yoh. 1: 7). Anti-Kristus berasal dari orang-orang yang telah murtad karena mereka tidak sungguh percaya kepada Kristus (1Yoh. 2:19). Penyesat ini sudah berasal dari zaman para rasul dan gereja yang percaya kepada Allah. Nantinya akan ada banyak ajaran palsu yang akan menyerang setiap orang percaya dan banyak orang percaya akan ikut ajaran sesat tersebut (2Tes. 2:3). Oleh sebab itu janganlah menerima ajaran yang tidak benar agar kita tidak ditipu hal ini. Di dalam Kitab Suci juga dengan memperingatkan kita untuk selalu waspada akan ajaran sesat tersebut (2Yoh. 1:7-11).

Allah berbicara dari generasi ke generasi dari zaman ke zaman melalui berbagai macam cara (Yoel 2:28). Jadi Allah bebicara secara bertahap sampai pada akhirnya (the ultimate). Puncak firman Allah tidak disampaikan oleh siapapun lagi selain Anak Allah yang diutus, yang merupakan ahli waris dan Dia adalah anak Allah yang menyatakan Allah secara pribadi yaitu Yesus Kristus. Tidak ada firman Allah yang lain lagi kecuali yang disampaikan oleh Allan karena apa yang disampaikan oleh Anak merupakan yang terakhir. Di dalam Yohanes 14:6 Yesus berkata bahwa Dia adalah jalan kebenaran dan hidup, dan tidak ada yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  Kalau kamu taat sampai mati (1Yoh 43:1).  Didalam Yoh. 6:68 mengatakan bahwa perkataan Yesus adalah perkataan hidup yang kekal sebab firman yang disampaikanNya adalah firman yang final yang berasal dari Allah (Yoh. 7:16). Tidak ada firman Allah lain selain yang disampaikan oleh Anak.

Bukan agama Kristen yang menjadi sorotan melainkan Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia. Keselamatan bukan dibawah oleh Kristus melainkan Kristus a dalah keselamatan itu sendiri. Jadi disni bukan mengenai syariat agama melainkan pribadi Yesus sendiri. Berbeda dengan agam lain yang hanya menjalankan syariat terlepas dari pribadi yang mengemukakan syariat tersebut. Pemuka syariat bukan jalan keselamatan hanya Yesuslah jalan keselamatan. Hal yang sangat penting adalah Yesus telah mati mengalahkan dosa-dosa kita, dikuburkan dan dibangkitkan sesuai dengan kitab suci (1Kor. 15:3). Kalau Yesus tidak bangkit maka Dia belum mengalahkan iblis dosa dan maut (1Kor. 15:12-14).  

Kenapa keselsmatan tidak hanya bisa perbuatan baik? Kita tidak bisa mencapai keselamatan dengan perbuatan baik. Sebab keselamatan kita bukan seperti timbangan yang mengukur mana baik dan mana yang jahat. Di dalam konsep budisme jika perbuatan baik banyak maka akan dilahirkan di dalam alam yang baik. Keselamatan adalah manunggal/menyatu dengan Kristus sehingga keselamatan itu menjadi bagian kita.

Kembali ke antikristus: Menurut Church Fathers menyangkal Kristus adalah anak Allah dan Kristus adalah manusia. Permulaan dari anti kristus adalah pemurtadan dan penganiayan gereja melakukan banyak kejahatan. Dia akan datang dengan mujizat palsu, mengajarkan ajaran sesat. Tetapi orang yang seperti ini tidak hanya sekedar ajaran saja melainkan menjadi pemimpin politik nantinya. AntiKristus ini nantinya akan duduk di bait Allah dan menyatakan diri adalah Allah (2 Tes. 2:4)

Cyriil: Dia akan membuat sebuah bait Allah yang besar dan dia akan disembah oleh orang yahudi yang tertipu karena dia menyatakan diri sebagai keturunan musa. Yang membangun kembali bait Allah.

Diidentifikasi bahwa antiKristus anti terhadap orang Yahudi. Nantinya akan muncul kaisar roma yang baru yang meupakan antiKristus. Konsep anti kristus adalah menipu dunia dan dia akan memiliki banyak antikristus jadi di dalam Kitab Wahyu 13:17-18 terdapat angka 666 yang merupakan jumlah dari binatang. Ireneus menunjukan bahwa angka 666 itu untuk mengejek Allah. Ini sudah terjadi sejak jaman nuh dimana air bah selama 600 dan patung berhala yang dibangun oleh Nebutkanezar setinggi 60 dan kobiknya 60. Hippolytus dari roma “kita tidak dapat menjelaskan apa arti dari 666” sedangakn Andrew dari Caesarea menjelaskan “666 adalah nama dari antiKristus, jika kita tau itu adalah nama dari antikristus yang harus kita lakukan adalah nama waspada”. Di dalam ajaran gerejapun angka 666 tidak ada artinya dan tidak perlu penjelasan yang aneh-aneh.

Di dalam Wahyu 21:17 ada banyak ukuran-ukuran yang tidak bisa kita artikan dengan sembarangan. Sama seperti di dalam Wahyu 14:9-11 terdapat sedikit penjelasan mengenai angka 666 dan masih banyak lagi ayat di dalam kitab wahyu yang membahas mengenai angka 666 dan diperkirakan bahwa 666 merupakan symbol untukorang-orang yang memberikan hidupnya kepada anti Kristus. Di dalam 2 Tesalonika 2:7 anti kristus akan duduk di bait Allah dan mengeksekusi gereja oleh sebab itu timbullah ajaran yang menamakan diri “rapture” yang merupakan pengangkatan dimana gereja Tuhan akan diangkat ke surga.

Video Romo Daniel Kerajaan Seribu Tahun, 666 & Ortholatria Orthoprakxia

Kerajaan 1000 disini tidak menyatakan mengenai kerajaan di dunia melainkan kerjaan di dalam Yesus Kristus yang ada di surga. Jangan pernah membicarakan kerajaan 1000 tahun secara literal karena Yesus Kristus tidak pernah berbicara mengenai kerajaan 1000 tahun (Luk. 17: 20-21). Di dalam Wahyu 20: 1-6 sangat ditekankan di dalam perikop ini tidak bisa diartikan secara literal melainkan secara simbolik (Ef. 6:12). 1000 tahun disini 10x10x10 = 1000 yang merupakan 10 pangkat 3 sedangkan angka 3 disini merupakan Allah Tritunggal jadi disini kita dapat melihat bahwa 1000 tahun ini adalah pengenapan dari hari-hari Tritunggal.

Artinya sekarang pada masa gereja merupakan kerajaan 1000 tahun dimana tipuan iblis ini dibatasi oleh injil yang dikerjakan oleh gereja. Gambaran anti kristus merupakan perpaduan dari segala kebengisan dan kebuasan ini merupakan gambaran manusia yang sangat kejam dan buas, antikristus adlaah manusia yang mengangkat diri sebagai Allah = 666 berarti 6 mengingatkan bahwa manusia diciptakan pada hari keenam pangkat 3 diberi kuasa oleh iblis (Wah. 13:2). Janganlah memberi diri disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat, akan terlebih dahulu ada kemurtadan yang membuat dirinya seperti Allah (2Tes. 2:3).

Nama Kristus tidak disebut disini berarti pada saat itu kristus belum bertahta, jiwa mereka dibangkitkan ini berbicara mengenai gereja yang menang (Wah. 20:4). Akan ada tanda dari pada anti kristus (Wah. 13:16-18). Sedangkan pengikut Kristus juga memiliki tanda yang tercantum nama Kristus (Wah. 14:1). Orang yang naik kesurga bukan banya 144.000 menurut saksi yehowa melainkan semua orang yang sudah disatukan dengan pengenapan perjanjian Allah di dalam perjanjian baru maupun perjanjian lama (Wah. 7:4; 9).

Di dalam Ulangan 6:4; 8 menunjukan bahwa penaruan tanda di kepala berarti pikiran yang harus terus memikirkan Allah sedangkan penaruan di tangan berarti tindakan dari pada bangsa Israel harus sesuai dengan kehendak Allah. Di dalam wahyu 20: 5 terdapat kebangkitan pertama yaitu kebangkitan rohani (Ef. 2:4-5). Kita menjadi imam-imam Allah dengan menjadi pengantara injil dan raja berarti kita memiliki kuasa untuk mengalahkan roh jahat. Jadi iblis disebut sebagai Allah dan anti Kristus disebut anak kedurjanaan ini merupakan parody dari Allah tritunggal (2Tes. 2:3). Jadi didalam dunia Kristen semakin banyak guru-guru palsu, mereka akan menyangkal penguasa, dan masalahnya banyak yang percaya kepada guru palsu yang mencari untung atas keserakahan mereka (2Pet. 2:1-4)

Referensi: Fomasi Latihan Rohani, Purifikasi Deifikasi, Orthodox Christianity dan Video Romo Daniel.

Cara Mencapai Kebajikan

Gambar terkait

Etika di dalam kekristenan merupakan buah dari pada kebajikan. Ini adalah kemampuan kita untuk memilih yang baik dan memilih yang jahat. Virtues muncul dari praktikos dimana manusia harus memperbaharui manusia baru yaitu memperbaharui jiwa dan tubuh atau memperbaharui hati. Di mana di dalam hati timbul segala yang baik. Di dalam Lukas 11:39 dimsns Yesus berkata bahwa cawan/hati kita penuh dengan hal yang tidak baik. Untuk itulah manusia harus membersihkan hati atau NOUS atau mata tunggal (Rom 12:2). Berarti manusia yang diperbaharui adalah Roh dari NOUS manusia (Kol. 3:20; Ef. 4:22). Di dalam Roma 8:5 kata rasul Paulus kita harus memperbaharui Fronema yang akan menghasilkan Frounema Pneumatos (pola pikir) yang berarti pola pikir rohani (Rom. 8: 5- 6). Frounema pneumatos akan timbul jika kita memikirkan hal-hal yang rohani. Frounema pneumatos akan membuat kita memiliki logismoi yang baik (Fil. 4:28).

Tetapi jika nous yang berpikir tenatng daging menghasilkan Frounema sarkos yang menghasiklan Logismoi kakoi (Mark. 7:21). Dari logismoi kakoi maka akan muncul yang namanya epitumia sarkos (keinginan daging) (Gal. 5: 16-17). Epitumia ini sering di sebuat sebagai passion yang dibuahi maka akan menghasilkan sarkos pneumatos (Yak. 2:14). Perbuatan baik manusia baru itu bukan perbuatan baik sembarangan melainkan perbuatan baik yang telah mematikan epitumia sarkos yang kemudian disebut sebagai praktikos dimana mematikan keinginan daging dan memperbaharui manusia baru (dispassion and love). Tetapi ada satu hal yang sangat dalam selain praktikos yaitu theoritikos. Theoritikos juga harusnya dijalani oleh setiap orang yang dilahirkan baru karena manusia hidup bukan hanya sekedar di bumi saja melainkan manusia roh yang seharusnya menjalankan tahap Illumination atau mystical knowledge. 

Praktikos yang harus menusia jalani salah satunya dilakukan dengan Jesust Prayer ini bukan hanya sekedar Christ Center. Dimana bunyi dari doa ini adalah Lord, Jesust Christ, Son of God have mercy on me, a sinner!” di dalam doa ini menggandung makna Trinitas karena dikatakan “A Son Of God” ini menunjukan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berasal dari Bapa dan juga Roh Kudus sebab tidak ada seorangpun yang dapat menyebutkan Yesus Kristus sebagai Tuhan jika tidak ada kerja Roh Kudus di dalamnya (1Kor. 12:3). Ini bukan hanya mengenai Christ Center tetapi Trinitarian. Jadi kalau kita mengatakan doa ini. Kita melambangkan 2 poin yang sangat penting yaitu Yesus adalah Tuhan yang berarti Yesus adalah tuan atas segala sesuatu sedangkan Yesus anak Allah yang menunjukan bahwa Yesus adalah anak Allah yang kekal tetapi pada bagian akhirnya tertulis mengenai penyesalan yang dilakukan kita kepada Tuhan. Kata “Yesus Kristus” kita sedang memuji Yesus. “Son Of God” yang berarti kita sedang memuji Allah Bapa dan Roh Kudus sedangkan “Have mercy on me, a sinner” ini menurpakn suatu pembaharuan ingin dialami oleh manusia.

Ada 3 kata di dalam doa yang akan menjawab pertanyaan kita:

  1. Yesus adalah firman yang menjadi manusia. Nama pribadi yang lahir dari perawan Maria. Nama Yesus juga berarti Juruselamat (Mat. 1:21). Berarti ketika kita menyebut nama Yesus kita sedang beriman bahwa nama itu akan menyelamatkan dan memperbaharui kita.
  2. Kristus yang berarti diurapi oleh Roh Kudus bagi orang yahudi melihat di dalam Perjanjian Lama kata “Mesias” yang berarti menentikan Raja yang akan melepaskan dari musuh. Akan tetapi, raja ini bukan sekedar politik melainkan Raja ini yang akan menyelamatkan kita dari iblis, dosa dan maut.
  3. “Mercy” / belas kasihan yang berarti kasih dalam tindakan. Kasih yang mengahasilkan pembebasan pengampunan, dan menyempurnakan. Memiliki belaskasihan berarti membebaskan kita dari segala hutang, penyekit dos dan kita disembuhkan.

Minyak

Menerangi jalan kita yang gelap

Mengurapi sehingga kita diampuni

Menyembuhkan, kita dari penyakit

Mengenyangkan, kenyang akan firman Allah.

Kallistos ware say: Masalah manusia adalah tetapi akan selalu ada jalan keluar yaitu Yesus sendiri yang akan menyelamatkan.

  • Lord dan Son of God berbicara mengenai keilahian Tritunggal dari Yesus yaitu kekekaalan Dia dan keilahiannya. Tetapi, Dia disapa juga sebagai Yesus yang merupakan nama setelah inkarnasi. Jadi doa ini menggambarkan Allah yang selalu ada/ transesnden dan Allah yang imanen. Sehingga doa ini jelas mengajarkan kepada kita Yesus Kristus benar Allah dan benar manusia.

Jika menjadi seorang pengkhotbah seharusnya memiliki 3 point yaitu ethics, theoritikos dan gnostikos yang seharusnya ditekankan kepada jemaat yang ada. Sepeti yang dilakukan oleh Gregory of Nyssa yang berbicara tentang kehidupan Musa dimana pada level praktikos kita harus melakukan kebajikan. Yang kedua adalah Illumination dan yang ketiga adalah akhir dari perjananan kita yang disebt dengan kontemplasi merupakan sebuah penyatuan dengan Allah dan mengalami Allah.

Tiga poin penting di dalam berkhotbah:

  1. Latihan praktikos/ kebajikan yang dimulai dengan pertobatan. Orang Kristen yang sudah dibabtis kana mendengakan hati nurani dan melatih synergy dengan ALLAH. Jadi free will itu dapat memilih berdoa atau tidak. Ini adalah sebuah peperangan dan perjuangan bersama dengan pertolongan Allah untuk membebaskan kita dari keinginan daging (Fil. 2:13). Terjemahan Literal dari Filipi 2:13: Sebab Allah yang memberikan energy kepada kehendak bebas kita supaya kita punya energy. Dari ayat diatas kita dapat melihat bahwa ketika energy Allah telah berada di dalam kita, maka energy di dalam kita memiliki energy untuk melakukan kesenangan atau keinginan Allah. Jadi energy ini harusnya mengerjakan pekerjaan yang baik (Efesus 2:10).  Akan tetapi jika kita tidak memiliki energy yang berasal dari anugerah dan kehendakn bebas manusia sama maka kita tidak dapat mengerjakan apa-apa. Dengan melakukan perintah ini kita akhirnya sadar tentang benar dan salah. Akan tetapi ini hal yang bertahap dimana kita harus memulihkan hati kita. Jadi semakin kita berbuat baik disini hati kita seharusnya semakin menjadi lebih suci lagi. (active Life).
  2. Tahap Illuminasi dimana orang Kristen seharusnya mencapai pencerahan mempunyai presepsi ketika melihat ciptaan dan menemukan sang pencipta di setiap ciptaan. (Kontemplasi Life).
  3. Teosis adalah tahap melihat Allah secara langsung dimana hati harus benar-benar suci. Orang Kristen tidak hanya menikmati Allah dengan kehendak bebas dan melihat sebaga sesuatu Allah tetapi bertemu sang pencipta dari muka ke muka di dalam kasih. Penglihatan yang Full itu memang terjadi pada saat Yesus datang ke dua tetapi melihat Yesus secara langsung dipunyai oleh orang –orang yang telah mencapai tahap ini. (Kontemplasi Life).

Tiga tahap ini seperti sebuah perjalanan yang dilakukan dengan doa. Level pertama ini kita melakukan level perjuangan dimana kita meminta pertolongan Allah untuk memampukan kita untuk dapat bertempur bersama-sama dengan Allah disinilah kita terus belajar untuk memurnikan diri kita dan bertobat sampai pada nafas terakhir.

Jadi pada waktu kita telah melakukan tahap diatas janganlah kita menganggap bahwa kita telah kudus melainkan kita harus terus bertobat dari hari lepas hari (Gal 2:20). Amin!

Referensi: (Kalisstos­_ Ware) The- Othodox- Way of life.

Proses Kerohanian Manusia

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 12

Hasil gambar untuk proses kehidupan

Di dalam diri manusia terdapat dua nafsu yaitu fronema pneumatos yang di dalamnya terdpaat logismoi (pneumatos) dan epitumia (conceived) yang akhirnya menghasilkan kebajikan di dalam diri manusia atau fronema sarkos terdapat logismoi (kakoi) kemudian menjadi epitumia (conceived) pada akhirnya menghasilkan perbuatan daging yang mendatangkan dosa yang berakibat pada kematian ini merupakan hal yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Dari dua nafsu manusia yang berada di atas sekarang tergantung manusia di dalam hukum NOUS nya sendiri memilih yang baik atau tidak baik. Di dalam hati atau mata batin harus selalu menjaga nous di dalam segala macam latihan rohani seperti doa, silence, nepsis, aksesis, berkata tidak, membaca Alkitab, repentance, pengakuan, ibadah atau sakramen dan persekutuan.

Kita harus ingat bahwa kita adalah raja di dalam diri kita, yang berkuasa di dalam maupun di luar kita. Tantangannya adalah di dalam diri manusia yaitu hukum daging dan dari luar yaitu peirasmos (iblis).

Di dalam Alkitab ada dua contoh real dari tokoh yang dapat mengendalikan nafsu dan tidak dapat mengandalikan nafsu yang ada di dalam dirinya. Daud vs Yusuf. Iblis tidak dapat mengambil nyawa kita melainkan hanya bisa menghancurkan nous kita. Jika iblis berhasil berhasil menghancurkan nous kita maka iblis telah menang. Church fathers mengatakan untuk berkata tidak pada godaan iblis dengan selalu menjaga indra kita di dalam doa, baca Alkitab dan berbagai latihan rohani yang dapay menolong kita untuk menolak segala godaan iblis.

Perbuatan baik di dalam diri manusia seperti gandum yang telah matang maka kita akan dimasukan ke dalam lumbung (teosis) jadi kita sebagai orang Kristen bukan hanya menjadi orang baik melainkan bagaimana menjadi dewasa di dalam Kristus. Apa sih arti dewasa di dalam Kristus? Itu maksudnya dengan teosis. Sejak kapan? Sejak manjadi manusia baru.

Terdapat 5 proses dari pada teosis. Teosis bukan hanya pada saat Yesus datang tetapi teosis juga terjadi di dalam kehiudpan sehari-hari di dalam kehidupan manusia. Ada sebuah pertanyaan etika yaitu HIDUP ini indah… tetapi bagaiamana jika pada satu saat kita mengalami kedukaan, sakit penyakit, pernikahan yang terasa hambar, kekuatiran… pertanyaannya apakah kita masih ikut Yesus? Ternyata kita harus tau bahwa di dalam teosis banyak pergumulan hidup manusia. Kita akan mampu menganggung segala kesulitan harus ada Allah. Dan jika kita mulai berada di dalam masalah andalkanlah Yesus karena dia akan menyelesaikan masalah kita. Seharusnya orang Kristen itu kuat karena berbagi kemuliaan Kristus. Iseberapa keraspun kita menghadapi masalah. yang sering membuat kita meleset. Di dalam Roma 8:18 dikatakan bahwa kehidupan sekarang ini begitu banyak tetapi apa yang akan dinyatakan kepada kita tidak sebanding, kita pun tahu didalam Yesus kita akan mendapatkan kemuliaan dan kemuliaan yang kita tidak sebanding artinya penderitaan itu tidak ada apa? Penderitaan yang kita terima jauh lebih besar.

Kalau kita sudah menjadi manusia baru kita harus memiliki pola pokor Kristus. Kita harus segera memilih kenikmatan dunia atau tetap menderita sehingga menikmati kemuliaan bersama dengan Kristus. Kadang kita tidak mau untuk mengalami penderitaan padahal kita sudah memiliki kapasitas jika bersama dengan Allah. Seperti yang dilakukan oleh Paulus setelah pertobatan dia pergi ke tanah arab selama 3 tahun untuk silence dimana Tuhan mempersiapkan diri Paulus dengan sangat baik karena Tuhan tahu bahwa hal yang akan dialami Paulus tidaklah mudah. Suffering yang dijalani oleh kita merupakan hal yang akan dijalani selama kehidupan ini (Rom. 8:18). Kita pun harus mengambil langkah untuk silence agar dapat siap menjalani kehidupan dengan Tuhan.

Hidup itu layak dijalani karena ada beberapa alasan:

  1. Yesus mengasihimu. Tuhan mengasihi kita didalam segala sesuatu. Sekarang tergantung kita mau kasihi kita atau tidak. Kalau tidak kasihi diapun, Dia tetap mengasihi kita. Apa buktinya? Dia telah mati untuk kita. Dia sudah mengasihi kita sebelum kitapun lahir. Bersama dengan Kristus hiudpan menjadi kekal dan berlimpah. Tetapi kehidupan itu layak dihidupi dari semua itu did alaam kehidupan ini takdir kita adalah teosis. Menjadi serupa dengan Allah oleh karena kasih karunia. Oleh sebab itu, inilah kristus dan hidup. Jadi dengan Kristus hidup yang kita hidupi lebih kaya, berkemenangan, kekal, kebanggan, jangan pesimis,

Teosis:

  • Tidak hanya dikuduskan oleh orang terntu, ini unutk semua anak Allah.
  • Bukan berarti kita tidak berdosa lagi tetapi teosis itu menuntun kita selalu pada pertobatan. Dan sensitive atau peka terhadap dosa.  Itulah sebabnya kita harus melakukan “jesust prayer” sampai akhir kehidupan kita. Bahwa memang kita memerlukan belas kasihan Allah.
  • Tidak ada cara-cara yang luar biasa untuk mencapai teosis. Hanya doa, membawa firman dan taat
  • Tidak ada hal yang asing tentang teosis. Teosis adalah Allah mengasihi kita melainkan kita mengasihi sesame dan mengasihi Tuhan. Sebab hanya dengan mengasihi sesame seseorang dapat dimuliakan.
  • Teosis sangat praktikal ini merupakan ungkapan kasih kita dengan Allah bukan hanya sekedar silence dan doa melainkan membawa orang sakit ke rumah sakit.

Referensi: Philokalia: The bible of orthodox spirituality

Pola Pikir Rohani

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas: 11

Hasil gambar untuk pola pikir kristus

Kita percaya dan dibabtis yang membuat kita memakai pakaian Kristus dan menjadi manusia baru serta disebut anak-anak Allah. Kita yang telah menjadi anak Allah memiliki Nous Kristus, hegemonikon, mata batin, mata ketiga. Kita kemudian diajak Kristus untuk:

  1. Fronew pada hal-hal di atas (Kol. 3:1)
  2. Fronew pada hal-hal dari Roh (Rom. 8:5)
  3. Fronew pneutatos/ fronema seperti Kristus (Fil. 2:5) atau pola pikir rohani.

Di dalam Roma 8:5 -6 dan ayat-ayat lain bagaimana Paulus dengan kerasnya menjelaskan mengenai pikiran (nous) dari pada Kristus. Pembaharuan Nous kita seharusnya mengarah kepada hal-hal berpengaruh. Ini sangatlah beda dengan pikiran dahulu dimana melenceng dari pada hal-hal daging. Yang akan membuat kita menjadi ikon Kristus dan pada akhirnya serupa dengan Kristus.

Di dalam Galatia 3:27 kata mengenakan berarti memakai/mengenakan pakaian Kristus. Kol. 3:10 menjadi manusia baru disebut sebagai anak-anak Allah (Gal. 3:6). Di dalam Kolose 3:10 memakai pakaian Kristus dan diperbaharui terus menerus sampai menjadi ikon/gambar yang serupa dengan Kristus. Didalam Roma 8:29 dan 1 Yohanes 3:2 merupakan tujuan kita adalah menjadi seperti gambar Allah Melalui anak-Nya Kristus. St. Palamas say: Kita menjadi seperti rupa-Nya melalui energi-Nya bukan esensi-Nya. Di dalam Galatia 4:19 menjelaskan bahwa selain ikon kita juga menjadi serupa (Morfe) dengan Kristus.

Ringkasan

Jiwa dan roh mengalami pembaharuan, maka kita kembali kepada Kristus dengan tubuh dan jiwa juga.  I Kor. 3:11 masih anak2 dalam Kristus. Di dalam Efesus 4:13 berarti kedewasaan penuh (Andra Teleon) dan bukan lagi anak kecil/bayi (Nepios). Jiwa kita mengalami pertumbuhan ke arah Kristus (Ef. 4:15). Sedangkan tubuh dijelaskan dalam Filipi 3:21 menjelaskan tubuh pada saat hari Kristus dinyatakan kelak akan dimuliakan dan mengenakan tubuh kemuliaan seperti Kristus memiliki tubuh yang fana berubah menjadi tubuh yang bercahaya/penuh kemuliaan. Kita mengambil bagian didalam kodrat ilahi, karena kita menjadi serupa dan segambar dengan Kristus. Tujuan pembaharuan adalah menuju kepada Theosis.

Didalam Kolose 3:10 berarti kita harus diperbaharui (anakainomeno (pasif), Pasif karena Allah yang mengerjakan pembaharuan tersebut, Paulus menanam, Apolos menyiram dan Allahlah yang memberi pertumbuhan (I Kor. 3:6), kita adalah sunergoi Theou (kita bersinergi dengan Allah/kawan sekerja Allah)  bekerja sama/sinergi dengan Allah sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi sempurna seperti Kristus yaitu Theosis. Proses pembaharuan dimulai dari dalam kenapa dari dalam? Dan apa yang diperbaharui? Mrk. 7:20-21; Mat. 15:19 apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menjasikannya, sebab dari dalam hati, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat yaitu pencabulan jadi pembaharuan harus dikerjakan dari dalam batin seseorang yaitu dari hatinya. Jadi walaupun kita sudah menjadi anak2 Allah/memakaia pakaian kristus kita harus tetap diperbaharui sebab hati kita bisa berisi hati yang baik pikiran yang baik dan hati yang jahat pikiran yang jahat. Jadi baik dan jahat seseorang adalah dilihat dari dalam isi hatinya. Dalam hati kita terkandung 2 hal ini, oleh sebab itu kerjakanlah pembaharuan itu.

Kita sudah menjadi manusia baru harus terus menerus diperbaharui menjadi manusia baru?  Karena dari dalam hati kita ada hal2 yang baik dan jahat, dari hal2 yang ada didalam hati/batin yang harus disingkirkan, karena hal2 itu dapat menajiskan kita, oleh sebab itu pentingnya kita untuk diperbaharui.

Pembaharuan apa yg harusnya terjadi di dalam hati kita? Pembaharuan mata Hati/tunggal. Rm. 12:2 pembaharuan budimu (Nous) Ho Otamos. Dalam Mat. 6:22-23 berarti mata tunggal/rohani (Ho Otamos) yang menentukan gelap dan terang tubuh kita. alam I Kor. 2:16 ketika kita mengerjakan pembaharuan nous ini maka kita memiliki nous Kristus.

Pembaharuan mata batin/nous

Apa yang terjadi didalam pembaharuan nous ketika sedang diperbaharui? Kita akan memiliki fronew seperti kristus (Flp. 2:6) yang akan membuat kita memiliki pola pikir seperti Kristus/orang2 rohani. Jadi di dalam nous ada sesuatu lagi makanya harus diperbaharui yaitu Fronew/pola pikir. Nous adalah Otaknya sedangkan Fronew adalah Prodak dari Nous (hasil dari pikiran Nous). Jadi memperbaharui manusia baru adalah memperbaharui batin dan memperbaharui batin/hatinya adalah memperbaharui nousnya dan memperbaharui nousnya supaya memiliki nous Kristus dan pola pikir Kristus (Fronew). Dalam Rm. 8:5 mind/fronew kita dapat diarahakan pada hal2 yg dari daging atau berpikir dari hal2 yang dari roh, jadi ronew kita dapat berpikir pada 2 arah. Fronew kita adalah pikiran batin dari nous kita jadi bukan pikiran biasa fronew kita bertentangan dengan hal2 dari daging karena bertentangan dengan hal2 dari Roh. Kalau fronew kita pada hal2 daging maka yang terjadi adalah fromena sarkos (pola pikir daging yang menghasilkan maut. tetapi kalau melenceng/luar sasaran berpikir roh maka yang dihasilkan adalah fronema pneumatos (pola pikir rohani/roh yang menghasilkan/mendatangkan kehidupan, damai sejahtera). Kenapa fronema penumatos dapat mendatangkan kehidupan? Karena Fronew kita berpikir pada hal2 yang diatas nous kita harus melihat ke atas (Kristus) dan pola pikir kita harus kepada Kritus. Jadi fromena Pneumatos berarti juga fronew pd hal2 yang diatas dimana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah bukan pada hal2 dibumi atau dunia yg mendatangkan kebinasaan (Kol. 3:1-2; Flp.3:19; Rm. 8:5).

Fronema Pneumatos dan Fronema Sarkos

Fronema Pneumatos yang ada di dalam batin atau pola kerja dari nous kita yang melihat Kristus adalah memikirkan hal2 yang berasal dari Roh Kudus.ketika kita telah memilki Fronema Pneumatos itulah yang menjadi senjata kita untuk mematikan Fronema Sarkos. 

Logismoi jahat dan Epithumia Sarkos

Yesus berkata dari dalam hati/kardia muncul pikiran2 jahat merupakan dialogismoi Kakoi. Logismoi yang jahat ini merupakan benih dari nafsu daging/ Epithumia Sarkos. Fromena Sarkos menghasilkan logismoi jahat dan logismoi jahat menghasilkan nafsu daging (Gal. 5:17).

Referensi: Artikel Pembaharuan Manusi Baru

Design a site like this with WordPress.com
Get started