NOUS

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah : Etika Kristen

Tugas: 10

Hasil gambar untuk hati

48. Celestial beings are immortal because they have divine goodness within them; whereas earthly beings have become mortal because of the self-incurred evil within them. This evil comes to the mindless through their laziness and ignorance of God.

48. Makhluk surgawi adalah abadi karena mereka memiliki kebaikan ilahi didalamnya; sedangkan makhluk duniawi telah menjadi fana karena kejahatan yang timbul sendiri dalam diri mereka. Kejahatan ini datang kepada orang-orang yang tidak berpikiran akan kemalasan dan ketidaktahuan mereka akan Allah.

Penjelasan: Orang-orang yang tidak memiliki Nous adalah pribadi yang malas, dan tidak peduli akan Allah. Jadi jika diteliti lebih dalam Kitab Suci akan menjelaskan bahwa Nous menghasilkan pikiran-pikiran atau yang disebut dengan logismoi. Manusia akan mengerjakan setiap hal yang di dalam Nous. Di dalam Amsal dikatakan: Apa yang manusia pikirkan ketika bangun di pagi hari itulah kepribadiannya. Itulah sebabnya kita harus mengontrol pikiran. Kita hrus jadi orang yang memiliki NOUS, memiliki hati yang dikontrol dan pikiran-pikiran jahat ysng terkontrol. Untuk itulah kita perlu membaca buku Philokalia yang merupakan sekolah doa dari hati, surge para bapa-bapa gereja. Jika kita adalah para teolog seharusnya kita melakukan dari semua hal yangbtelah kita pelajari. Jiwa, Kristus, anugerah dan Nous adalah hal-hal tidak kelihatan yang menghidupkan hal-hal yang kelihatan. Hidup ini dikontrol Allah yang tidak kelihatan dan anugerah yang tidak kelihatan menghidupkan setiap manusia.

Apa itu Nous?

Sangat sulit untuk dijelaskan. Kadang kala sering diterjemahkan dengan intelek, pikiran dan akal budi. Nous kadang-kadang disebut juga sebagai spiritual vision. Yang dapat memahami kebenaran. Nous dapat ditumbuhkan kembangkan melalui study, pelatihan fakulti, berdoa, puasa dan pelatihan kehidupan. Nous adalah pusat dari kehidupan kita. Yang mau dimengerti pada saat ini adalah misteri kedalaman Nous yang bukan hanya program otak saja. Hal itu yang harus disentuh oleh anugerah. Nous adalah tujuan dari spiritual yang membuat kita hidup dalam kebenaran. Nous sebagai hegemonikon atau sebagai pemimpin atas dirinya sendiri. Karena manusia jatuh di dalam dosa manusia akhirnya Nous takluk terhadap nafsu. Hanya melalui anugerah Allah dan latihan manusia dapat disembuhkan dan disempurnakan. Keselamatan merupakan proses terus menerus supaya Nous tidak dikendalikan oleh hawa nafsu melalui kuasa Roh Kudus.

Hesychios mengemukakan hal yang baik tentang Nous dan Musa:

Musa sang pemberi hukum taurat merupakan ikon dari pada NOUS. Dimana ketika Musa melihat Allah di dalam semak yang terbakar kemudian wajahnya bersinar, dia juga menerima hukum taurat, dia dijadikan mempunyai kekuatan Ilahi (Kel. 7), dia membunuh orang Mesir dengan menakutkan, dan dia memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan, jika kita melihat ini secara metafora ini adalah gambaran dari pada NOUS.

  1. Musa bawa keluar bangsa Israel à Nous membawa keluar kita dari dosa.
  2. Melihat Allah di semak terbakar à Nous dapat melihat Allah.
  3. Membunuh orang mesir à Nous membunuh nafsu jahat.
  4. Musa menerima hukum taurat à Nous membawa kita bertekun didalam kitab suci.

Seperti Musa Nous juga dipanggil dan diberikan energy yang Ilahi untuk menjadi pemimpin dari pada diri kita yang seperti sebuah kerajaan. Karena diri kita adalah kerajaan maka Nous berfungsi sebagai raja. Raja tidak dapat memimpin sendiri untuk itulah dibantu oleh para menteri. Perdana menteri dan menteri adalah hukum Allah, doa, ibadah, perjamuan kudus, membaca Alkitab yang menolong raja agar memerintah dengan baik. Nous seumpama egeminikon yang merupakan supir yang mengarahkan kerajaan. Mata disini mengarah kepada mata batin yang mengendalikan seluruh tubuh (Mat. 6:22-23). Jika dahulu Nous kita berisikan nafsu pelan-pelan seharusnya diisi dengan pikiran Kristus sebab kita telah memakai pakaian Kristus. Jadi kalau kita sudah memakai pakaian Kristus yang dapat mengendalikan diri kita maka tubuh kita akan menjadi kerajaan yang berkenan di hadapan Allah. Paulus say: Bukan lagi aku yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Nous adalah fakulti tertinggi didalam hidup kita. Reason adalah akal pikiran harus dibedakan dengan Nous. Nous tidak perlu dibuktikan dengan debat tentang Allah karena Nous itu dapat dialami melalui doa.

Tuhan sudah menetapkan untuk menempatkan Nous pada manusia sejak lahir. Oleh sebab itulah manusia tinggal memilih mau melakukan yang baik atau tidak. Untuk itulah Nous tidak dimiliki oleh setiap orang yang tidak memilih melakukan hal yang baik di dalam kehidupannya. Intelek adalah suatu hadiah dari Allah yang menyelamatkan jiwa kita. Intelek bukan nous tetapi suatu pemberian dari Allah. Yang berjalan bersama Allah dan yang menolong jiwa untuk mengarahkan jiwa kepada keinginan yang kekal. Intelek mengajari manusia ketika dia masih di dalam tubuh ketika dia menerima dan kontemplasi. Intelek menolong jiwa manusia.

Intelek yang dimurnikan adalah mata rohani. Seperti yang Yesus ucapkan Mat. 6:22-23. Mata jasmani menerima hal-hal dari luar. Sedangkan intelek dimurnikan dan menerima Allah maka jika mata jasmani melihat hal-hal materi sedangkan intelek membuat kita melihat hal-hal rohani. Jadi di balik penganti dari sebuah buku intelek memiliki sebuah pena. Intelek kita akan dipimpin oleh Roh yang akan membuat hati kita murni kepada mereka yang mendengar kemudian akan menangkap kebenaran dan melalui Roh Allah membuat kita menjadi orang yang hidup didalam kebenaran. Nous kita membuat kita melihat hal-hal yang pribadi. Sehingga Nous dapat dicemplungkan di dalam hati kita. Dan akan membuat mata jasmani kita yang kadang lebih cenderung kepada hal-hal yang bersifat kedagingan akan diperbaharui dan akan mengarahkannya kepada hal yang berkenan kepada Allah. Amin!

Referensi: Controling and Controlling Thought According to the Father of the Philokalia and The Philokalia By St Nikodimos Of The Holy Mountain On the Character of Menand on the Virtuous Life.

Terjemahan Philokalia

57. THE NETS ON THE WINDOWS OF THE TEMPLE OF SOLOMON

St. Nicodemus of the Holy Mountain uses a powerful illustration from the Temple of Solomon to help us control sinful thoughts. He writes,

The windows of the Temple of Solomon were covered with fine nets to prevent the entry of impure insects (cf. Ez. 41:6). This may serve as a reminder that he who does not want any impure passions of the senses to enter into his soul must drape his senses with [spiritual] nets. What are these nets?  It is the memory of death, for one; our account before Christ on the day of judgment; the memory of eternal suffering.  Through these, man can put away the evil passions and sins, when they come before his eyes and his other senses. St. Neilos has confirmed that this is so: “Those who desire to keep their mind as a clean and pure temple, where the doors and windows are covered with fine nets to prevent the entry of any impure insects, must similarly cover their senses by meditating on the sobering realities of the future judgment which prevent any impure images from creeping in.

57. Jala/jarring/jeruji Pada Jendela Bait Salomo

St Nicodemus dari Gunung Suci menggunakan ilustrasi yang kuat dari Bait Salomo untuk membantu kita mengendalikan pikiran berdosa. Dia menulis,

Jendela Kaabah Solomon ditutupi dengan jala/ jeruji yang halus untuk mencegah masuknya serangga yang najis (Ez. 41:6). Ini dapat berfungsi sebagai pengingat bahwa dia yang tidak menginginkan hasrat yang tidak murni dari indra untuk masuk ke dalam jiwanya mesti menggantungkan indranya dengan jala/jeruji rohani. Apa jaring ini?  Itu adalah ingatan akan kematian, yang pertama; laporan kita pada Kristus sebelum hari penghakiman; dalam ingatan akan penderitaan kekal.  Melalui ini, manusia dapat membuang nafsu jahat dan dosa, ketika mereka datang di depan matanya dan indra lainnya. St Neilos telah menegaskan hal ini bahwa: “mereka yang ingin menjaga pikiran mereka sebagai sebuah kuil bersih dan murni, di mana pintu dan jendela ditutupi dengan jaring halus untuk mencegah masuknya setiap serangga murni, harus sama menutupi Indra mereka dengan bermeditasi pada realitas penghakiman secara serius pada masa depan yang mencegah hal yang tidak murni merayap masuk

57. A SPIRITUAL FILTERING SYSTEM

Recently a friend filled his pool with city water. It was murky green. “You mean I drink that water?” a friend asked. “Yes,” he was told. He continued, “As purifying chemicals are added to the water, it becomes crystal clear. And the filtering system keeps it that way.” It made me think of the spiritual filtering system that the Fathers of the Philokalia have given us to help filter and purify the thoughts that enter our mind. Evagrios the solitary describes this spiritual filtering system when he writes,

Call to mind what is even now going on in hell. Think of the suffering, the bitter silence, the terrible moaning, the great fear and agony, the dread of what is to come, the unceasing pain, the endless weeping. Remember, too, the day of your resurrection and how you will stand before God. Imagine that fearful and awesome judgment seat.  Picture all that awaits those who sin: their shame before God the Father and His anointed, before angels, archangels, principalities and all mankind.  Think of all the forms of punishment: the eternal fire, the worm that does not die, the abyss of darkness, the gnashing of teeth, the terror and the torments. Then picture all the blessings that await the righteous: Intimate communion with God the Father and His Anointed, with angels, archangels, principalities and all the saints, the kingdom and its gifts, the gladness and the joy. Picture (all) these states. This will help you to escape thoughts that are defiling and harmful.

So, keep the windows to the five senses covered with the spiritual nets of prayer and vigilance (nepsis). Meditate regularly on the fearful and awesome judgment; think of heaven and hell. Let these become some of the spiritual nets and filters through which to sift all thoughts, logismoi, that seek to enter the mind and heart.

A brother once asked a certain Elder:

What shall I do when filthy thoughts are killing my soul? The old man replied:  When a mother wants to wean her child, she applies a bitter herb to her breast, and when the baby comes as usual to suckle and tastes it, it moves away because of the bitterness it has tasted.  You must also use something bitter. What does this mean, father? Instead of a herb, bring to your mind the remembrance of death and the punishments of the next life.  Many ascetics kept in their cell a skull which helped them in their uninterrupted remembrance of death, which in turn gathers the nous and makes the heart contrite.

57. Sistem Penyaringan Spiritual

Baru-baru ini seorang teman memenuhi kolam renang dengan air dari kota. Yang hijau keruh. “Maksudmu aku minum air itu?” seorang teman bertanya. “Ya,” dia memberitahu. Dia melanjutkan, “karena bahan kimia pemurnian ditambahkan ke dalam air, itu menjadi jernih. Dan sistem penyaringan terus seperti itu. “Itu membuat saya berpikir tentang sistem penyaringan spiritual bahwa para Bapa Philokalia telah memberikan kita menyaring untuk membantu dan memurnikan pemikiran yang masuk pada pikiran kita. Evagrios yang soliter menggambarkan sistem penyaringan spiritual ketika ia menulis,

Panggilan ke pikiran apa yang bahkan sekarang terjadi di neraka. Pikirkan tentang penderitaan, keheningan yang pahit, ejekan yang mengerikan, ketakutan dan kepedihan yang besar, pembacaan akan apa yang akan datang, rasa sakit yang tak henti-hentinya, tangisan yang tiada henti. Ingatlah juga, hari kebangkitan Anda dan bagaimana Anda akan berdiri di hadapan Allah. Bayangkan bahwa kursi penghakiman yang menakutkan dan mengagumkan.  Bayangkan semua yang menanti mereka yang berdosa: rasa malu mereka di hadapan Allah Bapa dan yang diurapi-Nya, di hadapan para malaikat-amalaikat, pemerintahan dan seluruh umat manusia.  Pikirkan semua bentuk hukuman: api abadi, cacing yang tidak mati, jurang kegelapan, kertakan gigi, teror dan siksaan. Kemudian Bayangkan semua berkat yang menanti orang saleh: persekutuan yang intim dengan Allah Bapa dan yang diurapi-Nya, dengan para malaikat- malaikat, pemerintahan, dan semua orang Suci, Kerajaan dan karunia-Nya, kegembiraan dan sukacita. Gambaran semua negara ini. Ini akan membantu Anda untuk melarikan diri dari pikiran yang mencemari dan berbahaya.

Jadi, menjaga jendela ke lima indra ditutupi dengan jaring spiritual doa dan kewaspadaan (nepsis). Bermeditasi secara teratur pada penghakiman yang menakutkan dan mengagumkan; berpikir tentang surga dan neraka. Biarlah ini menjadi beberapa jala rohani dan filter yang melaluinya untuk menyaring semua pikiran, logismoi, yang berusaha untuk memasuki pikiran dan hati.

Seorang Brother pernah bertanya kepada Penatua tertentu:

Apa yang harus saya lakukan ketika pikiran kotor membunuh jiwaku? Pria tua itu menjawab: ketika seorang ibu ingin menyapih anaknya, dia menerapkan ramuan pahit untuk payudaranya, dan ketika bayi datang seperti biasa untuk Menyusui dan merasakan rasa itu, ia akan bergerak pergi karena kepahitan itu telah terasa.  Anda juga harus menggunakan sesuatu yang pahit. Apa artinya ini, bapa? Daripada ramuan, bawalah pikiran Anda mengingat kematian dan hukuman dari kehidupan berikutnya.  Banyak petapa menyimpan dalam sel mereka sebuah tengkorak yang membantu mereka dalam mengingat kematian yang tidak terganggu, yang pada saatnya mengumpulkan Nous dan membuat hati menyesal.

58. MORE SPIRITUAL FILTERS

St. Theodoros, the Great Ascetic, another one of the Philokalia Fathers, mentions this same spiritual filtering system through which we should sift the thoughts that come to us. He writes,

Bring to mind the punishment that befalls sinners, the reproach, the reprobation of the conscience, how they will be rejected by God and cast into the age-long fire….  Meditate on all the other chastisements, and let your tears continually drench your cheeks…

I have known many people in whom such thoughts have produced an abundance of tears, and who in this way have wonderfully cleansed all the powers of their soul. But think also of the blessings which await the righteous: How they will stand at Christ’s right hand, the gracious voice of the Master, the inheritance of the heavenly kingdom,… the sweet light, the endless joy, never interrupted by grief, those heavenly mansions, life with the angels, and all the other promises made to those who fear the Lord.  Let these thoughts dwell with you, sleep with you, arise with you.  See that you never forget them but, wherever you are, keep them in mind, so that evil thoughts may depart and you may be filled with divine solace.

58. Lebih Banyak Filter Spiritual

Santo Theodoros, pertapa besar, salah satu dari para Bapa Philokalia, menyebutkan sistem penyaringan spiritual yang sama di mana kita harus menyaring pikiran yang datang kepada kita. Dia menulis,

Ingatlah hukuman yang menimpa orang berdosa, cela, pencobaan hati nurani, bagaimana mereka akan ditolak oleh Allah dan dilemparkan ke dalam api kekekalan….  Renungkan semua hukuman lainnya, dan biarkan air mata Anda terus-menerus membasahi pipi Anda…

Saya telah mengenal banyak orang yang dalam pikiran seperti itu telah menghasilkan air mata yang melimpah, dan yang dengan cara ini telah membersihkan dengan luar biasa semua kekuatan jiwa mereka. Tetapi Pikirkanlah juga tentang berkat yang menanti orang saleh: bagaimana mereka akan berdiri di sisi kanan Kristus, yang penuh dengan suara anugerah dari Allah, pusaka kerajaan surgawi,… cahaya manis, sukacita tak berujung, tidak pernah terganggu oleh kesedihan, rumah-rumah mewah surgawi, kehidupan dengan para malaikat, dan semua janji lain yang dibuat untuk mereka yang takut kepada Allah.  Biarlah pemikiran ini berdiam bersama Anda, tidur bersama Anda, bangkit bersama Anda.  Lihat bahwa Anda tidak pernah melupakan mereka tetapi, dimanapun Anda berada, menjaga mereka dalam pikiran, sehingga pikiran jahat dapat pergi dan Anda mungkin akan dipenuhi dengan penghiburan Ilahi.

59. SELAH

An odd little word is used in the Psalms. It is always found at the end of a sentence. It’s like an exclamation point, emphasizing a truth that was presented. It’s the word Selah, and it means, “Stop! Think! Meditate on what you just read!” This is the word the Fathers of the Philokalia ask us to use when we are assaulted by evil thoughts.  Stop.  Think.  Pay attention. Proscomen in Greek. Pay attention. Be vigilant. Meditate on the thought that you will one day die. You will appear before God. You will have to answer to Him for every evil thought you invited and entertained in your mind. Selah. “Stop! Focus, think, concentrate, meditate,” writes William A. Ward

          not on the problem, but on the peace;

          not on the conflict, but on the Comforter;

          not on the difficulty, but on the door;

          not on the crisis, but on the Christ;

          not on the worry, but on the way;

          not on the imperfect, but on the infinite;

          not on the trouble, but on the Truth;

          not on the scarcity, but on the supply;

          not on the dilemma, but on the Deliverer;

          not on the mistake, but on the Master;

          not on the pain, but on the Physician;

          not on the worst, but on the Word;

          not on the glum, but on the Guide;

          not on the sorrow, but on the Spirit;

          not on the obstacle, but on the Omnipotent.

59. Selah

Perkataan kecil yang ganjil digunakan dalam Mazmur. Itu selalu ditemukan di akhir kalimat. Ini seperti tanda seru, menekankan sebuah kebenaran yang disajikan. Ini kata Selah, dan itu berarti, “berhenti! Berpikir! Renungkan apa yang baru saja Anda baca! “Ini adalah kata para Bapa dari Philokalia meminta kita untuk digunakan ketika kita diserang oleh pikiran jahat.  Stop.  Berpikir.  Perhatikan. Proscomen dalam bahasa Yunani. Perhatikan. Waspada. Bermeditasi pada pikiran bahwa Anda satu hari akan mati. Anda akan muncul di hadapan Allah. Anda akan memiliki hak untuk menjawab kepada-Nya tentang setiap pikiran jahat, Anda diundang dan terhibur dalam pikiran Anda. Selah. Berhenti! Fokus, berpikir, berkonsentrasi, bermeditasi, “tulis William A. Ward

bukan pada masalah, tetapi pada perdamaian;

          bukan pada konflik, tetapi pada penghibur;

          bukan pada kesulitan, tetapi di pintu;

          bukan pada krisis, tetapi pada Kristus;

          tidak pada khawatir, tapi di jalan;

          bukan pada yang tidak sempurna, tetapi pada yang tak terbatas;

          bukan pada masalah, tetapi pada kebenaran;

          bukan pada kelangkaan, tetapi pada pasokan;

          bukan pada dilema, tetapi pada Pembaru;

          bukan pada kesalahan, tetapi pada Master;

          tidak pada rasa sakit, tetapi pada dokter;

          bukan pada yang terburuk, tetapi pada Firman;

          tidak pada glum, tetapi pada panduan;

          bukan pada dukacita, tetapi pada Roh;

          bukan pada rintangan, tetapi pada Mahakuasa.

60. POST A GUARD AT THE GATE

In addition to passing each thought through the spiritual filter of having to stand before Christ one day and having to answer to Him for the thoughts we welcomed into our mind, the church fathers suggest other ways to control thoughts. 

They advise us to post a guard at the gate of the mind and to be the doorkeeper of our heart.

St. Theophan the Recluse wrote,

After every thought has been banished from the soul by the memory of God’s presence, stand at the door of the heart and watch carefully everything that enters or goes out from there.

St. Nicodemos of the Holy Mountain issues a clarion call to guard all the senses which he calls gateways to sin:

St. Isaac has noted, the enemy is standing and observing day and night directly against our eyes to detect which entrance of our senses will be opened for him to enter. Once he enters through one of our senses because of our lack of vigilance, then this devious shameless dog attacks us further with his own arrows. We must also struggle to protect our senses because it is not only through curious eyes that we fall into the sin of desire and commit fornication and the adultery of the heart, as the Lord noted. There is also the fornication and the adultery of the sense of hearing, the sense of smell, the sense of taste, the sense of touch, and all of the senses together. Therefore, St. Gregory the Theologian has written in his heroic counsel to the virgin: “Virgin, be truly a virgin in the ears, in the eyes and in the tongue!  Every sense that wanders with ease, sins.” St. Gregory of Nyssa also said, “The Lord has spoken, I believe, about all the senses, so that following His words we can conclude that the one who hears lustfully, the one who touches and the one who uses every inner power in us (lustfully) to serve pleasure has actually committed them in his heart.”

60. Pasang Guard Di Gerbang

Selain melewati setiap pemikiran melalui filter rohani karena harus berdiri di hadapan Kristus suatu hari nanti dan harus menjawab kepada-Nya untuk pikiran yang kita sambut masuk ke dalam benak kita, para bapa gereja menyarankan cara-cara lain untuk mengendalikan pikiran.

Mereka menyarankan kita untuk memasang seorang penjaga di pintu gerbang pikiran dan menjadi penjaga pintu hati kita.

St. Theophan The Recluse menulis,

Setelah setiap pemikiran telah dibuang dari jiwa oleh pikiran akan hadirat Allah, yang berdiri di pintu hati dan memperhatikan dengan saksama segala yang masuk atau keluar dari sana.

St Nicodemo dari gunung suci isu panggilan Clarion untuk menjaga semua indra yang ia sebut Gateway untuk dosa:

St Isaac telah mencatat, musuh berdiri dan mengamati siang dan malam langsung pada mata kita untuk mendeteksi pintu masuk indra kita akan dibuka baginya untuk masuk. Begitu ia masuk melalui salah satu indra kita karena kurangnya kewaspadaan, maka ini anjing Shameless licik menyerang kita lebih lanjut dengan anak panah sendiri. Kita juga harus berjuang untuk melindungi indra kita karena tidak hanya melalui mata yang penasaran bahwa kita jatuh ke dalam dosa keinginan dan melakukan percabulan dan perzinahan hati, seperti yang Tuhan catat. Ada juga percabulan dan perzinahan dari indera pendengaran, indera penciuman, rasa rasa, sentuhan, dan semua indra secara bersama-sama. Oleh karena itu, Santo Gregorius teolog telah menulis dalam nasihat heroiknya kepada perawan: “perawan, benar-benar seorang perawan di telinga, di mata dan di lidah!  Setiap pengertian bahwa mengembara dengan mudah, yaitu dosa. ” St Gregory dari Nyssa juga mengatakan, “Tuhan telah berfirman, aku percaya, tentang semua indra, sehingga mengikuti Firman-Nya kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang mendengar dengan penuh nafsu, orang yang menyentuh dan orang yang menggunakan setiap kekuatan batin di dalam kita serta nafsu untuk melayani kesenangan sebenarnya mereka telah berada dalam hatiNya. “

Mengendalikan nafsu & Eskatologi (Part 2)

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 14

Gambar terkait

Allah adalah The Creater yang sangat luar biasa di dalam Kemahakuasaan-Nya. Manusia merupakan master piece dari Allah yang tidak dapat dilawan oleh ciptaan yang lainnya. Manusia diberikan keistimewaan yang special yaitu menjadi segambar dan serupa dengan Allah dengan mengikuti Yesus sebagai pola dari pada penciptaan manusia itu sendiri. Manusia diciptakan dengan pola Tritunggal Maha Kudus. Ada gambaran Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus. Di dalam manusia ada gambaran dari Allah Bapa yang digambarkan menjadi hati dari pada manusia. Kemudian ada juga logos yang merupakan manifestasi dari perkataan yang digerakan oleh roh. Manusia terbagi menjadi dua yaitu spirit, soul or mind kemudian ada juga body or flash.

Manusia adalah gambar Allah untuk itulah ada yang namanya spirit, roh dan mind. Manusia mempunyai tubuh dan jiwa. Tetapi ada yang membedakan tubuh, jiwa dan roh (1 Tes. 5:7). Pada awal manusia diciptakan Allah telah menciptakan manusia dengan dua materi yang kemudian membentuk tulang dan daging yang kemudian dihembuskan oleh Allah (Ayub 2:5-6; Kej. 2:7). Roh Allah yang dihembuskan di dalam membuat tubuh manusia menjadi hidup dan bersifat kekal. Perlu diketahui juga bahwa materi yang telah Allah ambil dari alam ketika menciptakan manusia juga bersifat kekal sebelum manusia jatuh kedalam dosa. Tetapi, ketika jatuhke dalam dosa material tersebut sudah tidak memiliki sifat. Karena roh manusia berasal dari Allah maka manusia selalu merasakan kerinduan untuk dapat bersama dengan Allah sama seperti yang Daud katakan bahwa jiwa manusia selalu haus akan Allah (Maz. 63:1).

Jika kita kembali membahas mengenai “Flash dan Spirit” yang menunjukan perbedaan bahwa jiwa manusia hanya memiliki roh berarti manusia sama seperti Allah sedangkan jika manusia memiliki tubuh dan tidak memiliki roh berarti hanyalaah seperti hewan yang tidak memiliki roh (Yes. 31:3). Di dalam manusia roh yang memberi hidup (Mat. 26:41; Yoh. 6:63). Di dalam manusia juga terdapat intellectual dan spiritual (1Kor. 2:15-16). Soul dan spirit juga dapat dibedakan dimana Roh berhubungan dengan Allah sedangkan jiwa merupakan wadah dimana roh berada yang di dalamnya terdapat reason, desire and emotion. Soul dan spirit dikendalikan oleh NOUS. Jadi jika manusia ada roh, jiwa dan tubuh dan jika Allah adalah spiritual maka Allah terletak dibagian mana pada manusia? Jiwa Allah adalah Tritunggal berarti kita juga Tritunggal di dalam kita. Oleh karena itulah roh manusia dapat menjadi titik perjumpaan jiwa dengan Allah.

Hati manusia merupakan pusat kehidupan dari pada manusia itu sendiri untuk itulah manusia harus menjaga hati dengan penuh kewaspadaan (Ams. 4:23). Kita benar-benar harus hati-hati dengan fronema sarkos yang dapat berujung kepada tubuh yang membawa kepada kenikmatan dan hal yang sensual. Hal yang membuat Nous gagal menjaga hati adalah tidak berdoa dan tidak berjaga-jaga (nepsis) ada banyak cara yang membuat kita tidak berjaga-jaga. Yang membuat manusia tidak mau mengerjakan nepsis dan berdoa adalah kehendak bebas manusia untuk mengikuti Dia atau tidak. Jadi mau tidak kita berjaga-jaga dan nepsis itu adalah pilihan kita sendiri. Tetapi berjaga-jaga terdahap apa? Terhadap godaan iblis yang datang menyerang. Jangan biarkan panca indra kita dipakai untuk iblis bekerja.

Berjaga-jaga juga dapat dilakukan dengan nous manusia seharusnya selalu berpatroli di dalam hati. Patrol ini terjadi karena diri manusia yang sejati ada di dalam hati. Jika terang yang ada di dalam hati tidak dijaga agar terus menyala maka peirasmos sarkos akan datang untuk menyerang kita. Melalui doa Puja Yesus Kristus menjadi praktikos yang dapat dikerjakan untuk mengendalikan Nous manusia. Yesus menjadi seperti polisi lalu lintas. Di dalam manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa sangat sulit untuk mengendalikan dan menjaga Nous yang sudah dipengaruhi hal-hal yang tidak baik. Cara kita mengendalikan nous adalah menggunakan satu pikiran untuk membersihkan pikiran yang lain. Doa Puja Yesus adalah salah satu filter yang dapat membersihkan pikiran manusia. Tujuan dari doa puja Yesus adalah untuk mencapai keheningan seperti itu dengan “berdiri di hadirat Allah dengan Nous di dalam hati”. Untuk mengentikan dorongan pikiran-pikiran anda terus menerus-menerus tulisa St. Theopan “Anda harus mengikat Nous dengan satu pikiran, atau hanya memikirkan satu hal” pikiran Tuhan Yesus. “Nous adalah tempat yang berbahaya,” kata seseorang. “Anda tidak harus membahasnya sendiri. Bawalah Tuhan bersama Anda.” Bawalah Doa Puja Yesus bersama Anda.

Ketika logismoi masuk ke dalam diri manusia maka akan mencemari hati seperti virus. Hati yang terkontaminasi manusia harus mempunyai antibody spiritual yaitu nepsis, pertobatan, pengakuan dosa, pembacaan firman Allah, perjamuan kudus dan doa.

Proses lahir dosa

  1. Stimulasi yang merupakan pencobaan. Seperti iblis yang mengetuk pintu. Tetapi tidak ada dosa pada tahap ini.
  2. Jika kita tidak menutup pintu maka aka nada diskusi di dalam hati manusia. Dan pada tahap ini tidak ada pertanggungjawaban sebab tidak ada dosa yang dilakukan. Ini adalah percakapan berbahaya antara setan dan jiwa.
  3. Tahap penyatuan jika nous menyetujui pencobaan. Disini sudah terjadi kekalahan walaupun ini masih dalam jiwa dan belum didalam tindakan. Tahap ini masih dapat dibebaskan dengan rahmat yang berasal dari pada Allah.
  4. Tahap terakhir adalah tahap terbelenggu (captive). Disini tidak jatuh sepenuhnya dan tidak bisa lagi untuk menolak. Tahap ini menjadi gairah, obsesi, kecanduan, dan kita tidak menjadi tawanannya. Kita dipenjara olehnya.

Jika disingkat:

  1. Sebuah provokasi atau godaan
  2. Dialog (sindiasmis
  3. Persetujuan (synkatathesis)
  4. Terbelenggu menjadi gairah dan obsesi.

Iblis bekerja melalui logismoi memiliki kebebasan hanya sejauh kita membiarkan mereka masuk. Jika tidak diundang maka iblis tidak akan bisa masuk. Tetapi jika kita yang mengeluarkan iblis yang telah dipenjarah oleh Yesus maka iblis akan bisa menuerang kita. Salah satu alat penyaringan selain Doa puja Yesus adalah memgingat hal-hal yang terjadi di neraka yang sangat mengerikan dan surga yang menggumkan.

Kedatangan Yesus Yang Kedua

Kedatangan pertama membuka jalan pada keselamatan dalam bentuk kenosis sedangkan kedatangan yang kedua datang dalam kemuliaan dan kebanggaan di dalam status sebagai Anak Allah. St. Chirryl says: Kita tidak hanya memberitakan kedatangan Yesus yang pertama saja melainkan yang kedua. Yang pertama adalah memberi pandangan tentang kesabarannya tetapi yang kedua tentang penghakiman.

Pada kedatangan yang pertama Tuhan Yesus menjadi pengacara yang membela kita. Tetapi setelah kedatangan yang dua Yesus menjadi hakim atas semua manusia. “Pada hari Kristus” menunjukan pada kedatangan Yesus yang kedua (Fil. 2:15-16). Di dalam kehidupan kita harus melihat secara balance. Selain kita melihat Yesus sebagai parakletos tetapi yesus juga sebagai seorang hakim. Jadi ketika Dia datang sebagai hakim tidak ada lagi waktu untuk bertobat. Di dalam Matius 24:9-31 bahwa Yesus akan datang dengan didahului dengan malaikat yang meniup sangkakala kemudian memilih orang-orang pilihanya. Jadi kedatangan Yesus yang kedua sebagai hal yang dapat dilihat oleh semua manusia di seluruh dunia.

St. Chrisostom say: Ketika kristus datang didalam kuasa dan kemuliaan. Malaikat datang tidak terhitung jumlahnya kemudian mengumpulkan semua percaya yang sudah dibangkitkan dan kedatangan Tuhan ini tiba-tiba dan tidak terduga. Tidak ada yang akan sadar (Mat. 24:36). Kita harus berjaga-jaga di dalam doa itu merupakan permintaan kita kepada Allah untuk berbelaskasihan kepada kita. Kita dapat lolos dan tahan berdiri di hadapan anak manusia (Luk. 21:34-36). Yesus akan datang kembali kedua kalinya (Kis. 1:6-11). Kedatangan Tuhan sudah dekat (Mat. 24:34; 1Petr. 4:7; 1Kor. 15:51; ibr. 10:37). Untuk itulah kita sebagai manusia yang telah percaya kepadaNya mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk dapat menyongsong kedatangan Yesus (1Tes. 4:15-17).

Tanda kedatangan Yesus:

  • Ada orang yang murtad
  • Orang durhaka/ Anti kristus, mau disembah sebagai anak Allah, duduk di bait Allah dan menyatakan diri sebagai Allah akan tetapi bait Allah disini menunjukan bahwa duduk di atas Yesus dan gereja. Pengikut dari pada anak durhaka adalah orang yang murtad (2Tes. 2:3) dan seorang anti kristus akan datang tetapi sekarang sudah banyak anti kristus yang telah datang yang berasal dari dalam orang percaya tetapi mereka tidak sungguh –sungguh mengikuti Yesus, mereka yang menyangkal Allah Tritunggal (1Yoh. 2:18-23)
  • Anti Kristus yang merupakan pendusta sebab menyangkal Bapa maupun Anak.

Referensi: Orthodox Christianity: Doctrine and Teaching of the Ortodox Church. Inspirasi kalbu. Artikel Hendi Tought: Selalu berpatroli, Jesust Prayer, Spiritual filtering

Cara Membaca Alkitab

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Eksegesis PB

Tugas: 13

Hasil gambar untuk bible

Bait Allah atau sering disebut sebagai Tabernakel sering disebut sebagai gambaran dari pada surga. Dimana pada saat Allah sendirilah yang merupakan pemilih dari pada surga yang telah memberikan Musa petunjuk untuk membangun Tabernakel tersebut. Semua ukuran, bahan dan detail sketsanya berasal dari pada Allah sendiri. Sungguh… sungguh sangat special apa yang telah Allah lakukan pada saat itu untuk dapat membangun Bait Allah agar setiap umat-Nya dapat datang untuk berjumpa denganNya melalui doa. Untuk itulah ada banyak hal yang dapat dipelajari melalui Tabernakel. Setiap bagian seperti pilar, halaman, altar yang menuju kepada doa-doa, dan berbagai macam materi-materi yang terdapat di dalam Tabernakel.

Untuk itulah di dalam Perjanjian Lama semuanya hal yang terkait mencangkup dengan typology mulai dari nama, tempat dan berbagai macam kejadian. Perjalanan di padang gurun memiliki 42 perhentian yang mengalegorykan tentang keturunan Abraham sampai Yesus. Korban paskah menunjukan kepada pengorbanan Yesus yang merupakan anak domba Allah (Yoh. 1: 29; 36). Kitab Keluaran yang melambangkan keluarnya manusia dari dalam dosa. Di dalam Keluaran 1:14 menuliskan bagaimana Bangsa Israel disiksa begitupun dengan manusia yang masih dibelenggu oleh dosa. Kematian Yusuf di dalam Keluaran 1: 6-7 melambang kematian Yesus yang menambah banyak jumlah gereja. Dimana keinginan roh bertambah keinginan daging berkurang.  Bangsa Israel yang masuk ke mesir bersama Yakub di dalam Keluaran 1:5 melambangkan kelahiran Yesus Kristus melalui Injil jadi ada jiwa-jiwa yang Yakub bawah. Di dalam 1 Korintus 4:15 jadi disini menunjuk kepada Yakub. Di dalam Galatia 4:19 menunjukan bahwa para rasul seperti Bapa sedangkan gereja seperti ibu. Bahterah Nuh bercerita mengenai gereja sedangkan banjir adaah sebuah penghukuman.

Sama seperti manusia punya tubuh, jiwa dan roh sama seperti Alkitab itu juga punya jiwa dan roh:

  • Tubuh itu adalah yang tertulis
  • Kemudain ada roh yang selalu teehubung.
  • Ada jiwa juga yang mengerti sesama

Maka manusia tidak akan menjadi manusia jika dia tidak menjadi manusia. Origen satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Alkitab juga memiliki tubuh jiwa dan roh semua itu adalah satu kesatuan. Jadi jika kita hanya memperlakukan Alkitab itu hanyalah bahan penelitian berarti alkitab akan sama saja dengan buku pelajaran yang merupakan tubuh dari pada alkitab.

Jika allegory tidak masuk akal. Pertanyaanya: Apakah inkarnasi Yesus itu masuk akal?

Di dalam Yohanes 14:26 Roh Kudus yang diutus oleh Yesus jadi semua yang tertulis di dalam Alkitab menuliskan tenatang Yesus.

St. Jhon Crisostom say: Membaca kitab suci seperti kita membuka pintu surga sebab yang kita baca bukan hanya sekedar pengetahuan melainkan Yesus Kristus sendiri.

Philokalia

Kemuliaan Tuhan memancar di dalam pikiran manusia secara daging. Sama seperti firman menjadi manusia, firman Allah dalam bentuk firman lenguits.

St. Jhon Damachus say: Mempelajari Firman Tuhan itu berguna bagi jiwa kita. Sama seperti tanaman yang disiram dengan air sama seperti jiwa yang disiram dengan firman Tuhan. Satu sukacita tidak dapat dipahami di dalam Tuhan.

St. Basil say: Membaca injil itu jauh lebih hebat dari pada pengajaran lain. Jadi kalau dibaca kitab nabi-nabi dibandingkan dengan injil itu penyampaian firman Allah yang langusng dari anak Allah.

St. Nicodemus say: Jadi pada mulanya dari Alkitab kita dapat memilih. Seperti lebah yang dapat memilih bunga. Kalau kita memilih Abraham berarti kita memilih imannya yang ramah kepada orang lain. Musa dan Daud kita dapat belajar kerendahan hati. Para penulis injil kita belajar iman mereka (Baca Philokalia—495).

Bagaimana Church Father membaca kitab suci?

Pada saat Church Fathers membeca Alkitab yang mereka lakukan bukan sekedar eksegesis tetapi makan. Jadi jemaat juga harus mulai memakan firman Tuhan. Firman yang dimakan harus dikunya untuk menikmati rasa firman itu seperti apa dan kemudian ditelan untuk menjadi sumber gizi. Kita dapat melihat bahwa orang Church Father yang menghafal Alkitab. Waktu kita membaca kitan suci kita harus menganggap ini adlaah tulisan dari Kristus.

St. Chrysostom say: Alkitab itu seperti air tetapi karena Yesus telah mengubah air itu menjadi anggur. Jadi kalau Alkitab itu air maka ia harus mengubah menjadi anggur yang manis. Arti menjadi anggur yang indentik dengan darah Yesus yang menyelamatkan. Sama seperti kita belajar Alkitab berarti kita menjadi selamat yang tidak mendatangkan aib melainkan mendatangkan keselamatan.

Buku: Lectures in Patrology Apostolic Fathers Clement and origen, Philokalia.

Parsing

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Ibrani 1

Tugas: 7

  1. Mazmur 32:4

י׀ יוֹמָ֣ם וָלַיְלָה֘ תִּכְבַּ֥ד עָלַ֗י יָ֫דֶ֥ךָ נֶהְפַּ֥ךְ לְשַׁדִּ֑י בְּחַרְבֹ֖נֵי קַ֣יִץ סֶֽלָה׃

For day and night thy hand was heavy upon me; my strength was dried (perfect) up as by the heat of summer. Selah (Ps. 32:4 RSV)

Terjemahan Literal

For day and night your hand was heavy upon me, he was overturn juice me in drought to lift up of summer.

Keterangan:

  1. was overturn (niphal perfect)
  2. drought (imperfect)
  1. Yehezkiel 20:33

חַי־אָ֕נִי נְאֻ֖ם אֲדֹנָ֣י יְהוִ֑ה אִם־לֹ֠א בְּיָ֙ד חֲזָקָ֜ה וּבִזְר֧וֹעַ נְטוּיָ֛ה וּבְחֵמָ֥ה שְׁפוּכָ֖ה אֶמְל֥וֹךְ עֲלֵיכֶֽם׃

 (Ezek. 20:33 WTT)

“As I live, says the Lord GOD, surely with a mighty hand and an outstretched arm, and with wrath poured out, I will be king over you. (Ezek. 20:33 RSV)

Terjemahan Literal

As I live, says the my Lord God: if not with mighty hand and with stretched arm and to poured self out rage I will be king over you.

Keterangan:

  1. As I live = dari independent 1st person singular
  2. The Lord my God = dari suffix 1st person singular
  3. If not with mighty = “if not” conjuction dan particle negative dan “with mighty” adjective attributive.
  1. Yesaya 65:9

וְהוֹצֵאתִ֤י מִֽיַּעֲקֹב֙ זֶ֔רַע וּמִיהוּדָ֖ה יוֹרֵ֣שׁ הָרָ֑י וִירֵשׁ֣וּהָ בְחִירַ֔י וַעֲבָדַ֖י יִשְׁכְּנוּ־שָֽׁמָּה׃

 (Isa. 65:9 WTT)

I will bring forth descendants from Jacob, and from Judah inheritors of my mountains; my chosen shall inherit it, and my servants shall dwell there. (Isa. 65:9 RSV)

Terjemahan Literal:

And I will bring a descendants from Jacob. and from Judah inherit my mountains. and my chosen shall  inherit it. and my servants shall dwell there.

keterangan:

  הָרָ֑י à my mountains = הַר noun common masculine plural construct suffix 1st person common singular 

  וִירֵשׁ֣וּהָ à shall inherit it =  particle conjunction   ירשׁ verb qal waw consec perfect 3rd person common plural suffix 3rd person feminine singular 

  1. Kejadian 31:53

  אֱלֹהֵ֙י אַבְרָהָ֜ם וֵֽאלֹהֵ֤י נָחוֹר֙ יִשְׁפְּט֣וּ בֵינֵ֔ינוּ אֱלֹהֵ֖י אֲבִיהֶ֑ם וַיִּשָּׁבַ֣ע יַעֲקֹ֔ב בְּפַ֖חַד אָבִ֥יו יִצְחָֽק׃

The God of Abraham and the God of Nahor, the God of their father, judge between us.” So Jacob swore by the Fear of his father Isaac,

Terjemahan Literal:

The God of Abraham and the God of Nahor, my judge between us, the God their Father. “And  Jacob swore by fear his father Isaac”.

Keterangan:

  יִשְׁפְּט֣וּ à judge us = שׁפט verb qal imperfect 3rd person masculine plural jussive in meaning, but no unique form for jussive

  וַיִּשָּׁבַ֣ע à and swore us = וְ particle conjunction   שׁבע verb niphal waw consec imperfect 3rd person masculine singular

  1. Mazmur 15:1

  מִזְמ֗וֹר לְדָ֫וִ֥ד יְ֭הֹוָה מִי־יָג֣וּר בְּאָהֳלֶ֑ךָ מִֽי־יִ֜שְׁכֹּ֗ן בְּהַ֣ר קָדְשֶֽׁךָ׃

A Psalm of David. O LORD, who shall sojourn in thy tent? Who shall dwell on thy holy hill?

 (Ps. 15:1 RSV)

Terjemahan Literal:

a melody of David. Lord, who shall sojourn in thy tent? who shall dwell he in your holy mountain?

Keterangan:                                                                                   

  מִי־יָג֣וּר à who shall sojournà מִי pronoun interrogative no gender no number   גור verb qal imperfect 3rd person masculine singular homonym 1  

Parsing

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Ibrani 1

Tugas: 6

Kejadian 3:12

וַיֹּ֖אמֶר הָֽאָדָ֑ם הָֽאִשָּׁה֙ אֲשֶׁ֣ר נָתַ֣תָּה עִמָּדִ֔י הִ֛וא נָֽתְנָה־לִּ֥י מִן־הָעֵ֖ץ וָאֹכֵֽל׃  (Gen. 3:12 WTT) 

The man (  הָֽאָדָ֑ם) said (  אמר), “The woman (  הָֽאִשָּׁה֙ ) whom (  אֲשֶׁ֣ר) thou gavest (  נָתַ֣תָּה) to be with me (  עִמָּדִ֔י), she (  הִ֛וא) gave me (  נָֽתְנָה־לִּ֥י) fruit of the tree (  מִן־הָעֵ֖ץ), and I ate.” (  וָאֹכֵֽל׃) (Gen. 3:12 RSV).

Terjemahan Literal:

Dan manusia itu menjawab: perempuan itu yang telah kamu berikan kepadaku, dia memberikannya kepadaku dari buah pohon itu, dan ku makan.

וַיֹּ֖אמֶר = וְ particle conjunction   אמר verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular homonym 1

Kejadian 1:1

בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃  (Gen. 1:1 WTT) 

In the beginning (  בְּרֵאשִׁ֖ית) God (  אֱלֹהִ֑ים) created (  בָּרָ֣א) the heavens (  הַשָּׁמַ֖יִם) and (  וְאֵ֥ת) the earth. (  הָאָֽרֶץ׃) (Gen. 1:1 RSV)

Terjemahan Literal:

Pada mulanya Allah menciptakan langit-langit dan bumi

Kejadian 21:1

 וַֽיהוָ֛ה פָּקַ֥ד אֶת־שָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֣ר אָמָ֑ר וַיַּ֧עַשׂ יְהוָ֛ה לְשָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֥ר דִּבֵּֽר׃  (Gen. 21:1 WTT)  

The LORD (  וַֽיהוָ֛ה) visited (  פָּקַ֥ד) Sarah (  אֶת־שָׂרָ֖ה) as (  כַּאֲשֶׁ֣ר) he had said (  אָמָ֑ר), and (וְ) the LORD (  יְהוָ֛ה) did (עשׂה) to Sarah (  לְשָׂרָ֖ה) as (  כַּאֲשֶׁ֥ר) he had promised. (  דִּבֵּֽר׃) (Gen. 21:1 RSV)

Terjemahan Literal:

Dan TUHAN telah mengunjungi Sarah, seperti yang telah Dia katakan. Dan TUHAN melakukannya kepada Sarah seperti yang telah dikatakan-Nya.

Yesaya 59:8

  דֶּ֤רֶךְ שָׁלוֹם֙ לֹ֣א יָדָ֔עוּ וְאֵ֥ין מִשְׁפָּ֖ט בְּמַעְגְּלוֹתָ֑ם נְתִיבֽוֹתֵיהֶם֙ עִקְּשׁ֣וּ לָהֶ֔ם כֹּ֚ל דֹּרֵ֣ךְ בָּ֔הּ לֹ֥א יָדַ֖ע שָׁלֽוֹם׃

 (Isa. 59:8 WTT)

The way (  דֶּ֤רֶךְ) of peace (  שָׁלוֹם) they know (  יָדָ֔עוּ) not (  לֹ֣א), and (וְ) there is no (אַיִן) justice (  מִשְׁפָּ֖ט) in their paths (  נְתִיבֽוֹתֵיהֶם֙); they (  לָהֶ֔ם) have made their (  בָּ֔הּ) roads crooked (  עִקְּשׁ֣וּ), no (  לֹ֥א) one who goes in them knows (  יָדַ֖ע) peace. (  שָׁלֽוֹם׃) (Isa. 59:8 RSV)

Terjemahan Literal:

mereka tidak mengenal jalan damai, dan di dalam mereka tidak ada keadilan di jalan mereka; mereka mengambil jalan yang bengkok, dan tak seorangpun mereka mengetahui jalan damai.

Keluaran 31:16

  וְשָׁמְר֥וּ בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל אֶת־הַשַּׁבָּ֑ת לַעֲשׂ֧וֹת אֶת־הַשַּׁבָּ֛ת לְדֹרֹתָ֖ם בְּרִ֥ית עוֹלָֽם׃

 (Exod. 31:16 WTT)

Therefore (וְ) the people of Israel (  בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל) shall keep (שׁמר) the Sabbath (  אֶת־הַשַּׁבָּ֑ת), observing  (  לַעֲשׂ֧וֹת) the sabbath throughout (  אֶת־הַשַּׁבָּ֛ת) their generations (  לְדֹרֹתָ֖ם), as a perpetual (  עוֹלָֽם׃) covenant. (  בְּרִ֥ית) (Exod. 31:16 RSV)

Terjemahan Literal

Sebab itu bangsa Israel akan memelihara sabbat itu, untuk melakukan sabbat itu, pada generasi mereka, seperti sebuah perjanjian kekal.

Kejadian 47:30

  וְשָֽׁכַבְתִּי֙ עִם־אֲבֹתַ֔י וּנְשָׂאתַ֙נִי֙ מִמִּצְרַ֔יִם וּקְבַרְתַּ֖נִי בִּקְבֻרָתָ֑ם וַיֹּאמַ֕ר אָנֹכִ֖י אֶֽעֱשֶׂ֥ה כִדְבָרֶֽךָ׃

 (Gen. 47:30 WTT)

But let me lie (וְשָֽׁכַבְתִּי֙) with my fathers (  עִם־אֲבֹתַ֔י); carry me (  וּנְשָׂאתַ֙נִי֙) out of Egypt (  ממִּצְרַ֔יִם) and bury me (  וּקְבַרְתַּ֖נִי) in their burying (  בִּקְבֻרָתָ֑ם) place.” He answered (  וַיֹּאמַ֕ר), “I (  אָנֹכִ֖י) will do (  אֶֽעֱשֶׂ֥ה) as you have said.” (  כִדְבָרֶֽךָ׃) (Gen. 47:30 RSV).

Terjemahan Literal

Dan aku mendapat perhentian bersama bapa-bapaku dan bawalah aku dari Mesir dan kuburkan aku dipekuburan merekan dan dia berkata: saya melakukan seperti yang kamu katakan.

Terjemahaln Literal dari Pak Hendi

וַיֹּ֖אמֶר הָֽאָדָ֑ם הָֽאִשָּׁה֙ אֲשֶׁ֣ר נָתַ֣תָּה עִמָּדִ֔י הִ֛וא נָֽתְנָה־לִּ֥י מִן־הָעֵ֖ץ וָאֹכֵֽל׃

 (Gen. 3:12 WTT)

Terjemahan Literal

And the man said, “The woman whom you gave with me, she gave me fruit of the tree, and I ate.

 בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃

 (Gen. 1:1 WTT)

Terjemahan Literal

In the beginning created the heavens and the earth.

 וַֽיהוָ֛ה פָּקַ֥ד אֶת־שָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֣ר אָמָ֑ר וַיַּ֧עַשׂ יְהוָ֛ה לְשָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֥ר דִּבֵּֽר׃

 (Gen. 21:1 WTT)

Terjemahan Literal

And The Lord visited Sarah, as who he had said and the Lord did to Sarah as who He promised/ had spoken.

  דֶּ֤רֶךְ שָׁלוֹם֙ לֹ֣א יָדָ֔עוּ וְאֵ֥ין מִשְׁפָּ֖ט בְּמַעְגְּלוֹתָ֑ם נְתִיבֽוֹתֵיהֶם֙ עִקְּשׁ֣וּ לָהֶ֔ם כֹּ֚ל דֹּרֵ֣ךְ בָּ֔הּ לֹ֥א יָדַ֖ע שָׁלֽוֹם׃

 (Isa. 59:8 WTT)

Terjemahan Literal

The way of peace they know not and there is no justice in their path, their path crooked to them all, no one marchs in in them knows peace.

 וְשָׁמְר֥וּ בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל אֶת־הַשַּׁבָּ֑ת לַעֲשׂ֧וֹת אֶת־הַשַּׁבָּ֛ת לְדֹרֹתָ֖ם בְּרִ֥ית עוֹלָֽם׃

 (Exod. 31:16 WTT)

Terjemahan Literal

And the peopel of Israel shall the keep the Sabbath observing the Sabbath to heir generation as a perpetual content.

   וְשָֽׁכַבְתִּי֙ עִם־אֲבֹתַ֔י וּנְשָׂאתַ֙נִי֙ מִמִּצְרַ֔יִם וּקְבַרְתַּ֖נִי בִּקְבֻרָתָ֑ם וַיֹּאמַ֕ר אָנֹכִ֖י אֶֽעֱשֶׂ֥ה כִדְבָרֶֽךָ׃

 (Gen. 47:30 WTT)

Terjemahan Literal

But let me lie down with my fathers and carry me out of Egypt and burry me in their burial place.” And he said, “I will do as you word.’

Parsing

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Ibrani 1

Tugas: 5

2 Samuel 5:10

So David went on and became great, and the LORD God of hosts was with him.

 (2 Sam. 5:10 NKJ)

  וַיֵּ֥לֶךְ דָּוִ֖ד הָל֣וֹךְ וְגָד֑וֹל וַיהוָ֛ה אֱלֹהֵ֥י צְבָא֖וֹת עִמּֽוֹ׃ פ

  עִמּֽוֹ׃ : article preposition suffix 3rd person masculine singular.

Jadi, dalam ayat ini terdapat suffix holem Waw masculine singular = With Him (objective)

Terjemahan literal:Dan semakin lama semakin besar/ semakin bertumbuh sebab Allah bersama mereka.

Dan daud menjadi lebih besar dan Tuhan Allah penguasa semesta alam bersama dia.

  • Yes 45:22

“Look to Me, and be saved, All you ends of the earth! For I am God, and there is no other. (Isa. 45:22 NKJ)

  פְּנוּ־אֵלַ֥י וְהִוָּשְׁע֖וּ כָּל־אַפְסֵי־אָ֑רֶץ כִּ֥י אֲנִי־אֵ֖ל וְאֵ֥ין עֽוֹד׃

    אֵלַ֥י : particle preposition suffix 1st person common singular.

Jadi di dalam ayat ini terdapat suffic hireq yod masculine singular = To me (object)

Terjemahan literal: Berpalinglah kepada-Ku dan untuk keselamatan semua yang beristirahat di bumi. Sebab Aku Allah dan tidak ada yang lain.

Berpalinglah kepada- Ku dan untuk diselamatkan semua yang terhilang di bumi. Karena Akulah Allah dan tidak ada yang lain lagi.

  • Imamat 5:15

NKJ  Leviticus 5:15 “If a person commits a trespass, and sins unintentionally in regard to the holy things of the LORD, then he shall bring to the LORD as his trespass offering a ram without blemish from the flocks, with your valuation in shekels of silver according to the shekel of the sanctuary, as a trespass offering.

  • 4.       (Lev. 5:15 NKJ)   WTT Leviticus 5:15 נֶ֚פֶשׁ כִּֽי־תִמְעֹ֣ל מַ֔עַל וְחָֽטְאָה֙ בִּשְׁגָגָ֔ה מִקָּדְשֵׁ֖י יְהוָ֑ה וְהֵבִיא֩ אֶת־אֲשָׁמ֙וֹ לַֽיהוָ֜ה אַ֧יִל תָּמִ֣ים מִן־הַצֹּ֗אן בְּעֶרְכְּךָ֛ כֶּֽסֶף־שְׁקָלִ֥ים בְּשֶֽׁקֶל־הַקֹּ֖דֶשׁ לְאָשָֽׁם׃

 אֲשָׁמ֙וֹ : noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular.

Jadi di dalam ayat ini terdapat suffix masculine singular. With Him guilt.

   בְּעֶרְכְּךָ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular.

Jadi di dalam ayat ini terdapat suffix feminime singular. In You.

Terjemahan literal:

Apabila seseorang tidak setia dan berbuat dosa dengan tidak sengaja/ keliru kepada Tuhan dari hal-hal yang suci. Dia akan membawa kesalahannya kepada Tuhan, seekor dari domba yang sempurna nilainya berdasarkan syikal perak, untuk pengudusan satu kesalahan.

  Apa bila seseorang bertindak tidak berdasarkan imannya dan tidak sengaja berbuat dosa yang berkaitan dengan kekudusan Allah dan membawa persembahan kepada Allah dan seorang pemimpin seekor domba tanpa cacat dari kawanan menurit harga sikal kudus menjadi korban penebus salah.

  • Mazmur 8:2

O LORD, our Lord, How excellent is Your name in all the earth, Who have set Your glory above the heavens! (Ps. 8:2 NKJ)

  יְהוָ֤ה אֲדֹנֵ֗ינוּ מָֽה־אַדִּ֣יר שִׁ֭מְךָ בְּכָל־הָאָ֑רֶץ אֲשֶׁ֥ר תְּנָ֥ה ה֜וֹדְךָ֗ עַל־הַשָּׁמָֽיִם׃

  אֲדֹנֵ֗ינוּ : noun common masculine plural construct suffix 1st person common plural. Dalam ayat ini terdapat suffix first masculine plural. Our Lord.  

  שִׁ֭מְךָ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1. Dalam ayat ini terdapat suffix second masculine singular. Your name.

  ה֜וֹדְךָ֗ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1. Dalam ayat ini terdapat suffix second masculine singular. Your glory.

Terjemahan literal:

Tuhan Allah kami, namaMu megah diseluruh bumi, sebab kemuliaanMu mengatasi langit-langit

  • Kej 27:32

And his father Isaac said to him, “Who are you?” So he said, “I am your son, your firstborn, Esau.” (Gen. 27:32 NKJ)

  וַיֹּ֥אמֶר ל֛וֹ יִצְחָ֥ק אָבִ֖יו מִי־אָ֑תָּה וַיֹּ֕אמֶר אֲנִ֛י בִּנְךָ֥ בְכֹֽרְךָ֖ עֵשָֽׂו׃

  ל֛וֹ : particle preposition suffix 3rd person masculine singular. Dalam ayat ini terdapat suffix holem waw, masculine singular. To him.  

  אָבִ֖יו : noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular. Dalam ayat ini terdapat suffix waw, masculine singular. His Fathers.

  בִּנְךָ֥ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1. Dalam ayat ini terdapat suffix final foam kaf second masculine singular. Your Son.

  בְכֹֽרְךָ֖ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular  à Di dalam ayat ini terdapat suffix final kaf secon masculine singular à your first born.

Terjemahan Literal:

Dan berkata kepadanya Isak, ayahnya “Siapa kamu?” dan dia menjawab “Aku anakmu, kelahiran pertama/ anak sulung Esau”.

Dan ayahnya Ishak berkata, dan ia menjawab “Siapa kamu” dan ia menjawab “aku adalah anakmu”

Parsing

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Ibrani 1

Tugas: 4

  1. ITB  Exodus 11:3 Lalu TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu; lagipula Musa adalah seorang yang sangat terpandang di tanah Mesir, di mata pegawai-pegawai Firaun dan di mata rakyat.

  WTT Exodus 11:3וַיִּתֵּ֧ן יְהוָ֛ה אֶת־חֵ֥ן הָעָ֖ם בְּעֵינֵ֣י מִצְרָ֑יִם גַּ֣ם׀ הָאִ֣ישׁ מֹשֶׁ֗ה גָּד֤וֹל מְאֹד֙ בְּאֶ֣רֶץ

מִצְרַ֔יִם בְּעֵינֵ֥י עַבְדֵֽי־פַרְעֹ֖ה וּבְעֵינֵ֥י הָעָֽם׃ ס

וְ = particle conjunction.

נתן = verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular.

Jadi conjunction waw dari kata וַיִּתֵּ֧ן jika diterjemahkan = Dan memberikan.

אֵת = particle direct object marker homonym 1. 

חֵן = noun common masculine singular absolute.

Jadi, particle direct object dari kata אֶת־חֵ֥ןjika diterjemahkan = dengan kemurahan.

  • Terdapat maqqef yang merupakan penghubung.

הַ = particle article.

עַם = noun common masculine singular absolute.

Jadi partice artice dari kata  העָ֖םjika diterjemahkan = orang itu.

בְּ = particle preposition  

עַיִן = noun common both dual construct.

מִצְרַיִם = noun proper no gender no number no state.

Definite article, preposisi= ditandai dengan kata , direct objek = objek langsung, conjuction waw, maggef, adjective,

  • 1 Samuel 12:16

גַּם־עַתָּה֙ הִתְיַצְּב֣וּ וּרְא֔וּ אֶת־הַדָּבָ֥ר הַגָּד֖וֹל הַזֶּ֑ה אֲשֶׁ֣ר יְהוָ֔ה עֹשֶׂ֖ה לְעֵינֵיכֶֽם׃

Terjemahan Literal:

Sekarang tetaplah berdirilah dan lihatlah sesuatu yang besar ini, yang akan TUHAN lakukan dihadapan matamu.

  • Particle conjunction
  • ַּם־עַתָּה֙ = גַּם particle conjunction, yang diterjemahkan dengan kata “dan”   עַתָּה particle adverb
  • ּרְא֔וּ = וְ particle conjunction   ראה verb qal imperative masculine plural
  • Adjective
  •   הַגָּד֖וֹל = הַ particle article   גָּדוֹל adjective masculine singular absolute. Kata sifat (great) = besar, menjelaskan kata et-haabar/ perkara yang berfungsi sebagai attributive sebab kata sifat dan kata benda memiliki definity article.
  • Particle preposition
  •   לְעֵינֵיכֶֽם׃ = לְ particle preposition   עַיִן noun common both dual construct suffix 2nd person masculine plural = kata le yang dapat diartikan sebagai for atau pada.
  • Definity article
  •  אֶת־הַדָּבָ֥ר = אֵת particle direct object marker homonym 1   הַ particle article   דָּבָר noun common masculine singular absolute. Objek langsung adalah hadabar artinya perkara.
  •   הַגָּד֖וֹל הַזֶּ֑ה = הַ particle article   גָּדוֹל adjective masculine singular absolute, terjemahannya = the great artinya besar itu
  • Maqqef
  • אֶת־הַדָּבָ֥ר = אֵת particle direct object marker homonym 1   הַ particle article   דָּבָר noun common masculine singular absolute. Artinya partikel ini hanya digunakam untuk memberi tanda pada objek langsung.
  • ַּם־עַתָּה֙ = גַּם particle conjunction   עַתָּה particle adverb.
  • Ulangan 1:19, demonstransi pronoun = itu lihat jamak atau tunggal, preposition, ada relative pronoun (Hal. 50), ada aser

  וַנִּסַּ֣ע מֵחֹרֵ֗ב וַנֵּ֡לֶךְ אֵ֣ת כָּל־הַמִּדְבָּ֣ר הַגָּדוֹל֩ וְהַנּוֹרָ֙א הַה֜וּא אֲשֶׁ֣ר רְאִיתֶ֗ם דֶּ֚רֶךְ הַ֣ר הָֽאֱמֹרִ֔י כַּאֲשֶׁ֥ר צִוָּ֛ה יְהוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ אֹתָ֑נוּ וַנָּבֹ֕א עַ֖ד קָדֵ֥שׁ בַּרְנֵֽעַ׃

Ayat ini terdiri dari : Particle conjuction, feminine plural, particle preposition, noun, adjective, definite article, pronoun, imperfect feminine singular.

Terjemahan Literal:                                     

Dan mereka berangkat dari Horeb dan berjalan melalui setiap hutan belantara besar dan menakutkan itu yang telah dilihat itu. Melalui gunung Amori itu, seperti yang diperintahkan Tuhan Allah. dan kami datang sampai ke Kadesh Barnea.  

Padang gurun yang kamu lihat dijalan gunung dari orang-orang Amori seperti yang diperintahkan Tuhan Allah kita kepada kita dan kami sampai di Kadesh Barnea.

Particle conjuction:

  •   וַנִּסַּ֣ע yang diterjemahkan menjadi “Dan kami berangkat”. “Kami” berasal dari pronoun “plural”
    •   וַנֵּ֡לֶךְ yang diterjemhkan menjadi “dan berjalan melalui”
    •   וְהַנּוֹרָ֙א yang diterjemahkan menjadi “ dan menakutkan”
    •   וַנָּבֹ֕א yang diterjemhkan menjadi “ dan datang”

Particle preposition

  •   מֵחֹרֵ֗ב diterjemahkan menjadi “Dari Horeb” karena mengandung kata depan “dari”. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berasal dari Horeb, lalu pergi ke suatu tempat.
  •   כַּאֲשֶׁ֥ר yang diterjemahkan menjadi “Seperi yang”

Adjective

  •   כָּל־הַמִּדְבָּ֣ר הַגָּדוֹל yaitu adjective attributive karena noun dan adjective sama-sama memiliki definite article. Sehingga diterjemhkan menjadi “Hutan belantara yang besar”.
  • Di dalam kalimat ini juga terdapat maqqef (-) yang menunjukkan suku kata terpisah.

Definite Article

  • הַגָּדוֹל  כָּל־הַמִּדְבָּ֣ר     diterjemahkan menjadi à the great wilderness.
  •   הַה֜וּא diterjemahkan menjadi à the look
  •   הָֽאֱמֹרִ֔ diterjemahkan menjadi “the Amorites”
  • ITB  Genesis 27:18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: “Bapa!” Sahut ayahnya: “Ya, anakku; siapakah engkau?”

     WTT Genesis 27:18 וַיָּבֹ֥א אֶל־אָבִ֖יו וַיֹּ֣אמֶר אָבִ֑י וַיֹּ֣אמֶר הִנֶּ֔נִּי מִ֥י אַתָּ֖ה בְּנִֽי׃

וְ = particle conjunction.

בוא = verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular apocopated.

Jadi conjunction waw dari kata ו וַיָּבֹ֥א jika diterjemahkan = Dan datang.

אֶל = particle preposition.

אָב = noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular.

Jadi partice preposition dari kata אֶל־אָבִ֖יוjika diterjemahkan = Kepada Ayah.

  • Terdapat maqqef yang merupakan penghubung.

וְ = particle conjunction. 

אמר = verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular homonym 1.

Jadi conjuction waw dari kata וַיֹּ֣אמֶרjika diterjemahkan = Dan berkata (Yakub berkata).

וְ = particle conjunction.

אמר = verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular homonym 1.

Jadi conjuction waw dari kata וַיֹּ֣אמֶרjika diterjemahkan = Dan berkata (Ayah berkata).

מִי = pronoun interrogative no gender no number.

Jadi Pronoun interrogative dari kata מִי jika diterjemahkan = Siapa.

 אַתָּה = pronoun independent 2nd person masculine singular.

Jadi pronoun independent dari kata אַתָּה jika diterjemahkan = Kamu.

Terjemahan Literal:

Dan masuk kepada Ayah dan dia berkata “bapaku” and di berkata “lihatlah siapakah kamu anakku?”

  • 2 Raja 4:2

וַיֹּ֙אמֶר אֵלֶ֤יהָ אֱלִישָׁע֙ מָ֣ה אֶֽעֱשֶׂה־לָּ֔ךְ הַגִּ֣ידִי לִ֔י מַה־יֶּשׁ־(לְכִי) [לָ֖ךְ] בַּבָּ֑יִת וַתֹּ֗אמֶר אֵ֣ין לְשִׁפְחָתְךָ֥ כֹל֙ בַּבַּ֔יִת כִּ֖י אִם־אָס֥וּךְ שָֽׁמֶן׃

Terjemahan Literal:

Dan (Conjuction) berkatalah Elisha kepada (Preposisi) nya, apa (interogatif) yang bisa dilakukan untukmu (Maqef), untuk (preposisi) mu, katakanlah apa (interogative) yang ada di rumahmu (defenitive article), dan (conjuction) berkatalah perempuan itu, hambamu tidak punya apa-apa (seperti tepung) kecuali buli-buli yang berisi minyak.

Dan elisa berkata kepadanya, apa yang akan aku lakukan untukmu? Ceritakanlah kepadaku apa yang ada padamu di rumahmu dan dia berkata hamba perempuanmu tidak punya apa-apa diseluruh rumah kecuali sebuli minyak

Conjuction Waw:

  • וַיֹּ֙אמֶר : and to say: dan berkatalah

Preposisi:

  • אֵלֶ֤ : to: kepada
  • אֶֽעֱשֶׂה־לָּ֔ךְ : do for you: yang dilakukan untukmu: è dalam kata ini   berisi dua fungsi yakni: preposisi (kata depan) dan maqqef (kata penghubung : di)
  • לִ֔י : to :untuk
  •   מה־יֶּשׁ־(לְכִי) : to : untuk. Disini terdapat dua fungsi yakni maqqef (kata penghubung) dan preposisi (kata depan)
  •   [לָ֖ךְ] : to : untuk
  •   לְשִׁפְחָתְךָ֥ : to maidservant :

Pronoun interrogative:

  • מָ֣ה (what, who, why?) :
  • מַה־יֶּשׁ־(לְכִי) (what, who, why?)

The Militant and Triumphant Church

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 13

Gambar terkait

Gereja militan dan Triumphant

Yesus Kristus sebagai kepala dan pendiri gereja menguduskan mereka yang percaya kepada-Nya dan Injil-Nya. Orang percaya ini merupakan tubuh mistik-nya, yang meliputi dan yang mati juga. Anggota tubuh Kristus, yang bekerja untuk menerapkan perintah ilahi sebagai kesaksian yang kuat didalam Kristus, disebut “Saints” dalam penafsiran Perjanjian Baru. Orang percaya senantiasa berusaha untuk mencapai kesempurnaan mereka terus-menerus dengan berdoa kepada Allah yang Mahakuasa dalam pertobatan dan kepatuhan mereka dengan tulus berusaha untuk mendamaikan diri dengan nama Kristus; mereka berusaha menyebarkan kepercayaan mereka kepada orang yang belum menerima Kristus dan Injilnya; secara umum, Kerajaan Allah yang dikepalai oleh Kristus.

“Orang Suci di bumi” ini, yang berusaha untuk menjaga Injil tetap utuh dalam diri mereka sendiri dan juga yang berusaha untuk membuat orang Kristen di dalam Gereja menjadi militan.  “Saints atau orang kudus” yang telah berangkat merupakan Gereja di surga, yang berjaya. Baik gereja militant dan Triumphant didirikan oleh Kristus, Tuhan yang sama, kepala yang sama. Oleh karena itu, Allah adalah satu dan gereja yang sama; Tritunggal adalah satu, merupakan kepala gereja. Ini Keesaan yang tergantung pada esensi kepercayaan kepada Kristus Juruselamat dan tujuan masyarakat secara keseluruhan dan sebagai individu.

Para militant dan gereja Triumphant memiliki tujuan yang sama: untuk memuji Kristus dan menciptakan keyakinan yang konstan dan tidak dapat diubah, “karena di dalam Dia (Kristus) kepenuhan Allah berkenan untuk berdiam, dan melalui dia untuk mendamaikan untuk diriNya sendiri dengan segala sesuatu, baik di bumi maupun di surga, membuat perdamaian oleh darah salib-Nya “(Kol. 1:19-20). Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah bahwa gereja militant terus-menerus “menjadi “, sementara Kemenangan yang satu sudah menang melawan dosa oleh anugerah Allah.

Syafaat Para Orang Suci

Mantan imam besar adalah seorang yang baik… ia pernah berkata, Yeremia yang adalah nabi Allah mengasihi saudara, dia berdoa dengan khusyuk untuk rakyat dan kota suci Yerusalem terdapat di dalam Septuagint, kitab 2 Makkabes 15:12, 14. Karena para anggota Gereja militant menganggap perlunya berdoa untuk anggota tubuh Kristus, jelas bahwa setelah kematian, berada di surga, mereka akan ingat untuk berdoa.

Bagian Satu-Iman

Anggota Gereja ini secara terus-menerus menjadi keprihatinan para orang Suci sementara anggota Gereja militan di bumi serupa dengan yang ada di Gereja yang berjaya di surga, dengan doa yang khusyuk bagi Allah yang Mahakuasa karena kebenaran rohani dan moral mereka. Pada asas yang sama ini, para anggota Gereja militan di bumi juga berdoa dan memohon syafaat orang Kudus dari gereja yang berjaya di surga untuk kesejahteraan rohani dan jasmani. Perantaraan para orang suci ini kepada Allah untuk kemajuan para anggota Gereja militan tidak secara jelas dinyatakan dalam Alkitab.

Syafaat Malaikat

“Maka malaikat Tuhan berfirman:” Tuhan semesta alam, berapa lama lagi engkau tidak memiliki belas kasihan… ‘Dan Tuhan menjawab dengan ramah dan menghibur kata kepada malaikat yang berbicara di dalam Zakharia 1:12-13. Alkitab menyebutkan syafaat malaikat untuk keadilan Gereja militan yang ada di bumi. Syafaat malaikat disebutkan dalam Perjanjian lama, “Jadi sekarang, ketika Anda dan menantu Anda Sarah berdoa, aku (Malaikat) membawa zikir doa Anda sebelum kepada Yang Mahakudus”, Tobit 12:12, LXX (rujuk Tob. 12:15). Dalam

Perjanjian Baru, malaikat yang menjadi perantaraan doa syafaat kepada Allah dari manusia ditemukan dalam “(Kristus) memberi tahu Anda, ada sukacita di hadapan para malaikat Allah lebih dari satu orang berdosa yang bertobat “(Lukas 15:10).

Malaikat, yang diciptakan oleh Allah, mampu bersyafaat dengan doa, demikian juga para orang Suci, yang berasal dari manusia, menaikan syafaat untuk orang percaya yang ada di bumi. Orang percaya berdoa untuk satu sama lain di bumi, seperti yang dinyatakan dalam Kitab Suci, dengan manfaat, dan yang ditawarkan oleh yang ada di bumi:  “Oleh karena itu akuilah dosa kepada satu sama lain, agar dapat disembuhkan. Doa orang benar memiliki kekuatan besar”(1 Tes.5:25; Roma 15:30). Oleh karena itu, wajar apabila orang kudus meneruskan doa mereka kepada Allah, karena kasih mereka kepada saudara dari Gereja militan yang ada di bumi, karena “kasih tidak pernah berakhir ” baik di bumi maupun di surge (1 Kor. 13:8).

Kristus Satu-Satunya Mediator

Ada satu Allah, dan ada satu mediator antara Allah dan manusia, yaitu Kristus Yesus (1 Timotius 2:5). Kristus adalah satu-satunya perantara untuk rekonsiliasi antara manusia dan Allah, yang menyatakan pekerjaan penebusan-Nya dalam pengorbanan-nya yang tidak berdarah. Kebenaran ini diverifikasi oleh suatu petikan tertentu dan langsung yang dikutip

Gereja Yang Militant Dan Triumphant

Di dalam 2 Makkabe. 15:12 menunjukkan bahwa “hanya” orang (seperti dalam bagian ini, Onias dan Yeremia) yang berdoa untuk kepentingan rakyat. Para orang Suci berdoa kepada Allah yang Mahakuasa bukan hanya untuk Gereja militan pada umumnya, tetapi juga untuk individu. Klaim bahwa orang kudus, sebagai manusia, tidak dapat mengetahui kebutuhan anggota Gereja di bumi tidak dibenarkan, karena para malaikat, yang diciptakan juga, mengetahui kebutuhan manusia dan melayani mereka (Zech. 1:12-13; Luk. 15:10; Wah 8:4). Syafaat para orang kudus tidak mengurangi atau membatasi pekerjaan penebusan Kristus sebagai satu-satunya mediator antara Allah dan manusia. Sewaktu para anggota gereja yang hidup berdoa untuk satu sama lain, yang tidak menyinggung atau melanggar kebenaran Kristus sebagai satu-satunya mediator, demikian juga para orang Suci berdoa untuk para orang suci (Ibr. 9:15; 12:22; 1 Tim. 2:5).

Para orang Suci mengucapkan doa kepada Allah bagi para anggota Gereja militant di bumi. Semua yang dapat mereka lakukan untuk hidup adalah berdoa. Selama orang kudus di gereja yang berjaya berdoa kepada Allah tanpa meminimalkan pekerjaan bukan Kristus, itu mengikuti bahwa para anggota Gereja militan di bumi dapat memohon para orang suci untuk berdoa dan bersyafaat kepada Allah bagi mereka. Kitab Suci menjamin bahwa sejauh “hanya” di bumi berdoa bagi satu sama lain, “saudara-saudaraku, Berdoalah bagi kita “(1 Tes. 5:25). Mereka berdoa dan memohon syafaat para orang Suci. Tulisan suci ini menyokong pengajaran para Bapa dan gereja memohon syafaat para orang Suci sebagaimana dinyatakan dalam liturgi, nyanyian pujian dan doa yang memperingati para orang Suci. Gereja mengutuk pendapat yang berlawanan menyatakan bahwa “Barang siapa mengira menghormati para martir Kudus (orang kudus), Biarlah dia menjadi anathema“, Canon 20 dari Sinode Gangra, 314 (Kej. 20:7; Ayub 42:8).

Perbedaan Antara Menyembah Allah Dan Menghormati Orang Kudus

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap budimu dan dengan semua pikiran” dan “Anda akan mencintai tetangga seperti dirimu sendiri “(Matius 22:37, 39). Penghormatan umat kudus berbeda dengan penyembahan dan pemujaan terhadap Allah. Para orang Suci layak akan kemuliaan Allah karena iman mereka dan kehidupan Saleh. Namun, kehormatan bagi para orang suci ini dibedakan dari yang mutlak kepatuhan terhadap Allah, terlepas dari penyalahgunaan adorasi kata yang dikaitkan dengan orang kudus. Selain itu, ada perbedaan eksplisit yang dibuat oleh gereja antara adorasi ibadah, yang merupakan kepunyaan Allah saja, dan kehormatan yang menjadi milik orang kudus, hanya untuk “anak domba menjadi berkat dan kehormatan dan kemuliaan”, orang percaya memberikan penghormatan kepada orang menghormati mereka pada kesempatan tertentu untuk memperingati iman mereka dan kehidupan yang saleh.

Orang Kristen menguduskan gereja dengan nama, ikon dan relief mereka. Alkitab tidak menyatakan apapun yang bertentangan dengan kekudusan tetapi mendorong orang percaya untuk menghormati orang kudus dalam banyak petikan.  “Marilah kita memuji orang yang terhormat, nenek moyang kita di hadapan kita. Itu adalah kemuliaan besar bagi Tuhan yang menciptakan mereka “(Ibr. 11:4). Penyembahan orang kudus dan para malaikat dilarang di dalam Alkitab; St John “jatuh di kakinya (Malaikat) untuk menyembah Dia, tetapi ia berkata kepadaku, engkau harus tidak melakukan itu, saya sesama hamba dengan Anda dan saudara Anda…Menyembah Allah “. Gereja sejak awal sangat menghormati para orang Suci dalam berbagai cara tetapi mengutuk mereka yang menyembah malaikat dan mereka yang mempersembahkan pemujaan kepada perawan Maria, Theotokos:  “Whoso panggilan Majelis dalam oposisi kepada gereja dan nama para malaikat dekat dengan penyembahan berhala “, Kanon 35 dari Sinode Laodicaea.

Penghormatan Ikon Dan Peninggalan Para Orang Suci

Kemiripansesuatu yang ada di langit di atas. Janganlah sujud menyembah kepada mereka atau melayaniNya”(Keluaran 20:4, 5). Pemujaan terhadap ikon dan relief orang kudus tidak bertentangan dengan Kitab suci. Namun, Alkitab memperingatkan terhadap penggunaan berhala adorasi, untuk “Jangan membuat untuk dirimu berhala dan mendirikan patung atau tiang, dan membuat batu dari Tanah, untuk sujud kepada mereka; karena aku adalah Tuhan Allahmu “(Imamat 26:1; 2 Kings 18:4). Kitab Suci dan tradisi sakral dalam berbagai bagian mencatat penggunaan ikon dan relief, tetapi hanya menghormati orang saleh yang mereka referensikan Relief orang kudus (fragmen tulang) ditempatkan di altar untuk mendedikasikan Gereja, karena gereja dibangun di atas darah para martir, yang iman dan pengurbanan-nya dengan tegas menegakkan Gereja Kristus.

Gereja Yang Militant Dan Triumphant

Ditemukan di katakombe dan di dinding gereja. Verifikasi lebih lanjut yang berasal dari dekrit oleh Sinode Ekumene ketujuh mengenai penggunaan yang benar dari ikon dan peninggalan di gereja. Penggunaan yang tepat dari ikon yang ditetapkan oleh John dari Damaskus, yang mengutip St Basil:  “Kehormatan yang diberikan kepada ikon melewati prototipe”, orang itu sendiri. Dia mengatakan ikon membantu orang percaya” untuk meniru kebajikan Para orang kudus, dan untuk memuliakan Allah”, dan melayani sebagai monumen untuk tindakan kepahlawanan para orang kudus. Ini adalah adorasi tepat ikon dan Peninggalan. Salah penggunaan ikon dan relief adalah ketika adorasi mereka melebihi, tidak termasuk atau bingung dengan penyembahan Allah. Orang percaya harus tahu perbedaan antara adorasi dan penyembahan, dalam arti dan tujuan, sehingga ikon dan relief tidak menggantikan atau membayangi penyembahan dari Allah.

Peringatan Orang Mati

Menyediakan persembahan dosa, bertindak sangat halus dan benar dalam mengambil Kisah kebangkitan. Karena jika ia tidak mengharapkan bahwa mereka yang telah jatuh akan bangkit kembali, itu akan menjadi berlebihan dan bodoh untuk berdoa bagi yang mati; atau jika teh melalui memperhatikan pahala yang indah ditakdirkan bagi mereka yang jatuh tertidur dalam kesalehan, itu sebuah pemikiran yang kudus dan saleh. Karena itu ia melakukan pendamaian bagi orang mati, sehingga mereka dapat bebas dari dosa mereka”(2 Maccabees 12:43b-45). Setelah kematian orang Kristen, Gereja militan di dunia menawarkan dalam nama mereka amal, perbuatan baik dan liturgi. Ini peringatan dari Gereja militan bagi jiwa yang telah meninggal adalah sebuah tradisi yang dianggap sebagai persembahan yang layak. Alkitab tidak menunjukkan dengan jelas praktik menawarkan doa bagi jiwa yang telah meninggal, itu mengacu pada praktek dan ajaran berdoa untuk satu Lain. Satu-satunya petikan tulisan suci yang merujuk pada praktik hidup berdoa bagi yang mati adalah yang dikutip di atas” untuk menyediakan penawaran dosa… untuk berdoa bagi orang mati”. Namun, Semua liturgi termasuk berdoa untuk dan kepada orang mati. Melalui doa ini, baik karya dan Pengorbanan Ekaristi, “manfaat” belas kasihan dan kasih sayang bagi mereka yang meninggal dalam iman yang sehat dan dalam persekutuan Gereja. St Chrysostom Serikat, “peringatan untuk manfaat dari jiwa yang telah meninggal terjadi bukan tanpa tujuan dalam Liturgi… tetapi ini berlangsung bagi siapa yang pergi dalam iman “. St Basil mengatakan, “hal ini ditawarkan untuk para atlet Allah” (yang suci)

Iman

Syukur kepada Allah. Untuk “Berbahagialah orang mati di dalam Allah ‘kata Roh,’ bahwa mereka sejak saat itu atau perbuatan mereka mengikuti mereka!” (Wahyu 14:13) “manfaat ” untuk penghakiman parsial jika penting untuk menentukan arti  “manfaat ”  “fonesis” dan hubungan mereka dengan penghakiman parsial. Menurut ajaran sebuah penghakiman, kehidupan sekarang adalah “tempat pengujian” pertobatan dan persiapan untuk kehidupan masa depan. Menurut ini, jiwa setelah kematian akan dihukum atau disempurnakan. Untuk memegang gagasan bahwa doa gereja bermanfaat bagi mereka yang bertobat pada bumi tetapi gagal menyelesaikan pekerjaan pertobatan tidak berguna dan berdasar.

Doa kepada Allah untuk jiwa manusia setelah kematian dibenarkan dengan rasa syukur berdoa kepada Tuhan yang Mahakuasa atas rahmat dan belas kasihan-Nya dalam melakukan kasih bagi jiwa orang mati. Allah menyelamatkan jiwa bukan karena pertobatannya ketika hidup sebagai tanda ketaatan sepenuhnya pada kehendak-Nya. Namun, perbuatan baik dari kehidupan; hanya saksi iman dan bukan berarti dari “manfaat “untuk dosa, karena “kami busur tidak layak hamba “(Lukas 17:10). Hanya belas kasihan Allah menyimpan jiwa dari “hanya”.

Doa dari yang hidup bagi yang mati doa syukur kepada Allah yang Mahakuasa, bahwa ia sudah diselamatkan jiwa yang keluar satu, dan tidak berdoa kepada Allah untuk mengampuni dosa orang mati. Oleh karena itu, menurut Gereja Ortodoks di Sakramen pertobatan-pengakuan, pertobatan berarti Absolution dosa dalam nama Kristus, yang membenarkan dan menyelamatkan orang percaya. Mengajarkan pembenaran oleh pertobatan bukan sebagai tindakan peradilan atau sebagai kepuasan untuk kesalehan ilahi tetapi sebagai pembenaran dan Pengudusan oleh Allah rahmat.

Pengajaran Gereja Tentang Peringatan Untuk Mati

Jauh lebih akan baik jika Bapa yang berada di surga memberikan hal yang baik kepada mereka yang baik (Matius 7:11b). Doa gereja bagi yang mati adalah permohonan untuk kepada belas kasihan Allah bagi mereka yang meninggal dalam iman dan berada dalam persekutuan Gereja. Ini doa yang ditawarkan untuk kebajikan yang mereka lakukan Alkitab mencatat bahwa Allah mendengar doa orang hidup dan akan “memberikan hal yang baik kepada mereka yang memintanya “. Sebagai iman dan doa sangat diperlukan bagi yang hidup, doa gereja/

Gereja Yang Militant Dan Triumphant

Akan bermanfaat bagi jiwa yang telah meninggal. Alamat doa harus kepada Tuhan untuk yang mati dalam peringatan adalah konsisten dengan keadilan ilahi dan kekudusan, meskipun pikiran manusia tidak dapat memahami bagaimana doa membantu. Doa yang hidup bagi mereka yang telah meninggal bermanfaat bagi yang hidup dan yang mati; itu menguatkan dalam hidup iman mereka kepada Allah dan persekutuan mereka dengan kehidupan di luar kematian. John Damascene mengamati bahwa “Allah menghendaki bahwa semua orang harus satu sama lain, baik yang hidup maupun yang mati…  “dan “dari mereka yang bekerja untuk keselamatan tetangga, mereka pertama menguntungkan diri mereka sendiri, dan kemudian mereka yang dekat dengan dia”. Peringatan hanya ditawarkan bagi pendosa yang bertobat. Kesimpulannya, mungkin bahwa meskipun tidak ada pertobatan setelah kematian, tidak ada yang tahu Kehendak Allah mengenai pengampunan-Nya atas dosa manusia

Eskatologi (Part 2)

Nama: Geralda Aprillia Salindeho

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas: 12

Gambar terkait

Bagaimana keadaan roh ketika meninggalkan tubuh mereka? Proses pertama yang akan mereka lewati menuju pada tangga yang disebut toll house.

Pada akhirnya nanti manusia akan mengalami 2 macam penghakiman yaitu:

  1. Partial judgement yang akan dialami oleh manusia. Dimana pada akhirnya akan terdapat 2 kondisi jiwa dari pada roh manusia itu sendiri yaitu:
  2. Firdaus akan disebut sebagai pangkuan Abraham.
  3. Gehenna/ Seol atau terlepas dari penglihatan Allah.
  • Final judgement ini merupakan kedatangan Yesus yang kedua (parousia).

Kerajaan Allah tidak akan dapat dibatasi oleh waktu.

Hal ini dapat kita lihat juga melalui cerita mengenai orang kaya yang berada di dalam penderitaan dan Lazarus yang duduk di pangkuan Abraham yang merupakan lambang bahwa ketika manusia meninggal tidak akan sendirian. Pada saat kematian hanya tubuh yang mati, jiwa dari pada manusia tidak dapat mati karena berasal dari nafas Allah.

Alkitab memberikan 6 tanda mengenai penghakiman akhir:

  1. Ketika injil telah diberitakan kepada semua bangsa (Mat. 24:14).
  2. Kembalinya Israel kepada Kristus (Rom. 11: 25-26).
  3. Kembalinya Henokh dan Elia (see Rev. 11)
  4. Kedatangan AntiChrist.
  5. Murtad secara masal.
  6. Perang di mana-mana.

Arti dari event-event

Alkitab dan tradisi gereja yang berulang kali berbicara mengenai kedatangan Kristus yang kedua. Alkitab kemudian memberikan banyak tanda walaupun kita dapat melihat bahwa dunia akan bertambah tua secara bertahap yang akan menuju lebih baik dan lebih baik sampai manusia dapat mendirikan kerajaan Allah di bumi. Pandangan orang Kristen terhadap jemaat adalah optimis kita diajar untuk mengharapkan agar 6 tanda di atas benar-benar terjadi.

Charistoswear say: Kemurtatan dan banyak hal buruk disebabkan oleh iblis yang masih saja merajalela. Jika yang pertama kali Yesus datang untuk mengalahkan iblis, dosa, dan maut. Maka kedatangan-Nya yang kedua untuk mengalahkan iblis dan itulah seharusnya menjadi kebahagiaan dari pada orang percaya. Kita juga mau percaya bahwa saat Yesus datang kedua kali Yesus akan membereskan semua hal buruk yang ada di bumi. Dan hal burukpun akan lenyak tidak seperti kehidupan kita yang sekarang yang masih dihantui dengan betapa buruknya dunia ini. Oleh sebab itulah kita disuruh untuk berjaga-jaga karena Yesus datang seperti pencuri. Apa yang terjadi ketika Yesus datang pada kali kedua? Jawabannya adalah penghakiman yang akan dialami oleh semua manusia. Orang percaya akan memakai tubuh yang baru, dan terjadi kebangkitan tubuh (Fil. 3:20). Pada saat itu juga surga dan neraka yang ditegakkan.

Summary

Eskatologi adalah study teologi yang pelajaran mengenai kedatangan Yesus yang kedua. Kita percaya di dalam Pengakuan Iman Nikea ada kedatangan Yesus yang kedua. Jadi di dalam kehidupan ini kita sebetulnya ada di dalam rumah Bapa. Akhir zaman membuat kita dapat melihat bahwa kehidupan ini akan membawa kita pada kemuliaan. Itulah Eskatologi yang sehat. Eskatologi bukanlah kebenaran yang membuat orang menjadi takut melainkan tetapi dapat membuat orang yang telah mengetahui hal ini bertumbuh dan berjalan menuju kepada Teosis.


Bagaimana kita menghadapi eskatologi:

  1. Persiapan, sadar bahwa suatu saat kita akan masuk pada alam yang sama sekali baru bagi kita dengan berjaga jaga.
  2. Mengerjakan pemurnian, kita akan dibabtis dan melakukan kebajikan.
  3. Mengerjakan pengudusan.
  4. Akhirnya sampai kepada Teosis.

Kisah Menarik

Ada seorang ibu yang merasakan sedih karena anaknya memiliki satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Setelah bulan demi bulan berlalu ibu ini terus merawat anaknya. Dia merawat tetapi dengan kesadaran bahwa anaknya tidak akan dapat sembuh. Beriring berjalannya waktu anak dari pada ibu ini pun mulai sadar bahwa kondisinya bertambah lemah serta parah dan ia pun menyadari bahwa penyakitnya tidak akan sembuh. Kemudian anak ini bertanya “Ibu, seperti apakah kematian itu dan apakah kematian itu sakit?” Ibunya pun menangis dan lari kedapur kemudian pura-pura menyalakan kompor. Ibu itu tahu pertanyaan itu harus dijawab tetapi dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Kemudian ibu itu berdoa “Tuhan beri tahu saya bagaimana caranya menjawab pertanyaan anak saya?” setelah berdoa kepada Tuhan diapun tahu jawabannya. Dia ke kamar dan menjawab anaknya “Kenneth, ingatkah kamu ketika kamu bermain sampai lelah dan kemudian datang ke kamar mama lalu tertidur dan pada besok paginya kamu menemukan dirimu di tempat tidurmu sendiri? Kenneth seperti itulah kematian. Kamu hanya tertidur. Ayahmu mengendong kamu dari kamar mama ke kamarmu sendiri.” Jadi dari cerita ini harusnya kita mengingat ada Bapa kita yang disurga yang datang dan menggendong kita untuk pindah dari satu kamar ke kamar Bapa kita. Jadi hidup ini seperti sebuah perjalanan dimana kita datang dari Allah dan pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah. Hal ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi bagaimana kita menyiapkan diri kita dengan melakukan purification untuk menuju kepada teosis.

Perjalanan Roh

Ketika jiwa kita terpisah dari tubuh kita tidak akan kehilangan kesadaran. Jadi ketika kita meninggalkan tubuh, kita akan melihat orang-orang disekitar kita. Biasanya jiwa kita akan memiliki spiritual vision bahwa kita akan segera dijemput. Ketika jiwa meninggalkan tubuh maka jiwa akan menemukan dirinya bersama roh-roh yang lain. Baik itu jiwa yang baik dan jiwa yang jahat.

Hari pertama sampai hari kedua kematian ada malaikat yang menemani dan jiwa kita masih menikmati yang namanya kebebasan. Dan dapat mengunjungi tempat dimanapun jiwa kita suka tetapi pada hari ketika jiwa akan masuk ke alam yang lain. Ketika suatu persembahan dibuat di gereja pada hari ketiga jiwa akan pergi dengan guardin angel/malaikat penjaga.  Disini kita dapat melihat bahwa setiap manusia mempunyai malaikat penjaga. Ketika hari ketiga jiwa akan pergi ke dunia lain dan meninggalkan semua kesedihan karena meninggalkan keluarga tercinta. Akan tetapi, ada roh yang tidak bisa meninggalkan tubuhnya oleh sebab itulah Allah memberikan dua hari pertama untuk dapat meratapi tubuh mereka. Tetapi bagi jiwa orang yang baik tidak akan berat meninggalkan keluarga malah jiwa tersebut rindu untuk segera memasuki alam yang lain. Dan pada hari ketiga ini juga melambangkan mengenai kebangkitan Yesus pada hari yang ketiga. Kita meniru kebangkitan Yesus.

Jhon Damachus say: Keadaan jiwa ketika sudah meninggalkan tubuh, jiwa tesebut masih ada di bumi. Tetapi tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang hidup. Yang ada biasanya jiwa-jiwa itu akan menangis lalu ia akan mengarahkan matanya kepada para malaikat.

Bishop Teophan say: Kakakmu tidak akan mati tubuhnya terbaring tetapi yang disebut pribadinya sakit tetapi akan pergi di tempat terakhir. Ingatlah ini dia yang meratapi orang yang meninggal tetapi bagi mereka hal ini sedikit lebih mudah dan semakin bahaya. Dan mereka yang mati kemudian hidup lagi menemukan ketidaknyamanan.

The Toll Houses

Pada hari ketiga roh itu akan melewati penghakiman sementara dari iblis yang akan menganggu dia dengan berbagai macam dosa yang selama hidupnya melakukan dosa tertentu. Jadi menurut berbagai pengwahyuan terapat 20 toll houses yang dimana satu dosa ke dosa yang lainnya akan diuji sampai lolos semua. Di dalam toll houses ada bnyak sekali iblis yang sudah menunggu dan ini bisa terjadi pasa siapapun.

40 hari

Setelah sudah selesai kepada toll houses jiwa masih memiliki 37 hari untuk mengunjugi surga dan neraka. Dan hari yang ke 40 akan masuk ke dalam tempatnya yang permanen. Oleh sebab itu di budaya tionghoa ada perayaan 7 hari dan perayaan 49 hari karena di dalam 49 hari jiwa-jiwa sudah melupakan kejadian di dunia. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa Partial judgement terjadi selama 40 hari.

Menurut malaikat yang mewahyukan tentang kematian dikatakan bahwa pada hari 9 jiwa akan ditunjukan keindahan firdaus. Lalu sisanya jiwa itu juga akan ditunjukan tentang siksaan dan neraka yang menakutkan sebelum hari ke 40 kita akan kembali ke pangkuan Abraham. Jadi ini adalah pewahyuan malaikat kepada bapa gereja makarios

Bagaimana keadaan jiwa menunggu kedatangan kedua?

Setelah 40 hari jiwa sudah mulai merasakan jadi tidak hanya melihat lagi. Kalau difirdaus akan mengalami sukacita yang besar dan kalau di hades akan mengalami siksaan yang kekal. Yang nantinya kan diterima secara full bersama dengan tubuhnya di dalam final judgement. Apakah ketika jiwa masuk ke hades dan nirwana aka nada pertobatan? Tidak ada!

Berdoa untuk orang mati

Pernakah kita berdoa untuk orang mati? Kalau pernah apa yang didoakan?

Yang benar: Ketika kita berdoa untuk orang mati kita berdoa untuk sesama gereja dan anggota keluarga Allah. Roh orang mati masih sama dengan anggota tubuh Kristus ini tidak seperti menyembah roh itu. Biarkan di dalam perjalanan dia akan masuk kepada firdaus dan di ringankan dan malaikat Allah akan selalu menyertai. Apa yang dapat kita kerjakan untuk orang mati? Stiap dari kita pasti menginginkan kasih dan ingin memberikan kasih justru kita tidak dapat melakukan apapun untuk mereka dapat bertobat. Banyaknya doa kita tidak menyelamatkan. Jadi kiyta tidak dapat melakukan hal lain kecuali kita berdoa. Orang yang sudah mati dapat merasakan kita yang berdoa. 

Video Romo Daniel

Toll House Menurut Ajaran Mula-Mula

Toll houses merupakan pemahaman dari pada gereja Orthodox yang mempercayai jalan setelah kematian. Di dalam Filipi 1:21-23 merupakan pendapat dari pada protestan yang langsung akan bersama dengan Bapa di surga. Sedangkan pemahaman Khatolik percaya mengenai api penyucian atau pulgatori yang tidak dipercayai oleh gereja Orthodox. Gereja Orthodox berbicara bahwa mereka akan mengalami perjalanan setelah kematian. Di dalam Lukas 16:22 terdapat ayat yang bebicara mengenai orang kaya dan lazarus dimana orang kaya tidak memiliki nama yang melambangkan orang yang tidak akan masuk surga yang hidup menurut harta dunia saja jika kita bandingkan dengan di dalam Wahyu 20:15 dikatakan orang yang tidak ditemukan di dalam buku kehidupan maka akan dibuang ke dalam api jadi orang tanpa Kristus yang tidak bersama dengan Yesus. Orang yang betul-betul di dalam Kristus nama mereka terdapat di dalam kerajaan surga (Ibr. 12:22). Dan Yesus juga mengatakan bahwa bersukacitalah karena nama kita berada di surga dan menjadi anak sulung dari Eklessia (Luk. 10:20). Kewarganegaraan kita disurga melalui babtisan yang menyatukan kita dengan penyaliban, kematian, kebangkitan dan kenaikan dan kita secara roh telah bersama dengan Kristus (Fil. 3:20-21). Kasih Allah begitu besar telah membangkitkan kita bersama-sama dengan Kristus yang merupakan bagian dari tubuh Kristus kita juga ikut bangkit bersama-sama dengan Yesus (Ef. 2:3-6). Dan bangkit bersama dahulu karena kebangkitan dan kita duduk bersama-sama di dalam surga di dalam Yesus Kristus, karena Yesus telah duduk di surge kita secara hukum akan duduk di sana juga (Ef. 2:6). Oleh sebab itu lazarus memiliki nama sedangkan orang kaya tidak memiliki nama karena dia tidak peduli dengan hal-hal rohani di dalam kekekalan. Nama orang beriman yang percaya kepada Allah yang digambarkan sebagai pengemis ini merupakan gambaran bahwa kita mengemis belaskasihan dari Allah, dan mengalami aniaya dari pada orang lain. Ini merupakan perumpamaan (Mat. 13).

Jiwa yang tidak mati itu dibawah ke dalam pangkuan Abraham jika dia adalah orang yang mengikuti Kristus (Luk. 16). Orang yang sudah meninggal akan diterima dan dijemput oleh malaikat sedangkan orang yang tidak percaya (Luk.12: 19-20). Firdaus akan (Luk. 23: 42-43). Jadi yang menyertai kita waktu mati bukan kekayaan, kehebatan, delar dan apapun itu tetapi yang menyertai kita adalah perbuatan kita (Wah. 14:13). Ada yang menuntun mereka yaitu roh-roh jahat yang akan nanti membawa roh kita ke dalam (Luk. 12:20). Orang yang telah mati akan dihukum secara personal (Ibr. 9:27). Di dalam Ibr. 9:27 ditunjukan dengan jelas bahwa penghukuman langsung. Selain kuasa dari Allah ada satu kuasa yang menguasai dunia yang disebut ilah jaman ini (Yoh. 14:30; Ef. 2:2). Iblis kalah dari Yesus, iblis mundur dan menunggu pada saat yang tepat (Luk. 4: 13). Penguasa dunia ini akan menuduh kita untuk menuntut kita. Orang yang menuruti penguasa dunia ini akan diterkam seperti singa yang mengaum-ngaum ketika kita sedang melakukan dosa (Ef. 2:2). Roh-roh jahat selalu mempromokasikan kita atas segala macam kebencian untuk menjebak kita, itulah sebabnya mereka disebut roh-roh najis. Raja iblis itu disebut Beelzebul (Mat. 12: 24). Di bawah dari pada Beelzebul dan Lucifer ada juga penguasa dunia ini (Ef. 6:12). Itulah sebabnya anak yang di dalam hidupnya menjadi orang durhaka dan menuju ke firdaus tetapi tidak bersama dengan malaikat-malaikat akan dapat tergoda dengan mereka. Terdapat kata “pemimpin kerajaan Persia” yang melambangkan bahwa itu adalah kerajaan iblis yang menanang Daniel tetapi malaikat Mikhael datang dan menolong Daniel (Dan. 10:12-13). Di anatra bumi dan surga itu ada kerajaan angkasa jadi ketika kita meninggal akan dikejar oleh iblis dan akan selalu dituduh. Oleh sebab itulah pertobatan itu perlu agar kita tidak lagi dituduh oleh iblis. Ini bukan berarti bahwa keselamatan bukan karena manusia melainkan karena anugerah Allah. Hukuman neraka terjadi sesudah kedatangan Yesus yang kedua (Mat. 10:28; Yoh. 5:28-29). Jadi ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Yesus maka kita akan menikmati kehidupan yang kekal dan akan dijemput oleh malaikat-malaikat Allah sedagkan jika kita jauh dari Allah maka kita akan berada di dalam tempat roh-roh jahat (2Petr. 2: 4). Itulah sebabnya orang- orang kudus berdoa untuk orang mati. Ketika orang percaya menentang Roh Kudus maka tidak akan diampuni selama belum kedatangan Yesus yang kedua (Mat. 12:32). Ini bukanlah dogma yang ha

Referensi: Greorge Mastrantonis – A style catechism on the orthodox faith…. Intrduction the orthodox church: Its faith and life, Seraphim Rose – The Soul Afther Death (hal. 175…) dan Video Romo Daniel.

Design a site like this with WordPress.com
Get started